Mika’s First day School (tahun ajaran 2015-2016)

  Alhamdulillah, tahun ini merupakan tahapan pendidikan yang baru buat adek Mika, menaiki jenjang Sekolah Dasar di usia 6.5tahun. Hari pertama sekolah, tepat pada tanggal 06 Juli, selama seminggu ada agenda MOS yaitu pengenalan lingkungan sekolah, ustadz/dzah baru, teman-teman baru juga karena masih di bulan Ramadhan maka ada program Pondok Ramadhan dan Bakti Sosial.
  Hari pertama masuk sekolah pukul 07.00, semua murid kelas 1 dikawal oleh orangtua nya, ini memang diminta oleh sekolah, karena ada agenda lomba membuat poster yang diikuti oleh seluruh murid kelas 1 dan orangtuanya, setelah lomba selesai dilanjutkan acara parenting untuk walimurid oleh ustadzah bagian kesiswaan dan murid kelas 1 kembali ke kelas, sekolah masih sampai pukul 10.00 saja. Ustadzah mengingatkan pentingnya peranan orangtua dalam mendidik anak-anak, bersinergi dengan sekolah, salah satunya wajib hadir jika diundang dalam agenda sekolah untuk parenting. Termasuk juga menyesuaikan pendidikan di sekolah dan dirumah, diantaranya Sholat 5waktu, meski dalam tahapan belajar melaksanakan Sholat anak-anak wajib dibimbing dengan baik oleh orangtua dirumah. Setelah Mika masuk selama MOS, seminggu menjelang lebaran Mika kembali libur hampir 3minggu. Jadwal yang sama untuk kak Reva yang sekarang berada di kelas 4C dan kak Belva yang berada di kelas 9A.
  Lebaran dan liburan benar-benar telah berlalu, Mika mulai mempersiapkan diri untuk lebih serius dan tekun dalam mengikuti proses belajar di sekolah maupun dirumah. Peraturan-peraturan mulai dibuat untuk dipatuhi oleh Mika. Mika menyadari bahwa dia akan memasuki fase “TAWANAN”, karena sejak awal selalu saya ingatkan agar bersiap-siap saat usia menjelang 7tahun dan dia harus sanggup meninggalkan fase “RAJA” nya yang selama ini dia nikmati. Salah satunya harus sanggup tidak bermain Game selama 5hari saat hari Sekolah dan ijin bermain hanya saat weekend saja.
  Hari-hari Sekolah telah dilalui hampir 2minggu ini, sejak tanggal 27Juli, jam sekolah pukul 07.00 hingga 14.00 dan setiap kali pertanyaan ini muncul sepulang sekolah, “How’s your day??,” selalu dijawabnya dengan riang,”It’s FUN,”…Alhamdulillah, lega nya mama mu Nak, ketakutan mama jika kamu tidak bisa menikmati sekolah mu karena bayang-bayang buruk saat di TK dulu, sedikit demi sedikit mulai terkikis. Bukan tentang nilai yang mama khawatirkan, Mama hanya ingin kamu bisa menikmati sekolah baru mu, Mama tidak akan membandingkan dengan kakak-kakak perempuanmu jika berbicara tentang nilai, karena mama yakin kamu tidak jauh berbeda, hanya mama mengerti jika saat ini kamu belum secemerlang kakak-kakakmu. Dengan seiring waktu dan belajar yang tekun..insyaAllah adek Mika juga akan dapat berprestasi seperti kakak Belva dan kak Reva.
  Harapan mama buat adek Mika dijenjang Sekolah Dasar ini, semoga semakin shalih, pintar, kreatif, disiplin dan bertanggungjawab..aamiin

image

You don’t raise heroes, you raise sons. And if you treat them like sons, they’ll turn out to be heroes, even if it’s just in your own eyes. -Walter M. Schirra, Sr-

Advertisements

Memilih SD terbaik untuk adek Mika

  Bulan Februari telah berlalu, dimana hampir semua teman Mika yang ada di TK B telah melakukan Observasi sebagai syarat wajib untuk melanjutkan jenjang SD di Perguruan Islam yang sama dengan TK. Memasuki bulan Maret dan masih berusaha sabar menunggu hasil Psikotest yang terakhir dilaksanakan pertengahan Februari lalu, demi membuat keputusan terbaik untuk Mika. Selain kurang Mandiri, Mika juga sangat malas menulis, sebenarnya tidak ada kendala dalam nilai Akademis dan secara emosi Mika juga cukup stabil, jauh dari kata trouble maker di kelas. Ada 4orang anak yang orangtuanya memutuskan tetap mengulang di TK B, karena feeling insecure dengan faktor usia, akademis dan kemandirian. Memang seorang ibu pasti merasa paling tau akan kebutuhan dan kemampuan anaknya, meski psikolog menyarankan sedemikian rupa tetap tidak akan menggoyahkan kuatnya niat, salut dengan ibu-ibu yang memiliki prinsip kuat untuk lebih memilih mematangkan si anak di jenjang TK daripada memaksakan memasuki SD dengan beban..*dan sementara itu saya masih Galau dengan Mika..hiks*
  Mika merupakan anak bontot dan anak lelaki satu-satunya dalam keluarga kecil kami itu nantinya tepat berumur 6,5th saat memasuki jenjang SD, rasanya baru saja saya melahirkannya dengan berat 2,7kg dan panjang 49cm (paling imut dibandingkan 2kakak perempuannya). Melihat Mika yang masih belum mandiri dan ogah-ogahan sekolah, sempat berfikir untuk belajar dengan sistem HomeSchooling, Mika sangat mudah untuk diajari, dia merasa lebih nyaman belajar diRumah, tapi sekolah dan belajar bukan tentang nilai akademis saja, Mika membutuhkan lifeskill dan bersosialisasi, dan yang terpenting tentang penanaman akidah dan akhlak yang terus terang sebagai orang tua kami merasa kurang. Untuk itulah kami mantap melanjutkan pendidikan Mika di Perguruan Islam yang sama dengan beberapa alasan mendasar, selain Visi dan Misi yang selaras dengan kami sebagai orang tua yang menghendaki Mika menjadi anak yang Cerdas dan Berakhlak Mulia juga karena SD ini merupakan kelanjutan dari TKnya, sehingga kurikulum dapat berkesinambungan. Alhamdulillah, Allah Azza Wa Jalla memberikan KaruniaNya berupa Rumah yang dekat dengan tempat Usaha kami, juga dekat dengan Sekolah anak-anak, yaitu masih dalam satu komplek perumahan dan merupakan Perguruan Islam yang sangat Modern dan cukup Representatif di daerah kami, dengan harapan anak-anak berangkat dan pulang sendiri dengan bersepeda sehingga lebih mandiri, kami juga merasa lebih aman, karena lalu lintas tidak begitu ramai dan penjagaan sekuriti cukup baik. Memilihkan Sekolah buat anak-anak kami yang Terbaik bukan berarti yang terFavorite atau terMahal, kami menyadari sekolah tidak tentang hari ini saja masih ada hari esok, dan kami ingin menyiapkan bekal, baik secara spiritual juga financial yang terbaik untuk Masa Depan anak-anak kami. Di samping itu kami sangat puas dengan hasil pendidikan di PI Raudlatul Jannah, karena telah terbukti hasilnya pada kedua kakak Mika yang juga mengenyam pendidikan disana, kak Reva di SD dan kak Belva ada di SMP, kebetulan kami juga tidak memFavoritkan sekolah Negeri, karena tujuan kami menginginkan anak-anak yang Qurrota A’yun, Shalih dan Shalihah, tidak sekedar cerdas akademis saja, kami sadar akan kekurangan dalam hal ilmu agama sehingga kami tidak dapat mengajari anak-anak kami dengan baik. Namun setiap ilmu yang diajarkan di Sekolah, kami selaku orang tua wajib segera bersinergi dan menyelaraskan pendidikan dirumah agar tidak terjadi ambigu pada anak-anak kami.
  Mencoba memantapkan niat, berusaha agar adek Mika dapat melanjutkan ke SD tanpa mengulang, walau masih banyak kekurangan yang harus dikejar, kemandirian terus dilatih, motorik halus terus diasah, jadwal sholat terus ditertibkan, semoga mama dan papa kuat, sabar dan istiqomah membimbingmu Nak. Perbedaan anak perempuan dan laki-laki semakin terasa disaat harus mengajari kedua kakak perempuan dibandingkan adek laki-laki, harus telaten dan extra sabar. Selain menunggu hasil test Psikologi, mama juga akan menggunakan jurus Langit, meminta langsung kepada Allah yang menciptakanmu nak, semoga mama semakin mantap dan apa yang mama dan papa usahakan akan mendapatkan Ridho-Nya. Doa mama dan papa, semoga Observasi adek Mika berhasil lulus dan dapat memasuki Sekolah Dasar dengan mudah dan lancar, semakin berprestasi dan mandiri, berTaqwa kepada Allah, berAkhlak Mulia, berBakti pada Orangtua dan kelak akan menjadi Pribadi yang berManfaat bagi Sesama..aamiin

image

“Perencanaan perlu dilakukan, persiapan perlu dikerjakan, selanjutnya melangkah penuh kepasrahan kepada-Nya. Semoga yang terbaik akan dihasilkan”