Prestasi pertama di Jenjang SMA

  “Speech is power: speech is to persuade, to convert, to compel. It is to bring another out of his bad sense into your good sense”. Ralph Waldo Emerson

  Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, dengan segala keridhoan-Mu, kak Belva berhasil meraih juara ketiga dalam ajang lomba Pidato Bahasa Inggris dengan tema “Securing Students Morality in A Globalized Era” yang diselenggarakan oleh Sidoarjo Education Expo di hari Rabu (26/10/2016). Prestasi ini merupakan yang pertama yang diraih oleh kak Belva di semester awal kelas 10 di SMA 1 Taman. 

  Sejak awal di bukanya Pameran pendidikan, dimana semua sekolah baik negeri dan swasta se kabupaten Sidoarjo turut berpartisipasi dalam acara ini, saat tehnical meeting nama kakak sudah diajukan oleh para guru untuk diikutkan ajang Speech Contest. Padahal biasanya untuk kategori lomba bahasa, jelas kelas bahasa yang paling diutamakan, namun kali ini Alhamdulillah kak Belva yang notabene kelas IPA, mendapat kepercayaan menjadi Duta Sekolah, mungkin atas rekomendasi guru bahasa Inggris yang mengetahui kemampuan kak Belva dikelas. Bangganya kami terhadapmu Nak, kami berharap dimanapun kamu berada teruslah bersemangat dalam meraih prestasi dan semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meRidhoi..aamiin. 

Selamat datang Kelas Percepatan

“Sometimes what you want, isn’t what’s best for you. ALLAH is the best of planners, so trust His decision, be patient & say Alhamdulillah”





  Hari Sabtu, 25 Juni 2016 hadir pertama kali sebagai walimurid SMA Negeri 1 Taman, Sidoarjo memenuhi undangan rapat Sosialisasi Program Sekolah. Dalam rapat ini membahas tentang kurikulum, termasuk juga dana pembangunan oleh komite. Dan dalam rapat ini barusaja saya mengetahui jika ada kelas percepatan atau Akselerasi bagi jurusan study IPA, juga tentang dana pembangunan sebesar 4juta yang merupakan hasil dari total dana pembangunan dibagi jumlah walimurid siswa, saya dulu berfikir jika sekolah negeri itu gratis, ternyata hanya milik Surabaya bukan Sidoarjo, dan sebaliknya program kelas Aksel berlaku di Sidoarjo bukan Surabaya karena telah dihapuskan sejak 3tahun yang lalu. Sebelum rapat usai, hasil psikotes diumumkan, kak Belva berada diurutan ke-4 dengan skor IQ 136 (no.1,2 skor IQ 143 dan no.3,4,5 skor IQ 136). Alhamdulillah kak Belva sejauh ini masuk sebagai calon penghuni kelas Aksel. Sempat membaca di internet syarat kelas Aksel memang harus ber IQ tinggi, minimal 130, namun untuk memenuhi quota kelas hingga skor IQ 125 pun masih bisa di terima. Saat menerima kabar ini, kak Belva sedang mendaftarkan diri di sekolah kawasan tetangga, yaitu Surabaya, saya pun menyarankan untuk batal saja, karena Allah sudah memberikan kelas Aksel ini, namun kak Belva masih penasaran. Baiklah kak, terserah kamu nak, setelah melalui tes, hasilnya pun gagal bukan karena skor nilai yang kurang, namun terkena quota 1% dari luar Surabaya. Nilai akhir milik kak Belva 239, sedangkan nilai terendah SMAN 15 hanya 226, pun SMAN 16 hanya 223. Yach, sudahlah kak, Allah sudah memberikan yang terbaik, InsyaAllah. Kecewa?? Tentu tidak, kak Belva merasa ikhlas dan senang sudah masuk di sekolah negeri, walau kawasan pinggiran. Namun insyaAllah kualitas lulusan tidak kalah dengan kawasan tengah kota.


  

  Dari 32 orang yang terpilih mengikuti psikotes kedua, 1 orang mengundurkan diri, entah apa alasannya. Kemudian hasil psikotes kedua terjaring 27 orang, terdiri dari 9 siswi dan 14 siswa, terakhir dilanjutkan dengan tes wawancara. Dan dalam tes wawancara ada yang sedikit membuat kak Belva bertanya-tanya, karena tertinggal 4orang tanpa tes wawancara dan itu merupakan skor terendah di kelas aksel ini. 

  Tes wawancara di agendakan ditengah MOS yang sekarang diganti istilahnya menjadi  MPLSPDB. Sudah tidak ada lagi atribut konyol dan tugas yang tidak masuk akal, hanya tugas-tugas yang mudah seperti menulis dan membawa tanaman. Kak Belva senang sekali selama MOS ini melihat syariat Islam dibudayakan dengan baik di Smanita, seperti kemarin saat diminta berkenalan, kakak OSIS mereka menyarankan untuk berjabat tangan untuk yang sesama jenis dan menangkupkan tangan di dada untuk yang berlawanan jenis kelamin, selain itu  waktu Sholat pun selalu diutamakan tepat waktu di Masjid sekolah dengan tempat wudhu yang sudah terpisah, belum lagi istirahat pagi yang setengah jam itu cukup bagi kak Belva untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Alhamdulillah, begitu banyak kemudahan bagi kak Belva menjalankan ibadah dan syariat yang telah ia pegang teguh sejak SD. Saat MOS ini siswa sudah diharuskan memilih ekskul sesuai minatnya, sekali lagi Alhamdulillah, Smanita memiliki ekskul PMR (tidak semua SMA memilikinya)  yang memang saya sarankan untuk kak Belva ikuti, karena masih berhubungan dengan fakultas yang ingin dia tuju nanti di jenjang Universitas, paling tidak dia sudah mengetahui dasar-dasar P3K. Dan ternyata kak Belva berminat juga mengikuti ekskul KIR (karya ilmiah remaja) yang banyak mengexplore pengetahuan dan penelitian.

  Undangan kedua sebagai undangan walimurid kelas Khusus (Akselerasi), yang membahas kurikulum kelas khusus, spp yang berbeda juga tentang komitmen. Spp berbeda karena kelas khusus diberikan fasilitas berbeda, guru terbaik, kelas terlengkap dan lain-lain yang tidak dimiliki kelas reguler, namanya kelas unggulan, semua serba unggul, ini namanya JER BASUKI MAWA BEA..hahaha, Alhamdulillah saja, yang penting kak Belva sangat senang dan antusias, merasa tertantang untuk bersaing di kelas unggulan. Sebelum rapat usai, kami selaku orangtua siswa aksel diminta menandatangani surat pernyataan akan mendukung secara total agar anak kami selesai tepat waktu dan masuk PTN dengan sukses, mengingat pengalaman kakak kelas banyak yang gagal dan kembali ke kelas reguler, tersisa separuh saja di tahun kedua, sedangkan berita baiknya lulusan pertama (kak Belva angkatan ke-3 kelas aksel) sebanyak 16orang, 14orang diterima di PTN. Dan dalam rapat tersebut, kembali 3siswa mengundurkan diri dengan alasan tidak sanggup karena mereka memiliki banyak kegiatan di luar sekolah sebagai passion mereka. Salut dengan anak-anak ini, mereka telah mengetahui apa yang mereka mau dan dapat mengukur kekuataan diri sendiri. Selaku orangtua, kami menyempatkan diri saling berkenalan, sekali lagi kemudahan akan didapatkan kak Belva saat harus belajar kelompok, karena tempat tinggal kami berdekatan, paling jauh dapat kami tempuh sekitar setengah jam, mungkin cerita akan berbeda jika kak Belva diterima di SMAN 1 Sidoarjo, dimana wilayahnya setingkat kabupaten, tempat tinggal siswa nya juga tersebar luas yang pastinya akan membutuhkan waktu dan tenaga anjem yang berlebih..hiks. 

  Ya Allah, semoga segala kemudahan buat kak Belva ini adalah jawaban atas doa-doa hamba agar kak Belva mendapatkan sekolah yang Engkau Ridhoi, karena selama ini hamba memang tidak meminta sekolah favorite ataupun branded, namun selalu Ridho dan Ridho yang hamba mohonkan padaMu. Ya Allah, semoga di Smanita, khususnya kelas Akselerasi ini kak Belva akan mendapatkan pendidikan terbaik, senantiasa terjaga ibadahnya dan tetap istiqomah dalam menjalankan SyariatMu..aamiin. 

Wisuda dan Kawasan

  Tepat seminggu yang lalu, Sabtu (11/06/2016) kak Belva di wisuda, bertepatan dengan kelulusan dan keluarnya nilai UN yang sudah di jadwalkan oleh dinas pendidikan. Sudah banyak sekolah yang mengadakan wisuda sebelum adanya pengumuman kelulusan tersebut, bahkan sekolah SMA kawasan wilayah kami, Sidoarjo sudah melakukan pendaftaran dan tes masuk jauh-jauh hari, yaitu tanggal 3-4 juni. Sejak tahun kemarin, nilai UN bukanlah syarat kelulusan, tapi hasil raport dan ujian sekolah yang merupakan hak Otonomi sekolah berdasarkan standart dari Diknas, jadi sekolah sudah dapat memperkirakan kelulusan anak didiknya, itulah mengapa mereka dapat melaksanakan Wisuda lebih awal dari jadwal Diknas.
  Pendaftaraan SMA kawasan kab.Sidoarjo telah dibuka sejak 30/05 hingga 01/06, dilanjut test mapel 03/06 dan test potensi akademik 04/06, pengumuman hasil dilaksanakan pada 13/06. Pengalaman pertama menggunakan sistem pendaftaraan online PPDB Sidoarjo, sedikit panik dan sport jantung, karena sesekali server down, tidak bisa masuk website, saking hecticnya. Alhamdulillah banyak dibantu sahabat yang sudah punya pengalaman sekolah di negeri. Setelah mendapatkan token, maka token tersebut digunakan untuk memasukkan semua nilai raport yang diminta. Syarat yang diminta hanya nilai raport di atas 7.5 untuk semua mapel, berbeda dengan kawasan Surabaya yang menggunakan passing grade nilai UN. Alhasil pendaftarpun membludak hingga hampir 2000an yang memilih Sman 1 Sidoarjo, padahal pagu hanya 352 saja. Sidoarjo adalah kota kecil yang padat penduduknya namun memiliki sedikit sekolah negeri yang favorite. Pilihan kawasan terbatas hanya SMAN 1, 2, 3, 1 Krian, 1 Taman, 1 Krembung. Dengan pertimbangan jarak rumah dengan sekolah maka kami memutuskan Pilihan ke-1 adalah Sman 1 Sidoarjo dan Pilihan ke-2 Sman 1 Taman.

image

  Sembari menunggu hasil test masuk kawasan, kak Belva disibukkan oleh persiapan Wisuda, tanggal 11/06. Hasil kelulusan dan UN diumumkan oleh Diknas, dan hasilnya 100% Lulus, dan NUN kak Belva adalah 338.5. Kecewa? Pastinya, harapan kak Belva mendapatkan NUN yang lebih tinggi harus kandas. Sebenarnya Nilai UN tahun ini terjun bebas, bahkan di Jawa Timur, 65% siswa mendapatkan nilai UN dibawah SKL (Standart Kelulusan) yaitu 5.5. Mengerikan bukan?, hal ini katanya disebabkan kurikulum yang ambigu antara Ktsp dengan K13, menurut salah seorang teman guru, soal-soal yang harusnya bermodel K13 ternyata lebih banyak berwajah Ktsp (hmm..entahlah). Namun Menteri, pak Anies Baswedan berkomentar walau nilai anjlok namun integritas kejujuran naik hingga 20% (hmm..semoga saja). Berarti kak Belva adalah siswa yang masih lebih beruntung memiliki nilai rata-rata diatas 8.
  Acara Wisuda berlangsung dengan lancar, walau bukan pemilik NUN tertinggi namun kak Belva mendapatkan penghargaan Hafidzah Terbaik dengan hafalan Juz terbanyak yaitu 4 juz (1, 2, 3, dan juz 30)..Alhamdulillah, bangganya kami padamu Nak, hilangkan rasa kecewa mu hanya karena nilai UN yang tidak sesuai harapanmu, Allah justru memberi hadiah lebih berharga dari teman-temanmu yang lain, harus banyak bersyukur ya kak.

image

  Setelah melalui rangkaian test sekolah kawasan dan tanpa didampingi les apapun, finally kak Belva harus ikhlas di terima di Pilihan ke-2 yaitu Sman 1 Taman. Kecewa lagi? Hiks..iya, namun kak Belva berusaha ikhlas, semua sudah takdir terbaik, insyaAllah, jika segala usaha telah di upayakan dan doa-doa pun telah dipanjatkan, Tawakal atas hasil yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla adalah suatu keharusan. Sman 1 Taman adalah sekolah kawasan di kecamatan Taman, yang letaknya tidak jauh dari rumah kami di kecamatan Waru. Menurut google map tidak jauh, namun jika ditempuh dengan kendaraan roda empat membutuhkan waktu hingga 1jam saking macetnya. Posisi sekolah mepet dengan jalan raya yang dipenuhi oleh bermacam-macam armada besar, maklum daerah industri, banyak pabrik dan pergudangan. Selain polusi udara juga polusi suara, lingkungan sekitar memang kurang kondusif untuk sekolah kawasan ini. Selebihnya sekolah kawasan Sman 1 Taman memiliki program yang bagus, termasuk di dalamnya kelas unggulan atau akselerasi (program 2thn) khusus jurusan IPA dan ini membutuhkan test psikologi lebih lanjut.
  Bukan hendak mengkufuri nikmat, namun berusaha mencari takdir yang mungkin lebih baik, perlu diIkhtiyarkan. Surabaya sebagai tetangga kota akan membuka pendaftaran sekolah kawasan 25/06-27/06, dan test potensi akademik dilaksanakan 30/06. Passing grade kawasan Surabaya turun menjadi 30 (7.5) akibat dari penurunan nilai UN dan tanpa syarat nilai minimum tiap nilai mata pelajaran UN. InsyaAllah kak Belva dengan support kami akan menjajal kembali, walau dengan quota 1%, jika Allah berkehendak maka tidak ada hal yang tidak mungkin. Kami selaku orangtua hanya berusaha mensupport dan memberikan yang terbaik untuk buah hati kami. Karena secara lokasi Sman 15 Surabaya lebih dekat dari rumah dan lebih nyaman karena berada di dalam perumahan. Ya Allah, kami sedang berupaya mengambil kesempatan yang Kau berikan, namun hasil akhir kami pasrahkan kepadaMu, semoga mendapatkan hasil terbaik yang Engkau Ridhoi..aamiin

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda :“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

Kak Belva dan UNAS SMP 2016

image

 
  “You’re the Driver of your own Car!, Don’t let anyone steal your seat. Start your engine and let nothing stop you from conquering what you want to achieve!!!”

  Hari ini, 9 mei 2016 adalah di mulainya UNAS untuk tingkat SMP dan sederajat. Seperti saat menghadapi UNAS SD, persiapan kak Belva hanya belajar mandiri di sekolah dan di rumah, tanpa LBB, tidak seperti teman yang lainnya. So far, hasil masih mencukupi walau hingga detik terakhir try out (yang katanya lebih sulit dari UNAS aslinya) sedikit di atas passing grade (danem terendah yang diterima sekolah kawasan di Surabaya, untuk Sidoarjo tidak ada passing grade, hanya nilai seluruh mapel wajib di atas 7). Sempat ikut deg-deg an, terbersit rasa khawatir, dan memaksa saya harus segera menyusun strategi.
  SMAMDA, sekolah SMA Muhammadyah 2 Sidoarjo ini, saya pilih sebagai alternatif pilihan buat kak Belva, di samping fight untuk sekolah kawasan yang dipilihnya sendiri yaitu SMA Negeri 1 Sidoarjo. Mengapa SMAMDA, selain sekolah Islam swasta terbaik di Sidoarjo, juga sebagai ancang-ancang jika kak Belva istiqomah mengambil kuliah di kedokteran, FK UnMuh (yayasan yang sama dengan SMAMDA, yaitu Muhammadyah) sebagai cadangan jika FK Unair gagal lolos, siapa tau ada jalur “Golden Ticket”, selain itu dengan bersekolah di swasta tentu fasilitas lebih memadai dan dapat mengexplore segala bakat dan kelebihan kak Belva, juga karena peta persaingan rangking di kelas tidak terlalu berat, ini berhubungan dengan Jalur Undangan PTN (FK rata-rata hanya menerima rangking 3 besar di kelas). Dengan pertimbangan tersebut saya coba mendaftar melalui jalur prestasi (rata-rata tiap semester di atas 85), yaitu jalur ekslusif dimana tes masuknya hanya tes wawancara, tanpa tes tulis dengan waktu yang terbatas (3 hari saja).
  Sekitar 2 minggu lalu sebelum UNAS, kami berdua menjajal tes wawancara. Dengan setengah hati kak Belva berusaha menuruti keinginan mama nya, namun dia memberikan syarat hanya 1 jam, disaat istirahat saja dia mau meninggalkan sekolah (kebetulan tes wawancara di adakan di hari-hari sekolah). Kak Belva tidak ingin melewatkan sedikit pun waktu akibat padatnya Pre-test dan Post-test yang harus dia ikuti. Kak Belva memang anak yang sangat bertanggungjawab, karena dia tidak mengikuti LBB manapun, maka dia merasa wajib mengikuti semua pembahasan di sekolah, agar tidak tertinggal. Kenyataan yang terjadi adalah tes wawancara harus mengantri, tentu saja, jalur prestasi meski di sekolah swasta banyak diminati. Alhasil, kak Belva “mutung” tidak mau mengantri, memilih mengundurkan diri dan mulai menangis di mobil saat kami mulai berselisih mempertahankan prinsip masing-masing. Finally kami, saya, kak Belva dan papanya mengambil keputusan “Win-Win Solution”, kak Belva akan fokus dan fight dulu di SMA Impiannya dan akan mendaftar di gelombang 2 (jalur reguler) untuk SMAMDA, jika memang diperlukan sebagai final exitnya.

image

  Mungkin kita berbeda ya kak, kamu lebih idealis, lebih fokus, ingin fight dulu mengeGOLkan plan A. Sedangkan mama selalu ingin bermain aman dengan menyiapkan double gardan. Kamu hebat, sudah memiliki prinsip yang kuat, seperti kata Will Smith, “There is no reason for a Plan B, it will just distract from Plan A”, tapi mama lebih menyakini kalo kamu berprinsip “You don’t need a “Plan B” when you have faith in Allah” . Mama hanya berusaha mensupport usaha dan doa yang Terbaik, forever and always kak Belva, anakku.
  Selamat berjuang kak Belva, semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi UNAS dan memberikan hasil terbaik yang di Ridhoi-Nya..aamiin

Antara Tahfidz, Nasyid dan Storytelling

  Dalam seminggu kemarin kak Belva menerima tanggungjawab dari sekolah untuk siap digeber dalam lomba antar sekolah Islam. Sebagai agenda tahunan sekolah, setiap awal tahun, tepatnya bulan January sekolah anak-anak selalu mengikuti pameran pendidikan di Mall terbesar kawasan Surabaya Selatan, City of Tomorrow, selain sebagai sarana Branding juga dalam rangka menjaring murid baru untuk ajaran 2016/2017.
  Sebagai duta sekolah yang ditunjuk, kak Belva dengan sepenuh hati mengemban amanah dari sekolah dan berusaha semaksimal mungkin mempersembahkan yang terbaik. Berlatih dengan sungguh-sungguh walau dengan keterbatasan waktu.
  Lomba Tahfidz untuk SMP yaitu hafalan Juz 1, Alhamdulillah kak Belva termasuk dari sedikit murid yang terpilih, di kelas 9 inipun dia sedang menapaki juz 3. Kelas tahfidz tidak diwajibkan di sekolah, semua diserahkan kepada siswa, sekali lagi Alhamdulillah kak Belva berminat mengikuti kelas tahfidz yang baru diadakan dikelas 8 setahun lalu dan untuk pertama kalinya kak Belva mengikuti lomba tahfidz. Lomba diadakan hari Selasa pukul 3 sore, berlima dengan kak Belva berangkat dari sekolah dikawal oleh para ustadz/dzah menuju Cito. Jam 5 kak Belva baru tiba dirumah dan tanpa mendapatkan kemenangan. Namun tidak mengapa, apalagi untuk pertama kali mengikuti lomba tahfidz, tentu pengalaman lebih berharga daripada sekedar juara.
  Berlanjut lomba Nasyid, kak Belva kembali diminta sekolah untuk ikut audisi karena tim yang dikirimkan ada 4grup dan ternyata dia terpilih dalam grup Nasyid yang beranggotakan 4 siswi. Hari Jumat pukul 4 sore kak Belva bersama grup Nasyid telah siap tampil di Cito, hingga pukul 7 malam kak Belva barusaja masuk rumah, padahal Sabtu besok harus tryout bahasa Indonesia di sekolah dan dilanjutkan latihan Storytelling. Untuk lomba Nasyid ini kembali kak Belva belum mendapatkan keberuntungan alias kalah, hal ini mungkin disebabkan latihan yang hanya 2hari saja. Next time boleh di coba lagi ya kakak.

  Hari Sabtu, setelah tryout dan latihan di Sekolah, kakak pulang hanya sebentar, menyempatkan diri makan siang dan berganti baju kostum untuk lomba Storytelling, tanpa mengeluh, bak seorang pejuang kak Belva begitu bersemangat berangkat dengan mengayuh sepedanya ke Sekolah. Tiba di Cito dan kakak mendapatkan nomer urut 2, setelah tampil pukul 4 sore kak Belva dan didampingi kepala sekolah memilih untuk pulang karena pengumuman pemenang akan diadakan setelah lomba Storytelling antar SMA. Mendekati waktu Isya, papa dan kak Belva segera mengabari saya yang saat itu berada di toko, bahwa kak Belva mendapatkan juara 1..Alhamdulillah, ini adalah penghargaan kedua diajang yang sama dua tahun lalu, di kelas 7, kak Belva mendapatkan juara 3 untuk Speech Contest. Finally, perjuanganmu membuahkan hasil Nak, bangganya Mama dan Papa padamu. Passion kak Belva memang disini, bahasa Inggris, sedari kecil dia belajar secara otodidak baik melalui buku, musik juga film. Belum setahun kak Belva mengikuti les EF dengan harapan dapat lebih baik dalam penggunaan grammar dan kemungkinan ikut program homestay menjadi lebih terbuka. Jangan cepat berpuas diri ya Nak, harus terus berlatih dan upgrading diri, harapan Mama di jenjang SMA nanti kamu lebih banyak memiliki kesempatan berorganisasi, mengikuti debat bahasa Inggris, juga Karya Ilmiah Remaja. Potensi yang besar harus kian terasah demi cita-cita mu untuk Going Aboard. Terimakasih sebesar-besarnya buat SMP Islam Raudlatul Jannah yang sudah memberikan bimbingan, dorongan dan kesempatan buat Belva untuk melanglang buana dari panggung ke panggung. Clarinta Belva Sabina, anak yang dulunya pendiam dan pasif kini tampil semakin Percaya Diri.
  Alhamdulillah ya Rabb, begitu banyak nikmat dan karunia-Mu yang tercurah bagi keluarga kami. Terimakasih atas amanah berupa anak-anak yang tekun beribadah, berbudi luhur, mandiri dan bertanggungjawab serta sarat dengan Prestasi, layaknya Motto dari PI.Raudlatul Jannah “Luhur Budi dan Kaya Prestasi”. Tiada henti kami berdoa dan memohon agar anak-anak kami dapat menjadi anak-anak yang Qurrota A’yun, Shalih dan Shalihah sekaligus menjadi Khalifah yang bermanfaat bagi umat kelak dikemudian hari..aamiin

Happy 14th Birthday my Belva (my lovely BFF)

image

  Happy 14th Birthday my Beloved Belva, barakallah fii umrik, Be Shalihah and Be Khalifah..aamiin. Selamat kakak, kamu telah lulus dari fase “Tawanan” walau dengan catatan dan selamat datang di fase “Sahabat”. Are you Ready??…

  Kamu tau arti Sahabat kak??…
#Sahabat itu adalah seseorang yang selalu hadir disaat kamu membutuhkannya, baik Suka maupun Duka.
#Sahabat itu adalah seseorang yang mengetahui segala sesuatu tentang dirimu bahkan yang terburuk sekalipun namun ia masih menyayangimu.
#Sahabat itu tempat kita dapat mencurahkan seluruh isi hati kita, bahkan sampai sesuatu hal yang sangat rahasia, dimana tidak ada seorangpun di dunia ini yang tau. Dan sahabat akan menyimpannya erat dalam hati bahkan rela untuk mengorbankan dirinya demi menjaga rahasia tersebut.
#Sahabat itu seseorang yang mampu untuk selalu mensupport apapun dan kapanpun kamu butuhkan baik dalam doa, perkataan maupun perbuatan. Tapi..Seorang #Sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru mereka akan berkata apa adanya demi kebaikan hubungan persahabatan mereka.

image

  Mama berharap kita dapat menjadi Sahabat, Mama ingin menjadi Sahabat untukmu sebagaimana Sahabat-Sahabat yang telah kamu miliki sebelumnya, bahkan yang terbaik. Mama juga akan selalu mensupport dan berdoa untuk semua Harapan dan Cita-Cita yang ingin kau capai kelak, lambungkan setinggi mungkin Nak. Mantapkanlah dan raihlah Cita-Citamu sebagai Dokter karena Mama juga berharap kamu tidak saja mampu menjadi sukses untuk dirimu sendiri namun juga bermanfaat bagi umat..aamiin

Siswa Teladan di kelas Delapan

  Hari Sabtu, 13 juni 2015 adalah hari paling sibuk sedunia buat kami, menghadiri undangan di 3 tempat yang berbeda, hari ini merupakan hari dibaginya rapor anak-anak secara berbarengan. Undangan special performance kak Belva Tahfidz Qur’an juz 30 dan juz 1 yang diacara wisuda kelas 9, raportan kak Reva sekaligus wisuda adek Mika, seandainya bisa membelah diri tentu akan hadir di 3 tempat tersebut bersamaan. Resiko anak berada dalam 1 yayasan perguruan Islam, yaitu SMP, SD dan TK, karena acara juga tidak hanya diadakan di sekolah.
  Pagi itu, tepat pukul 06.30 kami berempat berangkat menuju sekolah kak Belva (sedangkan Belva sudah berangkat lebih dulu pukul 06.00 dengan bersepeda). Sekolah yang sangat baru, kelulusan wisuda kelas 9 angkatan ke 3 diadakan secara sederhana di sekolah. Kami tiba acara Tahfidz telah dimulai, dan di panggung telah ada 3 orang hafidz juz 30, termasuk kak Belva hafidz dan ditambah juz 1. Tahfidz ini merupakan kurikulum baru di sekolah kak Belva, masih barusaja berjalan satu semester, acara kali ini tujuannya juga untuk memperkenalkan kepada para wali murid. Setelah juz 30 selesai dilantunkan secara bergantian, giliran kak belva tampil sendiri melanjutkan hafalan juz 1, dan dalam acara tersebut saya juga diberi tugas untuk memberi pancingan bacaan ayat agar diteruskan oleh kak Belva. Alhamdulillah, acara berlangsung dengan sukses, kak Belva hafal juz 30 dan juz 1 dengan sempurna..MasyaAllah, bangga nya kami, orangtua mu Nak. Tiada henti nya rasa syukur saya panjatkan dalam hati, semoga kamu dapat istiqomah menghafalkan dan menjaga hafalan Quran hingga akhir nanti. Kami berempat tidak dapat berlama-lama untuk mengikuti acara wisuda hingga selesai, padahal dalam agenda tersebut kak Belva akan menerima penghargaan sebagai satu-satunya hafidz juz 1 dan sebagai siswa teladan di kelas 8. Saya hanya menitipkan pada ustadz/dzahnya agar dapat didokumentasikan.
  Melanjutkan perjalanan menuju gedung Departemen Agama untuk menghadiri acara wisuda adek Mika. Alhamdulillah kami belum terlambat, karena scedul acara Studen Profil ada di pukul 08.30. Tahun ini, di akhir sekolah TK B, adek Mika kembali memperoleh Student Profile Thinker. Student Profile merupakan kelebihan/kecerdasan yang menonjol dan ada 8 kecerdasan, yang sebagian saja saya hafal, seperti thinker, independent, responsibility, visioner dll. Sejak PG, adek Mika selalu mendapatkan student profile Thinker, karena menurut ustadzah, Mika kritis tapi bukan cerewet, fokus dan tenang, salah satu contoh kritisnya adalah bagaimana ia membenarkan cara mencuci tangan yang dicontohkan ustadzah, contoh lain seperti sering menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang berat. Mendengarkan ustadzah bercerita tentang Mika hanya dapat geleng-geleng kepala, tapi memang tidak jauh beda dengan kebiasaannya dirumah. Dilanjutkan acara tampilan-tampilan ekstrakulikuler, dan adek Mika tampil dalam acara Marching Band. Mika berada dibagian drum snare, Alhamdulillah tampilan adek Mika dan geng sangat memuaskan. Dari semua tampilan yang ada, memang Marching Band yang paling Cetar Membahana (mama yang narsis). Pesan mama untuk adek Mika di kelas 1 nanti semoga lebih tekun belajar, dapat bersosialisasi lebih baik dan terus pberprestasi..aamiin
  Selasai dengan acara adek Mika, kami berempat langsung menuju ke sekolah kak Reva untuk mengambil Raport kelas 3 ini. Kak Reva sudah merasa nilai raportnya turun, karena kelas 3 sedikit lebih berat juga adaptasi dari pulang pukul 2 siang menjadi pukul 4 sore. Langsung masuk kelas tanpa mengantri karena jam menunjukan hampir jam 12 siang sudah sepi, mengobrol sebentar dengan ustadz/dzah wali, bagaimana Reva dikelas dan menyinggung sedikit tentang rangking. Ustadzah Dini menerangkan bahwa persaingan di kelas 3B ini sangat ketat karena di huni banyak anak pintar, dan sudah diketahui untuk kurikulum 2013 tidak diperkenankan ada rangking, karena kebetulan juga tiap tematik anak didik yang menonjol secara bergantian. Tidak ada seorang anakpun secara absolut menguasai semua tema, namun bergantian, itulah sebabnya wali kelas juga tidak dapat memberikan peringkat karena anak didik memiliki kecerdasan yang berbeda. Namun saya tak cukup puas, dengan nilai Reva rata-rata 91, berapakah nilai tertinggi dikelas?? Jadi saya bisa mengira-ngira keberadaan anak saya, diatas, ditengah atau dibawah?? Sebagai orangtua tentu saya mengetahui sejauh mana dia memahami pelajaran di sekolah dan saya juga memiliki standart tersendiri untuk memacu prestasi anak. Alhamdulillah kak Reva ada di rata-rata atas walau bukan yang terbaik. Pesan mama buat kak Reva, di kelas 4 nanti lebih tekun belajar dan tetap berprestasi..aamiin
  Handphone saya terus berdering, diseberang kak Belva tak henti-hentinya merajuk agar saya segera mengambil raport karena jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, kamipun segera kembali ke sekolah kak Belva. Sampai dikelas kak Belva, ternyata masih harus mengantri 3 wali murid lagi, dan tibalah giliran saya untuk mengambil raport. Alhamdulillah nilai raport seperti biasanya, semoga masih yang terbaik, karena sama dengan wali kelas kak Reva, beliau juga tidak dapat menginformasikan rangking untuk kelas 8 ini. Yang pasti penghargaan sebagai siswa teladan ada ditangan kak Belva..Alhamdulillah. Hmm..lantas bagaimana nasip beasiswa kak Belva bukankah SPP selalu bayar separuh dengan syarat ranking pertama di kelas, jika tidak mengetahui rangkingnya bagaimana?, ustadzah hanya tersenyum, menyarankan saya untuk langsung bertanya di bagian keuangan saja. Yayaya..semoga masih yang terbaik ya kak Belva. Pesan mama buat kak Belva di kelas 9, semoga istiqomah dengan hafalan Qurannya, target lulus sudah membawa hafalan 5 juz, tekun belajar dan dapat terus berprestasi, serta dapat membagi waktu dengan baik antara kewajiban dirumah dan disekolah..aamiin