Happy 15th Anniversary

(01/10/2000 – 01/10/2015)

“Marriage: Love is the reason. Lifelong friendship is the gift. Kindness is the cause. Til’ death do us part is the length.”

image

#15tahun bukan waktu yang sebentar, Alhamdulillah meski melalui berbagai macam ujian pernikahan, hingga detik ini kami dapat melaluinya dengan baik.
#15tahun, semakin kompak dalam mengasuh dan mendidik buah hati, bekerjasama dalam pengasuhan dan memberikan yang terbaik untuk ketiga buah hati kami, Belva, Reva dan Mika.
#15tahun, menjadi partner terbaik dalam menjalankan perusahaan Toserba Dea Wijaya, saling support satu sama lain, hingga semakin Solid.
#15tahun, kedepan semakin sering meluangkan waktu berduaan, vacation baik di dalam negeri maupun keluar negeri, selain sebagai perjalanan bisnis juga sebagai sarana honeymoon guna mempererat tali pernikahan.

  Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa menjaga pernikahan kami dalam keadaan yang sakinah mawaddah warrahmah dan menjadi pasangan dunia-akherat..aamiin

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ
BAAAROKALLOOHU LAKA WA BAAROKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMAA FIII KHOIRIN
 
“Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.”       

#Happy14thAnniversary

  

image

   “Keharmonisan suami istri adalah harga mati dalam mengedukasi generasi”

Alhamdulillah 14tahun sudah kami, aku dan hubby melalui kehidupan bersama dalam sebuah Pernikahan. Selama perjalanan pernikahan tentu tidak selalu mulus, ujian dan hambatan, kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Sekali lagi Alhamdulillah, kami berdua merasa setiap ujian pernikahan yang datang, kami anggap sebagai tantangan, berdua, insyaAllah ujian itu akan dapat kami atasi dengan baik.
Tidak mudah memang mempertahankan harmonisasi suami-istri. Adanya kesadaran bahwa tak semua yang kita harapkan bisa kita dapatkan dari pasangan adalah hal yang utama. Sadari pula bahwa kita pun belumlah sepenuhnya bisa memberikan apa yang diharapkan oleh pasangan. Saling mengisi, saling melengkapi itulah kata kunci yang pertama sekali harus disadari. Ini merupakan langkah preventif sejak dini.
   Bila telah terlanjur mengalami krisis harmonisasi pasutri, seperti yang pernah kami alami justru di awal-awal pernikahan, maka langkah yang harus dilakukan oleh masing-masing pribadi adalah memperbaiki asumsi-asumsi yang terlanjur mendominasi pikiran, seleksi kembali sambil terus koreksi dan instropeksi. Setelah membersihkan diri dari asumsi yang merusak koneksi lanjutkan dengan memberikan perhatian pada kelebihan yang ada pada pasangan. Terkadang, ketidaksenangan terhadap pasangan lebih karena keengganan menemukan dan mengakui kebaikan yang ada padanya.
    
      “Menganggap diri paling benar dan berharap pasanganlah yang harus melakukan perbaikan adalah virus pengganggu keharmonisan”

   Keharmonisan suami istri dapat terus dipertahankan dengan menguasai ketrampilan berkomunikasi. Salah satu kunci komunikasi efektif adalah mengungkapkan apa yang diinginkan ketimbang menyatakan ketidaksukaan, menjadi kunci penguatan hubungan. Seperti yang selalu kami berdua lakukan, saat banyak permasalahan yang harus dibicarakan, kami memperbanyak porsi Spause Time, jalan berdua, makan berdua, menyanyi berdua, sambil kami berbicara dari hati ke hati untuk mencari solusi terbaik.
   Last but not least, kekuatan hubungan suami istri adalah kekuatan hubungan hati. Setelah menyadari kekurangan diri untuk diperbaiki, sadari pula kelebihan pasangan untuk diakui lalu berterimakasih, serta penguasaan ketrampilan komunikasi, perkuatlah fondasi hati dengan selalu mendekatkan diri kepada Sang Pembolak-balik Hati, Sang Maha Penguasa Hati. Perbaiki keimanan dan ketergantungan pada Yang Maha Kuasa lewat Ibadah. Memperbanyak ibadah terutama dimalam-malam tahajud, dimana kita dapat secara intens berbicara dengan Sang Pemilik Hidup, bilamana masalah datang, kita akan lebih jernih memandang sehingga terang jalan penyelesaian. Bilamana suasana berubah, kita lebih mudah membuatnya kembali indah.
Selain itu perbanyak sedekah, karena itu salah satu yang sangat manjur menurut ku sebagai sarana penolak bala, memohon perlindungan kepada Allah agar rumah tangga selalu dalam keadaan Sakinah, Mawaddah Warahmah. Bilamana ada anggota bertambah, tentu bertambah pula kasih sayang dan berkah dalam rumah. Bilamana waktu berjalan, Keharmonisan makin indah dirasakan.
  

“The purpose of Relationship is not to have another who might complete you, but to have with whom you might share your completeness” – Neale Donald Walsch

01/10/2000 – 01/10/2014