Danica and Friend in RJMB 2016

  Sabtu pagi (06/02), kembali kak Rev (Danica Najaah Syareefa) menjajal peruntungan di ajang pencarian bakat di sekolah bernama RJMB “Raudhatul Jannah Mencari Bakat”. Sebenarnya kak Rev tidak terlalu berminat dengan ajang ini, dia masih sedikit trauma dengan kegagalannya saat final diajang yang sama 2tahun lalu, tepatnya di kelas 2. Akibat paksaan wali kelasnya, ustadzah Sundari, kak Rev pun menyanggupi, karena sudah pernah mengikuti ajang ini dan mencapai final maka kak Rev tidak boleh lagi mendaftar solo sebagai keyboardist, harus dengan konsep “duo/band” dengan menggandeng vocalist.
  Hmm..menemukan vocalist yang tepat tentu tidak semudah membalik tangan..hiks. Syarat yang diberikan ustadzah Sundari agar mencari teman duo terdekat dari rumah sehingga memudahkan dalam latihan. Padahal menurut saya, kak Rev harus menyediakan waktu lebih untuk menentukan vocalist, kebetulan saat ajang bakat yang dulu banyak vocalist bertebaran, harusnya kak Rev menggandeng salah satu dari mereka, sayang tidak satupun dari mereka yang tinggal dekat dengan rumah.

image

  Terpilihlah nama Desty, teman sejak toddler kak Rev yang kebetulan saat di SD ini barusaja dipertemukan kembali dalam satu kelas di 4C. Rumah Desty tidaklah jauh, kami berada dalam satu komplek perumahan berbeda blok. Menurut kak Rev, saat kecil dulu Desty sempat mengikuti les vocal, namun lebih banyak mengikuti ajang fashion show, pastinya Desty terbiasa menguasai panggung, harapannya kalo jadi vocalist dia harus tampil atraktif (baca: endel..hehehe).
  Tepat seminggu sebelum audisi, kak Dewi, guru les musik anak-anak memberikan lagu “Let it Go”, mengajari hanya dalam 1x itu saja, selanjutnya kak Rev dan Desty belajar sendiri. Waktu yang hanya seminggu tadi mungkin hal yang mudah buat kak Rev dalam memainkan keyboardnya, walau kak Rev sendiri sudah vakum les keyboard lebih dari setahun. Tapi tidak dengan Desty, lagu ost Frozen ini, cukup sulit dihafalkan dan memiliki range oktaf yang luas..hiks. Finally, dengan inisiatif saya sendiri, terpaksa verse dan bridge hanya dimainkan masing-masing sekali dan untuk chorus diulang hingga 2x, terdengar aneh..pasti, namun tetap optimis.

image

  Tibalah hari yang dinanti, audisi berlangsung dengan konsep yang berbeda dengan 2tahun lalu, dimana semua bakat dijadikan satu, kali ini dibeda-bedakan, antara musik, gambar, drama, karya ilmiah, komedi, komik dll, hal ini dikarenakan peserta yang semakin bertambah seiring bertambahnya murid sekolah Raudlatul Jannah. Kak Rev dan Desty termasuk dalam kategori “Musik”, dimana mereka harus menghadapi pesaing sebanyak 20an peserta, dengan latarbelakang berbeda-beda, ada pianis, drummer, angklung, keybordist dan Kak Rev merupakan satu-satunya peserta Duo. Sembari menunggu antrian tampil, saya pun beredar, sambil melihat kans kak Rev diajang ini, mempersiapkan mentalnya agar tidak down seperti 2tahun lalu. Dan ternyata, konsep RJMB telah berubah dengan meniadakan semifinal, setelah audisi, 2minggu setelahnya langsung final, meaning???..rontoknya peserta jelas dalam jumlah besar, padahal disaat yang sama peserta meningkat, persaingan semakin ketat, sedangkan latian tidak maksimal (hanya satu minggu). Melanjutkan obrolan dengan sang EO acara RJMB, menurut beliau hal ini disebabkan agenda sekolah yang semakin padat, ada lomba-lomba baru yang harus segera dilaksanakan, seperti English Competition (oh..i see).
  Saat melihat mereka tampil tidak maksimal, vocalist tampak tegang dan tidak banyak bergerak (baca: demam panggung), membuat ciut nyali, maklum latihan hanya satu minggu, apalagi konsep RJMB terbaru akan semakin memperkecil kans kak Rev dan Desty.
  Pesan Mama, tetaplah optimis dan tetap semangat ya nak, jika tahun ini gagal, tahun depan kita coba lagi dengan mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal, banyak berlatih dan jangan lupa untuk berdoa.

Keberhasilan dicapai oleh orang yang pantang menyerah, yang selalu bangkit dan mencoba lagi walau berkali-kali terjatuh. #hikmah

Varicella menyapa kembali

  Jumat sore (20/11/2015), sepulang bersepeda bersama teman-teman, kak Reva mengeluhkan punggungnya yang pedih,” Ma, sepertinya punggung ku ada yang aneh, gatal dan pedih”. Hmm..ternyata Virus satu itu kembali berkunjung setelah februari lalu sudah menyerang adek Mika,..duh. “Besok kita ke dokter Ika ya kak, untuk memastikan apakah ini cacar air, apa teman sekelas ada yang sudah terkena??,” tanya saya. “Iya ma, Aurel, barusaja sembuh dan sudah sekolah lagi,” jawab kak Reva. Yach..sudahlah, yang membuat tertular malah teman kak Reva, bukan adek Mika.

image

  Disaat yang sama, kesehatan saya pun sedikit terganggu, flu disertai batuk, alergi juga sedang kambuh, ya Allah..semoga saya tidak tertular, kak Belva juga belum pernah. Mengunjungi dr.Ika hanya diberikan bedak dan vitamin, memang virus Varicella tidak ada obatnya, hanya memperkuat antibody agar virus tidak menyerang tubuh terlalu parah dan segera sembuh. Dan kamipun menambahkan salep Acyclovir dengan harapan cacar air lebih cepat kering.
  Kak Reva lumayan rewel, disaat si mama juga kurang fit harus merawat anak sakit, minta di elus-elus terus karena gatal, juga pedih. Jika kemaren adek Mika hanya sedikit, kak Reva justru lebih banyak cacar air yang keluar. Mungkin kak Reva juga sedang drop, sehingga virus lebih mudah menyerang. Keluhan kak Reva yang semakin menjadi, rewel tiada henti, duh Gusti, sedangkan saya sendiri dalam kondisi yang tidak sehat, benar-benar menguji kesabaran. Banyak nasehat buat kak Reva agar ikhlas menerima semua takdir berupa sakit Cacar air, kebetulan anak-anak sekolah di sekolah Agama, paling tidak mereka juga telah banyak belajar, bagaimana kita mengImani Takdir, bersabar mengahadapi dan mengurangi keluhan, bukankah sakit juga merupakan sarana mengurangi Dosa. “Perbanyak istighfar kak, sakitnya dinikmati, ikhlas dan jangan banyak mengeluh, kak Reva kan sudah lebih besar dari adek Mika, masak lebih rewel sich, malu sama adek dong, sabar ya nak..InsyaAllah sakitnya tidak lama kq, paling 5hari saja, tinggal mengeringnya yang agak lama, banyak berdoa, mohon kesembuhan dari Allah ya,” nasehat saya sembari tersenyum dan mengelus-elus tubuhnya menggunakan puff bedaknya.

“Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa”
“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim)

Siswa Teladan di kelas Delapan

  Hari Sabtu, 13 juni 2015 adalah hari paling sibuk sedunia buat kami, menghadiri undangan di 3 tempat yang berbeda, hari ini merupakan hari dibaginya rapor anak-anak secara berbarengan. Undangan special performance kak Belva Tahfidz Qur’an juz 30 dan juz 1 yang diacara wisuda kelas 9, raportan kak Reva sekaligus wisuda adek Mika, seandainya bisa membelah diri tentu akan hadir di 3 tempat tersebut bersamaan. Resiko anak berada dalam 1 yayasan perguruan Islam, yaitu SMP, SD dan TK, karena acara juga tidak hanya diadakan di sekolah.
  Pagi itu, tepat pukul 06.30 kami berempat berangkat menuju sekolah kak Belva (sedangkan Belva sudah berangkat lebih dulu pukul 06.00 dengan bersepeda). Sekolah yang sangat baru, kelulusan wisuda kelas 9 angkatan ke 3 diadakan secara sederhana di sekolah. Kami tiba acara Tahfidz telah dimulai, dan di panggung telah ada 3 orang hafidz juz 30, termasuk kak Belva hafidz dan ditambah juz 1. Tahfidz ini merupakan kurikulum baru di sekolah kak Belva, masih barusaja berjalan satu semester, acara kali ini tujuannya juga untuk memperkenalkan kepada para wali murid. Setelah juz 30 selesai dilantunkan secara bergantian, giliran kak belva tampil sendiri melanjutkan hafalan juz 1, dan dalam acara tersebut saya juga diberi tugas untuk memberi pancingan bacaan ayat agar diteruskan oleh kak Belva. Alhamdulillah, acara berlangsung dengan sukses, kak Belva hafal juz 30 dan juz 1 dengan sempurna..MasyaAllah, bangga nya kami, orangtua mu Nak. Tiada henti nya rasa syukur saya panjatkan dalam hati, semoga kamu dapat istiqomah menghafalkan dan menjaga hafalan Quran hingga akhir nanti. Kami berempat tidak dapat berlama-lama untuk mengikuti acara wisuda hingga selesai, padahal dalam agenda tersebut kak Belva akan menerima penghargaan sebagai satu-satunya hafidz juz 1 dan sebagai siswa teladan di kelas 8. Saya hanya menitipkan pada ustadz/dzahnya agar dapat didokumentasikan.
  Melanjutkan perjalanan menuju gedung Departemen Agama untuk menghadiri acara wisuda adek Mika. Alhamdulillah kami belum terlambat, karena scedul acara Studen Profil ada di pukul 08.30. Tahun ini, di akhir sekolah TK B, adek Mika kembali memperoleh Student Profile Thinker. Student Profile merupakan kelebihan/kecerdasan yang menonjol dan ada 8 kecerdasan, yang sebagian saja saya hafal, seperti thinker, independent, responsibility, visioner dll. Sejak PG, adek Mika selalu mendapatkan student profile Thinker, karena menurut ustadzah, Mika kritis tapi bukan cerewet, fokus dan tenang, salah satu contoh kritisnya adalah bagaimana ia membenarkan cara mencuci tangan yang dicontohkan ustadzah, contoh lain seperti sering menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang berat. Mendengarkan ustadzah bercerita tentang Mika hanya dapat geleng-geleng kepala, tapi memang tidak jauh beda dengan kebiasaannya dirumah. Dilanjutkan acara tampilan-tampilan ekstrakulikuler, dan adek Mika tampil dalam acara Marching Band. Mika berada dibagian drum snare, Alhamdulillah tampilan adek Mika dan geng sangat memuaskan. Dari semua tampilan yang ada, memang Marching Band yang paling Cetar Membahana (mama yang narsis). Pesan mama untuk adek Mika di kelas 1 nanti semoga lebih tekun belajar, dapat bersosialisasi lebih baik dan terus pberprestasi..aamiin
  Selasai dengan acara adek Mika, kami berempat langsung menuju ke sekolah kak Reva untuk mengambil Raport kelas 3 ini. Kak Reva sudah merasa nilai raportnya turun, karena kelas 3 sedikit lebih berat juga adaptasi dari pulang pukul 2 siang menjadi pukul 4 sore. Langsung masuk kelas tanpa mengantri karena jam menunjukan hampir jam 12 siang sudah sepi, mengobrol sebentar dengan ustadz/dzah wali, bagaimana Reva dikelas dan menyinggung sedikit tentang rangking. Ustadzah Dini menerangkan bahwa persaingan di kelas 3B ini sangat ketat karena di huni banyak anak pintar, dan sudah diketahui untuk kurikulum 2013 tidak diperkenankan ada rangking, karena kebetulan juga tiap tematik anak didik yang menonjol secara bergantian. Tidak ada seorang anakpun secara absolut menguasai semua tema, namun bergantian, itulah sebabnya wali kelas juga tidak dapat memberikan peringkat karena anak didik memiliki kecerdasan yang berbeda. Namun saya tak cukup puas, dengan nilai Reva rata-rata 91, berapakah nilai tertinggi dikelas?? Jadi saya bisa mengira-ngira keberadaan anak saya, diatas, ditengah atau dibawah?? Sebagai orangtua tentu saya mengetahui sejauh mana dia memahami pelajaran di sekolah dan saya juga memiliki standart tersendiri untuk memacu prestasi anak. Alhamdulillah kak Reva ada di rata-rata atas walau bukan yang terbaik. Pesan mama buat kak Reva, di kelas 4 nanti lebih tekun belajar dan tetap berprestasi..aamiin
  Handphone saya terus berdering, diseberang kak Belva tak henti-hentinya merajuk agar saya segera mengambil raport karena jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, kamipun segera kembali ke sekolah kak Belva. Sampai dikelas kak Belva, ternyata masih harus mengantri 3 wali murid lagi, dan tibalah giliran saya untuk mengambil raport. Alhamdulillah nilai raport seperti biasanya, semoga masih yang terbaik, karena sama dengan wali kelas kak Reva, beliau juga tidak dapat menginformasikan rangking untuk kelas 8 ini. Yang pasti penghargaan sebagai siswa teladan ada ditangan kak Belva..Alhamdulillah. Hmm..lantas bagaimana nasip beasiswa kak Belva bukankah SPP selalu bayar separuh dengan syarat ranking pertama di kelas, jika tidak mengetahui rangkingnya bagaimana?, ustadzah hanya tersenyum, menyarankan saya untuk langsung bertanya di bagian keuangan saja. Yayaya..semoga masih yang terbaik ya kak Belva. Pesan mama buat kak Belva di kelas 9, semoga istiqomah dengan hafalan Qurannya, target lulus sudah membawa hafalan 5 juz, tekun belajar dan dapat terus berprestasi, serta dapat membagi waktu dengan baik antara kewajiban dirumah dan disekolah..aamiin

Ulang Tahun dan Cacar Air

  Kamis pagi, 19/02/2014 bertepatan dengan ulang tahun kak Reva yang ke 9th, kami sekeluarga sedang bersiap-siap untuk merayakannya secara outdoor seperti yang selama ini kami lakukan, apalagi selain hampir bersamaan dengan ulang tahun Mika, 17/02/2014 yang tepat berumur 6th, juga karena Mama sedang getol berlatih fotografi. Semua telah siap, papa, mama dan kakak-kakak, tiba saatnya adek Mika mandi, karena dianggap paling tidak ribet, jadwal mandi Mika memang sering jadi yang terakhir, saat saya buka baju adek Mika, setengah berteriak,”lhoh, papa..papa,” teriakan saya membuat suami panik,”kenapa Ma??,”. “Huhuhu..sepertinya adek kena cacar air, pantesan semalem demam, batal deh semuanya,” jawab saya sedih. Semua persiapan telah dilakukan, kue tart Mika pun masih utuh karena dibutuhkan sebagai properti hari ini, walau telah ditiup tanggal 17/02 kemaren, termasuk topi ultah, balon, terompet dan lain-lain.

image

  Cacar air, 3hari terakhir menjadi topik trending di kelas Mika, setelah Yuma dan Fadiel, giliran Mika yang tertular, semoga saja Mika yang terakhir di kelas anak-anak kami, itulah kenapa saya langsung dapat menebak bentol-bentol yang muncul ditubuh Mika, walaupun saya sendiri belum pernah tahu dan merasakan sakit cacar air (seingat ibu saya seperti itu), dan dirumah memang hanya suami yang pernah, 2 kakak Mika juga belum ada yang terjangkit virus yang satu ini.

image

  Cacar air disebabkan oleh virus, sebenarnya Mika hanya akan membutuhkan vitamin dan salep yang mengandung Acyclovir, seperti disarankan oleh kakak ipar yang seorang dokter, tapi rasanya kurang afdol kalau belum menemui SpA nya anak-anak, dr.Hartoyo,SpA, sebagai tindakan preventif juga jika ada penyakit lain yang menunggangi, seperti radang tenggorokan yang membutuhkan antibiotik, karena Mika juga mengeluhkan tenggorokannya yang sakit. Beliau meresepkan obat yang sama, sambil berpesan untuk istirahat dan makan yang banyak, boleh mengkonsumsi ikan maupun telur karena tidak terdapat alergi pada Mika. “Bagaimana dengan saya dan kakak-kakaknya dok??,” tanya saya setengah khawatir, dr.Hartoyo menimpali dengan tertawa,”siap-siap saja bu, satu-satunya cara agar tidak terjadi penularan, Mika harus diasingkan, memang bisa??, paling masih dikeloni,”..hiks, ya iyalah dok, anak sakit ini.

image

  Akhirnya acara ulang tahun kami rayakan dirumah, setelah Mika merayakannya di tanggal 17/02, dilanjut kak Reva di tanggal 19/02 dengan penuh kesederhanaan. Kami foto-foto dengan menggunakan bantuan tripod, agar tidak seperti ultah Mika kemarin, saat ultah kak Reva kami berlima dapat berada dalam satu frame.

image
  Baiklah anak-anak, Allah sedang memberikan ujian berupa penyakit buat adek Mika, mari kita doakan agar segera sembuh dan tidak menular kepada anggota keluarga yang lain, semoga Allah mengangkat semua penyakit yang ada dalam keluarga kita, termasuk sakitnya Papa dan Mama, semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan dalam keluarga kita..aamiin

“Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa”

“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim)

“DanicaSupernova” blog baru buat Reva

image

  Kebiasaan saya membacakan buku cerita saat anak-anak masih kecil membuat mereka senang membaca, kak Belva paling kutu buku dibanding 2 adiknya, jam terbangnya yang tinggi membuat kecepatan bacanya super, selain buku KKPK, Ensiklopedia, Why Series, Teen Series dan sekarang novel-novel Best Seller yang segedhe gaban itupun dia lahap dalam hitungan jam, novel-novel yang dia beli dari hasil tabungan sendiri, hasil dari penghematan uang saku bulanan, karena untuk Novel saya tidak berikan budget, kecuali buku ilmu pengetahuan. Reva sedikit berbeda, dengan membaca buku yang relatif tidak terlalu rutin, dia selingi dengan kesenangan bermain komputer (bukan Game), seperti aplikasi paint, power point, membuat video amatir, Reva juga senang menulis dan bercerita. Anak-anak memang saya bebaskan untuk mengexplore bakat dan kesenangan mereka masing-masing, selain bermain musik. Mengingat sekolah yang sudah fullday saya tidak ingin membebani mereka dengan bermacam-macam les pelajaran, selama mereka masih merasa mampu mengikuti saya tidak pernah paksa mereka belajar, karena belajar menurut saya bukan hanya tentang mata pelajaran di sekolah tapi juga belajar tentang ilmu kehidupan yang dapat diperoleh darimana saja. Alhamdulillah, nilai mereka aman, tugas dari sekolah juga mereka kerjakan dengan baik, tanpa kendala, bagi saya mereka cukup bertanggungjawab.
   Selama ini beberapa tulisan Reva hanya menggunakan MsWord yang kemudian hilang entah kemana, kadang memang lupa menaruh di file yang mana. Sedangkan Belva memiliki blog sejak dia memiliki akun twitter yaitu kelas 5, tapi hanya ditulis sesekali saja. Kemudian membuat Wattpad setelah memasuki usia teenager dan sedang berusaha mengexplore kemampuan bahasa inggrisnya, setelah makin sibuk di kelas 8 ini, dia hanya fokus dengan tugas sekolah dan tugas jurnalistik saja, sebagai yang ditunjuk bertanggungjawab sebagai redaktur majalah sekolah, mau tidak mau dia wajib berkutat dengan bahan-bahan tulisan yang akan diterbitkan..ya Alhamdulillah masih mau menulis.

image

  Sejak melihat bakat Reva dalam menulis, keinginan saya membuatkan Blog untuknya semakin kuat. Apalagi sekarang kesempatan untuk mengembangkan bakat anak semakin luas, sering ada lomba yang dishare di media social agar memacu anak lebih giat berlatih. Beberapa kali saya baca tips yang saya peroleh dari Pinterest mengatakan salah satu cara anak-anak agar tertarik menulis adalah mengirimkan tulisan-tulisan mereka ke majalah anak, walau tanpa honor sekalipun akan membuat mereka bangga. Dengan memiliki Blog tentu akan lebih memudahkan dalam menyimpan dan mengikutsertakan jika suatu saat ada lomba. Baru saja saya baca akun KKPK di twitter sedang mengadakan lomba dengan tema “Aku dan Binatang Peliharaanku”, tapi sepertinya Reva kurang tertarik karena memang kami tidak memiliki hewan peliharaan, ada juga Ikan dan Reva tidak ikut memeliharanya, tapi si Papa..hahaha

image

  Pemilihan nama Blog DanicaSupernova, selain nama depan Reva yang Danica itu Supernova adalah nama favorite saya sejak kuliah yang berarti Bintang yang bersinar paling Terang, padahal Danica sendiri memiliki arti Bintang juga, jadi Bintang-Bintang yang bersinar Terang..hehehe. Setelah Blog Reva selesai dibuat, saya lanjutkan browsing tentang Danica Supernova, Ya Allah ternyata Danica adalah nama artis pemeran utama seorang gadis Super di serial Supernova yang dibuat di tahun 2000. Kisah yang sama terjadi dengan nama Blog saya ini DeaSupernova yang merupakan gabungan dua nama usaha saya, Dea toserba dan warnet Supernova yang ternyata juga dimiliki oleh seorang entrepreur Bandung bernama Dea dengan merk usaha Clothingnya Supernova, yach sudahlah, yang penting bukan nama Blog WordPressnya. Dibalik semua cerita tentang Supernova itu, teringat kembali saat kuliah di semester 7 tahun 1998 saat ada tugas Mata Kuliah Study Kelayakan Bisnis, Supernova adalah nama warnet Virtual yang saya dirikan dan lebih dari 10 tahun kemudian terwujud nyata. Supernova itu sendiri terinspirasi dari lagu grup band rock favorit saya OASIS, yaitu Champaign Supernova, ahh..masa-masa kuliah yang terlalu indah untuk dilupakan, apalagi usaha virtual warnet Supernova dapat nilai AB untuk tugas Mata Kuliah SKB tersebut..heuheu.

image

  Terakhir, harapan mama buat kak Reva dengan Blog baru nya ini membuat kak Reva semakin bersemangat untuk menulis dan jangan lupa untuk membaca agar semakin bertambah ilmu pengetahuanmu, kemampuan menulis dan kosakata mu juga, kelak semoga tulisan-tulisanmu akan menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi sesama..aamiin

Horeeee…Medali Creativ-Inovatif buat Reva

image

  
   Alhamdulillah, baru saja memasuki tema yang pertama yaitu Ourselves, kak Reva sudah mendapat tambahan koleksi Medali Student Profile “Creativ-Inovatif”, setelah di kelas 1, memperoleh Medali “Responsibility” dan di kelas 2 memperoleh Medali “Taqwa”.
   Sore itu pulang Sekolah, Reva segera menghampiri ku untuk menunjukkan Medali yang terbuat dari Pin, sederhana tapi sangat bermakna bersama sertifikat atas nama dia,”Mamaaaa, aku dapat medali lagi,”.. Langsung ku peluk dan ku ciumi Reva dengan antusias,”Kamu selalu membuat Papa-Mama bangga Nak..Selamat ya, semoga kedepan kakak dapat lebih berprestasi lagi”
   Student Profile diberikan untuk anak-anak yang memiliki kecerdasan lebih di bidang tertentu. Bermacam-macam Student Profile, termasuk diantara Creativ-Inovatif. Reva melanjutkan,”kata ustadz, gambar ku, melukis dan semua yang menghias-menghias dengan komputer juga selalu bagus dan kreatif Ma,”.. Subhanallah..Reva memang kreatif, di rumah dia lebih memilih bermain komputer untuk mendesign rumah, menggambar, menulis, listening lagu-lagu dalam bahasa Inggris, terutama Sofia untuk di tuliskan kembali. Anak-anak memang sangat jarang menonton televisi, syukurlah.
   Papa-Mama akan selalu berdoa dan mensupport apa yang menjadi cita-citamu kelak, dan semoga prestasimu tidak hanya menjadi juara kelas tapi juga berprestasi di bidang yang kamu senangi..aamiin

    

PROUD OF YOU  KAKAK REVA

Alhamdulillah, menuju Al-Qur’an

   Hari Selasa, tanggal 13 mei 2014, hasil tes Tilawati Reva mendapatkan nilai 85 itu artinya, Reva berhasil lulus dan lanjut Al-Qur’an, Alhamdulillah, Sebelumnya saya sendiri pertengahan bulan April yang lalu juga telah lulus Tilawati 5 dengan nilai 82 dan sekarang telah berada di Juz 3 Al-Qur’an. Alhamdulillah sekali lagi bahwa Reva dapat mengalahkan nilai mamanya dengan selisih 3point, padahal nilai-nilai tes Tilawati 3 dan 4 sebelumnya lebih tinggi sang mama. Great Job dear Reva, mama sangat bangga padamu Nak, apalagi dari 11 anak yang berhasil lulus hanya 5 orang saja.
   Harapan kedepan Reva makin semangat dalam mengaji Al-Qur’an, doa yang sama juga buat saya, dan kami berdua dapat bertemu dan bersama-sama dalam khataman Qur’an yang diadakan setahun sekali di Sekolah anak-anak..aamiin

  

image