Bye 2016 and Welcome 2017

   

“2016 was about realizing some things. 2017 will be about doing great things”.

  
   Alhamdulillah hari terakhir di 2016, tersisa beberapa menit menuju 2017 kalender Masehi. Setiap akhir tahun selalu ada catatan berupa evaluasi juga resolusi. Tahun 2016 ini memang bagaikan rollercoaster buat kami, terutama tentang Dea Wijaya. Diawali dengan cerita tuntutan pajak yang datang sepulang kami dari Hongkong, hingga berakhir dengan Tax Amnesty. Masalah cabang yang akhirnya belum bisa dibuka karena pengembang yang bisa dikatakan wanprestasi, menjanjikan ruko selesai februari-mei, ternyata hingga 2016 akan berakhir, ruko belum kunjung selesai dan berakibat menyewa Gudang sebagai tempat meluapnya stok karena gudang toko tidak sanggup lagi. Betapa banyak pengeluaran tahun 2016 ini, akibat satu rencana gagal mengakibatkan timbulnya kebijakan yang lain. Tetap berharap awal tahun 2017 ruko sudah selesai dan cabang segera di buka..aamiin

   Catatan tentang evaluasi dan Resolusi terhadap diri sendiri merupakan ritual tahunan, sejauhmana keberhasilan dan kegagalannya, diantaranya:

(1).Spiritual, resolusi 2016, perbanyak jumlah rakaat sholat sunah, sejauh ini masih tertib untuk witir, tahajud kedodoran, letak kesalahannya karena witir dikerjakan selepas sholat Isya, yang menyebabkan tahajudnya malas, inilah resolusi 2017 yang wajib diperbaiki, selebihnya rawatib masih berjalan baik, kecuali untuk Dhuhur sering malas-malasan, biasanya faktor dikejar waktu, alasan yang mengada-ada bukan..hiks. Puasa Senin-Kamis kedodoran, wajib diperbaiki di 2017 ini. Untuk mengaji apalagi, setelah lulus Mengaji Tilawati di sekolah anak-anak dan mendapat sertifikasi Ustadzah, kenapa mengajinya justru semakin jembret tak terhingga, hanya memprioritaskan Al-Kahfi di hari Jumat selain itu absen (duh..parah!). 2017 selain merutinkan membaca Al-Quran juga memaksa diri untuk mengikuti kajian Tafsir di hari Senin dan kajian Hadist (Bulughul Maram) di hari Jumat yang diadakan di sekolah anak-anak.

(2).Kesehatan, stress adalah satu-satunya tersangka dalam kenaikan berat badan dan timbulnya alergi yang sejak 2012 tidak pernah menghampiri. Resolusi 2017, kembali menata lifestyle hidup sehat, kurangi carbo dan minum yang manis, olahraga teratur meski dirumah sebagai latian awal menuju diet “Ketofastosis” yang sedang happening, itu kalo punya keberanian diri sih..hihihi. 

(3).Keluarga, Alhamdulillah di 2016 semakin rajin memasak, semua ini akibat sekolah kak Belva yang beraliran public school tanpa ada menu makan siang dari sekolah, jadi setiap pagi masakan sudah siap tersedia, selain sarapan untuk keluarga juga sebagai bekal makan siang kak Belva. Sekarang untuk memperkaya ilmu memasak cukup instal cookpad sudah sangat lengkap. Alhamdulillah raport anak-anak di semester pertama cukup bagus, kak Belva yang biasa jadi jawara, sekarang berada di rangking 5 karena persaingan yang maha berat, maklum kelas akselerasi, untuk kak Reva sepertinya butuh les, karena si mama sudah tidak mampu mengajari di klas 5 ini, karena materi semakin tidak masuk akal banyaknya. Alhamdulillah adek Mika sangat bagus progressnya di klas 2 ini dibandingkan di klas 1 dulu. Di 2017 tetap semangat anak-anak hebat, insyaAllah di semester dua akan lebih baik lagi. Dan semoga Cabang segera dibuka dan kalian mulai dilibatkan, terutama buat kak Reva sebagai kader mama dan papa.

(3).Usaha “Dea Wijaya”, Meski dihantam krisis dan ditengah gempuran persaingan baik toko waralaba maupun klas raksasa, Alhamdulillah masih dapat bertahan, walau profit terus berkurang namun tak sampai merugi. 2016 berencana cabang namun gagal karena pengembang tidak menepati janji, semoga di 2017 dapat terlaksana, selain itu kami juga telah siapkan toko online, sebagai alternatif bagi customer kami yang belum dapat menjangkau toko offline kami. Alhamdulillah awal 2017 akan kami buka dengan perjalanan keluar negeri, kali ini giliran Jepang sebagai Reward dari susu Bendera atas prestasi yang telah kami raih. Harapan di 2017 semua yang tengah berjalan maupun yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan barokah..aamiin. 

“We will open the book. Its pages are blank.  We are going to put words on them ourselves. The book is called opportunity and it’s first chapter is New Year’s Day.” – Edith Lovejoy Pierce.

Advertisements