Our Baiti Jannati

  
image

image

مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan rumah yang aku masuki dan kebaikan rumah yang aku tinggalkan, dengan menyebut Nama Allah aku masuk dan dengan menyebut nama Allah aku keluar dan kepada Allah, Rabb kami, kami bertawakkal.” (HR. Abu Dawud – al-Thabrani)

image

   Alhamdulillah wa Syukurillah, beribu-ribu ucapan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Azza wa Jalla atas nikmat dan karunia yang tiada pernah henti terputus kepada keluarga kecil kami. Pada akhirnya rumah lama yang telah kami Renovasi selesai sudah, tepat 16 Agustus 2014, pindahan kembali ke rumah lama, setelah hampir 10bulan kami tinggalkan untuk pindah kontrakan sementara waktu.

image

   Tidak ada maksud apapun dalam pemilihan tanggal pindahan, pun saat merenovasi dulu, kami tidak mempercayai hal-hal yang berbau klenik seperti itu. Bapak bertanya,”kamu pindahan sudah cari tanggal koq tiba-tiba pindah begitu saja??”. Saya jawab,”Lhah kebetulan tho pak, tanggal 16 Agustus lho hari tirakatan nasional, jadi otomatis di bancak’i secara nasional, seluruh rakyat Indonesia..qkqkqk”

image

image

   Betapa riang gembira anak-anak kami, karena di rumah yang baru ini telah menyediakan 3 kamar untuk mereka. Sejak lama mereka ingin memiliki kamar sendiri terutama kak Belva yang memang sudah besar, sedangkan rumah lama mereka masih harus dipaksa untuk tidur dalam 1 kamar.

image

Kamar kak Reva

image

   Belva dan Reva telah siap tidur sendiri, Alhamdulillah memiliki anak-anak yang pemberani, hanya Mika saja yang masih harus ditemani, sambil belajar sesekali ditinggal, semoga kelas 1 SD tahun depan, sudah berani tidur sendiri.

image

image

   Di lantai 1, hanya terdapat 1 kamar kami, saya dan suami, termasuk kamar mandi didalamnya, sehingga tersisa ruangan yang sangat luas untuk ruang tamu, ruang makan dan dapur. Lantai 2 terdapat 4kamar, 3 kamar tidur untuk anak-anak, Belva, Reva dan Mika, dan 1kamar sebagai Studio, dimana anak-anak bermain Musik, tersisa ruang keluarga dan perpustakaan.

image

image

   Perabotan belum semua nya dapat kami lengkapi, dengan sedemikian banyak dana tersedot untuk renovasi, maka terpaksa untuk perabot kami harus menyicil satu persatu. Tidak mengapa, pada dasarnya kami tidak terlalu suka perabot kecuali perabot inti yang memang dibutuhkan.

image

image

   Semoga Rumah Lama yang Baru ini mendapatkan Keberkahan dari Allah Azza Wa Jalla, sehingga setiap penghuninya merasakan Surga di dalamnya, kebersamaan setiap waktu dapat tercipta, baik dalam hal beribadah maupun aktivitas yang lainnya..aamiin
  

“Rabbi anzilnii munzalan mubaarakan waAnta Khairul munziliin”(Q.23: 29). 
“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang terberkati. Dan Engkaulah se-baik-baik yang menempatkan.”
(Doa ini diajarkan Allah kepada Nabi Nuh AS)

“Robbii inni as’aluka khaira haa wa khaira ahlihaa, wa khaira maa fiiha. Wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri ahlihaa wa syarri maa fiiha”
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan darinya (rumah/tempat yang akan dimasuki) dan dari kebaikan penghuninya dan kebaikan apa-apa yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya, keburukan penghuninya dan keburukan apa-apa yang ada di dalamnya”

Bila Hidayah itu telah datang

   Menjelang usia 64tahun, bapak masih sangat sehat dan bugar, Alhamdulillah. Bapak adalah seorang pekerja keras yang berlatar belakang militer, lebih tepatnya police officer. Sejak tahun 2008 beliau resmi pensiun dari kepolisian, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel, prestasi karir tertinggi beliau adalah sebagai Kapolsek salah satu wilayah di Surabaya.
   Semenjak muda bapak sudah mulai berbisnis, ditempa dengan keadaan yang serba kekurangan membuat bapak menjadi seorang yang ambisius dengan harta. Sejak mulai berkarir di Kepolisian, bapak juga mulai membangun bisnis, hampir semua bisnis pernah dicoba, mulai jual-beli mobil, tanah, air, persewaan kapal dan masih banyak lagi. Hampir tidak pernah dirumah, pulang kerja langsung mengurusi bisnis. Semua demi keluarga, kami anak-anaknya.
   Hingga suatu saat bapak mampu membangun toserba Dea Wijaya hasil dari transformasi toko kecil yang ada di rumah kami, yang telah kami miliki sejak saya masih SMP. Bapak membeli tanah saat masih sangat murah sebagai investasi dan kemudian membangun habis-habisan dengan uang tabungan hasil jerih payah beliau sejak masih muda. Dan sebagai modal usaha toserba kami masih meminjam dari Bank. Pula bapak tidak terlibat dalam operasional toko, dan menyerahkan segala pengurusan toko pada saya, suami dan ibu.
   Setelah bapak pensiun, bapak mulai lagi berbisnis,”karena menganggur itu menjemukan,”kata beliau. Dan beliau memilih berbisnis jual beli Kayu walaupun menurut saya sangat beresiko, baik masalah illegal logging maupun tipu-menipu ukuran dan jenis kayunya. Jatuh bangun bapak dalam menjalankan bisnis ini, sering juga tertipu, tapi tidak menyurutkan keinginannya untuk sukses.
   Ibu dan saya sedih melihat bapak masih sangat ambisius mengejar harta, karena melupakan umur yang kian menua. Kami berdua hanya ingin bapak mulai mencari bekal untuk akherat nanti. Selain usaha yang terus-menerus dilakukan ibu untuk membujuk bapak ikut pengajian di masjid, kami berdua, saya dan ibu tiada hentinya berdoa kepada Allah agar hidayah itu segera datang.
   Dua tahun terakhir doa kami terjawab. Bapak mulai aktif ke Masjid dan mulai bergabung dengan bapak-bapak Takmir Masjid. Merutinkan sholat berjamaah, pengajian, dan kajian islami di Masjid, Suprise nya di hari Ulang Tahun ibu, tanggal 1 juni kemarin Bapak dipercaya oleh anggota takmir Masjid di perumahan kami untuk menjadi Ketua Panitia Ramadhan. Saat kami bertiga, saya, ibu dan bapak bertemu di toko, bapak dengan bangganya bercerita kepada saya. Subhanallah, melihat semangat ingin belajar lebih jauh tentang agama islam yang sekian lama di peluk membuat saya terharu, dan menangislah saya dalam sholat.
   Terimakasih ya Allah, hidayah itu telah datang dengan begitu indah. Doa-doa hamba mulai terjawab satu persatu, Engkau telah memberikan kado terindah di hari Ulang Tahun Ibu berupa Hidayah untuk Bapak yang tiada ternilai harganya. Hamba tidak akan berhenti berdoa untuk bapak agar selalu istiqomah dijalanMu hingga Ajal Menjemput..aamiin

image

Ya Allah, ampunilah dosa kedua orangtua hamba. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba sejak kecil..aamiin