Siswa Teladan di kelas Delapan

  Hari Sabtu, 13 juni 2015 adalah hari paling sibuk sedunia buat kami, menghadiri undangan di 3 tempat yang berbeda, hari ini merupakan hari dibaginya rapor anak-anak secara berbarengan. Undangan special performance kak Belva Tahfidz Qur’an juz 30 dan juz 1 yang diacara wisuda kelas 9, raportan kak Reva sekaligus wisuda adek Mika, seandainya bisa membelah diri tentu akan hadir di 3 tempat tersebut bersamaan. Resiko anak berada dalam 1 yayasan perguruan Islam, yaitu SMP, SD dan TK, karena acara juga tidak hanya diadakan di sekolah.
  Pagi itu, tepat pukul 06.30 kami berempat berangkat menuju sekolah kak Belva (sedangkan Belva sudah berangkat lebih dulu pukul 06.00 dengan bersepeda). Sekolah yang sangat baru, kelulusan wisuda kelas 9 angkatan ke 3 diadakan secara sederhana di sekolah. Kami tiba acara Tahfidz telah dimulai, dan di panggung telah ada 3 orang hafidz juz 30, termasuk kak Belva hafidz dan ditambah juz 1. Tahfidz ini merupakan kurikulum baru di sekolah kak Belva, masih barusaja berjalan satu semester, acara kali ini tujuannya juga untuk memperkenalkan kepada para wali murid. Setelah juz 30 selesai dilantunkan secara bergantian, giliran kak belva tampil sendiri melanjutkan hafalan juz 1, dan dalam acara tersebut saya juga diberi tugas untuk memberi pancingan bacaan ayat agar diteruskan oleh kak Belva. Alhamdulillah, acara berlangsung dengan sukses, kak Belva hafal juz 30 dan juz 1 dengan sempurna..MasyaAllah, bangga nya kami, orangtua mu Nak. Tiada henti nya rasa syukur saya panjatkan dalam hati, semoga kamu dapat istiqomah menghafalkan dan menjaga hafalan Quran hingga akhir nanti. Kami berempat tidak dapat berlama-lama untuk mengikuti acara wisuda hingga selesai, padahal dalam agenda tersebut kak Belva akan menerima penghargaan sebagai satu-satunya hafidz juz 1 dan sebagai siswa teladan di kelas 8. Saya hanya menitipkan pada ustadz/dzahnya agar dapat didokumentasikan.
  Melanjutkan perjalanan menuju gedung Departemen Agama untuk menghadiri acara wisuda adek Mika. Alhamdulillah kami belum terlambat, karena scedul acara Studen Profil ada di pukul 08.30. Tahun ini, di akhir sekolah TK B, adek Mika kembali memperoleh Student Profile Thinker. Student Profile merupakan kelebihan/kecerdasan yang menonjol dan ada 8 kecerdasan, yang sebagian saja saya hafal, seperti thinker, independent, responsibility, visioner dll. Sejak PG, adek Mika selalu mendapatkan student profile Thinker, karena menurut ustadzah, Mika kritis tapi bukan cerewet, fokus dan tenang, salah satu contoh kritisnya adalah bagaimana ia membenarkan cara mencuci tangan yang dicontohkan ustadzah, contoh lain seperti sering menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang berat. Mendengarkan ustadzah bercerita tentang Mika hanya dapat geleng-geleng kepala, tapi memang tidak jauh beda dengan kebiasaannya dirumah. Dilanjutkan acara tampilan-tampilan ekstrakulikuler, dan adek Mika tampil dalam acara Marching Band. Mika berada dibagian drum snare, Alhamdulillah tampilan adek Mika dan geng sangat memuaskan. Dari semua tampilan yang ada, memang Marching Band yang paling Cetar Membahana (mama yang narsis). Pesan mama untuk adek Mika di kelas 1 nanti semoga lebih tekun belajar, dapat bersosialisasi lebih baik dan terus pberprestasi..aamiin
  Selasai dengan acara adek Mika, kami berempat langsung menuju ke sekolah kak Reva untuk mengambil Raport kelas 3 ini. Kak Reva sudah merasa nilai raportnya turun, karena kelas 3 sedikit lebih berat juga adaptasi dari pulang pukul 2 siang menjadi pukul 4 sore. Langsung masuk kelas tanpa mengantri karena jam menunjukan hampir jam 12 siang sudah sepi, mengobrol sebentar dengan ustadz/dzah wali, bagaimana Reva dikelas dan menyinggung sedikit tentang rangking. Ustadzah Dini menerangkan bahwa persaingan di kelas 3B ini sangat ketat karena di huni banyak anak pintar, dan sudah diketahui untuk kurikulum 2013 tidak diperkenankan ada rangking, karena kebetulan juga tiap tematik anak didik yang menonjol secara bergantian. Tidak ada seorang anakpun secara absolut menguasai semua tema, namun bergantian, itulah sebabnya wali kelas juga tidak dapat memberikan peringkat karena anak didik memiliki kecerdasan yang berbeda. Namun saya tak cukup puas, dengan nilai Reva rata-rata 91, berapakah nilai tertinggi dikelas?? Jadi saya bisa mengira-ngira keberadaan anak saya, diatas, ditengah atau dibawah?? Sebagai orangtua tentu saya mengetahui sejauh mana dia memahami pelajaran di sekolah dan saya juga memiliki standart tersendiri untuk memacu prestasi anak. Alhamdulillah kak Reva ada di rata-rata atas walau bukan yang terbaik. Pesan mama buat kak Reva, di kelas 4 nanti lebih tekun belajar dan tetap berprestasi..aamiin
  Handphone saya terus berdering, diseberang kak Belva tak henti-hentinya merajuk agar saya segera mengambil raport karena jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, kamipun segera kembali ke sekolah kak Belva. Sampai dikelas kak Belva, ternyata masih harus mengantri 3 wali murid lagi, dan tibalah giliran saya untuk mengambil raport. Alhamdulillah nilai raport seperti biasanya, semoga masih yang terbaik, karena sama dengan wali kelas kak Reva, beliau juga tidak dapat menginformasikan rangking untuk kelas 8 ini. Yang pasti penghargaan sebagai siswa teladan ada ditangan kak Belva..Alhamdulillah. Hmm..lantas bagaimana nasip beasiswa kak Belva bukankah SPP selalu bayar separuh dengan syarat ranking pertama di kelas, jika tidak mengetahui rangkingnya bagaimana?, ustadzah hanya tersenyum, menyarankan saya untuk langsung bertanya di bagian keuangan saja. Yayaya..semoga masih yang terbaik ya kak Belva. Pesan mama buat kak Belva di kelas 9, semoga istiqomah dengan hafalan Qurannya, target lulus sudah membawa hafalan 5 juz, tekun belajar dan dapat terus berprestasi, serta dapat membagi waktu dengan baik antara kewajiban dirumah dan disekolah..aamiin

Advertisements