Tahlilan 7 hari our lil brother Angga Wijaya

  Kami dilahirkan dari keluarga Muslim, kami hanya mengenal ajaran Islam secara umum, ya hanya Islam saja, tidak sebagai penganut Muhammadiyah bukan pula Nahdatul Ulama. Seiring perjalanan waktu karena faktor lingkungan dimana kami mengaji baik saya maupun ibu lebih ke Biru-biruan alias Muhammadiyah, sedangkan Bapak lebih condong ke Hijau-hijauan alias NU.

image

  Secara kebetulan Masjid dimana Orang tua tinggal begitupun adik Angga letaknya persis di depan rumah, dan secara kebetulan pula beraliran NU dan Bapak adalah salah satu dari anggota Takmir Masjid Al-Muhajirin tersebut. Ibu dan saya walaupun tidak berada dalam satu komplek ataupun satu organisasi pengajian ternyata berguru pada Ustadz yang sama yang berlatar belakang Muhammadiyah.

image

  Seperti banyak kita ketahui bahwa Muhammadiyah tidak mengenal tradisi Tahlilan selain tidak adanya syariat atau tuntunan yang jelas, juga karena tidak ada satupun hadist yang menjelaskan tentang kegiatan tahlilan tersebut dizaman Rasulullah SAW. Hal ini juga berkaitan dengan dikhawatirkannya umat yang tidak berpunya ingin mengada-adakan hingga berhutang yang nantinya akan menyusahkan keluarga yang ditinggalkan, karena seperti kita ketahui selama 6hari berturut-turut mengadakan tahlilan sejak meninggal, kemudian 40hari, 1000hari kemudian setahun dan lain-lain membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan penganut Islam NU lebih mengutamakan tahlilan ini sebagai tradisi turun-menurun yang dicontohkan oleh para Wali penyebar agama Islam di Indonesia yang wajib dilestarikan. Tahlilan sendiri merupakan akulturasi Islam dan Hindu, sebagai agama pendatang, para Wali berusaha memasukkan Islam melalui tradisi yang sudah melekat di masyarakat saat itu.

image

  Memang terkesan dilematis saat berbicara tentang Iman jika dihadapkan pada permasalahan demikian. Bapak sebagai Imam keluarga menghendaki adanya tahlilan karena berbekal tradisi dan keinginan beliau untuk mendoakan anak tercinta yang barusaja pergi dengan harapan agar terang jalan menuju Ilahi. Pun sama dengan Ibu dan saya disisi yang berseberangan terpaksa harus menerima hal yang tidak kami yakini.

image

  Berbicara tentang Ibadah, Niat saja tidak cukup, tapi juga harus disesuaikan dengan Syariat, harus ada tuntunannya.

Hadits ‘Aisyah radhiAllahu ‘anha, Rasulullah shalAllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌ 

“Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)

  Allah Maha Mengetahui niat dari kami, hanya semata berdamai dengan keadaan, kami hanya mengikuti Imam yaitu Bapak, selain itu kami yakin benar bahwa Bapak hanya ingin mendoakan Angga saja bukan tentang yang lain..InsyaAllah

image

Allahumaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wafu’anhu. .aamiin

In Loving Memory of Our lil Brother ANGGA WIJAYA (01/11/1980 – 10/10/2014)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan (QS. Al-Ankabut : 57)”

image

  Rabu malam itu bapak menelpon aku, setengah berteriak mulai memarahi ku di seberang telpon,”Kenapa kamu belum bezuk adikmu, mas mu juga, adikmu ini sudah parah, kalian malah tidak segera kemari,”. Aku hanya berusaha meredam kemarahan bapak,”saya ada rencana mau bezuk besok pak, setelah selesai dari toko,”. Karena Angga barusan masuk RS hari Selasa juga, jadi aku berencana Kamis akan ke RS untuk menengoknya. Seperti yang sudah-sudah angga, adikku keluar masuk RS adalah hal yang biasa, karena angga memang sakit cukup lama sekitar hampir 5tahunan.

image

   Kamis pagi aku, suami dan mas segera berangkat ke RS dan ku lihat angga sedang duduk sambil nonton tv dikamarnya seperti kemarin-kemarin. Kami mengobrol kebetulan ada ibu dan bapak menyusul datang, kami mengobrol, tidak ada firasat apapun bahwa angga akan berangkat Jumat dini hari. Dia nampak sehat hanya nafasnya sesak dan sedikit tersengal-sengal. Ibu bercerita bahwa cek keseluruhan baik hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan Paru, dan dokter nya sudah hampir 2hari tidak visit padahal sudah janji akan memeriksa.
   Pada Kamis sore dokter baru saja muncul setelah angga tersengal makin parah. Setelah si dokter pulang, angga justru memburuk. Suster yang menjaga angga segera menelpon ibu dan ibu segera berangkat diantar oleh mas.

image

   Jam mulai bergerak munuju tengah malam, angga mulai membiru dan genggamannya tak ingin lepas dari Ibu. Ibu terus menerus membimbing angga untuk mampu berucap kalimat Tauhid, La ilaha illAllah..

  Telpon genggam ku bergetar, ibu mengabarkan dari seberang,”adikmu sudah tidak ada,”.. Seketika itu aku menangis sesenggukan, ibu menambahkan,”sudah jangan menangis, ikhlaskan, sekarang tolong kamu ke rumah, viki sendirian di rumah, bapak mu sudah berangkat ke RS”. “Iya bu, aku segera berangkat,” jawab ku singkat.

image

  Viki, Ibrahimovic Husain Ramadhan, anak sulung angga yang saat perceraian angga dan istri nya di bawah pengasuhan adik ku dan tentu saja di bantu oleh orang tua ku. Angga dan mantan istri memiliki 2buah hati yang setelah mereka berdua berpisah di bagi dalam 2pengasuhan, viki ikut papa dan rara ikut mama. Perceraian itu sangat menghancurkan psikologis angga. Bagaimana tidak disaat dia masuk RS anfal untuk pertama kali nya harus menerima gugatan cerai istri yang sangat dicintainya. Sang istri memilih berpisah disaat angga dalam kondisi sakit dan butuh support dari keluarga inti.

image

  Yach..sudahlah, takdir yang telah di tetapkan Allah haruslah dijalani, suka tidak suka harus tawakal.
   Sekarang tugas kami adalah bahu-membahu bekerjasama mendidik Viki dengan baik, semoga kelak dia menjadi anak Shalih yang akan selalu mendoakan papa nya yang sudah lebih dulu meninggalkannya saat dia masih kecil..aamiin

Allahumaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wafu’anhu. .aamiin

Semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni segala dosa-dosamu, menerima amal ibadahmu dan menempatkanmu di SurgaNya..aamiin

image