Canon yang hanya seumur Jagung

Saat liburan sekolah di Bali kemarin, hari terakhir di Legian dan sebelum moving to Lovina, musibah itu terjadi. Pagi hari, seperti biasa anak-anak main di pantai, dan seperti biasa si Mama ini kemana-mana selalu membawa kamera untuk mengabadikan momen yang indah, tiba-tiba ombak datang menerjang, kesalahan fatal, saya tidak siap dan akhirnya terjatuh bersamaan dengan kamera yang tergantung di leher. Oh…Noooo, basah kuyuplah si Canon kesayangan yang baru berusia menuju 6 bulan. Beberapa artikel pernah saya baca, untuk tidak langsung menghidupkan tapi dikeringkan terlebih dahulu, tapi tidak berhasil, Canon mati total. Micro SD segera saya keluarkan, untuk menyelamatkan yang tersisa, namun hingga detik hari ini entah dia berada dimana, padahal memory Reward ke Jepang terekam disitu semua (huaaaa…).

Setelah sampai dirumah, tidak ada terpikir untuk berusaha klaim ke Adira (karena setiap membeli di Hartono, sudah satu paket dengan perlindungan asuransi Adira), justru yang ada di otak harus segera service ke Canon. Berangkatlah kami ke Canon Surabaya, dan analisa pihak Surabaya, sepertinya rusak parah dan harus di kirim ke Jakarta, dan lagi-lagi saya menyanggupi untuk merelakan Canon di kirim ke Jakarta, setelah 2 minggu, kabar pun datang, biaya yang muncul tidak main-main hampir sama dengan membeli kamera baru.. huhuhu. Dari hasil pemeriksaan, yang terselamatkan hanya body kamera saja, dan akhirnya saya minta kirimkan kembali ke Surabaya. Kemudian Canon Surabaya menyarankan untuk mencoba klaim ke pihak Adira dengan membawa serta surat rincian biaya. Saat itulah saya baru sadar kenapa tidak langsung saja klaim ke Adira, kenapa musti muter-muter ke service Canon dulu.

Kemarin ke Hartono, untuk mencoba klaim ke Adira, si mas petugas mempersilahkan dunlut aplikasi “my hartono” di playstore, semua prosedur klaim harus melalui aplikasi tersebut. Walaupun garansi external untuk produk elektronik mirrorless ini 2 tahun namun untuk persetujuan klaim, terdapat pasal maximal 3 hari setelah kejadian, sempat down dan hopelessly, duh diganti gak ya??, nyeselnya gak ketulungan, kenapa setelah kejadian tidak langsung ke Hartono, tapi gimana caranya setelah dari Legian masih ke Lovina, yasudahlah, paling gak sudah berusaha dulu. Setelah si mas menjelaskan panjang lebar dan dibantu pengajuan laporan, Canon saya bawa pulang dan saya input semua keperluan klaim. Maximal Adira akan memberikan voucer 80% dari harga produk, dan proses berjalan hingga 35 hari, itu artinya jalan-jalan ke Aussie nanti tanpa Mirrorless (huaaaa..Nangis lagi). Sebenarnya masih ada SLR Nikon tapi beratnya gak ketulungan, hubby malas bantu bawa..hiks.

Mulai hobby motret setelah mendapatkan kesempatan jalan-jalan ke Luar Negeri, awal berangkat ke US dan Canada, uang saku kami gunakan membeli SLR Nikon, dengan pengetahuan yang terbatas tentang photography, hasil kurang maximal. Kemudian Reward kedua datang, kami berangkat ke Porto-Spain, sudah lumayan ilmunya, ditambah lagi membeli lensa Sapu Jagad, meski cuma merk Tamron, hasil lebih cetar membahana. Lanjut Reward ke Hongkong, kemudian Jepang, kami memutuskan membeli Mirrorless Canon, sebenarnya hasil jauh lebih bagus SLR namun lebih simple dan nyaman dengan Mirrorless, kamera inipun kami beli dengan uang saku Reward ke Jepang. Insyaallah bulan depan Reward dari Fitti yang kedua setelah Hongkong, yaitu Aussie (Alhamdulillah), namun hubby sudah warning keras untuk tidak membawa SLR, beli saja lagi mirrorless pesan beliau (duh..sayang uangnya). Ya Allah, semoga klaim Adira segera cair dan dapat mengganti voucer untuk membeli mirrorless yang baru sebelum berangkat jalan-jalan ke Aussie..aamiin