ELLY, aku salut padamu

  Namamu terlalu sering di suggest ke akun fesbuk ku, ELLY Rismina, nama itu, mutual friend kita memang banyak, aku jadi penasaran siapa kamu. Fesbuk memang merupakan salah satu sarana untuk bertemu orang-orang di masa lalu. Ku coba untuk mengingatmu apa kamu teman SD, SMP, SMA atau Kuliah, entahlah aku lupa. Daripada aku terus penasaran, mendingan segera aku pencet tombol add. Tak berselang lama kamu pun mengacceptnya dan segera mengirim pesan, “hai mbak, masih inget aku tidak?,”. Aku balas,”hiks, maap memori ku buruk sekali, siapa ya???..” Dia pun meneruskan,”ya ampun mbak, aku Elly dulu pernah sewa konter di toserba mbak, jualan parfum suntik, Arum Sejati Parfum,”..aku membalasnya lagi sambil berusaha keras mengingatnya,”oh ya, aku inget sekarang,..bla..bla..bla..”. Dan kami pun chatting sambil mengingat masa lalu, iya lalu sekali, entahlah 5 atau bahkan 10tahun yang lalu.
  Mengamati TL mu yang lebih banyak menampilkan informasi positif aku menyukainya karena kita satu misi, aku lebih sering menggunakan fesbuk untuk hal-hal yang bermanfaat, yach..kadang-kadang juga ada sedikit sampah..hahaha. Dalam hal berteman, aku memiliki prinsip banyak teman banyak rezeki, selain berteman dengan kawan lama juga bertujuan mencari kawan yang baru sebagai sarana perluasan pasar, seringkali page toserba ku promosikan di akun pribadi aku. Jika pertengahan jalan, teman-teman fesbuk ada yang aneh a.k.a usil segera aku block, jika TL nya menyepam jualan atau penuh sampah jika aku kenal maka aku unfollow, tapi jika tidak kenal maka segera aku unfriend. Beda dengan akun sahabat karib, mau nyampah kek, mau menye kek, mau jualan kek, bebas dan tetap friend and follow layaw..heuheu

image

  Kembali lagi tentang Elly, sebulan lalu tetiba menTAGing aku, sebelumnya dia sempat chat tentang ide nya untuk penggalangan buku bekas untuk di salurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan dan kebetulan kali ini daerah yang beruntung adalah Kabupaten Sumba Timur selain disana memang krisis juga sudah ada orang yang bertugas sebagai pihak yang dipercaya untuk mengatur pendistribusian buku bekas tersebut. Setelah aku baca proposal tersebut,”aku ikut support semampu aku ya bun,” kata ku pada Elly.
  Alhamdulillah Belva, sulung ku seorang kutu buku, banyak buku ensiklopedia dan buku-buku cerita menarik yang sudah memenuhi perpustakaan kecil kami di rumah, saatnya untuk berbagi, mumpung ada yang membutuhkan sebagai sarana sedekah juga kan. Aku sisakan beberapa untuk dua adiknya, Reva dan Mika yang tidak begitu doyan baca buku, daripada buku menganggur mending disumbangkan saja.
 

image

  Kemarin Sabtu Elly dan anak satu-satunya Juan yang kini beranjak remaja mampir ke toko untuk mengambil buku bekas dari ku sekalian kardus yang sudah aku janjikan untuk mengepak buku yang sudah siap untuk dipaketkan ke Sumba Timur.
  Saat bertemu Elly, dia menjelaskan lebih detail kegiatan yang dikomandani nya tersebut, mulai nama-nama yang terlibat pengepulan hingga penerima yang ada di Sumba, yang ternyata masih ada hubungannya dengan Ricky Elson, si Lentera Angin. Melanjutkan cerita bahwa setiap penyumbang buku memang tidak dikenakan biaya sedikitpun, lhaiya sudah menyumbang koq, padahal pengiriman buku ke Sumba Timur juga memerlukan dana yang tidak sedikit, apalagi buku termasuk benda berat, ini tantangan buat Elly, si penggerak acara sosial seperti ini. Elly bererita,”aku malu kalau harus mencari dana di fesbuk juga, jadi aku hanya minta bantuan dana kepada orang-orang yang benar-benar aku kenal dan mengenalku,”.. “Iya aku paham, dan maaf aku hanya bisa kasih sedikit, semoga cukup membantu, namun jika butuh kardus, kapanpun aku siap support,” jawabku.

image

  Melihatmu dan Juan kepayahan mengumpulkan buku dan kardus berkeliling surabaya dan sidoarjo, tidak semua orang terutama perempuan mampu berbuat seperti ini, bergerak di bidang sosial tanpa pamrih. Aku hanya bisa berdoa semoga Allah Azza Wa Jalla berkenan atas apa yang menjadi ladang dakwahmu ini sebagai tabungan amal Jariyah sahabatku dan semoga Allah juga senantiasa memberikan limpahan kesehatan serta keberkahan dalam hidupmu..aamiin
  Setiap muslim memang sudah seharusnya memiliki ladang dakwah masing-masing, dengan berbeda cara, berlomba-lomba berkontribusi untuk masyarakat yang membutuhkan, selain sebagai bentuk rasa syukur karena kehidupan kita lebih baik dari mereka, juga karena tugas dari Allah buat kita adalah sebagai Khalifah di bumi ini.

“Hidup tak hanya haha hihi tanpa makna.. Hidup itu perjuangan untuk mendapat makna, menjadi berarti bagi sekitar dan punya nilai dimata-Nya.”

Advertisements

Tahlilan 7 hari our lil brother Angga Wijaya

  Kami dilahirkan dari keluarga Muslim, kami hanya mengenal ajaran Islam secara umum, ya hanya Islam saja, tidak sebagai penganut Muhammadiyah bukan pula Nahdatul Ulama. Seiring perjalanan waktu karena faktor lingkungan dimana kami mengaji baik saya maupun ibu lebih ke Biru-biruan alias Muhammadiyah, sedangkan Bapak lebih condong ke Hijau-hijauan alias NU.

image

  Secara kebetulan Masjid dimana Orang tua tinggal begitupun adik Angga letaknya persis di depan rumah, dan secara kebetulan pula beraliran NU dan Bapak adalah salah satu dari anggota Takmir Masjid Al-Muhajirin tersebut. Ibu dan saya walaupun tidak berada dalam satu komplek ataupun satu organisasi pengajian ternyata berguru pada Ustadz yang sama yang berlatar belakang Muhammadiyah.

image

  Seperti banyak kita ketahui bahwa Muhammadiyah tidak mengenal tradisi Tahlilan selain tidak adanya syariat atau tuntunan yang jelas, juga karena tidak ada satupun hadist yang menjelaskan tentang kegiatan tahlilan tersebut dizaman Rasulullah SAW. Hal ini juga berkaitan dengan dikhawatirkannya umat yang tidak berpunya ingin mengada-adakan hingga berhutang yang nantinya akan menyusahkan keluarga yang ditinggalkan, karena seperti kita ketahui selama 6hari berturut-turut mengadakan tahlilan sejak meninggal, kemudian 40hari, 1000hari kemudian setahun dan lain-lain membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan penganut Islam NU lebih mengutamakan tahlilan ini sebagai tradisi turun-menurun yang dicontohkan oleh para Wali penyebar agama Islam di Indonesia yang wajib dilestarikan. Tahlilan sendiri merupakan akulturasi Islam dan Hindu, sebagai agama pendatang, para Wali berusaha memasukkan Islam melalui tradisi yang sudah melekat di masyarakat saat itu.

image

  Memang terkesan dilematis saat berbicara tentang Iman jika dihadapkan pada permasalahan demikian. Bapak sebagai Imam keluarga menghendaki adanya tahlilan karena berbekal tradisi dan keinginan beliau untuk mendoakan anak tercinta yang barusaja pergi dengan harapan agar terang jalan menuju Ilahi. Pun sama dengan Ibu dan saya disisi yang berseberangan terpaksa harus menerima hal yang tidak kami yakini.

image

  Berbicara tentang Ibadah, Niat saja tidak cukup, tapi juga harus disesuaikan dengan Syariat, harus ada tuntunannya.

Hadits ‘Aisyah radhiAllahu ‘anha, Rasulullah shalAllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌ 

“Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)

  Allah Maha Mengetahui niat dari kami, hanya semata berdamai dengan keadaan, kami hanya mengikuti Imam yaitu Bapak, selain itu kami yakin benar bahwa Bapak hanya ingin mendoakan Angga saja bukan tentang yang lain..InsyaAllah

image

Allahumaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wafu’anhu. .aamiin

In Loving Memory of Our lil Brother ANGGA WIJAYA (01/11/1980 – 10/10/2014)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan (QS. Al-Ankabut : 57)”

image

  Rabu malam itu bapak menelpon aku, setengah berteriak mulai memarahi ku di seberang telpon,”Kenapa kamu belum bezuk adikmu, mas mu juga, adikmu ini sudah parah, kalian malah tidak segera kemari,”. Aku hanya berusaha meredam kemarahan bapak,”saya ada rencana mau bezuk besok pak, setelah selesai dari toko,”. Karena Angga barusan masuk RS hari Selasa juga, jadi aku berencana Kamis akan ke RS untuk menengoknya. Seperti yang sudah-sudah angga, adikku keluar masuk RS adalah hal yang biasa, karena angga memang sakit cukup lama sekitar hampir 5tahunan.

image

   Kamis pagi aku, suami dan mas segera berangkat ke RS dan ku lihat angga sedang duduk sambil nonton tv dikamarnya seperti kemarin-kemarin. Kami mengobrol kebetulan ada ibu dan bapak menyusul datang, kami mengobrol, tidak ada firasat apapun bahwa angga akan berangkat Jumat dini hari. Dia nampak sehat hanya nafasnya sesak dan sedikit tersengal-sengal. Ibu bercerita bahwa cek keseluruhan baik hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan Paru, dan dokter nya sudah hampir 2hari tidak visit padahal sudah janji akan memeriksa.
   Pada Kamis sore dokter baru saja muncul setelah angga tersengal makin parah. Setelah si dokter pulang, angga justru memburuk. Suster yang menjaga angga segera menelpon ibu dan ibu segera berangkat diantar oleh mas.

image

   Jam mulai bergerak munuju tengah malam, angga mulai membiru dan genggamannya tak ingin lepas dari Ibu. Ibu terus menerus membimbing angga untuk mampu berucap kalimat Tauhid, La ilaha illAllah..

  Telpon genggam ku bergetar, ibu mengabarkan dari seberang,”adikmu sudah tidak ada,”.. Seketika itu aku menangis sesenggukan, ibu menambahkan,”sudah jangan menangis, ikhlaskan, sekarang tolong kamu ke rumah, viki sendirian di rumah, bapak mu sudah berangkat ke RS”. “Iya bu, aku segera berangkat,” jawab ku singkat.

image

  Viki, Ibrahimovic Husain Ramadhan, anak sulung angga yang saat perceraian angga dan istri nya di bawah pengasuhan adik ku dan tentu saja di bantu oleh orang tua ku. Angga dan mantan istri memiliki 2buah hati yang setelah mereka berdua berpisah di bagi dalam 2pengasuhan, viki ikut papa dan rara ikut mama. Perceraian itu sangat menghancurkan psikologis angga. Bagaimana tidak disaat dia masuk RS anfal untuk pertama kali nya harus menerima gugatan cerai istri yang sangat dicintainya. Sang istri memilih berpisah disaat angga dalam kondisi sakit dan butuh support dari keluarga inti.

image

  Yach..sudahlah, takdir yang telah di tetapkan Allah haruslah dijalani, suka tidak suka harus tawakal.
   Sekarang tugas kami adalah bahu-membahu bekerjasama mendidik Viki dengan baik, semoga kelak dia menjadi anak Shalih yang akan selalu mendoakan papa nya yang sudah lebih dulu meninggalkannya saat dia masih kecil..aamiin

Allahumaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wafu’anhu. .aamiin

Semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni segala dosa-dosamu, menerima amal ibadahmu dan menempatkanmu di SurgaNya..aamiin

image

Happy 18th Birthday DEA WIJAYA Toserba

  

“Hidup tak hanya haha hihi tanpa makna.. Hidup itu perjuangan untuk mendapat makna, menjadi berarti bagi sekitar dan punya nilai dimata-Nya.”

  Hari ini bertepatan dengan tanggal 6 Oktober, usia DEA toserba telah menginjak 18 tahun. Alhamdulillah segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla dengan segala rahmat dan karuniaNya telah mengijinkan DEA untuk terus berkarya.

image

image

   Dua tahun terakhir kami mencoba untuk semakin mengoptimalkan Page Dea di Facebook yang sudah kami buat sejak 2010 dan mati suri selama 2 tahun. Dengan strategi baru yang lebih memfokuskan untuk promo kedalam toko, Grosiran Dea yang biasanya lebih melayani trader-trader besar beralih ke trader-trader kecil. Niat dan tujuan yaitu memperluas pasar ke pedagang kecil. Dan hasil yang kami peroleh MasyaAllah lebih dari yang kami bayangkan, selain trader besar yang telah menjadi langganan kami, mulai banyak trader-trader kecil yang bermunculan. Yang paling kami syukuri adalah Anugerah Allah yang mana kami dapat menciptakan trader-trader baru, terutama anak-anak muda dengan modal terbatas tapi ingin mencoba berdagang.

image

  Karena dengan konsep harga yang sama antara membeli product promo 1pc dengan 100pc dengan harapan pembeli tertarik untuk membeli lebih banyak. Jadi intinya kami fokus dengan omset bukan pada profit semata. Berjualan dengan konsep Grosir memang tidak dapat memperoleh profit yang besar, kami hanya mengambil keuntungan dari perputaran uang atau cashflow, jika untung sedikit tapi berkali-kali tentu hasil akhirnya akan besar..InsyaAllah

image

  Melihat hasil dari strategi baru kami bukan berarti tanpa hambatan dan tantangan. Selain karena power of Facebook dan Word of Mouth, Toserba Dea makin Cetar Membahana. Jangkauan keberhasilan Page kami di Facebook hingga ke Kalimantan dan Sulawesi. Namun karena kami tidak memiliki cabang dan belum dapat melayani dengan sistem online atau delivery service, sementara pelanggan terjauh kami yang datang ke toko hanya sampai Blora, Jawa Tengah, dan untuk grosiran besar jangkauan kami hingga ke Jakarta dan Bali.

image

  Namun KESUKSESAN JUGA MEMBAWA TANGGUNGJAWAB YANG SEMAKIN BESAR, dengan berbondong-bondongnya para trader ke toko kami, stok mulai kolaps, berapapun jumlah sold out dalam sekejap, sumber daya manusia pun mulai keteteran, keuangan juga kurang support karena keterbatasan cashflow. Page mulai dihujani komplen-komplen pelanggan.

image

image

  Memiliki Page harus sanggup menjadi bulan-bulanan kritik dan hujat, pernah juga ada yang komentar yang sangat brutal. Kritik mengenai Ibu kami, yang memang masih sering ikut terlibat di toko, kebetulan saat itu kejadian sebenarnya adalah tentang pembatasan pembelian karena memang stok kami sudah menipis dan demi pemerataan, ternyata justru salah satu trader menghujat beliau di Page, dalam waktu belum 1 menit langsung kami delete dan Banned, itulah mengapa moderasi Page sangat diperlukan, bahkan dalam 24jam nonstop. Saat seperti inilah kami harus berterimakasih dengan tehnologi Android yang sudah diciptakan untuk kami yang harus menjejak di Dua Kaki yakni akun pribadi dan Page di Facebook.

  Dari semua tulisan diatas dapat kami simpulkan mengenai SWOT Dea..

A. STRENGTH

    Kekuatan kami ada di inovasi tiada henti, sebagai pioner konsep Grosir di dalam Retail. Dengan kekuatan jangkauan Page kami yang makin luas, likers setiap hari bertambah, insyaAllah pasar masih sangat terbuka lebar.

B. WEEKNESS

image

    Kelemahan kami yang utama adalah Modal, pendanaan yang terbatas, membuat kami kesulitan melayani pasar yang luas dengan baik. Seharusnya modal Bank masih bisa kami dapatkan, dengan reputasi kami yang baik, Bank dengan sangat senang hati mereka akan kucurkan lebih banyak lagi, namun sayang seribu sayang, orang tua tidak merestui kami menambah hutang usaha, karena faktor ketakutan akan bankrutnya Dea. Permasalahan sumber daya manusia selain kami terus memperbaiki sistem loading barang juga menambah pegawai telah kami lakukan, sejauh ini sudah cukup berhasil mengatasi permasalah  loading barang. Yang ketiga Gudang, kami sementara ini hanya mengandalkan Gudang di toko yang sekarang hampir tidak muat lagi, belum lagi Armada yang terus bertambah, sekali lagi kelemahan kami adalah Modal Usaha, bahkan untuk sewa Gudangpun kami belum mampu.

C. OPPORTUNITY
     Page Dea Wijaya di facebook sementara masih menjadi andalan kami untuk memperluas jangkauan promosi, pasar makin meluas, dan itu menjadi optimisme kami kedepan. Terus berusaha memberikan layanan terbaik yang meliputi Harga, Service dan Purna Jual, kami akan mampu bersaing dengan yang lain. Satu Armada kami di awal bulan Oktober ini sudah mulai beroperasi dengan bertambahnya Armada kami berharap tidak akan ada lagi produk promo yang tersendat-sendat distribusinya..aamiin

D. THREAT
     Pengadaan barang dengan harga sangat special itu tidak mudah, selain harus menyiapkan dana yang tidak sedikit, itupun harus Cash Keras, lobi kesana-kemari, namun Alhamdulillah Jaringan/Network kami cukup luas dikalangan pedagang terutama ras Tionghoa, jadi cukup mempermudah kami untuk mengetahui dimana saja barang itu beredar beserta harga pasarnya. Selain itu mulai terdengar ada kompetitor yang mencontoh konsep kami, sebenarnya letak usaha mereka tidak terlalu dengan kami, tapi sejak awal ada kemiripan diantara kami berdua, selain owner nya yang bernama Agung, namun yang disana ras tionghoa, yang disini ras pribumi..hihihi. Selain itu kami berdua bermain di pasar yang sama, yaitu grosiran Susu, Minyak dan Deterjen, jadi kami memiliki banyak langganan trader yang sama. Namun kami percaya Allah telah menetapkan Rezeki kami, dan tidak akan tertukar, hanya yang terus kami usahakan adalah Berjuang untuk memenangkan Persaingan hingga kapanpun jua.

  Selain berbicara tentang strategi,di usia Dea yang beranjak dewasa seiring dengan usia kami yang semakin berumur, bukan hanya harta dunia semata yang kami kejar, namun RIDHO ALLAH lah yang harus kami raih. Setelah tidak berjualan produk haram seperti minuman keras sejak berdirinya Dea, dua tahun terakhir ini kami juga mulai membersihkan toko kami dari produk subhat, yaitu produk halal namun meragukan, seperti contohnya rokok atau produk makanan dan minuman yang diimpor namun di package di dalam negeri maupun produk lokal yang tidak memiliki SHI (sertifikat halal indonesia). Kami berusaha sedikit demi sedikit mengurangi produk subhat, karena jika kami menjual sama dengan turut mengedarkan, kami paham betul hukum tentang itu semua. Justru dengan aturan yang lebih ketat seperti ini, banyak supplier yang dipaksa untuk mengurus SHI tersebut. Dea memang bukan toko besar tapi jika kami punya power walau sedikit saja untuk menekan para supplier yang membutuhkan kami, akan kami lakukan. Kami yakin niat baik akan selalu diberikan kemudahan oleh Allah, terbukti sebagian supplier sudah mulai mengurus SHI, karena jika tidak maka Dea akan menolak menjual produk mereka. Masih teringat ucapan Ustadz Yusuf Mansur,“Jika kamu memiliki kekuasaan sedikit saja manfaatkanlah untuk berdakwah,”. Maka aturan ketat tentang SHI ini kami anggap sebagai salah satu sarana dakwah, seperti juga sebelumnya tentang seragam hijab untuk karyawati kami. Lebih jauh masalah SHI ini termasuk meindungi customer kami dalam mengurangi konsumsi produk subhat dari toko kami.

   Terakhir yang selalu harapkan setelah semua pekerjaan kami usahakan, kembali lagi doa dan tawakal hanya kepada Allah Azza Wa Jalla semata, semoga Allah meridhoi dan memberkahi kerja keras kami dan kedepan kami dapat lebih berkembang dan berkarya serta tak lupa untuk lebih banyak berbagi..aamiin

“DESTINY IS NO MATTER OF CHANCE. IT IS A MATTER OF CHOICE. IT IS NOT A THING TO BE WAITED FOR. IT IS A THING TO BE ACHIEVED”

#Happy14thAnniversary

  

image

   “Keharmonisan suami istri adalah harga mati dalam mengedukasi generasi”

Alhamdulillah 14tahun sudah kami, aku dan hubby melalui kehidupan bersama dalam sebuah Pernikahan. Selama perjalanan pernikahan tentu tidak selalu mulus, ujian dan hambatan, kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti. Sekali lagi Alhamdulillah, kami berdua merasa setiap ujian pernikahan yang datang, kami anggap sebagai tantangan, berdua, insyaAllah ujian itu akan dapat kami atasi dengan baik.
Tidak mudah memang mempertahankan harmonisasi suami-istri. Adanya kesadaran bahwa tak semua yang kita harapkan bisa kita dapatkan dari pasangan adalah hal yang utama. Sadari pula bahwa kita pun belumlah sepenuhnya bisa memberikan apa yang diharapkan oleh pasangan. Saling mengisi, saling melengkapi itulah kata kunci yang pertama sekali harus disadari. Ini merupakan langkah preventif sejak dini.
   Bila telah terlanjur mengalami krisis harmonisasi pasutri, seperti yang pernah kami alami justru di awal-awal pernikahan, maka langkah yang harus dilakukan oleh masing-masing pribadi adalah memperbaiki asumsi-asumsi yang terlanjur mendominasi pikiran, seleksi kembali sambil terus koreksi dan instropeksi. Setelah membersihkan diri dari asumsi yang merusak koneksi lanjutkan dengan memberikan perhatian pada kelebihan yang ada pada pasangan. Terkadang, ketidaksenangan terhadap pasangan lebih karena keengganan menemukan dan mengakui kebaikan yang ada padanya.
    
      “Menganggap diri paling benar dan berharap pasanganlah yang harus melakukan perbaikan adalah virus pengganggu keharmonisan”

   Keharmonisan suami istri dapat terus dipertahankan dengan menguasai ketrampilan berkomunikasi. Salah satu kunci komunikasi efektif adalah mengungkapkan apa yang diinginkan ketimbang menyatakan ketidaksukaan, menjadi kunci penguatan hubungan. Seperti yang selalu kami berdua lakukan, saat banyak permasalahan yang harus dibicarakan, kami memperbanyak porsi Spause Time, jalan berdua, makan berdua, menyanyi berdua, sambil kami berbicara dari hati ke hati untuk mencari solusi terbaik.
   Last but not least, kekuatan hubungan suami istri adalah kekuatan hubungan hati. Setelah menyadari kekurangan diri untuk diperbaiki, sadari pula kelebihan pasangan untuk diakui lalu berterimakasih, serta penguasaan ketrampilan komunikasi, perkuatlah fondasi hati dengan selalu mendekatkan diri kepada Sang Pembolak-balik Hati, Sang Maha Penguasa Hati. Perbaiki keimanan dan ketergantungan pada Yang Maha Kuasa lewat Ibadah. Memperbanyak ibadah terutama dimalam-malam tahajud, dimana kita dapat secara intens berbicara dengan Sang Pemilik Hidup, bilamana masalah datang, kita akan lebih jernih memandang sehingga terang jalan penyelesaian. Bilamana suasana berubah, kita lebih mudah membuatnya kembali indah.
Selain itu perbanyak sedekah, karena itu salah satu yang sangat manjur menurut ku sebagai sarana penolak bala, memohon perlindungan kepada Allah agar rumah tangga selalu dalam keadaan Sakinah, Mawaddah Warahmah. Bilamana ada anggota bertambah, tentu bertambah pula kasih sayang dan berkah dalam rumah. Bilamana waktu berjalan, Keharmonisan makin indah dirasakan.
  

“The purpose of Relationship is not to have another who might complete you, but to have with whom you might share your completeness” – Neale Donald Walsch

01/10/2000 – 01/10/2014

Perseteruan Abadi Israel vs Palestina demi Historical Right

   Bani Israil adalah golongan keturunan Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim as, juga dikenal dengan nama Yahudi. Sejarah Bani Israil bermula ketika Nabi Ibrahim mengembara bersama pengikutnya menyeberangi Sungai Eufrat menuju Kan’an (kini Palestina). Ibrahim mempunyai dua orang istri. Dari istri mudanya, Siti Hajar, dia dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Dari istri tuanya, Siti Sarah, dia dikaruniai seorang anak bernama Ishaq.Sewaktu wafat, Ibrahim meninggalkan putranya yang kedua, Ishaq, di Kan’an dan putanya yang pertama, Ismail, di Hedzjaz (kini menjadi wilayah barat kerajaan Arab Saudi, yaitu Makkah, Madinah, Taif, dan Jeddah).Ismail akhirnya menjadi bapak bagi sejumlah besar suku bangsa Arab, garis keturunannya hingga nabi terakhir Muhammad saw. Ishaq mempunyai dua anak, yakni Isu dan Ya’qub, yang disebut terakhir dikenal juga sebagai Israel dan darinyalah berasal keturunan Bani Israil.Ya’qub mempunyai dua istri. Dari keduanya, dia dikaruniai 12 orang anak. Yakni, Raubin, Syam’un, Lawi, Yahuza (asal kata “Yahudi”), Yassakir, Zabulun, Yusuf as, Benyamin, Fad, Asyir, Dan, dan Naftah. Dari 12 putranya itulah kemudian keturunannya berkembang. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, orang-orang Israel sudah menjadi satu suku besar dan berpengaruh, mengembara ke berbagai daerah. Akhirnya, melalui pantai timur Laut Tengah, mereka sampai ke Mesir (ketika keluarga Ya’qub menemui Yusuf as yang telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir). Di balik kisah keluarga Ya’qub, kebiadaban dan kelicikan anak-anak Ya’qub (baca: Bani Israil) sudah terbaca saat mereka tega memasukkan Yusuf as ke sumur tua karena iri hati lantaran Yusuf lebih disayangi ayahnya. Liciknya, mereka tega menyusun skenario alibi bahwa Yusuf dimakan serigala (dikisahkan dalam QS Yusuf). Hidup Makmur Selama 100 tahun di Mesir, Bani Israil hidup dalam suasana aman dan makmur, tetapi berikutnya adalah masa-masa pahit karena penderitaan kerja paksa di Piton. Kemudian, Nabi Musa (cucu Ya’qub keturunan dari Lawi) membawa kaumnya kembali ke Palestina. Usaha Nabi Musa as untuk membawa Bani Israil masuk Palestina tidak berhasil karena umatnya membangkang hingga nabi wafat. Akhirnya diteruskan oleh sahabatnya Yusa bin Nun. Dia membawa mereka memasuki Palestina melalui Sungai Yordan memasuki Kota Ariha dengan membunuh seluruh penduduknya.
   Dengan peristiwa itu, mulailah zaman pemerintahan Bani Israil atas tanah Palestina dan mereka berhasil membentuk suatu umat dari berbagai suku bangsa.Kehidupan Bani Israil di Palestina. Kehidupan Bani Israil di Palestina itu dapat dibagi dalam tiga zaman. Pertama, zaman pemerintahan hakim-hakim (lebih kurang empat abad). Pada zaman tersebut, mereka mulai berubah dari cara hidup musafir kepada cara hidup menetap. Kedua, zaman pemerintahan raja-raja (sekitar 1028-933 SM). Pada masa itulah, tepatnya pada masa pemerintahan Nabi Daud as, Bani Israil memasuki masa jaya di Palestina. Ketiga, zaman perpecahan dan hilangnya kekuasaan Bani Israil. Setelah meninggalnya Nabi Sulaiman as kira-kira 935 SM, dia digantikan putranya, Rahub’am, tetapi keluarga Israil yang lain mengangkat saudara Rahub’am, yaitu Yarub’am. Dari sini mulailah Bani Israil memasuki masa perpecahan. Sementara itu, Kerajaan Mesir di selatan kembali jaya, demikian pula Suriah di utara. Keadaan tersebut menyebabkan wilayah Israil di Palestina bagai wilayah kecil yang terjepit celah-celah dua rahang mulut musuh yang menganga. Menjelang tahun 721 SM, kerajaan Israil lenyap dihancurkan oleh tentara Asyur (kini Iraq). Dengan demikian, Bani Israil hanya sempat hidup menetap selama periode 1473-586 SM. Setelah itu, mereka berpencar kembali ke berbagai negara, seperti Mesir dan Iraq.Kehancuran Israel lebih tragis lagi saat pasukan Romawi menaklukkan Palestina dan menduduki Baitulmaqdis. Panglima Titus Flavius Vespasianus sempat memusnahkan Jerusalem karena terjadi pemberontakan Yahudi di situ. Akhirnya, Bani Israil berhasil menyelamatkan diri lari ke berbagai negara, seperti Mesir, Afrika Utara, dan Eropa. Dengan ini, mulailah babak baru pengembaraan Bani Israil ke seluruh penjuru dunia. Kembali Ke Tampuk Kekuasaan. Sejak awal pengembaraan ini sampai abad ke-19 (kira-kira 25 abad), orang Yahudi tidak banyak diperbincangkan. Hanya tercatat bahwa mereka terbuang dari satu daerah ke daerah lain atau terusir dari satu negara ke negara lain, sebaliknya umat Islam mengulurkan tangan kepada mereka. Pada akhir abad ke-19 dan seterusnya, keadaan berbalik. Perang Dunia I dan Perang Dunia II mengubah nasib bangsa ini. Cita-cita zionisme ditunjang dengan semangat yang tinggi oleh seluruh peserta perang, kecuali Nazi Jerman. Dengan cara khusus, berangsur-angsur umat Yahudi bergelombang memasuki daerah Palestina. Komisi persetujuan Amerika-Inggris memberi rekomendasi terhadap satu rombongan besar kaum ini untuk memasuki Palestina. Sampai pertengahan abad ke-20, dalam tempo 30 tahun, mereka yang memasuki Palestina mencapai angka 1.400.000 jiwa, hampir sama dengan jumlah penduduk asli Palestina.Pada 1947, pemenang Perang Dunia II menghadiahkan satu negara Israel untuk orang Yahudi di Palestina. Negara ini sampai sekarang merupakan duri dalam daging bagi dunia Arab. Akibatnya, negara-negara Arab di satu pihak dan Israel di pihak lain merupakan dua kubu yang saling berhadapan. Peperangan antara dua kubu itu tidak putus-putusnya hingga kini, terhangat, ditandai dengan serbuan ke jalur Gaza yang membunuh ratusan korban tak berdosa. Berkedok Historical Right, Gelombang imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Palestina itu didorong oleh semangat zionisme pimpinan Theodor Herzl (1860-1904), mereka adalah orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang sangat lemah, jika tidak ada sama sekali. Mereka melihat “keyahudian” sebagai sebuah nama ras, bukan masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama dan penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air sendiri. Mereka tidak mengandalkan pemikiran keagamaan ketika memutuskan tanah air manakah seharusnya itu. Herzl, sang pendiri zionisme, suatu kali memikirkan Uganda, lalu dikenal sebagai “Uganda Plan”. Sang Zionis kemudian memutuskan Palestina karena mereka merasa mempunyai hak sejarah (historical right) atas bumi Palestina. Tegasnya, Palestina dianggap sebagai “tanah air bersejarah bagi orang-orang Yahudi”. Sang zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tak sesuai agama ini dan mulai berpendapat bahwa Yahudi tidak dapat hidup dengan damai dengan bangsa-bangsa lainnya, bahwa mereka adalah “ras” yang tinggi dan terpisah. Karena itu, mereka harus bergerak dan menduduki Palestina. Logika zionisme yang nasionalis, rasis, dan kolonialis inilah yang menginspirasi semua penjajahan dan semua peperangan. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan Timur Tengah, kecuali jika Israel meninggalkan paham zionismenya dan kembali ke agama Ibrahim. Warisan bersama tiga agama wahyu yang pro kasih sayang dan persaudaraan: Yudaisme, Nasrani dan Islam.Dipilihnya Palestina sebagai negara zionis karena “historical right” adalah alasan yang dicari-cari dan dipaksakan. Bukankah sejak abad ke-5 SM yahudi di Palestina tinggal sedikit yang tersisa, karena menyebar, berlarian mengembara ke seluruh penjuru dunia? Pantaskah bangsa yang sudah meninggalkan tanah kelahirannya 25 abad, lalu memaksakan diri kembali ke tanah asal dengan klaim mempunyai hak sejarah? Lebih naif lagi jika semangat “mudik” itu harus diikuti dengan peperangan dan membunuh penduduk asli Palestina yang sudah menempatinya ribuan tahun dan puluhan generasi. Melihat arogansi zionisme yang rasis, kolonialis, serta tidak bermotif iman dan damai, mestinya Israel bukanlah sekadar musuh Palestina, bukan pula musuh negara-negara Arab, atau bukan pula musuh Islam, tetapi musuh bersama dunia semua agama yang cinta damai. Sebab, jika zionisme sekuler yang menjadi mind-set nya, tidak akan pernah bisa hidup secara damai dengan siapa pun, di mana pun, dengan agama apa pun.

Diringkas dari tulisan: Misbahul Huda, Penggiat Dakwah (E-mail: misbahul@temprina.com)

Waktu berharga pengasuhan anak

7 tahun pertama (0-7 tahun): Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah – zona larangan jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak. Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya. 

7 tahun kedua (7-14 tahun): Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang.
Zona kuning – zona hati-hati dan waspada. Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

7 tahun ketiga (14-21 tahun): Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau – sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

7 tahun keempat (21-28 tahun): Perlakukan sebagai pemimpin. 
Zona biru – siap terbang. Siapkan anak untuk menikah.

Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun. Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun.
Ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu;
  √Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.
√Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.
**Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah . Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.
**Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin. 
**Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi.  Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.
++Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala. Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.