Satu PerSatu Harapan itu mulai Terwujud

image

  Memilikimu adalah anugerah terindah yang Allah berikan untuk Mama. Belva sulungku, yang selalu membuat mama bangga. Belva, 3 bulan yang lalu, tepatnya 18 September umurmu menginjak usia 13 tahun di kelas 8 ini. Anak ku yang pemalu sedikit demi sedikit mulai tumbuh rasa Percaya Diri..Alhamdulillah.
  Allah Maha Besar, menuntun mama memilihkanmu sekolah terbaik, bukan termahal meski mama mampu ataupun terfavorit meski kamu mampu, hanya Sekolah SMP yang masih baru dan berada dalam satu Yayasan dengan TK dan SD kamu dulu, disitulah mama menitipkanmu dalam menuntut Ilmu. Prestasi yang kamu raih selama ini sebagai Juara Kelas tidak cukup membuatmu menjadi anak yang percaya diri, kamu tetaplah anak yang pendiam dan pemalu. Bukan mama tidak bersyukur atas semua yang telah kamu capai hanya saja mama ingin kamu tidak hanya prestasi secara akademis, namun mama ingin kamu juga dapat menjadi siswa yang aktif di kelas maupun organisasi. Allah Azza Wa Jalla telah memberikan karunia kecerdasan yang luar biasa, sudah sepantasnya kamu berani tampil unjuk gigi.

image

  Memilihkanmu Sekolah yang masih baru (angkatan ke 4), dengan murid yang terbatas, harapan mama kamu dapat lebih diperhatikan, yang mungkin tidak akan kamu dapatkan di sekolah favorit, yang hanya akan menjadikanmu siswa dengan prestasi rata-rata. Selain karena latar belakang pendidikan Agama yang lebih diutamakan, kurikulum yang berkesinambungan dengan jenjang sekolah sebelumnya, juga karena mama telah akrab dengan ustadz/dzahmu. Harapan mama semua visi dan misi mama dapat tercapai dengan optimal dan semua potensi kamu dapat terexplore dengan baik. Komunikasi yang tiada henti antara mama dan ustadz/dzahmu demi kemajuan kamu. Kini prestasi itupun satu persatu mulai hadir, selain sebagai salah satu juara lomba pidato bahasa Inggris antar sekolah Islam, semakin menunjukkan bahwa kamu dapat tampil berani di depan umum tanpa rasa malu atau minder, di kelas 8 inipun kamu telah dipercaya untuk menjabat sebagai redaktur buletin sekolah yang baru saja terbit perdana di sekolah SMP mu, selain itu jabatan baru di keanggotaan OSIS meski bukan ketua atau wakil, namun sebagai koordinator Publishing dan Humas, semakin menunjukkan kamu mampu, anak ku. Termasuk juga prestasi di bidang Musik, yang merupakan kegiatan hobby mu di luar sekolah.
  Mama tidak ingin memaksakan semua keinginan mama padamu, selama mama tidak yakin kamu bisa dan sekarang kamu buktikan kamu mampu. Semua ini adalah sarana berlatih mulai dari skala terkecil sebagai bekal untukmu nanti, di SMA kamu sudah harus memiliki target selain aktif di OSIS juga berani mengikuti ajang KIR ataupun lomba Debat Bahasa Inggris, sebagai mata pelajaran favoritmu.

image

  Selamat ya Kak atas semua jabatan baru mu di Sekolah, prestasi akademis semoga tetap menjadi milikmu dan prestasi diluar akademis semoga membuatmu ingin memacu semua potensi yang kamu miliki. Sukses terus ya Nak, jangan lupa untuk semakin rajin beribadah, menambah sunah selain wajibmu, merutinkan dhuha dan tahajudmu, mengaji dan puasa Senin-Kamis, semoga Allah senantiasa menjagamu, mewujudkan Cita-Citamu sebagai Dokter dan menjadikanmu salah satu Khalifah di Bumi ini, agar dapat bermanfaat bagi sesama..aamiin

Advertisements

Senang membantu anda ustadz Dewa

image

  Karya perdana Sir.Dewantoro Ratri, lulusan Sastra Inggris Airlangga dan University of Georgia-USA, ini sangat menarik. Selain menginspirasi dan memberi solusi praktis juga memotivasi guru mapel bahasa Inggris khususnya, dan guru mapel lainnya, termasuk saya sendiri sebagai guru pribadi anak-anak. Belajar bahasa Inggris jadi lebih menyenangkan.
HIGHLY RECOMMENDED!!! Yuk segera dipesan, jangan lupa like juga page nya Menerjemahkan dunia.

  Kalimat diatas adalah usaha saya untuk membantu sir/ustadz Dewa, sang penulis guna memberikan testimonial di facebook atas buku, karya perdana beliau. Ustadz Dewa adalah seorang pengajar dan pelatih bahasa Inggris, sekaligus penguji speaking untuk Cambridge ESOL di sekolah anak-anak. Menerjemahkan Dunia itu judul bukunya yang hadir sebagai solusi alternatif yang dirumuskan beliau sebagai guru bahasa Inggris yang ingin membagi pengalamannya selama 10 tahun malang melintang di dunia pengajaran bahasa Inggris. Buku tersebut berisi tentang berbagai kisah inspiratif, tips dan tril yang aplikatif dan inovatif serta menyenangkan dalam mengajar maupun belajar bahasa Inggris. 
  Hubungan saya dengan ustadz satu ini termasuk akrab, kami berkenalan di awal kak Belva mulai memasuki jenjang SMP yaitu kelas 7. Dan beliau sangat kagum dengan kemampuan berbahasa inggris kak Belva yang menyerupai native asli. Dengan bantuan beliau pula kak Belva mulai mengikuti kompetisi bahasa Inggris bukan demi ambisi semata tapi lebih kepada mengasah kemampuannya juga yang paling penting melatih keberaniannya. Selama di SD kak Belva meski sebagai anak yang cerdas dan selalu juara kelas namun dia anak yang pemalu, kurang percaya diri. Alhamdulillah di tangan ustadz Dewa kak Belva mulai bertaji, prestasi tertinggi diraih sebagai juara 3 lomba pidato bahasa Inggris antar SMP Islam se Surabaya- Sidoarjo.
  Bagi saya suatu anugerah dari Allah, walaupun kak Belva mampu sekolah di sekolah unggulan tapi bagi saya sekolah Islam di yayasan yang sama dengan SD nya adalah yang terbaik, ustadz Dewa pun sangat mengapresiasi pilihan saya, dan berterimakasih, paling tidak sekolah SMP kak Belva mulai terdengar walau masih di sekitar Sidoarjo.

image

  Sebagai tanda terimakasih saya, tak salah jika sekarang saatnya saya mensupport ustadz Dewa untuk membantu penjualan buku beliau yang di publish melalui indie label. Beliau juga sudah memberikan buku tersebut secara cuma-cuma pada saya dan benar-benar membuat pikiran saya makin terbuka, yang dulu nya memandang sebelah mata anak-anak jurusan sastra, sekarang melihat begitu banyak kesempatan berkarya yang sama dengan bidang-bidang lain seperti ekonomi maupun kedokteran.
  Doa teriring demi kesuksesan buku dan karir Ustadz Dewa, semoga Allah Azza Wa Jalla semakin mencurahkan rezekiNya baik berupa ilmu maupun harta..aamiin

ELLY, aku salut padamu

  Namamu terlalu sering di suggest ke akun fesbuk ku, ELLY Rismina, nama itu, mutual friend kita memang banyak, aku jadi penasaran siapa kamu. Fesbuk memang merupakan salah satu sarana untuk bertemu orang-orang di masa lalu. Ku coba untuk mengingatmu apa kamu teman SD, SMP, SMA atau Kuliah, entahlah aku lupa. Daripada aku terus penasaran, mendingan segera aku pencet tombol add. Tak berselang lama kamu pun mengacceptnya dan segera mengirim pesan, “hai mbak, masih inget aku tidak?,”. Aku balas,”hiks, maap memori ku buruk sekali, siapa ya???..” Dia pun meneruskan,”ya ampun mbak, aku Elly dulu pernah sewa konter di toserba mbak, jualan parfum suntik, Arum Sejati Parfum,”..aku membalasnya lagi sambil berusaha keras mengingatnya,”oh ya, aku inget sekarang,..bla..bla..bla..”. Dan kami pun chatting sambil mengingat masa lalu, iya lalu sekali, entahlah 5 atau bahkan 10tahun yang lalu.
  Mengamati TL mu yang lebih banyak menampilkan informasi positif aku menyukainya karena kita satu misi, aku lebih sering menggunakan fesbuk untuk hal-hal yang bermanfaat, yach..kadang-kadang juga ada sedikit sampah..hahaha. Dalam hal berteman, aku memiliki prinsip banyak teman banyak rezeki, selain berteman dengan kawan lama juga bertujuan mencari kawan yang baru sebagai sarana perluasan pasar, seringkali page toserba ku promosikan di akun pribadi aku. Jika pertengahan jalan, teman-teman fesbuk ada yang aneh a.k.a usil segera aku block, jika TL nya menyepam jualan atau penuh sampah jika aku kenal maka aku unfollow, tapi jika tidak kenal maka segera aku unfriend. Beda dengan akun sahabat karib, mau nyampah kek, mau menye kek, mau jualan kek, bebas dan tetap friend and follow layaw..heuheu

image

  Kembali lagi tentang Elly, sebulan lalu tetiba menTAGing aku, sebelumnya dia sempat chat tentang ide nya untuk penggalangan buku bekas untuk di salurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan dan kebetulan kali ini daerah yang beruntung adalah Kabupaten Sumba Timur selain disana memang krisis juga sudah ada orang yang bertugas sebagai pihak yang dipercaya untuk mengatur pendistribusian buku bekas tersebut. Setelah aku baca proposal tersebut,”aku ikut support semampu aku ya bun,” kata ku pada Elly.
  Alhamdulillah Belva, sulung ku seorang kutu buku, banyak buku ensiklopedia dan buku-buku cerita menarik yang sudah memenuhi perpustakaan kecil kami di rumah, saatnya untuk berbagi, mumpung ada yang membutuhkan sebagai sarana sedekah juga kan. Aku sisakan beberapa untuk dua adiknya, Reva dan Mika yang tidak begitu doyan baca buku, daripada buku menganggur mending disumbangkan saja.
 

image

  Kemarin Sabtu Elly dan anak satu-satunya Juan yang kini beranjak remaja mampir ke toko untuk mengambil buku bekas dari ku sekalian kardus yang sudah aku janjikan untuk mengepak buku yang sudah siap untuk dipaketkan ke Sumba Timur.
  Saat bertemu Elly, dia menjelaskan lebih detail kegiatan yang dikomandani nya tersebut, mulai nama-nama yang terlibat pengepulan hingga penerima yang ada di Sumba, yang ternyata masih ada hubungannya dengan Ricky Elson, si Lentera Angin. Melanjutkan cerita bahwa setiap penyumbang buku memang tidak dikenakan biaya sedikitpun, lhaiya sudah menyumbang koq, padahal pengiriman buku ke Sumba Timur juga memerlukan dana yang tidak sedikit, apalagi buku termasuk benda berat, ini tantangan buat Elly, si penggerak acara sosial seperti ini. Elly bererita,”aku malu kalau harus mencari dana di fesbuk juga, jadi aku hanya minta bantuan dana kepada orang-orang yang benar-benar aku kenal dan mengenalku,”.. “Iya aku paham, dan maaf aku hanya bisa kasih sedikit, semoga cukup membantu, namun jika butuh kardus, kapanpun aku siap support,” jawabku.

image

  Melihatmu dan Juan kepayahan mengumpulkan buku dan kardus berkeliling surabaya dan sidoarjo, tidak semua orang terutama perempuan mampu berbuat seperti ini, bergerak di bidang sosial tanpa pamrih. Aku hanya bisa berdoa semoga Allah Azza Wa Jalla berkenan atas apa yang menjadi ladang dakwahmu ini sebagai tabungan amal Jariyah sahabatku dan semoga Allah juga senantiasa memberikan limpahan kesehatan serta keberkahan dalam hidupmu..aamiin
  Setiap muslim memang sudah seharusnya memiliki ladang dakwah masing-masing, dengan berbeda cara, berlomba-lomba berkontribusi untuk masyarakat yang membutuhkan, selain sebagai bentuk rasa syukur karena kehidupan kita lebih baik dari mereka, juga karena tugas dari Allah buat kita adalah sebagai Khalifah di bumi ini.

“Hidup tak hanya haha hihi tanpa makna.. Hidup itu perjuangan untuk mendapat makna, menjadi berarti bagi sekitar dan punya nilai dimata-Nya.”

#Happy14thAnniversary

  

image

   “Keharmonisan suami istri adalah harga mati dalam mengedukasi generasi”

Alhamdulillah 14tahun sudah kami, aku dan hubby melalui kehidupan bersama dalam sebuah Pernikahan. Selama perjalanan pernikahan tentu tidak selalu mulus, ujian dan hambatan, kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Sekali lagi Alhamdulillah, kami berdua merasa setiap ujian pernikahan yang datang, kami anggap sebagai tantangan, berdua, insyaAllah ujian itu akan dapat kami atasi dengan baik.
Tidak mudah memang mempertahankan harmonisasi suami-istri. Adanya kesadaran bahwa tak semua yang kita harapkan bisa kita dapatkan dari pasangan adalah hal yang utama. Sadari pula bahwa kita pun belumlah sepenuhnya bisa memberikan apa yang diharapkan oleh pasangan. Saling mengisi, saling melengkapi itulah kata kunci yang pertama sekali harus disadari. Ini merupakan langkah preventif sejak dini.
   Bila telah terlanjur mengalami krisis harmonisasi pasutri, seperti yang pernah kami alami justru di awal-awal pernikahan, maka langkah yang harus dilakukan oleh masing-masing pribadi adalah memperbaiki asumsi-asumsi yang terlanjur mendominasi pikiran, seleksi kembali sambil terus koreksi dan instropeksi. Setelah membersihkan diri dari asumsi yang merusak koneksi lanjutkan dengan memberikan perhatian pada kelebihan yang ada pada pasangan. Terkadang, ketidaksenangan terhadap pasangan lebih karena keengganan menemukan dan mengakui kebaikan yang ada padanya.
    
      “Menganggap diri paling benar dan berharap pasanganlah yang harus melakukan perbaikan adalah virus pengganggu keharmonisan”

   Keharmonisan suami istri dapat terus dipertahankan dengan menguasai ketrampilan berkomunikasi. Salah satu kunci komunikasi efektif adalah mengungkapkan apa yang diinginkan ketimbang menyatakan ketidaksukaan, menjadi kunci penguatan hubungan. Seperti yang selalu kami berdua lakukan, saat banyak permasalahan yang harus dibicarakan, kami memperbanyak porsi Spause Time, jalan berdua, makan berdua, menyanyi berdua, sambil kami berbicara dari hati ke hati untuk mencari solusi terbaik.
   Last but not least, kekuatan hubungan suami istri adalah kekuatan hubungan hati. Setelah menyadari kekurangan diri untuk diperbaiki, sadari pula kelebihan pasangan untuk diakui lalu berterimakasih, serta penguasaan ketrampilan komunikasi, perkuatlah fondasi hati dengan selalu mendekatkan diri kepada Sang Pembolak-balik Hati, Sang Maha Penguasa Hati. Perbaiki keimanan dan ketergantungan pada Yang Maha Kuasa lewat Ibadah. Memperbanyak ibadah terutama dimalam-malam tahajud, dimana kita dapat secara intens berbicara dengan Sang Pemilik Hidup, bilamana masalah datang, kita akan lebih jernih memandang sehingga terang jalan penyelesaian. Bilamana suasana berubah, kita lebih mudah membuatnya kembali indah.
Selain itu perbanyak sedekah, karena itu salah satu yang sangat manjur menurut ku sebagai sarana penolak bala, memohon perlindungan kepada Allah agar rumah tangga selalu dalam keadaan Sakinah, Mawaddah Warahmah. Bilamana ada anggota bertambah, tentu bertambah pula kasih sayang dan berkah dalam rumah. Bilamana waktu berjalan, Keharmonisan makin indah dirasakan.
  

“The purpose of Relationship is not to have another who might complete you, but to have with whom you might share your completeness” – Neale Donald Walsch

01/10/2000 – 01/10/2014

Horeeee…Medali Creativ-Inovatif buat Reva

image

  
   Alhamdulillah, baru saja memasuki tema yang pertama yaitu Ourselves, kak Reva sudah mendapat tambahan koleksi Medali Student Profile “Creativ-Inovatif”, setelah di kelas 1, memperoleh Medali “Responsibility” dan di kelas 2 memperoleh Medali “Taqwa”.
   Sore itu pulang Sekolah, Reva segera menghampiri ku untuk menunjukkan Medali yang terbuat dari Pin, sederhana tapi sangat bermakna bersama sertifikat atas nama dia,”Mamaaaa, aku dapat medali lagi,”.. Langsung ku peluk dan ku ciumi Reva dengan antusias,”Kamu selalu membuat Papa-Mama bangga Nak..Selamat ya, semoga kedepan kakak dapat lebih berprestasi lagi”
   Student Profile diberikan untuk anak-anak yang memiliki kecerdasan lebih di bidang tertentu. Bermacam-macam Student Profile, termasuk diantara Creativ-Inovatif. Reva melanjutkan,”kata ustadz, gambar ku, melukis dan semua yang menghias-menghias dengan komputer juga selalu bagus dan kreatif Ma,”.. Subhanallah..Reva memang kreatif, di rumah dia lebih memilih bermain komputer untuk mendesign rumah, menggambar, menulis, listening lagu-lagu dalam bahasa Inggris, terutama Sofia untuk di tuliskan kembali. Anak-anak memang sangat jarang menonton televisi, syukurlah.
   Papa-Mama akan selalu berdoa dan mensupport apa yang menjadi cita-citamu kelak, dan semoga prestasimu tidak hanya menjadi juara kelas tapi juga berprestasi di bidang yang kamu senangi..aamiin

    

PROUD OF YOU  KAKAK REVA

Perseteruan Abadi Israel vs Palestina demi Historical Right

   Bani Israil adalah golongan keturunan Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim as, juga dikenal dengan nama Yahudi. Sejarah Bani Israil bermula ketika Nabi Ibrahim mengembara bersama pengikutnya menyeberangi Sungai Eufrat menuju Kan’an (kini Palestina). Ibrahim mempunyai dua orang istri. Dari istri mudanya, Siti Hajar, dia dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Dari istri tuanya, Siti Sarah, dia dikaruniai seorang anak bernama Ishaq.Sewaktu wafat, Ibrahim meninggalkan putranya yang kedua, Ishaq, di Kan’an dan putanya yang pertama, Ismail, di Hedzjaz (kini menjadi wilayah barat kerajaan Arab Saudi, yaitu Makkah, Madinah, Taif, dan Jeddah).Ismail akhirnya menjadi bapak bagi sejumlah besar suku bangsa Arab, garis keturunannya hingga nabi terakhir Muhammad saw. Ishaq mempunyai dua anak, yakni Isu dan Ya’qub, yang disebut terakhir dikenal juga sebagai Israel dan darinyalah berasal keturunan Bani Israil.Ya’qub mempunyai dua istri. Dari keduanya, dia dikaruniai 12 orang anak. Yakni, Raubin, Syam’un, Lawi, Yahuza (asal kata “Yahudi”), Yassakir, Zabulun, Yusuf as, Benyamin, Fad, Asyir, Dan, dan Naftah. Dari 12 putranya itulah kemudian keturunannya berkembang. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, orang-orang Israel sudah menjadi satu suku besar dan berpengaruh, mengembara ke berbagai daerah. Akhirnya, melalui pantai timur Laut Tengah, mereka sampai ke Mesir (ketika keluarga Ya’qub menemui Yusuf as yang telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir). Di balik kisah keluarga Ya’qub, kebiadaban dan kelicikan anak-anak Ya’qub (baca: Bani Israil) sudah terbaca saat mereka tega memasukkan Yusuf as ke sumur tua karena iri hati lantaran Yusuf lebih disayangi ayahnya. Liciknya, mereka tega menyusun skenario alibi bahwa Yusuf dimakan serigala (dikisahkan dalam QS Yusuf). Hidup Makmur Selama 100 tahun di Mesir, Bani Israil hidup dalam suasana aman dan makmur, tetapi berikutnya adalah masa-masa pahit karena penderitaan kerja paksa di Piton. Kemudian, Nabi Musa (cucu Ya’qub keturunan dari Lawi) membawa kaumnya kembali ke Palestina. Usaha Nabi Musa as untuk membawa Bani Israil masuk Palestina tidak berhasil karena umatnya membangkang hingga nabi wafat. Akhirnya diteruskan oleh sahabatnya Yusa bin Nun. Dia membawa mereka memasuki Palestina melalui Sungai Yordan memasuki Kota Ariha dengan membunuh seluruh penduduknya.
   Dengan peristiwa itu, mulailah zaman pemerintahan Bani Israil atas tanah Palestina dan mereka berhasil membentuk suatu umat dari berbagai suku bangsa.Kehidupan Bani Israil di Palestina. Kehidupan Bani Israil di Palestina itu dapat dibagi dalam tiga zaman. Pertama, zaman pemerintahan hakim-hakim (lebih kurang empat abad). Pada zaman tersebut, mereka mulai berubah dari cara hidup musafir kepada cara hidup menetap. Kedua, zaman pemerintahan raja-raja (sekitar 1028-933 SM). Pada masa itulah, tepatnya pada masa pemerintahan Nabi Daud as, Bani Israil memasuki masa jaya di Palestina. Ketiga, zaman perpecahan dan hilangnya kekuasaan Bani Israil. Setelah meninggalnya Nabi Sulaiman as kira-kira 935 SM, dia digantikan putranya, Rahub’am, tetapi keluarga Israil yang lain mengangkat saudara Rahub’am, yaitu Yarub’am. Dari sini mulailah Bani Israil memasuki masa perpecahan. Sementara itu, Kerajaan Mesir di selatan kembali jaya, demikian pula Suriah di utara. Keadaan tersebut menyebabkan wilayah Israil di Palestina bagai wilayah kecil yang terjepit celah-celah dua rahang mulut musuh yang menganga. Menjelang tahun 721 SM, kerajaan Israil lenyap dihancurkan oleh tentara Asyur (kini Iraq). Dengan demikian, Bani Israil hanya sempat hidup menetap selama periode 1473-586 SM. Setelah itu, mereka berpencar kembali ke berbagai negara, seperti Mesir dan Iraq.Kehancuran Israel lebih tragis lagi saat pasukan Romawi menaklukkan Palestina dan menduduki Baitulmaqdis. Panglima Titus Flavius Vespasianus sempat memusnahkan Jerusalem karena terjadi pemberontakan Yahudi di situ. Akhirnya, Bani Israil berhasil menyelamatkan diri lari ke berbagai negara, seperti Mesir, Afrika Utara, dan Eropa. Dengan ini, mulailah babak baru pengembaraan Bani Israil ke seluruh penjuru dunia. Kembali Ke Tampuk Kekuasaan. Sejak awal pengembaraan ini sampai abad ke-19 (kira-kira 25 abad), orang Yahudi tidak banyak diperbincangkan. Hanya tercatat bahwa mereka terbuang dari satu daerah ke daerah lain atau terusir dari satu negara ke negara lain, sebaliknya umat Islam mengulurkan tangan kepada mereka. Pada akhir abad ke-19 dan seterusnya, keadaan berbalik. Perang Dunia I dan Perang Dunia II mengubah nasib bangsa ini. Cita-cita zionisme ditunjang dengan semangat yang tinggi oleh seluruh peserta perang, kecuali Nazi Jerman. Dengan cara khusus, berangsur-angsur umat Yahudi bergelombang memasuki daerah Palestina. Komisi persetujuan Amerika-Inggris memberi rekomendasi terhadap satu rombongan besar kaum ini untuk memasuki Palestina. Sampai pertengahan abad ke-20, dalam tempo 30 tahun, mereka yang memasuki Palestina mencapai angka 1.400.000 jiwa, hampir sama dengan jumlah penduduk asli Palestina.Pada 1947, pemenang Perang Dunia II menghadiahkan satu negara Israel untuk orang Yahudi di Palestina. Negara ini sampai sekarang merupakan duri dalam daging bagi dunia Arab. Akibatnya, negara-negara Arab di satu pihak dan Israel di pihak lain merupakan dua kubu yang saling berhadapan. Peperangan antara dua kubu itu tidak putus-putusnya hingga kini, terhangat, ditandai dengan serbuan ke jalur Gaza yang membunuh ratusan korban tak berdosa. Berkedok Historical Right, Gelombang imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Palestina itu didorong oleh semangat zionisme pimpinan Theodor Herzl (1860-1904), mereka adalah orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang sangat lemah, jika tidak ada sama sekali. Mereka melihat “keyahudian” sebagai sebuah nama ras, bukan masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama dan penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air sendiri. Mereka tidak mengandalkan pemikiran keagamaan ketika memutuskan tanah air manakah seharusnya itu. Herzl, sang pendiri zionisme, suatu kali memikirkan Uganda, lalu dikenal sebagai “Uganda Plan”. Sang Zionis kemudian memutuskan Palestina karena mereka merasa mempunyai hak sejarah (historical right) atas bumi Palestina. Tegasnya, Palestina dianggap sebagai “tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi”. Sang zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tak sesuai agama ini dan mulai berpendapat bahwa Yahudi tidak dapat hidup dengan damai dengan bangsa-bangsa lainnya, bahwa mereka adalah “ras” yang tinggi dan terpisah. Karena itu, mereka harus bergerak dan menduduki Palestina. Logika zionisme yang nasionalis, rasis, dan kolonialis inilah yang menginspirasi semua penjajahan dan semua peperangan. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan Timur Tengah, kecuali jika Israel meninggalkan paham zionismenya dan kembali ke agama Ibrahim. Warisan bersama tiga agama wahyu yang pro kasih sayang dan persaudaraan: Yudaisme, Nasrani dan Islam.Dipilihnya Palestina sebagai negara zionis karena “historical right” adalah alasan yang dicari-cari dan dipaksakan. Bukankah sejak abad ke-5 SM yahudi di Palestina tinggal sedikit yang tersisa, karena menyebar, berlarian mengembara ke seluruh penjuru dunia? Pantaskah bangsa yang sudah meninggalkan tanah kelahirannya 25 abad, lalu memaksakan diri kembali ke tanah asal dengan klaim mempunyai hak sejarah? Lebih naif lagi jika semangat “mudik” itu harus diikuti dengan peperangan dan membunuh penduduk asli Palestina yang sudah menempatinya ribuan tahun dan puluhan generasi. Melihat arogansi zionisme yang rasis, kolonialis, serta tidak bermotif iman dan damai, mestinya Israel bukanlah sekadar musuh Palestina, bukan pula musuh negara-negara Arab, atau bukan pula musuh Islam, tetapi musuh bersama dunia semua agama yang cinta damai. Sebab, jika zionisme sekuler yang menjadi mind-set nya, tidak akan pernah bisa hidup secara damai dengan siapa pun, di mana pun, dengan agama apa pun.

Diringkas dari tulisan: Misbahul Huda, Penggiat Dakwah (E-mail: misbahul@temprina.com)

Waktu berharga pengasuhan anak

7 tahun pertama (0-7 tahun): Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah – zona larangan jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak. Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya. 

7 tahun kedua (7-14 tahun): Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang.
Zona kuning – zona hati-hati dan waspada. Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

7 tahun ketiga (14-21 tahun): Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau – sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

7 tahun keempat (21-28 tahun): Perlakukan sebagai pemimpin. 
Zona biru – siap terbang. Siapkan anak untuk menikah.

Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun. Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun.
Ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu;
  √Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.
√Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.
**Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah . Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.
**Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin. 
**Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi.  Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.
++Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala. Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.