“Apapun Kartunya Gesek di EDC Mandiri saja”

  Program terbaru kerjasama toko dengan Bank Mandiri ini akan dilaksanakan selama 3bulan sejak 1/11/2014 – 20/01/2015, dengan mekanisme Setiap pembelanjaan minimal 300rb menggunakan Kartu Debit atau Kartu Kredit bank manapun, customer berkesempatan mendapatkan hadiah berupa Sirup ABC special grade Cocopandan 585ml selama persediaan masih ada dan tidak berlaku kelipatan.
  Sebenarnya program seperti ini tidak hanya sekali diadakan oleh bank penerbit Kartu Kredit, pernah juga dari Bank Bukopin dengan hadiah Gulaku 1kg untuk setiap pembelanjaan dengan KK Bukopin sebesar minimal 150rb. Perbedaannya saat dengan Bukopin, biaya hadiah ditanggung bersama yaitu 50-50, hasilnya sangat mengenaskan hanya 2pc saja Gulaku yang terpakai, program gagal, saya sendiri sudah pesimis dengan program ini, karena pemilik KK Bukopin sendiri jarang bahkan tidak pernah bertransaksi di toko kami. Sedangkan program Mandiri diatas, semua biaya hadiah berasal dari pihak Mandiri, dan hadiah tersebut telah disediakan oleh toko kami.
  Berbeda dengan Mandiri, pemilik kartu baik debit maupun KK sangat banyak, di daerah kami yang notabene banyak pabrik, diantaranya menggunakan bank Mandiri sebagai mitra untuk pembagian gaji karyawan. Tentu kami optimis dengan program ini, bahkan sebelum program ini ada, EDC Mandiri sudah laris manis pemakaiannya.
  Jika dirunut ke belakang, pemasangan EDC Mandiri ini merupakan kesempatan kedua kalinya, saat pertama dulu kami tertipu karena adanya biaya administrasi untuk debit padahal pada umumnya yang terkena charge adalah penggunaan KK, karena kami tidak teliti, rugilah kami, transaksi debit tanpa mencharge customer, dana kami terpotong cukup banyak. Karena kecewa kami putuskan hubungan. Selang beberapa tahun, Mandiri kembali lagi ingin bekerjasama mesin EDC, bukan tanpa syarat mereka menetapkan rate 2% dan uang jaminan 10jt..Hah!! Gak salah??. “Bukan saya yang butuh lho ya, tapi anda, disini sudah ada 2 mesin ATM Mandiri, tidak butuh-butuh amatlah dengan EDC mu, lagian duit 10jt buat apa lagi, Dea punya tabungan di Mandiri sudah lebih dari itu. Yang masuk akal kalau menetapkan persyaratan. Pikirkan lagi,” jawab saya. Sambil dia menelepon bos nya, kemudian dia bertanya lagi,” ibu sanggupnya berapa buat agunan??”,..”haish, anda yang butuh lho ya, rate berapa dulu, saya minta 1.8% karena BCA kasih 2% dan BRI 1.8%, dan saya cuma mau panjer uang maximal 1jt,”..”Duh ibu, 5jt ya,” rayu si petugas lagi. Karena saya kekeuh tidak mau, jadi deh rate 1.8% dengan uang panjeran 1jt. Nah gitu donk..heuheu
  Sejak mesin EDC Mandiri terpasang, toko membuat kebijakan untuk mengoperasionalkan EDC Mandiri saja untuk transaksi KK dengan pertimbangan rate paling rendah dan charge ke customer dapat diturunkan menjadi 2% dengan begitu Riba dapat ditekan sekecil mungkin, untuk EDC BRI sendiri meski rate rendah tapi mesin sering trobel dan bagian maintenance juga jarang tampak, dihubungi pun susah. Sedangkan untuk transaksi Debit masih tetap dengan Bank masing-masing.
  Dengan melihat transaksi yang fantatis Mandiri sangat senang sekali, mereka berkeinginan menambah mesin EDC lebih banyak harapannya 4kasir dapat menggunakan masing-masing 1. Dan dengan gerak cepat pula pihak Marketing segera membuat program Happy Shopping tersebut “Apapun kartunya, geseknya di EDC Mandiri saja”
  Dua hari lalu petinggi BCA bagian EDC berkunjung ke toko kami dan menemui saya, kemudian mulai mempertanyakan mengapa tidak ada transaksi KK di mesin EDC mereka. Saya jawab,”dari dulu saya minta rate diturunkan, bukankah pemakaian meningkat, tapi BCA cuek, sekarang ada kompetitor seperti BRI dan Mandiri dengan rate lebih rendah tanpa biaya administrasi pula,”. Si bapak BCA bengong,”ibu mengajukannya kemana bu, ke Darmo kah, itu wewenang saya kok, nanti saya review lagi ya,”..”Silahkan tapi selama rate tidak turun dan ada uang administrasi sementara transaksi KK saya vakumkan dari EDC BCA ya pak..hehehe,” Si bapak BCA tersenyum kecut,”iya bu.”
  Persaingan dalam bisnis apapun termasuk perbankan tidak dapat kita hindari, jangan pernah merasa aman dalam zona nyamanmu, terus lah berinovasi dan berikan layanan terbaikmu demi kelangsungan usahamu.

Modern vs Tradisional

image

  Sore ini mendadak ngobrol gayeng bareng SPG unilever yang kebetulan mobile di 3 toko yang berdekatan, yaitu toko kami, Sinar Rejeki dan Sukadi. Sebenarnya kompetitor yang harus kami hadapi tidak 2 toko itu saja, ada Barokah, Karunia, belum lagi toko Romeo dan Juliet a.k.a Alfa-Indomaret harus bersaing melayani pangsa pasar yang sama. Dan yang paling mirip sebenarnya toko Sukadi selain seumuran, kami juga merupakan perusahaan keluarga dimana anak dan mantu dilibatkan dalam pengelolaan perusahaan. Perbedaannya pendiri sekaligus owner toko Sukadi adalah bapak Sukadi, sedangkan toko kami pendiri nya bapak saya, namun owner sekaligus pucuk pimpinan adalah saya, karena bapak tidak ikut terlibat secara manajerial. Bapak lebih menyenangi bisnis beliau sendiri selain berkarir di kepolisian.
  Dua tahun terakhir toko Sukadi membuka cabang dengan konsep yang lebih modern, hanya saja yang saya sayangkan mengapa jarak kedua toko sangat dekat hanya sekitar 1km saja, mungkin beliau punya pertimbangan sendiri, mengingat persaingan juga makin tajam. Dua toko ini kepemimpinannya dipecah 2, Bapak Sukadi dan Ibu Sukadi, 3anak plus mantu ikut bapak dan 2anak plus mantu ikut ibu di toko yang baru. Dengan konsep toko yang lebih modern dengan tampilan toko yang bagus, berAC dilengkapi foodcourt dan arena bermain, serta parkiran yang memadai, harapannya ada peningkatan atau penambahan omset. Perbedaan dengan kami disini, toko Sukadi menambah aset dengan memiliki telor/toko baru sedangkan kami, membesarkan aset kedalam yaitu memperbesar grosiran.
  Memperbincangkan perluasan pasar dan pertambahan aset tidak lepas dari usaha penguatan sistem. Sistem harus dibentuk agar memudahkan kita ekspansi, modernisasi meliputi komputerisasi dan kaderisasi yang diharapkan menguat seiring perkembangan perusahaan. Saya melihat toko Sukadi masih bertahan dengan ketradisionalannya, hal ini kurang lebih karena pemegang kekuasaan tertinggi yaitu si bapak sukadi masih jadul pemikirannya. Tradisional bukan berarti jelek, hanya saja akan merepotkan baik bagi owner maupun mitra perusahaan, misalnya tagihan supplier masih di handle beliau langsung, berharap lebih aman daripada diberikan staf, tentu ini sangat beresiko menurut saya. Selain faktor umur, supplier banyak yang dirugikan dengan sistem penagihan yang dilakukan oleh bapak Sukadi sendiri yang seringkali seenaknya dalam memperlakukan supplier, tentu saja ini tidak sehat. SPG bercerita,”kasian bu, mereka harus datang pagi-pagi sekali untuk ambil antrian, kalo misal uang habis ditutup, ditinggal makan, ditinggal pergi atau apalah, kasian kan sudah ambil nomer antrian berdesak-desakan, eh ditutup tiba-tiba,”..si mala, accounting saya menimpali,”iya mbak, ini bagian penagihan doa nya sampai jelek-jelek ke pak Sukadi, wes gak karu-karuan,”. “Waduh kok gitu ya, kenapa gak diserahkan staf atau anaknya gitu, mungkin bisa lebih tertib dan terkendali,” jawab saya. “Anak-anak beliau sudah pegang bagian sendiri bu, ada di bagian gudang, operator barang, tapi ya gitu barang saya sudah datang seminggu yang lalu barusan keluar hari ini,” lanjut SPG lagi. Hmm..itulah mental owner, sama dengan saya sendiri untuk bagian yang ecek-ecek seperti itu sangat malas untuk bisa tertib dan ontime dalam pengerjaannya itulah kenapa kita bentuk staf tapi harus tetep bisa kita kontrol, itulah pentingnya sistem.
  Sistem komputerisasi di toko kami sudah lumayan kuat, di berbagai bagian ada pasword dan setiap bagian tidak bisa saling bertukar tempat dari situ kita bisa kontrol pekerjaan mereka. Bagian gudang cek barang masuk, order harus sesuai dengan po yang diterbitkan puchaser, lanjut input barang oleh operator, tagihan supplier yang masuk ke accounting harus sama dengan yang dikerjakan oleh operator. Pun nantinya barang yang akan keluar dari gudang ke area harus sama fisiknya, jadi angka kehilangan sudah ditekan dari dalam, jika ada lost berarti kesalahan ada di area a.k.a ada pencuri dari luar.
  Tugas saya dan suami sendiri lebih banyak di bidang strategis, inovasi, cek-ricek staf keuangan, perbankan, mengurusi SDM, menyediakan produk murah, melakukan promosi termasuk menjadi admin Page demi perluasan pasar. Tapi tetap sebagai owner kami, saya dan suami harus paham benar dengan semua sistem komputerisasi yang ada sebagai dobel gardan jika staf ada yang cuti, kami pun terus berusaha untuk upgrade sistem sesuai kebutuhan, dengan begitu tanpa adanya kami, toko masih akan tetap berjalan dengan baik, sebagai persiapan juga untuk buka Cabang suatu saat nanti. Selain itu impian kami jika kelak telah bebas financial dan menua tinggal menikmati hidup, beribadah dan travelling sepuasnya..aamiin
 

Senang membantu anda ustadz Dewa

image

  Karya perdana Sir.Dewantoro Ratri, lulusan Sastra Inggris Airlangga dan University of Georgia-USA, ini sangat menarik. Selain menginspirasi dan memberi solusi praktis juga memotivasi guru mapel bahasa Inggris khususnya, dan guru mapel lainnya, termasuk saya sendiri sebagai guru pribadi anak-anak. Belajar bahasa Inggris jadi lebih menyenangkan.
HIGHLY RECOMMENDED!!! Yuk segera dipesan, jangan lupa like juga page nya Menerjemahkan dunia.

  Kalimat diatas adalah usaha saya untuk membantu sir/ustadz Dewa, sang penulis guna memberikan testimonial di facebook atas buku, karya perdana beliau. Ustadz Dewa adalah seorang pengajar dan pelatih bahasa Inggris, sekaligus penguji speaking untuk Cambridge ESOL di sekolah anak-anak. Menerjemahkan Dunia itu judul bukunya yang hadir sebagai solusi alternatif yang dirumuskan beliau sebagai guru bahasa Inggris yang ingin membagi pengalamannya selama 10 tahun malang melintang di dunia pengajaran bahasa Inggris. Buku tersebut berisi tentang berbagai kisah inspiratif, tips dan tril yang aplikatif dan inovatif serta menyenangkan dalam mengajar maupun belajar bahasa Inggris. 
  Hubungan saya dengan ustadz satu ini termasuk akrab, kami berkenalan di awal kak Belva mulai memasuki jenjang SMP yaitu kelas 7. Dan beliau sangat kagum dengan kemampuan berbahasa inggris kak Belva yang menyerupai native asli. Dengan bantuan beliau pula kak Belva mulai mengikuti kompetisi bahasa Inggris bukan demi ambisi semata tapi lebih kepada mengasah kemampuannya juga yang paling penting melatih keberaniannya. Selama di SD kak Belva meski sebagai anak yang cerdas dan selalu juara kelas namun dia anak yang pemalu, kurang percaya diri. Alhamdulillah di tangan ustadz Dewa kak Belva mulai bertaji, prestasi tertinggi diraih sebagai juara 3 lomba pidato bahasa Inggris antar SMP Islam se Surabaya- Sidoarjo.
  Bagi saya suatu anugerah dari Allah, walaupun kak Belva mampu sekolah di sekolah unggulan tapi bagi saya sekolah Islam di yayasan yang sama dengan SD nya adalah yang terbaik, ustadz Dewa pun sangat mengapresiasi pilihan saya, dan berterimakasih, paling tidak sekolah SMP kak Belva mulai terdengar walau masih di sekitar Sidoarjo.

image

  Sebagai tanda terimakasih saya, tak salah jika sekarang saatnya saya mensupport ustadz Dewa untuk membantu penjualan buku beliau yang di publish melalui indie label. Beliau juga sudah memberikan buku tersebut secara cuma-cuma pada saya dan benar-benar membuat pikiran saya makin terbuka, yang dulu nya memandang sebelah mata anak-anak jurusan sastra, sekarang melihat begitu banyak kesempatan berkarya yang sama dengan bidang-bidang lain seperti ekonomi maupun kedokteran.
  Doa teriring demi kesuksesan buku dan karir Ustadz Dewa, semoga Allah Azza Wa Jalla semakin mencurahkan rezekiNya baik berupa ilmu maupun harta..aamiin

Happy 18th Birthday DEA WIJAYA Toserba

  

“Hidup tak hanya haha hihi tanpa makna.. Hidup itu perjuangan untuk mendapat makna, menjadi berarti bagi sekitar dan punya nilai dimata-Nya.”

  Hari ini bertepatan dengan tanggal 6 Oktober, usia DEA toserba telah menginjak 18 tahun. Alhamdulillah segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla dengan segala rahmat dan karuniaNya telah mengijinkan DEA untuk terus berkarya.

image

image

   Dua tahun terakhir kami mencoba untuk semakin mengoptimalkan Page Dea di Facebook yang sudah kami buat sejak 2010 dan mati suri selama 2 tahun. Dengan strategi baru yang lebih memfokuskan untuk promo kedalam toko, Grosiran Dea yang biasanya lebih melayani trader-trader besar beralih ke trader-trader kecil. Niat dan tujuan yaitu memperluas pasar ke pedagang kecil. Dan hasil yang kami peroleh MasyaAllah lebih dari yang kami bayangkan, selain trader besar yang telah menjadi langganan kami, mulai banyak trader-trader kecil yang bermunculan. Yang paling kami syukuri adalah Anugerah Allah yang mana kami dapat menciptakan trader-trader baru, terutama anak-anak muda dengan modal terbatas tapi ingin mencoba berdagang.

image

  Karena dengan konsep harga yang sama antara membeli product promo 1pc dengan 100pc dengan harapan pembeli tertarik untuk membeli lebih banyak. Jadi intinya kami fokus dengan omset bukan pada profit semata. Berjualan dengan konsep Grosir memang tidak dapat memperoleh profit yang besar, kami hanya mengambil keuntungan dari perputaran uang atau cashflow, jika untung sedikit tapi berkali-kali tentu hasil akhirnya akan besar..InsyaAllah

image

  Melihat hasil dari strategi baru kami bukan berarti tanpa hambatan dan tantangan. Selain karena power of Facebook dan Word of Mouth, Toserba Dea makin Cetar Membahana. Jangkauan keberhasilan Page kami di Facebook hingga ke Kalimantan dan Sulawesi. Namun karena kami tidak memiliki cabang dan belum dapat melayani dengan sistem online atau delivery service, sementara pelanggan terjauh kami yang datang ke toko hanya sampai Blora, Jawa Tengah, dan untuk grosiran besar jangkauan kami hingga ke Jakarta dan Bali.

image

  Namun KESUKSESAN JUGA MEMBAWA TANGGUNGJAWAB YANG SEMAKIN BESAR, dengan berbondong-bondongnya para trader ke toko kami, stok mulai kolaps, berapapun jumlah sold out dalam sekejap, sumber daya manusia pun mulai keteteran, keuangan juga kurang support karena keterbatasan cashflow. Page mulai dihujani komplen-komplen pelanggan.

image

image

  Memiliki Page harus sanggup menjadi bulan-bulanan kritik dan hujat, pernah juga ada yang komentar yang sangat brutal. Kritik mengenai Ibu kami, yang memang masih sering ikut terlibat di toko, kebetulan saat itu kejadian sebenarnya adalah tentang pembatasan pembelian karena memang stok kami sudah menipis dan demi pemerataan, ternyata justru salah satu trader menghujat beliau di Page, dalam waktu belum 1 menit langsung kami delete dan Banned, itulah mengapa moderasi Page sangat diperlukan, bahkan dalam 24jam nonstop. Saat seperti inilah kami harus berterimakasih dengan tehnologi Android yang sudah diciptakan untuk kami yang harus menjejak di Dua Kaki yakni akun pribadi dan Page di Facebook.

  Dari semua tulisan diatas dapat kami simpulkan mengenai SWOT Dea..

A. STRENGTH

    Kekuatan kami ada di inovasi tiada henti, sebagai pioner konsep Grosir di dalam Retail. Dengan kekuatan jangkauan Page kami yang makin luas, likers setiap hari bertambah, insyaAllah pasar masih sangat terbuka lebar.

B. WEEKNESS

image

    Kelemahan kami yang utama adalah Modal, pendanaan yang terbatas, membuat kami kesulitan melayani pasar yang luas dengan baik. Seharusnya modal Bank masih bisa kami dapatkan, dengan reputasi kami yang baik, Bank dengan sangat senang hati mereka akan kucurkan lebih banyak lagi, namun sayang seribu sayang, orang tua tidak merestui kami menambah hutang usaha, karena faktor ketakutan akan bankrutnya Dea. Permasalahan sumber daya manusia selain kami terus memperbaiki sistem loading barang juga menambah pegawai telah kami lakukan, sejauh ini sudah cukup berhasil mengatasi permasalah  loading barang. Yang ketiga Gudang, kami sementara ini hanya mengandalkan Gudang di toko yang sekarang hampir tidak muat lagi, belum lagi Armada yang terus bertambah, sekali lagi kelemahan kami adalah Modal Usaha, bahkan untuk sewa Gudangpun kami belum mampu.

C. OPPORTUNITY
     Page Dea Wijaya di facebook sementara masih menjadi andalan kami untuk memperluas jangkauan promosi, pasar makin meluas, dan itu menjadi optimisme kami kedepan. Terus berusaha memberikan layanan terbaik yang meliputi Harga, Service dan Purna Jual, kami akan mampu bersaing dengan yang lain. Satu Armada kami di awal bulan Oktober ini sudah mulai beroperasi dengan bertambahnya Armada kami berharap tidak akan ada lagi produk promo yang tersendat-sendat distribusinya..aamiin

D. THREAT
     Pengadaan barang dengan harga sangat special itu tidak mudah, selain harus menyiapkan dana yang tidak sedikit, itupun harus Cash Keras, lobi kesana-kemari, namun Alhamdulillah Jaringan/Network kami cukup luas dikalangan pedagang terutama ras Tionghoa, jadi cukup mempermudah kami untuk mengetahui dimana saja barang itu beredar beserta harga pasarnya. Selain itu mulai terdengar ada kompetitor yang mencontoh konsep kami, sebenarnya letak usaha mereka tidak terlalu dengan kami, tapi sejak awal ada kemiripan diantara kami berdua, selain owner nya yang bernama Agung, namun yang disana ras tionghoa, yang disini ras pribumi..hihihi. Selain itu kami berdua bermain di pasar yang sama, yaitu grosiran Susu, Minyak dan Deterjen, jadi kami memiliki banyak langganan trader yang sama. Namun kami percaya Allah telah menetapkan Rezeki kami, dan tidak akan tertukar, hanya yang terus kami usahakan adalah Berjuang untuk memenangkan Persaingan hingga kapanpun jua.

  Selain berbicara tentang strategi,di usia Dea yang beranjak dewasa seiring dengan usia kami yang semakin berumur, bukan hanya harta dunia semata yang kami kejar, namun RIDHO ALLAH lah yang harus kami raih. Setelah tidak berjualan produk haram seperti minuman keras sejak berdirinya Dea, dua tahun terakhir ini kami juga mulai membersihkan toko kami dari produk subhat, yaitu produk halal namun meragukan, seperti contohnya rokok atau produk makanan dan minuman yang diimpor namun di package di dalam negeri maupun produk lokal yang tidak memiliki SHI (sertifikat halal indonesia). Kami berusaha sedikit demi sedikit mengurangi produk subhat, karena jika kami menjual sama dengan turut mengedarkan, kami paham betul hukum tentang itu semua. Justru dengan aturan yang lebih ketat seperti ini, banyak supplier yang dipaksa untuk mengurus SHI tersebut. Dea memang bukan toko besar tapi jika kami punya power walau sedikit saja untuk menekan para supplier yang membutuhkan kami, akan kami lakukan. Kami yakin niat baik akan selalu diberikan kemudahan oleh Allah, terbukti sebagian supplier sudah mulai mengurus SHI, karena jika tidak maka Dea akan menolak menjual produk mereka. Masih teringat ucapan Ustadz Yusuf Mansur,“Jika kamu memiliki kekuasaan sedikit saja manfaatkanlah untuk berdakwah,”. Maka aturan ketat tentang SHI ini kami anggap sebagai salah satu sarana dakwah, seperti juga sebelumnya tentang seragam hijab untuk karyawati kami. Lebih jauh masalah SHI ini termasuk meindungi customer kami dalam mengurangi konsumsi produk subhat dari toko kami.

   Terakhir yang selalu harapkan setelah semua pekerjaan kami usahakan, kembali lagi doa dan tawakal hanya kepada Allah Azza Wa Jalla semata, semoga Allah meridhoi dan memberkahi kerja keras kami dan kedepan kami dapat lebih berkembang dan berkarya serta tak lupa untuk lebih banyak berbagi..aamiin

“DESTINY IS NO MATTER OF CHANCE. IT IS A MATTER OF CHOICE. IT IS NOT A THING TO BE WAITED FOR. IT IS A THING TO BE ACHIEVED”

Distributor Rezeki

image

Istilah Distributor Rezeki ini saya pinjam dari kata-kata seorang motivator idola saya, mas Ippho Right yang memiliki arti bahwa pada dasarnya pengusaha itu turut mendistribusikan rezeki dari Allah..Subhanallah, anugerah itu milik kami sekarang.
Toserba Dea Wijaya bergerak dibidang usaha Retail sudah berjalan 17tahun lamanya dan sebagai Grosir kami berjalan lebih dari 10tahun. Ditempa dengan berbagai uji dan coba dari Allah, rintangan dan hambatan silih berganti itu dapat terlewati dengan baik, karena kami selalu fokus dengan solusi maka usaha kami semakin memperlihatkan hasilnya yang fantastis. Ya..ibaratnya setelah Allah pantulkan kami dititik terendah kami merasakan pantulan itu membawa kami makin melesat keatas..AllahuAkbar!!!
  Perjuangan babat alas Grosiran tidaklah semudah membalik tangan, keringat dan airmata ikut ambil bagian didalamnya. Mulai melayani toko-toko kecil hingga trader-trader besar, mulai hanya berbekal L300 butut, sekarang 3 armada Elf, Dutro, dan yang terakhir sebagai hadiah penutupan tahun 2013 ini adalah Fuso telah kami miliki, dan sekarang saatnya kami mulai menuai hasil, mereka lah yang berlomba-lomba untuk membeli produk kami. Dua tahun terakhir, kami lebih fokuskan untuk promo kedalam toko, yang biasanya lebih melayani trader-trader besar beralih ke trader-trader kecil. Niat dan tujuan adalah mencoba strategi baru yaitu memperluas pasar ke pedagang kecil. Melalui promo baik online terlebih offline, hasil yang kami peroleh Subhanallah lebih dari yang kami bayangkan, selain trader besar yang telah menjadi langganan kami, mulai banyak trader-trader kecil yang bermunculan. Yang paling kami syukuri adalah Anugerah Allah yang mana kami dapat menciptakan trader-trader baru, terutama anak-anak muda dengan modal terbatas tapi ingin mencoba berdagang. Lebih banyak juga trader yang nyambi, pagi bekerja ikut orang lain, sore kulakan di toko kami, beberapa kali bahkan dalam sehari pun ada, setelah kirim, bayar, ambil lagi, muter lagi, ada trader ibu-ibu, bapak-bapak, sepasang suami istri, bahkan ada yang bawa anak..SALUT!!..
Walaupun usaha grosiran ini keuntungannya sangat tipis dibanding dengan retail tapi perputaran barang lebih cepat, dan selama laba masih dapat digunakan untuk biaya operasional, bunga bank dan sisa nya dapat kami gunakan sebagai pengembangan usaha, Alhamdulillah banget. Memang menuju bebas financial itu tidak mudah, harus mau kerja keras, sanggup menahan keinginan untuk hidup bergaya hedonis, pilih bersahaja saja, yang penting dapat berbagi dengan sesama, termasuk para trader yang juga mengais rezeki dibidang ini, dum-dum rezeki lah.
  Semua usaha dan kerja keras suami tak lepas dari kerja team toko, baik staff maupun area. Tak lupa Restu dan Doa Orang tua di kedua belah pihak yang selalu menyertai langkah kami dan terakhir yang paling menentukan, setelah segala usaha dan doa telah diupayakan, yaitu Allah Azza wa Jalla, tanpa seijin Allah yang Maha Perkasa dan Maha Agung, rasanya semua tidak akan seperti ini. Semakin diri ini meyakini keberadaanMu ya Allah, hambaMu ini sedang merasakan kelezatan iman. Semoga kesuksesan yang kami raih ini tidak akan melenakan kami, tapi justru semakin mendekatkan kami padaMu, semakin ingin berkarya lebih baik dan berbagi dengan sesama..InsyaAllah