Tagihan yang menyebalkan

  Siang yang panas dan berat. Mupeng uring-uringan mana lagi PMS pisan. Mencoba mengejar-ngejar pihak Bank B*A untuk segera mengucurkan dana tambahan untuk modal usaha. Angga si AO yang sedang mengerjakan dengan segala daya upaya mengebut menyelesaikan dengan cepat. Angga bbming,” bu, ada tagihan B*I sudah masuk collect ke 2, sebesar 100ribu, tolong dibereskan ya, segera kirimkan surat keterangan pelunasannya,”. Thoeeng!.. Bukannya B*I sudah lebih dari setahun aku tutup?, semenjak pindah kontrakan dan balik rumah lama lagi sudah tidak ada aktivitas pemakaian CC B*I. Hmm..muncul tagihan keterlambatan pembayaran atas dana yang tidak aku pakai. Segera aku selesaikan 100ribu itu. Dan seketika itu aku telpon CS B*I untuk segera membuatkan keterangan lunas. CS diseberang telpon,”surat keterangan lunas akan kami kirimkan ke email ibu dalam 20hari ya bu,”.. Jhederrr!!, pengen pingsan rasanya,”hah! Gak kurang lama tah mas??, coba buatkan surat sementara saja, bilang kalau sudah dibayar lunas dan sedang dalam proses pelaporan,”balasku. “Maaf bu, kami tidak bisa, pihak yang berwenang yang akan membuat dan mengirimkannya,”jawab CS.
  Huhuhu..hanya karena uang 100ribu yang aku tidak pernah menggunakannya harus menanggung akibat sefatal ini. Track record di BI akan cacat jika ada hutang walau sekecil apapun yang nyantol, ini sangat mempengaruhi pinjaman. Ya Allah, kebiasaan ku menyepelekan CC merugikan aku sendiri. Padahal saat ini usaha teramat sangat butuh dana usaha itu secepatnya, kenapa harus ada halangan suatu masalah yang aku anggap hanya seujung kuku itu.

 Credit Card oh Credit Card, kau membuatku pusing bukan kepalang..

Advertisements