Mengevaluasi dan Menetapkan Resolusi (anak-anak)

 
image

  Alhamdulillah, anak-anak berhasil menuntaskan semester 1 di tahun 2014 ini dengan baik. Belva di kelas 8, Reva di kelas 3 dan Mika di kelas TkB. Untuk kali ini sekolah benar-benar tidak mau menetapkan rangking berdasarkan Kurikulum yang baru yaitu Kurikulum 13. Semua ustadz/dzah wali kelas kompak tidak mencantumkan ataupun memberitahukan rangking anak didik. Bagus juga sebenarnya, karena setiap anak itu unik, tidak dapat dibandingkan satu dengan yang lain berdasarkan mata pelajaran tertentu yang sudah ditetapkan. Alhasil reward hadiah yang biasa anak-anak dapatkan berdasarkan perolehan Rangking, terpaksa harus disesuaikan dengan aturan main yang baru. Memang yang paling utama jika kita ingin melihat sejauh mana perkembangan diri kita adalah membandingkan diri sendiri sebelum dan sesudahnya. Terdapat Hadist Rasulullah yang sangat populer menyatakan, ”Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, adalah orang yang beruntung. Bila hari ini sama dengan kemarin, berarti orang yang merugi, dan Sebaliknya jika hari ini lebih jelek dari kemarin, adalah orang yang celaka.”
  Namun untuk membandingkan prestasi mereka dengan prestasi atau nilai sebelumnya juga sedikit sulit, karena kali ini barusaja semester 1 dan tentunya tidak bisa dibandingkan dengan semester kemarin di jenjang yang lebih rendah, karena jelas tingkat kesulitan materi setiap Mapel akan lebih berat. Namun tetap saja kami berusaha selalu menghargai setiap proses yang telah anak-anak kami lalui dan capaian-capaian prestasi yang mereka peroleh dengan memberikan Reward sebagai tanda cinta dan terimakasih kami. Reward tidak harus mahal, mereka juga sangat memahami dan menghargai apapun hadiah dari orangtuanya, karena sebelumnya juga telah ada kesepakatan.
  Mengevaluasi hasil selalu kami, saya dan anak-anak lakukan, seperti kali ini,
(A). Belva: mengalami penurunan nilai yang cukup drastis di Mapel Bahasa Indonesia, kesulitan terbesar menurut dia adalah mengenai menganalisa tulisan, text, diksi dll (sumpah!, saya juga tidak paham..hahaha). Alhamdulillah untuk yang lain masih stabil dan memiliki nilai nyaris sempurna, yaitu A. Prestasi non Akademis, seperti yang pernah saya tulis, cukup membanggakan.
(B). Reva: penurunan nilai juga ada di Mapel Bahasa Indonesia, karena untuk Kurikulum 13 ini, B.Indonesia terintegrasi dengan IPA, materi semakin berat karena tingkat kesulitan materi IPA yang semakin tinggi serta hafalan yang bejibun. Alhamdulillah untuk mapel lain, nilai juga masih stabil, ustadzah Wali Kelas membenarkan bahwa hampir seluruh siswa kesulitan di mapel B.Indonesia ini dan beliau hanya menyatakan Reva ada di peringkat atas, entahlah, beliau tetap tidak mau mengatakannya secara pasti.
(C). Mika, kalau si bontot satu ini, semua target TkB dari semester 1 ini Alhamdulillah tercapai, dari segi intelejensi tidak jauh berbeda dengan 2 kakak namun untuk semangat bersekolah masih perlu dorongan bahkan pemaksaan. Mika lebih nyaman belajar di rumah, sehingga sempat berfikir untuk Home Schooling saja, tapi banyak ditentang oleh ustadzah dan keluarga..hiks.
  Setelah mengevaluasi dilanjutkan menetapkan target berikutnya, kebetulan bertepatan dengan Akhir Tahun, sekalian saja membuat Resolusi 2015. Untuk 2015 ini, yang harus dilakukan anak-anak adalah:
(1). Lebih meningkatkan ibadah, seperti sholat sunah dan puasa, terutama kak Belva, meningkatkan lagi frekuensi sholat Tahajud. Untuk kak Reva sholat Subuh lebih pagi, selama liburan ini adalah latihannya, menambah hafalan untuk traget sekolah yang harus tercapai. Untuk adek Mika, minimal 3 waktu sholat wajib harus dilaksanakan, guna mempersiapkan memasuki SD klas 1 di tahun 2015.
(2). Belajar lebih giat guna memperbaiki nilai yang jatuh, semakin sulit materi, lebih baik banyak latihan soal, sering bertanya baik kepada ustadzah di sekolah atau mama di rumah, jika belum memahami materi tersebut.
(3). Merapikan kamar setiap saat akan berangkat sekolah, harus lebih rapi daripada sekarang dan Mencuci piring selesai makan. Tugas tambahan saat libur sabtu minggu, seperti menyapu dan mengepel kamar masing-masing, saya ingin mereka mendapatkan Life Skill yang berguna untuk masa depan mereka.
(4). Menata meja belajar secara berkala, buku-buku terkadang setelah selesai dibaca lebih sering tidak dirapikan kembali.
(5). Menatang diri sendiri untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan, dengan banyak membaca, menulis ataupun bermain musik
(6). Belajar memanage uang saku, lebih baik lagi.
(7). Membantu mama jika ibu sedang tidak bisa masuk kerja.
  Dengan semua Resolusi yang telah ditulis, ditempel di dinding kamar, dan sering-sering dibaca sebagai pengingat. Harapan mama kalian menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun depan..aamiin

image

Mendekati 200% AllahuAkbar!!

 

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kepada kita kecukupan dan kepuasan yang tidak terabaikan dan tidak tertolak. (HR. Bukhari)

  Siang ini menjemput sekolah Adik Mika, sambil menenteng kalender 2015 yang baru saja dia peroleh dari sekolah. “Wah kalender baru ya dek, coba mama lihat. Lhah ini ada foto kak Belva dek,” jerit saya setengah tertahan. Sambil memandangi anak sulung saya yang cantik itu mejeng di kalender, mendadak teringat tahun 2014 akan segera berakhir, tidak terasa sudah menginjak bulan November, sebulan kedepan sudah berganti tahun.
   Memasuki toko segera saya buka data penjualan toko tahun lalu dan tahun sekarang, MasyaAllah omset naik hampir 200%..Fantastico!!! *jingkrak-jingkrak.com*. Alhamdulillah ya Allah, AllahuAkbar!!!.. Bulan masih menginjak awal November namun omset sudah mendekati kenaikan 200%, optimis menutup 2014 ini dapat mencapai 200 sekian persen melebihi Resolusi yang telah saya tetapkan di awal tahun 2014 yang hanya 100% saja.
  Sungguh Allah Maha Besar, meninggalkan 2013 yang penuh keajaiban dengan mencetak kenaikan omset nyaris 100% dan hampir meninggalkan 2014 yang juga penuh keajaiban dengan mencetak 200% kenaikan omset. Speechless rasanya jika melihat modal yang kami miliki, tanpa adanya tambahan dana usaha kami bisa beromset sedemikian tingginya, semua tak lain berkat Karunia dan Ridho Allah semata.
  Masih terus berusaha menyempurnakan semua ikhtiar dan doa serta tawakal, mengamalkan semua ilmu tentang 7 Keajaiban Rezeki yang saya pelajari. Walaupun tidak secara maximal, karena saya dan suami berbagi tugas dalam melaksanakannya. Suami lebih banyak mengimplementasikan Pelangi Ikhtiar sedangkan saya bertugas memperbesar Perisai Langit, Alhamdulillah Allah Azza Wa Jalla memberikan hasil yang sangat luar biasa kepada usaha kami berdua.
  Sempat merasa ragu dengan buku motivasi karangan Ippho “Right” Santosa ini, sesaat setelah melahap ilmu nya dua tahun lalu, setahun kemudian merasakan hasilnya, dan terus meningkat. Juga karena beberapa ustadz Salafi yang saya follow di Sosmed Twitter mengatakan ilmu Ippho ini sesat karena mengajarkan tentang LOA ( the Law of Attraction a.k.a Semesta Mendukung) yang termasuk aliran NAM (New Age Movement). Ahh..saya tidak begitu paham dengan NAM yang saya tahu bahwa Giving a.k.a Sedekah dan Dhuha adalah salah satu cara memancing Rezeki, selain itu Ippho juga menganjurkan untuk menambah dan merutinkan ibadah-ibadah Sunah seperti Tahajud dan Puasa sunah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah yang merupakan bentuk Spiritual Love. Ibadah-ibadah itulah Perisai Langit, yang membuat saya merasakan benar-benar dekat dengan Allah dan betapa dahsyatnya kasih sayang Allah kepada makhluknya. Jika Allah sudah Ridho apapun yang kita minta walau istilahnya sambil lalu saja bisa langsung terkabulkan. Bahkan kami berdua tidak menyangka akan mendapatkan Reward untuk berlibur ke Amerika dan Canada tahun ini, membayangkan saja tidak pernah, kalaupun pernah sepertinya susah untuk terwujud.
  Sungguh saya hanya berusaha menata niat, bahwa ibadah dan ikhtiar yang kami lakukan selama ini hanya mencari dan mengharapkan Ridho Allah semata, kalaupun Allah memberikan KaruniaNya yang Maha Dahsyat kami menganggap itu adalah bonus. Memiliki harta yang berkah akan berakibat pula ke dalam keluarga kami, hanya kedamaian dan ketentraman yang kami cari. Dan seperti Ippho katakan dalam bukunya bahwa kita hendaknya Produksi sebesar-besarnya, Konsumsi sekadarnya dan Distribusi seluas-luasnya. Sebagai Manusia kita wajib Produktif, menghasilkan sebanyak-banyaknya bukan hanya untuk diri sendiri saja, melainkan juga untuk orang sebanyak-banyaknya. Inilah perpanjangan gagasan besar menabur Manfaat, menjadi Rahmat bagi semesta dan menjalankan peran Khalifah.
  Sebulan lagi, tepatnya Desember harus mulai menuliskan Resolusi kembali untuk tahun 2015, juga akan ada kabar tentang Reward ke Luar Negeri lagi, semoga kabar baik, penjualan kami mencapai target yang telah ditetapkan sehingga dapat mengantarkan kami menjelajahi Yunani dan Turki di tahun depan, semoga Allah Azza Wa Jalla Ridho atas ikhtiar kami dan mewujudkan impian kami berdua..aamiin