AMOR Royalty from FFI – part 5 (New York City, USA)

H. FINALLY..NEW YORK CITY!!!

  New York adalah salah satu negara bagian Amerika Serikat yang terletak di wilayah (region) antara Atlantik Tengah dan Timur Laut dari Amerika Serikat. New York City dikenal dengan sejarahnya sebagai pintu gerbang para imigran untuk masuk ke Amerika Serikat dan statusnya sebagai pusat keuangan, budaya, transportasi, dan manufaktur. New York memiliki 5 wilayah bagian yang di sebut Borough, yaitu Manhattan, Brooklyn, Queens, the Bronx, and Staten Island yang menjadikan New York sebagai negara bagian yang berpenduduk nomor tiga terbesar di Amerika Serikat. New York berbatasan degan negara bagian Vermont, Massachusetts, Connecticut, dan Pennsylvania, dan berbagi perbatasan air dengan with Rhode Island seperti juga perbatasan internasional dengan provinsi-provinsi Canada yaitu Quebec dan Ontario. New York memiliki lima kota besar, yaitu : New York City (kota terbesar di Amerika Serikat), Buffalo, Rochester, Yonkers, dan Syracuse.

wpid-dsc_1043-1.jpg.jpeg

DSC_0896

  Jadi dari kemarin meski kami berpindah-pindah kota mulai Corning, Niagara Falls yang berbatasan dengan Canada pun masih dalam wilayah New York hanya saja berbeda wilayah Borough.

DSC_1045 (1)

DSC_1041

  Dan saat ini kami mulai memasuki Manhattan, yang merupakan salah satu Borough wilayah New York. Manhattan (New York County) adalah Borough yang paling padat penduduknya dan merupakan rumah bagi Central Park dan sebagian besar gedung pencakar langit kota ini. Sebagian besar borough ada pada Manhattan Island, di mulut Sungai Hudson. Beberapa pulau-pulau kecil juga merupakan bagian dari wilayah Manhattan, termasuk Randall Island, dan Roosevelt Island di East River, Liberty Island ke selatan di New York Harbor. Manhattan adalah pusat financial administrasi kota dan berisi markas banyak perusahaan besar, Markas Besar PBB, sejumlah universitas penting, dan Uptown. Uptown Manhattan dibagi oleh Central Park ke Upper East Side dan Upper West Side.

DSC_0895

  Bus Tour membawa kami menuju Manhattan melalui Lincoln Tunnel, yaitu terowongan sepanjang 1,5 mil di bawah Sungai Hudson, yang menghubungkan Weehawken, New Jersey dan Midtown Manhattan, New York City. Dan segera kami menuju tempat wisata National Liberty Statue untuk naik kapal menuju Patung Liberty. Sepanjang perjalanan, tidak berhenti orang-orang menyapa,” Assalamualaikum Ukhty,”.. Alhamdulillah, maknyes rasanya, begitu senang didoakan oleh banyak saudara muslim yang sama sekali tidak saya kenal. Benar ungkapan bahwa “JILBAB ADALAH IDENTITAS SEORANG MUSLIMAH”, mereka dengan sangat mudah mengenali saya sebagai seorang muslimah.

DSC_0899

A. PATUNG LIBERTY

wpid-dsc_0953.jpg

  Liberty Enlightening the World, lebih dikenal dengan nama atau dalam bahasa Indonesia, adalah Patung berukuran raksasa yang terletak di Pulau Liberty, di muara Sungai Hudson di New York Harbor, Amerika Serikat. Patung ini dihadiahkan Perancis untuk Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan merupakan suatu simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang kembali. Patung perunggu yang diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886 ini merupakan hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan merupakan ungkapan persahabatan antara kedua negara.

DSC_0915

wpid-dsc_0926.jpg

  Pemahat patung adalah Frederic Auguste Bartholdi dan Gustave Eiffel (desainer Menara Eiffel) merancang struktur penyangga dalamnya. Patung Liberty adalah salah satu lambang AS yang paling terkenal di seluruh dunia, dan melambangkan kemerdekaan dan kebebasan dari tekanan. Dan pada tanggal 1984 patung Liberty masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

wpid-dsc_0923.jpg

wpid-dsc_0933.jpg

  Bergegas kami memasuki kapal yang akan mengantarkan kami ke Pulau Liberty dimana patung Liberty berada. Kami segera menaiki kapal yang memiliki 2lantai, antrian cukup panjang dan disertai pemeriksaan yang cukup ketat, semua jaket, jam tangan dan hape pun di periksa. Setelahnya kami segera menaiki kapal dan langsung naik menuju lantai 2, MasyaAllah pemandangannya sangat menakjubkan namun dengan cuaca yang sangat dingin, kami hanya sebentar diatas, berfoto ria dan segera balik lagi kebawah, membeli kopi, sepertinya memang hanya kopi sahabat kami selama di Amerika, tak terhitung berapa gelas sehari, karena sebagai sarana mengusir hawa dingin yang menusuk tulang.

wpid-dsc_0956.jpg

  Sampailah kami di pulau Liberty,Tak lama, hanya sekitar setengah jam kami pun sampai, begitu ramai suasana dengan berbagai jenis ras, bahasa dan warna kulit kami berkumpul disini, semua ingin menyaksikan secara langsung kemegahan patung Liberty. Untuk memperoleh view terbaik dengan berlatar belakang kota Manhattan sejenak kami mengantri.

wpid-dsc_0967.jpg

DSC_1027 (1)

DSC_1017

  Luas sekali dan hampir kesuruhan kawasan dapat mengambil angle kota Manhattan terssebut, hanya saja untuk membidik Twin Tower yang sekarang bernama One World Trade Center sedikit memerlukan ketepatan tempat agar dapat secara simetris terabadikan. Kemudian lanjut berfoto2 di depan patung Liberty..MasyaAllah, kami berdua tidak pernah menyangka akan sedekat bahkan berfoto disini didepan patung Liberty, karunia Allah yang Maha Besar, berfoto di depan Ka’bah adalah keinginan terbesar saya, namun Allah memberikan Liberty terlebih dahulu secara cuma-cuma..Alhamdulillah

  Karena selama di Amrik belum banyak oleh-oleh yang kami beli, maka kami lanjutkan belanja oleh2 di tempat sovenir, selisih dengan kaki lima memang lumayan, tapi karena Roy, tour leader kami tidak pernah mengijinkan saya belanja di China Town akibatnya harus membeli sovenir dengan harga lebih mahal. Tempat paling favorite memang toko Sovenir, clumat-clumut tak terasa membengkakkan anggaran..hahaha

  Liberty Statue telah selesai kami kunjungi, segera kami menuju New York Times Square.

wpid-dsc_0034.jpg

TIMES SQUARE

wpid-dsc_0146.jpg

wpid-dsc_0013.jpg

  Times Square adalah nama persimpangan jalan utama di Manhattan, New York City, Amerika Serikat. Persimpangan ini adalah tempat bertemunya jalan Broadway dan Seventh Avenue, dan mencakup kawasan antara West 42nd hingga West47th Street. Kawasan di sekeliling Times Square yang disebut disebut Theatre District mencakup blok-blok dari timur ke barat antara Sixth Avenue dan Eighth Avenue, serta antara West 40th dan West 53rd Street dari utara ke selatan. Kawasan ini merupakan bagian sebelah barat dari distrik bisnis dan perdagangan yang disebut Midtown Manhattan.

wpid-dsc_0166.jpg

wpid-dsc_0032.jpg

  Persis di tengah Times Square terdapat Gedung One Times Square yang dinding luarnya dipasangi papan iklan dan televisi berlayar lebar. Persimpangan Times Square dulunya bernama Longacre Square, namun nama persimpangan ini diganti menjadi Times Square sejak bulan April 1904 setelah harian The New York Times pindah ke Gedung Times yang baru selesai dibangun. Gedung Times lalu berganti nama menjadi One Times Square hingga sekarang ini.
  Setiap malam tahun baru di Gedung One Times Square dilangsungkan upacara tahunan penurunan Bola Times Square. Times Square sering disebut “Persimpangan Dunia” atau “Great White Way” (arti harfiah: Jalan Terang Yang Agung), dan telah mencapai status sebagai markah tanah yang terkenal di dunia sekaligus simbol kota New York dan Amerika Serikat.

DSC_0023

  Times Square tempat berkumpulnya berbagai etnis dari penjuru dunia, tempat syuting bagi para aktris Amerika termasuk yang paling sering adalah Glee. Kami di berikan waktu 3jam, tapi berhubung badan sudah sangat lelah, dan takut tersesat, kami berdua lebih banyak duduk-duduk di center of Times Square sambil melihat orang berlalu-lalang. Tidak terbersit sedikitpun untuk shopping selain mencarikan oleh-oleh untuk anak-anak, yang tidak tersedia di Indonesia semacam Jake and The Neverland Pirates. Untuk toko Sovenir, harga yang ditawarkan saya rasa lebih mahal, pun dikaki lima, dan PKL -PKL itu masih dikuasai oleh ras Chinesse yang berjualan pernak-pernik, accesoris, sedangkan beberapa kulit hitam, mereka lebih banyak berjualan topi, baju, pashmina, jaket. Dan sekali lagi kami tidak berbelanja lagi, sudah cukup rasanya kami membawa oleh-oleh buat keluarga dan beberapa teman dekat. Kalaupun nanti kurang saya rasa di Indonesia pun ada toko yang khusus menjual pernak-pernik sovenir Luar Negeri.

wpid-dsc_0160.jpg

DSC_0148

  Sesekali hubby mengajak berjalan-jalan hanya di sekitar Gedung One Times, sepanjang mata memandang banyak terlihat tokoh kartun dan Super Hero berlalu lalang, jika ingin berfoto atau mengambil gambar mereka jangan lupa untuk siapkan beberapa dolar, dan kami berdua tidak melakukannya, hanya berusaha memotret dari jauh atau kalau beruntung kami akan mendapatkan foto mereka dalam jarak dekat..hahaha (gak mau rugi). Kami pun sempat melewati Planet Hollywood dan masih dengan antrian yang mengular beserta teriakan-teriakan ABG cewek-cewek sebaya kak Belva, kami berdua yakin benar bahwa akan ada artis semacam One Direction akan manggung disana. Berjalan lagi melihat sekilas ada Syuting Film, entahlah film apa, kami tidak tertarik untuk melihatnya. Berjalan lagi melihat kerumunan orang mengantri untuk melihat pertunjukkan Opera, dan saya sama sekali awam dengan para pemainnya..hehehe.

DSC_0192

wpid-dsc_0195.jpg

wpid-dsc_1062.jpg

  Waktu berjalan begitu cepat, kami kembali ke tempat awal yang disetujui untuk Bus menjemput kami dan segera membawa kami untuk makan malam dan kembali ke Hotel. Badan terasa sangat lelah, kepala mulai berdenyut-denyut dan kaki berasa mau patah..hiks, Kami merasa lapar sangat, karena kami tidak berani asal membeli makanan di sana, hanya membawa bekal air minum saja.
  Roy mulai mengintruksikan apa yang harus kami lakukan besok pagi, berkemas dan pulang ke Indonesia. Menyiapkan paspor dan visa, menimbang oleh-oleh tiap koper, agar mempermudah kami jika terjadi overweight. Malam berlalu begitu cepat dan pagi pun menjelang.
Saatnya kami angkat kaki dari negeri Paman Sam, InsyaAllah kita akan berjumpa lagi, di masa yang akan datang..aamiin

I. Damn, I Love Indonesia

  Matahari pagi ini sedang malu-malu menampakkan diri, udara dingin menusuk tubuh, rintik-rintik hujan dan angin sedikit membuat repot kami turun dari Bus yang membawa kami ke Airport JFK. Setelah melalui berbagai pemeriksaan baik visa-paspor, bagasi dan body finally kami masuk ke dalam Pesawat Airbus yang super jumbo menuju Abu Dhabi. Penumpang yang hanya sedikit tidak sebanding dengan besarnya pesawat membuat kita nyaman, kami bisa selonjoran, banyak yang 3seat untuk tidur sendiri, malu-maluin saja orang-orang kita ini..wkwkwk

  Penerbangan 15jam akan kami mulai, mungkin karena sudah terlatih dengan keberangkatan kami kemarin juga ditunjang oleh pesawat yang besar dan nyaman, sepertinya penerbangan ini sangat kami nikmati atau karena faktor kecapekan ya, bisa juga. Mendarat di Abu Dhabi pada siang hari, kondisi cuaca sangat panas, maklum negara gurun, setelah melalui pemeriksaan dan tidak begitu detil berlawanan dengan saat menuju Amerika kami memasuki pesawat..Subhanallah, berbanding terbalik dengan pesawat dari Amerika ke Abu Dhabi, pesawat dari Abu Dhabi ke Indonesia sangat penuh sesak, bersamaan dengan saudara kita pulang umroh dan dengan umur yang rata-rata di atas 50tahun, MasyaAllah ramainya, mereka tidak memahami bahasa Inggris dan duduk tidak teratur sesuai kursi mereka, jadi beberapa kali terjadi keributan. Pun saya dan hubby tidak bisa duduk bersebelahan, karena kursi yang tersisa sangat terbatas. Pesawat berangkat dalam keadaan full, meskipun sama-sama berbendera Etihad tapi perbedaannya jauh sekali dengan pesawat yang membawa kami dari Amerika..hiks.
  Kebetulan sebelah kiri saya ada sepasang bule Belanda yang sedang menuju dan berencana backpakeran keliling Indonesia selama 6bulan dalam rangka Haneymoon, mengobrollah kami bertiga, lumayan gratul-gratul, karena Inggris bukan bahasa ibu kami bertiga justru malah nyambung, sesekali dengan bahasa tarzan pun kami lakukan..hahaha, pengalaman yang menyenangkan.
  Tak terasa mendarat kami di Bandara Sukarno-Hatta.., Alhamdulillah..
Welcome Home

  Memasuki kota Jakarta tepat tengah malam, dan kami harus bermalam di hotel terdekat Bandara karena tidak memungkinkan untuk langsung pulang ke Surabaya. Team FFI pun
telah menyiapkan menu Bakso dan Rendang favorite kami, yang selama 2minggu tidak kami sentuh. Tanpa babibu, hanya cuci kaki dan tangan, kami segera menyantapnya hingga tandas tak tersisa, Alhamdulillah lezat sekali.

  Pagi menjelang, jam 6 tepat kami telah siap, segera bersantap sarapan pagi dengan menu Indonesia tentunya. Jam 7 kami menuju Bandara, pesawat Garuda akan segera menerbangkan kami pulang ke pelukan anak-anak kami tercinta. Sangat merindukan mereka, belum pernah seharipun saya meninggalkan mereka kecuali saat melahirkan. We miss our kiddos so much.

  Alhamdulillah, kami telah pulang dengan Selamat, berhamburan mereka keluar dari rumah untuk menyambut kami berdua. Langsung saja saya menciumi dan memeluk mereka secara bergantian. Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat walafiat tidak kurang sesuatu apapun. Terimakasih untuk Ibunda dan juga Emak yang sudah menjaga titipan dari kami dengan sangat baik.

  Perjalanan yang sangat menakjubkan sekaligus melelahkan yang barusaja kami nikmati adalah karunia terindah dari Allah Azza Wa Jalla yang kami peroleh tahun ini, semoga di tahun depan kami masih akan mendapatkan kesempatan lagi untuk memperoleh Reward dari supplier rekanan kami, dan harapan kami ibadah umroh yang sudah kami rencanakan di Tahun 2015 dapat terealisasikan..aamiin

  Doa dan Harapan akan selalu membuat kami yakin untuk menjalani hidup dengan memiliki tujuan, Allah akan selalu mengabulkan doa-doa hambaNya yang mau bersungguh-sungguh baik ikhtiarnya maupun tawakalnya..InsyaAllah

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Diri Sendiri, Keluarga dan Dea Wijaya Toserba, sebagai pengingat bahwa saya pernah meraih prestasi segemilang ini dalam kehidupan saya.

AMOR Royalty from FFI – part 4 ( HARVARD,Boston and Woodbury,New Jersey)

G. COMING (BACK) TO AMERICA  

  Menuju Boston memakan waktu sekitar 6jam, sampailah kami diperbatasan Canada-Amerika, disaat sore hari. Sebelumnya Scott, sopir kami mengalami masalah dengan lalu lintas, yaitu mengenai sabuk pengaman, sesaat baru saja memasuki Canada. Menurut Scott di Amerika, sopir bus sekolah atau tour tidak diwajibkan mengenakan sabuk pengaman, mungkin karena kebiasaan itulah dia lupa telah memasuki wilayah Canada, hingga akhirnya bus kami diberhentikan oleh petugas..Waduhh!!, Scott sih, padahal sabuk pengamannya juga ada, tapi karena faktor kebiasaan, jadi lupa deh. Scott mengikuti petugas sambil bersungut-sungut dan berkali-kali misuh *apa coba??* karena melayanglah uang 2juta versi rupiah hanya untuk pelanggaran penggunaan sabuk pengaman, Scott yang malang..hiks   

  Kembali kami memasuki Amerika setelah kurang lebih 3hari berada di Canada, saat kami memasuki perbatasan Scott dan Tour leader kami memasuki kantor petugas, setelah itu kami diminta turun dan wawancara kembali, pemeriksaan tas dan bawaan termasuk yang didalam bus pun tak luput dari penggeledahan. Dan saat itu petugas me via nemukan ABON didalam tas salah seorang teman kami, alhasil teman kami di mintai keterangan tentang benda apakah itu??. Setelah teman kami menjelaskan bahwa itu makanan ABON yang terbuat dari daging sapi, maka abon tersebut di sita petugas. Memang memasuki Amerika radha rempong, makanan terseleksi seperti snack, mie, coklat sepetinya lolos saja, giliran Abon di larang..So Weird.  

  Sampai kami di Boston malam hari, langsung cek in Hotel dan beristirahat, setelah sebelumnya kami makan malam di hotel serta merayakan Ulang Tahun dari salah satu teman kami, bapak Hendra dari Lampung. Menurut Scedul besok pagi akan berkunjung kedua buah Universitas paling bonafide di Amerika dimana lulusan dari Universitas tersebut tidak ada yang miskin, artinya berhasil menjadi orang Sukses, yaitu Harvard dan MIT. Sayangnya setelah berembug cukup lama, diputuskan untuk menSkip MIT dan segera menuju Woodbury, tempat FO premium yang katanya terbesar dan terlengkap di Amerika. Disana dijual product branded dengan harga jauh lebih miring. Kecewa pastilah, dua Universitas itu yang paling membuat saya bersemangat berangkat ke Amerika. Dalam impian saya kak Belva dapat bersekolah di salah satu Universitas tersebut. Ya sudahlah, memang kenyataannya kalau kita tour keluar negeri yang paling dinantikan adalah scedul berbelanja dan itu tidak ada dalam agenda tour kami ini, jadi di Skip lah destinasi yang paling tidak dibutuhkan atau tidak menarik.

wpid-dsc_0807.jpg  

  Morning Call berbunyi tepat pukul 7 pagi. Kami terjadwal berangkat pukul 8 dan tiba di Harvard jam setengah 9 pagi, karena perjalanan ke Woodbury membutuhkan waktu 3jam dan waktu belanja akan diberikan kurang lebih 3jam, jangan sampai kami nanti kemalaman di perjalanan menuju New York City.

wpid-dsc_0836.jpg

wpid-dsc_0793.jpg

  Membayangkan Boston seperti kota Jogja ternyata tidak salah, seperti kota pelajar pada umumnya, memasuki wilayah Harvard seperti banyak asrama, halte bus dan remaja bersepeda di sepanjang mata memandang. Bus kami berhenti di depan Garden Harvard Community dan kami hanya diberi waktu satu jam saja. Berkeliling di sekitar kampus Harvard, entahlah kenapa kami tidak berani masuk, ketakutan akan nyasar..hiks. Beberapa toko souvenir di sekitar Harvard masih banyak yang tutup, alhasil kami tak membawa kenang-kenangan dari Harvard kecuali brosur dan foto. Saya sempatkan berdoa jikalau memang kak Belva memiliki kesempatan bersekolah disana, mudahkan dan wujudkanlah mimpi kami ya Allah..aamiin

wpid-dsc_0791.jpg  

  Kami tiba di Woodbury saat jam makan siang, karena antusiasme peserta yang sangat tinggi untuk belanja, maka makan siang pun ditiadakan dan diganti dengan uang makan sehingga para peserta dapat segera berbelanja.

wpid-dsc_0847.jpg

wpid-dsc_0868.jpg

  Outlet Woodbury Premium adalah pusat outlet yang terletak di Central Valley, New York adalah salah satu pusat shopping terbesar di dunia yang memiliki 220 toko. Karena kedekatannya dengan New York City, Woodbury memiliki daya tarik utama bagi wisatawan asing yang berkunjung ke wilayah tersebut. Kami berdua menyempatkan diri untuk makan, selain lapar karena kami terbiasa sarapan hanya dengan buah saja, rasanya gak lucu kalau kami jatuh sakit gara-gara kebelet belanja. Entahlah dengan peserta lain. Kami bergegas menuju foodcourt kebetulan ada masakan jepang yang bebas pork tersedia disana, ah sayangnya lupa tidak kami foto. Saat dalam antrian, dan giliran kami, saya dan bu vera dengan menu yang sama, si bapak pelayan berkata,”Dua ya?,”..Wah, Indenesian ternyata dan kami pun tersenyum.

wpid-dsc_0875.jpg

  Setelah selesai makan kami segera melihat peta yang sudah dibagikan sebelumnya oleh Tour leader kami. Kami berdua langsung menuju Toys”R”Us guna memborong Monster High pesenan kak Belva dan Reva kebetulan mereka memang mengkoleksi boneka tersebut, sayang beribu sayang selain kurang lengkap koleksinya, saya juga tidak memiliki catatan berapa harga Monster High di Indonesia dengan item seperti yang dijual di Woodbury. Kami beli 5macam boneka dengan harga bervariasi antara $14-$30, dan kemudian belanja kami lanjutkan menuju Disney Store dan langsung memborong pernak-pernik Jake and the Neverland Pirates, pesenan adek Mika, karena di Indonesia sendiri belum di pasarkan.

wpid-dsc_0878.jpg  

  Berikutnya kami menuju counter Levi’s untuk membelikan pesanan dari bapak yaitu celana 2buah ukuran 36, karena beli 3buah discount 25%, maka saya paksa hubby untuk membelinya. Kenapa saya paksa karena pada dasarnya hubby kurang suka memakai jeans lebih senang mengenakan celana kain, lhah jauh-jauh koq tidak berminat membeli apa-apa, menyesal nanti. Sembari jalan-jalan santai karena semua pesanan sudah terbeli, kami melewati counter Guess, mampirlah saya dan membeli jam tangan dengan discount 50%, lumayan bagus, harga miring sekali dibandingkan di Indonesia, yach..namanya juga discount, sekalian membeli dompet sebagai oleh-oleh ustadzah anak-anak di sekolah.

wpid-dsc_0884.jpg

  Setelahnya yang terpikir adalah bagaimana kami membawa semua oleh-oleh ini terutama mainan dengan kemasannya yang besar-besar?? terpaksalah kami membeli koper yang seharusnya tidak kami butuhkan, tapi siapa tahu kami mendapatkan rezeki lagi untuk jalan-jalan keluar negeri bersama anak-anak pasti butuh koper lebih banyak dan besar. Pada dasarnya kami berdua, saya dan hubby bukan termasuk brand minded. Kami membeli baju atau apalah berdasarkan butuh bukan ingin atau life style, misalkan baju selain faktor harga juga kenyamanan, branded dan mahal jelas kami skip, eman kata orang jawa. Baju tidak bermerek pun asal enak dipakai itulah yang kami beli, dan merek Indonesia lah favorit kami, baik itu beli di Matahari atau di Pasar Turi yang penting enak dipakai dan indah dipandang, tidak ketinggalan zaman. Jadi ketika peserta lain berlomba-lomba pamer belanja produk branded kami cuma menjadi pendengar yang baik, karena memang kami tidak paham merek-merek tersebut..heuheu.

wpid-dsc_0857.jpg  

  O..ya ada cerita yang cukup berkesan, saat menunggu seluruh peserta berkumpul, kami sempatkan membeli kopi karena cuaca yang sangat dingin, mendadak dosis kafein kami pun ikut naik drastis. Kembali ke foodcourt dan menuju counter kopi merk cafe nya lupa. “One Small Capucino please,” order dari saya. Mas penjual,”Orang Indonesia ya mbak??,”. “Eh, iya. Koq tau saya Indonesia, kenapa tidak menebak Malaysia atau Thailand??,”jawab saya sambil tertawa. “Iyalah, saya hafal bedanya koq. Gimana mbak pemilu, sudah selesai ya, pokoknya mbak, Presiden yang pantas itu cuma Prabowo, Indonesia butuh pemimpin yang tegas. Apa itu Jokowi, jakarta belum beres ditinggal, gak jelas lah. Tak doakan pak Prabowo yang menang mbak,” mas penjual menyerocos tanpa henti. “Iya deh, sepakat sama mas,..aamiin ajah deh, semoga pak Prabowo yang jadi Presiden,” jawab saya.   Meninggalkan Woodbury tepat jam pukul 6 sore, segera menuju New Jersey untuk bermalam. Dan seperti biasa sebelumnya kami makan malam di resto Thailand. Sebelum masuk ke kamar masing-masing, Tour Leader kami mengingatkan untuk bersiap makan pagi jam 7, kami kami harus tiba di Manhattan sebelum jam 9, agar tidak tertinggal kapal di pulau Liberty Statue yang telah di pesan sebelumnya.    Malam berlalu begitu cepat, karena kelelahan akibat keliling shopping di Woodbury, membuat kualitas tidur kami sangat baik. Pagi telah tiba, setelah sarapan pagi di hotel kami segera masuk ke bis Scoot dan langsung tancap gas menuju Manhattan, New York.

AMOR Royalty from FFI – part 3 (Toronto – Montreal – Ottawa)

F. MENIKMATI CANADA (TORONTO, MONTREAL DAN OTTAWA)

F(1). CN TOWER di Toronto

(source: google)

(source: google)

wpid-dsc_0441.jpg

  Perjalanan dilanjutkan menuju Toronto, untuk melihat lebih dekat CN Tower (Canadian National Tower or Canada’s National Tower), yang dulunya merupakan Gedung tertinggi pertama di dunia dan dianggap sebagai ikon kota tersebut. CN Tower mulai dibangun tahun 1973. Dalam waktu 2 jam sampailah kami di Toronto. Memasuki CN Tower dan lagi-lagi harus mengantri untuk dapat melihat kota Toronto dari atas. Ramai kunjungan turis dalam dan luar negeri yang penasaran dengan ketinggian gedung CN Tower yang terkenal tersebut.

  Menara CN terdiri dari beberapa struktur. Bagian utamanya adalah pilar beton yang ditempati oleh elevator, tangga, serta koneksi listrik dan air. Di bagian atas terdapat sebuah antena mental setinggi 102 m, yang meneruskan sinyal-sinyal televisi dan radio. Selain itu, terdapat dua wilayah untuk pengunjung, tujuh lantai pada ketinggian 330 m dan SkyPod di ketinggian 447 m, tepat di bawah antena.

  SkyPod, ruang tertutup kecil yang terletak jauh di atas lantai utama, terdapat di ketinggian 447 m menjadikannya sebagai dek pengamatan publik tertinggi di dunia. Dari SkyPod, jarak pandang dapat mencapai 100-120 km di hari yang cerah bahkan mungkin dapat melihat sedikit dari kota Rochester, New York di Amerika Serikat yang terletak di seberang Danau Ontario.

DSC_0438

DSC_0404

  Di Menara CN, terdapat tangga dengan 1.776 anak tangga yang dapat digunakan untuk mencapai SkyPod. Tangga tersebut adaalah tangga metal tertinggi di dunia, fungsi utamanya adalah untuk keadaan darurat dan tertutup untuk umum. Sambil menata hati dan menyusun keberanian, karena terus terang saya termasuk kaum phobia ketinggian, apalagi selama naik Lift, kami dapat menyaksikan secara langsung keadaan luar dengan jelas..Luar Biasa, MasyaAllah, tiba-tiba sudah berada di atap Tower.

image

  Satu jam diberikan oleh Team Leader kami untuk mengeksplore seluruh ruangan, jeprat-jepret hingga puas. Suhu di dalam ruangan hangat, namun jika turun kebawah satu lantai, udara dingin langsung menerpa, karena lebih terbuka hanya jaring-jaring besi tanpa kaca sebagai pembatas. Tak lama kami masuk kembali, sebagai orang Asia kami tak akan kuat berlama-lama di suhu 7°C..hiks

image

  Pada ketinggian 342 m, terdapat Glass Floor atau lantai kaca dengan dek pengamatan terbuka dimana kita dapat melihat keindahan kota Toronto dengan jelas. Dan berkali-kali hubby memaksa saya untuk berani di foto diatasnya. Mejengpun dengan eksen muka penuh kengerian..hiks

image

  Tak terasa waktu berjalan lebih dari satu jam, saatnya kami masuk hotel, karena petang telah tiba. Dan kami pun bermalam di Novotel Mississauga, Toronto.

F(2). Mount Royal, Notre Dame and City Hall di Montreal

(source: google)

(source: google)

  Pagi ini terjadwal mengunjungi Mount Royal, City Hall dan Notre Dame. Mount Royal berada di sebelah barat pusat kota Montreal, Quebec, Canada, merupakan pegunungan yang tidak terlalu tinggi, dimana kita dapat melihat keseluruhan kota Montreal dari atas.

image

  Menuju Mount Royal tidak terlalu jauh dari hotel kami menginap, hanya setengah jam. Bis kami mulai naik keatas, melewati danau yang masih beku oleh musim dingin, tapi tidak boleh lagi dipergunakan untuk olahraga ice skeating, setelah memasuki musim semi, karena es tersebut tidak lagi tebal, hanya permukaan saja yang masih berupa es. Kami disini tidak terlalu lama hanya foto-foto sebentar langsung menuju City Hall, karena terscedul kembali ke Amerika melewati Boston sebelum malam tiba.

image

  Tidak terlalu istimewa disini, di Indonesia pun banyak yang mirip seperti ini. Untuk wilayah Jawa Timur misalnya, Malang, khususnya Batu, tak jauh beda tampilannya seperti ini, hanya bedanya ini Luar Negeri, negara maju pula, terlihat rumah-rumah dengan bangunan yang lebih spektakuler.

DSC_0603

  Setelah puas foto-foto kurang lebih setengah jam, kami langsung pindah tempat menuju City Hall di Notre Dame yang juga tidak jauh dari Mount Royal.

wpid-dsc_0666.jpg

wpid-dsc_0645.jpg

wpid-dsc_0655.jpg

  City Hall merupakan kantor administrasi kota Montreal dengan bangunan kuno tertua dan sebagai salah satu contoh terbaik dari gaya Kekaisaran Kedua di Canada. City Hall merupakan balai kota pertama yang telah dibangun di negara itu semata-mata untuk pemerintah kota, dan ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional di Canada pada tahun 1984.

Berhadapan dengan City Hall terdapat pula Notre Dame yang merupakan Gereja Tertua yang dibangun di Canada sekitar tahun 1672 – 1682.

wpid-dsc_0647.jpg

  Canada ini sebenarnya datar-datar saja, mereka hanya memiliki Niagara Falls yang sangat terkenal itu, lainnya kurang, mungkin menjual gedung-gedungnya yang eksotik, tapi di negara-negara Eropa jelas lebih banyak lagi. Sepanjang perjalanan saya dan hubby menyesalkan beberapa destinasi di Canada ini yang menurut kami memang kurang menarik. Hubby said,”seharusnya di Niagara Falls nya dua hari, langsung balik Amrik, jauh-jauh muterin Canada, gitu-gitu aje,”..”Iye, emang bener ye, Canada gak terlalu, mending Indonesia, Bali gitu, jauh lebih keren..qeqeqe,” jawab saya.

F(3). Parliament Building di Ottawa

  Agenda pagi ini kami akan menuju Montreal melalui Ottawa. Ottawa adalah ibu kota Canada, dimana terdapat gedung parlemen bergaya Eropa, banyak gedung bercorak Eropa karena memang Canada merupakan jajahan Perancis dan Britania Raya. 

wpid-dsc_0469.jpg

  Perjalanan dari Toronto menuju Ottawa cukup lumayan jauh, sekitar hampir 5jam. Di sepanjang perjalanan kami disuguhi jalanan yang masih penuh dengan es, maklum selepas musim dingin dan baru saja beralih ke musim semi, sedangkan suhu udara di Canada teramat sangat dingin, wajar kalau es sulit mencair. Dan Canada termasuk negara besar yang jarang penduduk, sehingga selama perjalanan saya amati rumah dengan jarak yang jauh satu dengan yang lain, mereka memiliki halaman yang sangat luas, sangat berkebalikan dengan negara kita, rumah penduduk pun padat merayap apalagi di wilayah kami.

wpid-dsc_0506.jpg

  Banyak orang kurang tertarik hidup dan bekerja disini, saya sendiri kalau disuruh memilih mendingan hidup dan bekerja di Amerika daripada Canada, tapi saya teramat sangat bersyukur kepada Allah karena memberikan karunia yang sangat besar kepada keluarga kami di negeri sendiri, rasanya tidak ingin pindah kemana-mana deh..hehehe

wpid-dsc_0521.jpg

wpid-dsc_0512.jpg

wpid-dsc_0482.jpg

  Tibalah kami di Building Parliament (Prancis: Colline du Parlement), sehari-hari dikenal sebagai The Hill, daerah Crown di tepi selatan Sungai Ottawa di Ottawa, Ontario yang juga merupakan gedung DPR/MPR negara Canada, kebetulan saat itu berbarengan dengan demo anak-anak muda. Banyak petugas dari kepolisian berjaga-jaga, sempat takut mau masuk kedalam gerbang menuju halaman gedung tapi saya nekat dan hubby mengiyakan. Setelah kami mendekat mulailah kami mengamati anak-anak muda yang berdemo itu tadi, tampilan mereka hampir serupa, memiliki tatto, mengenakan pierching di beberapa bagian tubuh, baju ala kadarnya dengan sobekan di celana…Hmm, ternyata mereka sedang menyuarakan tentang legalisasi Mariyuana, pantesan bau ganja dimana-mana. Aslinya juga kami tidak paham bau apa itu, tapi teman grup ada yang tau dan kebetulan Sylvester pernah kuliah dan sudah memiliki citizen di Canada. Beberapa teman grup bercerita bahwa di Belanda pemakaian Mariyuana sudah dilegalisasi, mungkin yang di Canada jadi terinspirasi.

DSC_0471

  DUH,..aneh-aneh saja dunia, kalau di Indonesia paling sering demo Buruh minta kenaikan gaji atau demo penurunan harga sembako..hiks. Setelah puas berfoto ria, kami segera meneruskan perjalanan menuju Boston. Dan setiap kota kami selalu mampir di China Town untuk makan, baik siang maupun malam. Bisa-bisa pulang ke Indonesia mendadak benci Chinesse Food..hahaha