Medali Perunggu Cabor Panahan untuk Kecamatan Waru

The most important thing I’ve learned about archery is that there is only one archer in the race, and that’s me.”

Alhamdulillah, hari Sabtu (13/10) adalah hari yang sangat menegangkan sekaligus menggembirakan dan merupakan titik awal Reva meraih salah satu prestasi besarnya, yaitu kemenangannya di Porlakab Cabang Olahraga Panahan di kelas 30meter, dengan perolehan 1 medali Perunggu. Medali Perunggu ini salah satu penyumbang untuk Kecamatan Waru di acara Porlakab, yang diadakan oleh Dispora Kabupaten Sidoarjo dalam seminggu ini. Mulai hari Senin pembukaan yang berlangsung hingga Jumat, kecamatan Waru belum satupun Cabang yang menorehkan prestasi, Alhamdulillah Reva memecahkan telor meski hanya Medali Perunggu namun wakil dari pihak Kecamatan sangat bahagia dan mengapresiasi dan terus memotivasi Reva untuk berprestasi mengharumkan Kecamatan Waru. Selain Kecamatan Waru, tentu saja pihak Sekolah Islam Raudlatul Jannah yang ikut berperan menunjuk Reva sebagai salah satu wakil sekolah ikut serta dalam ajang Porlakab turut bergembira, karena dari wakil Sekolah hanya Reva satu-satunya yang berhasil mempersembahkan Medali, begitupula Club Paser yang dalam 3 hari saja melatih Reva juga sangat gembira dengan hasil yang menakjubkan. Sebagai Orangtua tentu saja kamilah yang paling berbahagia, tidak ada satupun target yang kami bebankan kepada Reva, karena kami tau diri Reva terpaksa vakum cukup lama di kelas 6 ini, namun dengan 3x saja berlatih dapat membawa 1 medali, Masyaallah sama sekali diluar dugaan, dan Alhamdulillah lagi-lagi Allah Azza Wa Jalla memberikan rahmat dan karunia-Nya.

Acara Porlakab diadakan di lapangan Lebo dan diagendakan selama 2 hari Jumat dan Sabtu pk 07.00 hingga selesai, jika hari Jumat lomba dapat di selesaikan, maka Sabtu tidak ada kegiatan lanjutan. Reva telah siap untuk sarapan pk 05.00, begitu semangat dan tanpa keluhan, padahal Rabu dan Kamis pk 14.00 hingga maghrib dia terus berlatih untuk menghadapi Porlakab. Tepat pk 06.00 kami berangkat sembari mengantar kak Belva sekolah dan memang dalam satu jurusan. Alhamdulillah pk 06.45 kami telah sampai di Lapangan Lebo, dan hanya terlihat satu petugas Porlakab yang tidak tau menahu tentang acara Panahan, beliau hanya dititipi sebentar oleh pihak panitia, oh baiklah. Anak-anak terbiasa disiplin dengan waktu, walau terkadang orangtuanya sampai harus kepontal-pontal mengikuti mereka, karena kami hafal tipikal orang Indonesia itu jam karet, kecuali Sekolah Raudhatul Jannah yang selalu ontime dengan agenda yang diadakan, mungkin itu yang mendidik anak-anak kami untuk disiplin dengan waktu. Pk 07.30 peserta mulai berdatangan kemudian langsung pemanasan dan tepat pk 08.00 acara panahan dimulai.

Porlakab kali ini diikuti oleh 12 anak laki-laki dan 12 anak perempuan dari 6 kecamatan, antara lain, Waru, Taman, Candi, Wonoayu, Krian dan Sidoarjo kota. Tiap kecamatan bebas untuk mengirimkan berapapun wakilnya, dan kecamatan Waru mengirimkan 6 anak laki dan 5 anak perempuan dan merupakan kecamatan dengan wakil terbanyak, maklum kecamatan Waru ini besar sekali wilayahnya, dibandingkan dengan Krian yang mengirimkan wakil hanya 1 anak perempuan dan kebetulan teman 1 club dengan Reva. Acara lomba Cabor Panahan dibuka oleh bapak Agung, selaku wakil dari Dispora Sidoarjo sekaligus yang memberikan aturan pertandingannya. Kelas panahan dibagi 3, yaitu 40mt, 30mt dan 20mt, untuk semua peserta dengan Stardart Bow melakukan Tembakan sebanyak 6x dan masing-masing melepas 6pc anak panah. Sedangkan 50mt untuk peserta dengan Compound Bow dengan jumlah Tembakan yang sama. Hasil Skor dari Reva sendiri untuk kelas 40mt dengan skor 88 berada di urutan no 5, kelas 30mt dengan skor 156 berada di urutan ke 3 dan terakhir kelas 20mt dengan skor 210 berada di urutan 4. Alhamdulillah untuk semua hasil yang diperoleh Reva, dengan persaingan yang demikian ketat dan latihan yang hanya 3x saja, masih ada Medali yang dapat di persembahkan. Dari deretan pemenang Cabor Panahan ini dapat dilihat urutan 1 dan 2 adalah anak-anak yang sama, sehingga bisa dibuat catatan bahwa kaderisasi atlit Panahan di daerah sangat kurang, selain Panahan adalah olahraga mahal, ekslusivitas membuat olahraga ini jarang diminati, apalagi Pemerintah juga tidak support sama sekali, kondisi lapangan tingkat Kabupaten saja, tampilannya mengenaskan, bahkan info dari ibu dari putra pemenang Emas di 3 kelas, untuk ngopeni lapangan saja harus sumbangan mandiri dari anak didik pengcab Sidoarjo (btw putra beliau sudah latian selama 2 tahun dan memiliki jam terbang yang tinggi, bahkan beberapa kali sudah mendapatkan emas, gitu kq masuk kategori pemula ya..hiks). Itulah mengapa Reva terpaksa ikut Club (swastanya) agar sarana prasarana juga ikut support dan membuat dia nyaman dan semangat mengikuti latian, tapi ya itu tadi harus kuat pendanaan dari orangtua. Jer Basuki Mawa Bea.

Dengan Medali Perunggu ini Reva akan mengikuti TC (training center) guna persiapan ajang tingkat Provinsi mewakili Sidoarjo, dan menurut pak Agung sebagai penanggungjawab Cabor Panahan diawal tadi, yang mengikuti TC adalah peserta dengan skor 1-4 teratas, dan belum tentu yang juara 1 atau 2 yang terkirim karena masih harus melihat hasil TC. Semangat ya Kak Reva, Medali Perunggu pertama yang kamu peroleh semoga menjadi motivasi untuk berprestasi lebih banyak lagi, selalu giat berlatih, jangan mudah putus asa dan jaga ibadah dengan benar dimanapun berada. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meRidhoi cita-cita dan impianmu dimasa mendatang..aamiin

Advertisements

Sidik Jari kak Belva

Setelah menunggu hampir 3 minggu, hasil test Sidik Jari kak Belva selesai sudah. Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Sebenarnya sejak kemunculan tes sidik jari ini rasa penasaran besar sekali, tapi sayang karena terlalu mahal, lupakan sajalah. Setelah lama tidak update berita tentang tes sidik jari ini, mendadak awal tahun ajaran baru, salah satu wali murid yang kebetulan seorang guru mengajak anak-anak kelas aksel untuk mengikuti tes ini sebagai sarana penguatan atas fakultas yang telah mereka pilih, jika cocok Alhamdulillah namun jika tidak, hasil tes ini dapat memberikan banyak alternatif yang lain berdasarkan kecerdasan, bakat dan potensi si anak. Wahh..Langsung saya menjadi pendaftar yang pertama, alasan paling utama adalah karena KEPO, mengapa kak Belva sama sekali tidak tertarik bidang Ekonomi, padahal mama dan papa nya lulusan ekonomi dan menjadi pengusaha. Fakultas Ekonomi ini maksud saya sebagai alternatif selain pilihan utama fakultas Kedokteran.

Menurut informasi yang saya baca mengenai tes sidik jari ini, bahwa setiap sidik jari manusia mengandung kumpulan bakat dan potensi bahkan pilihan pekerjaan orangtua hingga buyutnya. Jadi semisal ada orangtua atau buyut yang berprofesi sebagai guru/dosen, tentara, pengusaha, dokter dll akan terlihat di sidik jari kita, entah dominan atau resesif. Ternyata hasil yang diperoleh kak Belva menunjukkan hasil terkuat justru dibidang eksakta dan bahasa, tapi memang selama ini, dua bidang itu yang terlihat menonjol di nilai mapel sekolah. Dan jika kemudian rekomendasi hanya ke fakultas tertentu seperti Ilmu Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat) dan Tehnologi Informatika dan Komunikasi, serta fakultas Budaya yang di dalamnya ada Bahasa, Pariwisata, Arkeologi, juga fakultas Keguruan, ini hasil kombinasi dari alat-alat ukur yang lain semisal Multiple Intelegent, 4 Dimensi Kepribadian, Gaya Belajar, Cara Berfikir dll. O ya, untuk alternatif fakultas Keguruan sendiri, secara genetis, mertua saya keduanya adalah dosen Mipa, keluarga dari pihak mertua banyak dosen, selain itu ibu saya sendiri juga guru Fisika, keluarga ibu memang juga banyak jadi guru (entahlah, di cocok-cocokin kq ya cocok..hohoho)

Finger prints test sendiri menurut sebagian ahli Psikologi termasuk Ilmu semu atau pseudosains (Inggris: pseudoscience) adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah (bahasa kasarnya semacam ramalan). Biasalah dalam hidup ada Pro dan Kontra, saya hanya berusaha mendapatkan yang terbaik buat anak-anak, termasuk membantu kak Belva mencarikan sarana penguat atas pilihannya dan Alhamdulillah anak-anak aksel yang ikut tes, semua hasil sesuai dengan pilihan fakultas yang mereka inginkan. Sekali lagi Tes Sidik Jari ini bukan Vonis, tapi membantu mengarahkan sesuai dengan bakat dan potensi genetis yang membuat si anak semakin mantab melangkah kedepan dengan pilihannya, karena kalo sudah ada bakat dan potensi, tentunya akan mempercepat hasil, dibandingkan yang tidak memiliki bakat maupun potensi.

Kak Belva telah mantab memilih fakultas Kedokteran mungkin secara genetis banyak dokter di keluarga si Papa, yang terdekat adalah budhe-nya (kakak kandung papa belva). Dan hasil yang paling melegakan adalah tentang kharakteristik pekerjaan yang mendapat nilai tertinggi adalah Self Employee dan Business Owner, mungkin disinilah gen mama-papa nya terlihat. Jadi intinya jika Allah ridho atas pilihan kak Belva menjadi seorang Dokter maka ujungnya dia akan lebih memilih profesi sebagai Dokterpreneur (kebetulan budhenya juga seorang dokter estetika yang memiliki klinik kecantikan). Semoga ya nak, Allah senantiasa meRidhoi apa yang menjadi pilihan, impian dan cita-citamu sebagai dokter spesialis anak, mama dan papa pun ikhlas dan ridho dengan semua doa, usaha dan perjuanganmu dalam mewujudkannya..In Syaa Allah, aamiin.

Prestasi pertama di Jenjang SMA

  “Speech is power: speech is to persuade, to convert, to compel. It is to bring another out of his bad sense into your good sense”. Ralph Waldo Emerson

  Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, dengan segala keridhoan-Mu, kak Belva berhasil meraih juara ketiga dalam ajang lomba Pidato Bahasa Inggris dengan tema “Securing Students Morality in A Globalized Era” yang diselenggarakan oleh Sidoarjo Education Expo di hari Rabu (26/10/2016). Prestasi ini merupakan yang pertama yang diraih oleh kak Belva di semester awal kelas 10 di SMA 1 Taman. 

  Sejak awal di bukanya Pameran pendidikan, dimana semua sekolah baik negeri dan swasta se kabupaten Sidoarjo turut berpartisipasi dalam acara ini, saat tehnical meeting nama kakak sudah diajukan oleh para guru untuk diikutkan ajang Speech Contest. Padahal biasanya untuk kategori lomba bahasa, jelas kelas bahasa yang paling diutamakan, namun kali ini Alhamdulillah kak Belva yang notabene kelas IPA, mendapat kepercayaan menjadi Duta Sekolah, mungkin atas rekomendasi guru bahasa Inggris yang mengetahui kemampuan kak Belva dikelas. Bangganya kami terhadapmu Nak, kami berharap dimanapun kamu berada teruslah bersemangat dalam meraih prestasi dan semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meRidhoi..aamiin. 

Selamat datang Kelas Percepatan

“Sometimes what you want, isn’t what’s best for you. ALLAH is the best of planners, so trust His decision, be patient & say Alhamdulillah”





  Hari Sabtu, 25 Juni 2016 hadir pertama kali sebagai walimurid SMA Negeri 1 Taman, Sidoarjo memenuhi undangan rapat Sosialisasi Program Sekolah. Dalam rapat ini membahas tentang kurikulum, termasuk juga dana pembangunan oleh komite. Dan dalam rapat ini barusaja saya mengetahui jika ada kelas percepatan atau Akselerasi bagi jurusan study IPA, juga tentang dana pembangunan sebesar 4juta yang merupakan hasil dari total dana pembangunan dibagi jumlah walimurid siswa, saya dulu berfikir jika sekolah negeri itu gratis, ternyata hanya milik Surabaya bukan Sidoarjo, dan sebaliknya program kelas Aksel berlaku di Sidoarjo bukan Surabaya karena telah dihapuskan sejak 3tahun yang lalu. Sebelum rapat usai, hasil psikotes diumumkan, kak Belva berada diurutan ke-4 dengan skor IQ 136 (no.1,2 skor IQ 143 dan no.3,4,5 skor IQ 136). Alhamdulillah kak Belva sejauh ini masuk sebagai calon penghuni kelas Aksel. Sempat membaca di internet syarat kelas Aksel memang harus ber IQ tinggi, minimal 130, namun untuk memenuhi quota kelas hingga skor IQ 125 pun masih bisa di terima. Saat menerima kabar ini, kak Belva sedang mendaftarkan diri di sekolah kawasan tetangga, yaitu Surabaya, saya pun menyarankan untuk batal saja, karena Allah sudah memberikan kelas Aksel ini, namun kak Belva masih penasaran. Baiklah kak, terserah kamu nak, setelah melalui tes, hasilnya pun gagal bukan karena skor nilai yang kurang, namun terkena quota 1% dari luar Surabaya. Nilai akhir milik kak Belva 239, sedangkan nilai terendah SMAN 15 hanya 226, pun SMAN 16 hanya 223. Yach, sudahlah kak, Allah sudah memberikan yang terbaik, InsyaAllah. Kecewa?? Tentu tidak, kak Belva merasa ikhlas dan senang sudah masuk di sekolah negeri, walau kawasan pinggiran. Namun insyaAllah kualitas lulusan tidak kalah dengan kawasan tengah kota.


  

  Dari 32 orang yang terpilih mengikuti psikotes kedua, 1 orang mengundurkan diri, entah apa alasannya. Kemudian hasil psikotes kedua terjaring 27 orang, terdiri dari 9 siswi dan 14 siswa, terakhir dilanjutkan dengan tes wawancara. Dan dalam tes wawancara ada yang sedikit membuat kak Belva bertanya-tanya, karena tertinggal 4orang tanpa tes wawancara dan itu merupakan skor terendah di kelas aksel ini. 

  Tes wawancara di agendakan ditengah MOS yang sekarang diganti istilahnya menjadi  MPLSPDB. Sudah tidak ada lagi atribut konyol dan tugas yang tidak masuk akal, hanya tugas-tugas yang mudah seperti menulis dan membawa tanaman. Kak Belva senang sekali selama MOS ini melihat syariat Islam dibudayakan dengan baik di Smanita, seperti kemarin saat diminta berkenalan, kakak OSIS mereka menyarankan untuk berjabat tangan untuk yang sesama jenis dan menangkupkan tangan di dada untuk yang berlawanan jenis kelamin, selain itu  waktu Sholat pun selalu diutamakan tepat waktu di Masjid sekolah dengan tempat wudhu yang sudah terpisah, belum lagi istirahat pagi yang setengah jam itu cukup bagi kak Belva untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Alhamdulillah, begitu banyak kemudahan bagi kak Belva menjalankan ibadah dan syariat yang telah ia pegang teguh sejak SD. Saat MOS ini siswa sudah diharuskan memilih ekskul sesuai minatnya, sekali lagi Alhamdulillah, Smanita memiliki ekskul PMR (tidak semua SMA memilikinya)  yang memang saya sarankan untuk kak Belva ikuti, karena masih berhubungan dengan fakultas yang ingin dia tuju nanti di jenjang Universitas, paling tidak dia sudah mengetahui dasar-dasar P3K. Dan ternyata kak Belva berminat juga mengikuti ekskul KIR (karya ilmiah remaja) yang banyak mengexplore pengetahuan dan penelitian.

  Undangan kedua sebagai undangan walimurid kelas Khusus (Akselerasi), yang membahas kurikulum kelas khusus, spp yang berbeda juga tentang komitmen. Spp berbeda karena kelas khusus diberikan fasilitas berbeda, guru terbaik, kelas terlengkap dan lain-lain yang tidak dimiliki kelas reguler, namanya kelas unggulan, semua serba unggul, ini namanya JER BASUKI MAWA BEA..hahaha, Alhamdulillah saja, yang penting kak Belva sangat senang dan antusias, merasa tertantang untuk bersaing di kelas unggulan. Sebelum rapat usai, kami selaku orangtua siswa aksel diminta menandatangani surat pernyataan akan mendukung secara total agar anak kami selesai tepat waktu dan masuk PTN dengan sukses, mengingat pengalaman kakak kelas banyak yang gagal dan kembali ke kelas reguler, tersisa separuh saja di tahun kedua, sedangkan berita baiknya lulusan pertama (kak Belva angkatan ke-3 kelas aksel) sebanyak 16orang, 14orang diterima di PTN. Dan dalam rapat tersebut, kembali 3siswa mengundurkan diri dengan alasan tidak sanggup karena mereka memiliki banyak kegiatan di luar sekolah sebagai passion mereka. Salut dengan anak-anak ini, mereka telah mengetahui apa yang mereka mau dan dapat mengukur kekuataan diri sendiri. Selaku orangtua, kami menyempatkan diri saling berkenalan, sekali lagi kemudahan akan didapatkan kak Belva saat harus belajar kelompok, karena tempat tinggal kami berdekatan, paling jauh dapat kami tempuh sekitar setengah jam, mungkin cerita akan berbeda jika kak Belva diterima di SMAN 1 Sidoarjo, dimana wilayahnya setingkat kabupaten, tempat tinggal siswa nya juga tersebar luas yang pastinya akan membutuhkan waktu dan tenaga anjem yang berlebih..hiks. 

  Ya Allah, semoga segala kemudahan buat kak Belva ini adalah jawaban atas doa-doa hamba agar kak Belva mendapatkan sekolah yang Engkau Ridhoi, karena selama ini hamba memang tidak meminta sekolah favorite ataupun branded, namun selalu Ridho dan Ridho yang hamba mohonkan padaMu. Ya Allah, semoga di Smanita, khususnya kelas Akselerasi ini kak Belva akan mendapatkan pendidikan terbaik, senantiasa terjaga ibadahnya dan tetap istiqomah dalam menjalankan SyariatMu..aamiin. 

Wisuda dan Kawasan

  Tepat seminggu yang lalu, Sabtu (11/06/2016) kak Belva di wisuda, bertepatan dengan kelulusan dan keluarnya nilai UN yang sudah di jadwalkan oleh dinas pendidikan. Sudah banyak sekolah yang mengadakan wisuda sebelum adanya pengumuman kelulusan tersebut, bahkan sekolah SMA kawasan wilayah kami, Sidoarjo sudah melakukan pendaftaran dan tes masuk jauh-jauh hari, yaitu tanggal 3-4 juni. Sejak tahun kemarin, nilai UN bukanlah syarat kelulusan, tapi hasil raport dan ujian sekolah yang merupakan hak Otonomi sekolah berdasarkan standart dari Diknas, jadi sekolah sudah dapat memperkirakan kelulusan anak didiknya, itulah mengapa mereka dapat melaksanakan Wisuda lebih awal dari jadwal Diknas.
  Pendaftaraan SMA kawasan kab.Sidoarjo telah dibuka sejak 30/05 hingga 01/06, dilanjut test mapel 03/06 dan test potensi akademik 04/06, pengumuman hasil dilaksanakan pada 13/06. Pengalaman pertama menggunakan sistem pendaftaraan online PPDB Sidoarjo, sedikit panik dan sport jantung, karena sesekali server down, tidak bisa masuk website, saking hecticnya. Alhamdulillah banyak dibantu sahabat yang sudah punya pengalaman sekolah di negeri. Setelah mendapatkan token, maka token tersebut digunakan untuk memasukkan semua nilai raport yang diminta. Syarat yang diminta hanya nilai raport di atas 7.5 untuk semua mapel, berbeda dengan kawasan Surabaya yang menggunakan passing grade nilai UN. Alhasil pendaftarpun membludak hingga hampir 2000an yang memilih Sman 1 Sidoarjo, padahal pagu hanya 352 saja. Sidoarjo adalah kota kecil yang padat penduduknya namun memiliki sedikit sekolah negeri yang favorite. Pilihan kawasan terbatas hanya SMAN 1, 2, 3, 1 Krian, 1 Taman, 1 Krembung. Dengan pertimbangan jarak rumah dengan sekolah maka kami memutuskan Pilihan ke-1 adalah Sman 1 Sidoarjo dan Pilihan ke-2 Sman 1 Taman.

image

  Sembari menunggu hasil test masuk kawasan, kak Belva disibukkan oleh persiapan Wisuda, tanggal 11/06. Hasil kelulusan dan UN diumumkan oleh Diknas, dan hasilnya 100% Lulus, dan NUN kak Belva adalah 338.5. Kecewa? Pastinya, harapan kak Belva mendapatkan NUN yang lebih tinggi harus kandas. Sebenarnya Nilai UN tahun ini terjun bebas, bahkan di Jawa Timur, 65% siswa mendapatkan nilai UN dibawah SKL (Standart Kelulusan) yaitu 5.5. Mengerikan bukan?, hal ini katanya disebabkan kurikulum yang ambigu antara Ktsp dengan K13, menurut salah seorang teman guru, soal-soal yang harusnya bermodel K13 ternyata lebih banyak berwajah Ktsp (hmm..entahlah). Namun Menteri, pak Anies Baswedan berkomentar walau nilai anjlok namun integritas kejujuran naik hingga 20% (hmm..semoga saja). Berarti kak Belva adalah siswa yang masih lebih beruntung memiliki nilai rata-rata diatas 8.
  Acara Wisuda berlangsung dengan lancar, walau bukan pemilik NUN tertinggi namun kak Belva mendapatkan penghargaan Hafidzah Terbaik dengan hafalan Juz terbanyak yaitu 4 juz (1, 2, 3, dan juz 30)..Alhamdulillah, bangganya kami padamu Nak, hilangkan rasa kecewa mu hanya karena nilai UN yang tidak sesuai harapanmu, Allah justru memberi hadiah lebih berharga dari teman-temanmu yang lain, harus banyak bersyukur ya kak.

image

  Setelah melalui rangkaian test sekolah kawasan dan tanpa didampingi les apapun, finally kak Belva harus ikhlas di terima di Pilihan ke-2 yaitu Sman 1 Taman. Kecewa lagi? Hiks..iya, namun kak Belva berusaha ikhlas, semua sudah takdir terbaik, insyaAllah, jika segala usaha telah di upayakan dan doa-doa pun telah dipanjatkan, Tawakal atas hasil yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla adalah suatu keharusan. Sman 1 Taman adalah sekolah kawasan di kecamatan Taman, yang letaknya tidak jauh dari rumah kami di kecamatan Waru. Menurut google map tidak jauh, namun jika ditempuh dengan kendaraan roda empat membutuhkan waktu hingga 1jam saking macetnya. Posisi sekolah mepet dengan jalan raya yang dipenuhi oleh bermacam-macam armada besar, maklum daerah industri, banyak pabrik dan pergudangan. Selain polusi udara juga polusi suara, lingkungan sekitar memang kurang kondusif untuk sekolah kawasan ini. Selebihnya sekolah kawasan Sman 1 Taman memiliki program yang bagus, termasuk di dalamnya kelas unggulan atau akselerasi (program 2thn) khusus jurusan IPA dan ini membutuhkan test psikologi lebih lanjut.
  Bukan hendak mengkufuri nikmat, namun berusaha mencari takdir yang mungkin lebih baik, perlu diIkhtiyarkan. Surabaya sebagai tetangga kota akan membuka pendaftaran sekolah kawasan 25/06-27/06, dan test potensi akademik dilaksanakan 30/06. Passing grade kawasan Surabaya turun menjadi 30 (7.5) akibat dari penurunan nilai UN dan tanpa syarat nilai minimum tiap nilai mata pelajaran UN. InsyaAllah kak Belva dengan support kami akan menjajal kembali, walau dengan quota 1%, jika Allah berkehendak maka tidak ada hal yang tidak mungkin. Kami selaku orangtua hanya berusaha mensupport dan memberikan yang terbaik untuk buah hati kami. Karena secara lokasi Sman 15 Surabaya lebih dekat dari rumah dan lebih nyaman karena berada di dalam perumahan. Ya Allah, kami sedang berupaya mengambil kesempatan yang Kau berikan, namun hasil akhir kami pasrahkan kepadaMu, semoga mendapatkan hasil terbaik yang Engkau Ridhoi..aamiin

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda :“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

Exploration and Communication Reva-Mika

  Hari Sabtu (13/03/2016) sekolah anak-anak, kak Reva dan adek Mika menjalankan agenda tahunan yaitu “Exploration and Communication Project”. EnC ini merupakan ajang mempresentasikan hasil belajar anak-anak selama satu Tema terakhir yang dipelajari. Kebetulan scedule kedua kakak beradik ini hampir bersamaan, kak Reva terjadwal paling awal yaitu pk.07.30, sedangkan adek Mika pk.08.00. Karena jadwal yang berdekatan, akan berpotensi membelah diri jika tidak membawa partner a.k.a soulmate (..halah). Alhamdulillah hubby tidak sedang padat merayap dengan urusan pekerjaan, sebagai sarana training, karena tugas mendampingi adek Mika sebagai anak lelaki satu-satunya, sang papa harus lebih banyak berperan, lagi pula sebentar lagi kak Belva akan lulus dari yayasan yang sama, tentunya saya tidak dapat membagi diri untuk ketiga nya seperti yang selama ini saya lakukan, jika di SMA nanti, kakak ada undangan dengan waktu yang bersamaan tentu kami harus bekerjasama dengan baik.
  Tepat pk.07.15 kami berempat berangkat, cukup berjalan kaki dari rumah ke sekolah, kami langsung menuju kelas kak Reva yang terjadwal lebih dulu untuk tampil. Pk.07.45 anggota kelompok barusaja lengkap dan otomatis waktu yang disediakan 30 menit itu harus siap-siap terpotong 15 menit, atau kalaupun saya yang harus siap-siap meninggalkan tempat untuk pindah ke kelas adek Mika, karena terjadwal pk.08.00. Alhamdulillah dengan 15 menit tersebut kak Reva and Friends dapat menyelesaikan tugas EnC mereka yang berjudul “Siapa yang paling Penting”. Mereka menceritakan ilmu yang mereka peroleh baik mapel PKN, IPA, IPS, Math, dan bahasa Indonesia secara terintegrasi (tematik berdasarkan K13) dalam sebuah Drama tentang pentingnya kandungan Karbohidrat, Vitamin dan Mineral dalam bahan makanan.

  Tepat pk.08.05 kami berempat segera berpindah tempat menuju kelas adek Mika dan semua anggota kelompok sudah siap untuk tampil. Segera ustadzah memulai acara dengan menjelaskan alasan dan tujuan EnC dilaksanakan, selain sarana untuk memberanikan diri unjuk gigi, juga sarana berlatih mempresentasikan hasil belajar, itu yang paling utama. EnC bagi adek Mika yang masih kelas 1 ini memang yang pertama. Adek Mika and Friends ini mengusung tema “The Little Chef” yang masih berkaitan dengan tema terakhir yang mereka pelajari yaitu Entrepreneurship. Sebelum mereka mempresentasikan cara membuat Es Lilin, mereka awali dengan bacaan salah satu surat dalam Al’Quran, yaitu QS Al-Asr, Alhamdulillah lancar. Selesai mereka menjelaskan, saat membuat Es Lilin tersebut, para mama dipersilahkan membantu dan bekerjasama dengan anak-anak, itulah kenapa rekaman video jadi terputus, karena si papa tidak melanjutkan rekaman, saat si mama harus tampil ke depan (..hiks).

  Alhamdulillah rasa syukur dan bangga melihat anak-anak begitu semangat dan menguasai materi pelajaran yang mereka pelajari. Semoga ilmu-ilmu ini tetap abadi dalam ingatan kalian, karena akan selalu berguna dalam kehidupan kalian sampai kapanpun. Terimakasih kak Reva dan adek Mika, sudah menyajikan tampilan terbaik kalian.

GALAU itu saat Memilih SMA terbaik untuk kak Belva

image

  Sabtu pagi (05/03) terjadwal untuk menghadiri agenda Parenting dari sekolah kak Belva, SMP Islam Raudlatul Jannah yang diadakan di gedung serbaguna di lingkungan TK dekat dengan Rumah. Pukul 08.00 saya berangkat sendiri dengan berjalan kaki karena dekat (nyambi olahraga #pencitraan). Sang Papa memang jarang bisa ikut, selain karena urusan pekerjaan, juga harus jagain adek Mika, biasa “maid problem”, si emak bukan morning woman, paling pagi si emak datang jam 9, dan saya tidak suka terlambat.
  Undangan Parenting kali ini wajib dihadiri oleh siswa dan orangtuanya, walau tidak sepasang, paling tidak ayah atau ibu yang datang. Acara dibuka dengan hafalan Juz 30, Alhamdulillah keseluruhan siswa hafal, karena memang target paling ringan yang harus dicapai. Dilanjutkan oleh ustadzah Wahyu sebagai kepala sekolah, menjelaskan masalah UNAS yang akan segera di hadapi oleh siswa kelas 9. Kebingungan pemerintah atas dualisme kurikulum, antara KTSP dan K13, tidak akan membuat kurikulum sekolah bingung, karena Sekolah telah memiliki Kurikulum sendiri yang sudah ideal, dan untuk tahun ini, hasil kelulusanpun juga diserahkan sepenuhnya kepada Sekolah secara otonomi dengan berpedoman pada standart yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun walau nilai kelulusan ditentukan oleh Sekolah dan insyaAllah 100% lulus tidak serta merta dapat diterima di sekolah favorite, sekolah tersebut pasti mematok nilai UNAS yang sangat tinggi, terkadang hal itu yang menyebabkan stres baik siswa maupun orangtua. Namun sungguh bukan bermaksud jumawa dengan kemampuan kak Belva yang diatas rata-rata, yang membuat galau adalah, antara memilih sekolah negeri atau kembali ke sekolah Agama..(???).
  Acara utama dalam parenting kali ini, adalah tentang “Parenting Nabawi” yaitu cara mendidik generasi sukses dengan cara Rasulullah SAW oleh bapak Suhadi, beliau adalah konsultan Sekolah favorite saya. Setiap kali beliau mengisi acara parenting, bagi saya wajib hukumnya untuk hadir, walau kadang terjadi pengulangan (maklum ke-3 anak bersekolah di yayasan yang sama), tidak mengapa agar menancap di Otak dengan sempurna. Intinya orangtua wajib memberikan tauladan terbaik, pengasuhan tidak saja tugas ibu semata sebagai madrasah utama, namun justru Ayah lah sebagai kepala sekolah yang wajib membuat dan menerapkan kurikulum keluarga. Parenting Nabawi yang berbasis Al-Qur’an dan As-Sunah ini, di dalam Qur’an nama Ayah disebut sebanyak 14x dibandingkan Ibu yang hanya 3x itu artinya Ayah lah yang harus banyak berperan, namun sebagaimana umumnya Ibu lebih banyak waktu untuk mengasuh dan mendidik anak-anak, karena Ayah sibuk bekerja (termasuk kami juga..hiks). Terakhir, parenting juga ditutup oleh pesan dari bapak Suhadi bagaimana memilih sekolah terbaik untuk ananda, dan seperti biasa beliau condong ke sekolah berbasis Agama, dengan harapan semua ilmu agama yang telah diperoleh tetap terjaga dan dapat diaplikasi kan dengan baik, serta akan ditambah lagi saat SMA nanti. Dannn..saya pun GALAU dengan sukses.
  Baru saja kak Belva menghadapi Tryout Diknas yang secara serentak dilaksanakan oleh SMP sekabupaten Sidoarjo, hasilnya sementara ini “cukup” melegakan, yaitu 34_an, dengan nilai mapel keseluruhan diatas 7, dan passing grade tahun lalu (2015) untuk sekolah kawasan adalah 32 dengan syarat semua mapel tidak boleh kurang dari 7,25. So far aman untuk masuk kawasan di daerah sendiri a.k.a kabupaten Sidoarjo, yang menurut kami hanya SMAN 1 yang layak untuk kak Belva, dan tentu saja sangat memusingkan, karena kami tidak memiliki alternatif pilihan yang lain. Berbeda dengan Surabaya yang memiliki begitu banyak sekolah kawasan dan reguler yang bagus baik sarana maupun prasarana nya dibandingkan dengan SMANISDA. Lagipula SMA kawasan wilayah selatan yaitu SMAN 15 justru lebih dekat dengan rumah. Namun karena Kartu Keluarga sudah terdaftar di kabupaten Sidoarjo, walau rumah lebih dekat ke Surabaya, maka peraturan lintas rayon yang 1% itu harus kami hadapi..hiks. Jika melihat profile SMANISDA dengan SMAN 15 sejauh yang saya ketahui, jelas SMAN 15 lebih unggul, selain fasilitas yang dapat mengakomodir seluruh potensi yang kak Belva miliki juga tidak kalah pentingnya adalah dekat sekali dengan tempat tinggal kami. Untuk Swasta tetap akan kami cadangkan sekolah berbasis agama, yaitu the one and only SMA Muhammadyah 2 Sidoarjo, yang kabarnya sekarang prestasinya mengalahkan saudaranya SMA Muhammadyah 2 Surabaya namun sekolah ini pun jauh dari rumah (..duh). Jadi kesimpulan kami saat ini, jika danem kak Belva tinggi (lebih dari 36), kami akan nekad lintas rayon ke SMAN 15, namun jika mepet dari passing grade maka SMANISDA adalah pilihan terbaik, jika gagal maka SMAMDA adalah pilihan terakhir. Memilih SMA terbaik semakin detail karena akan menuju Universitas, harapan sekolah di negeri, jika kak Belva tetap berprestasi sebagai bintang kelas, tentunya jalur Undangan siap menanti, kalaupun swasta pertimbangan ke Muhammadyah, karena jika FK Unair tidak lolos maka sebagai alternatifnya adalah FK UnMuh Malang (masih berharap ada Golden Ticket a.k.a Beasiswa), kita boleh Optimis namun tetap harus Realistis dengan persaingan yang sedemikian ketatnya, sehingga Alternatif musti disiapkan juga.
  Ya Allah, selain dengan belajar tekun sebagai bentuk ikhtiar, juga lantunan doa sebagai senjata orang beriman, kami pun harus siap berTawakal, apapun yang Engkau takdirkan untuk kak Belva adalah yang terbaik. Kami mohonkan ya Allah semoga dari semua pilihan-pilihan tersebut merupakan sekolah yang Engkau Ridhoi, walaupun sekolah di negeri, semoga kak Belva tetap istiqomah dengan sholat sunah dan hafalan Quran nya, kalaupun sekolah di swasta semoga sekolah ini pun dapat turut serta mewujudkan impian kak Belva..aamiin