Wisuda kak Belva dan kak Reva sebagai 10 Wisudawan Terbaik

Wahai anakku, bagi yang menghendaki akhirat, kuncinya adalah ilmu. Bagi yang menghendaki dunia, ilmu jualah syarat utamanya. Dengan semua ilmu yang telah kamu peroleh, mama papa doakan selalu, semoga dirimu dapat menggenggam dunia dan menempatkan akhirat di hatimu. Selamat hari wisuda nak, semoga Allah memberikan kesuksesan serta keberkahan dunia dan akhirat..aamiin

Selasa pagi ini (15/05) tepat sehari sebelum puasa ramadhan dimulai, sekolah kak Belva menggelar Wisuda kelulusan bertempat di hotel Utami, Juanda. Sehari sebelumnya juga telah diumumkan hasil Nilai UNBK yang diwarnai dengan ramainya berita di media massa dan sosial betapa hancurnya nilai UNBK tahun ini, apalagi bukan karena soal-soal HOTS (High Order Thinking Skills), soal-soal yang seharusnya untuk Sbmptn ternyata tahun 2018 ini sudah diuji cobakan untuk SMA hingga SD. Hasilnya keseluruhan siswa SMA di Jawa Timur yang dinyatakan lulus UNBK hanya 28% saja, sisanya tidak lulus, mengenaskan. Nilai UNBK sendiri tidak berpengaruh langsung terhadap kelulusan siswa, karena menuju PTN mereka hanya membutuhkan tes Sbmptn namun untuk Sekolah Kedinasan, nilai UNBK ini sangat penting dan harus berstatus lulus, jika tidak lulus, maka tahun depan dapat melakukan remidi UNBK, selain itu status siswa yang lulus dan tidak, sangat berpengaruh pada Akreditasi Sekolah. HOTS tidak diajarkan oleh semua sekolah, selain itu program baru sekolah lebih concern belajar soal-soal Detik-Detik yang biasa dipake acuan setiap tahunnya, sedangkan HOTS lebih mengedepankan penalaran soal.

Alhamdulillah nilai UNBK kak Belva masih jauh lebih baik, dengan nilai rata-rata 8 (32,75), memang nilainya lebih rendah daripada UNBK saat SMP (33,85) kemarin, namun kak Belva berada di peringkat 6 di kelas Aksel, dan nilai Kimia tertinggi di kelas IPA secara keseluruhan. Meski tiket Snmptn lepas, saat wisuda nama kak Belva sempat nongol di akhir acara pengumuman siswa yang diterima di Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Memang untuk tahun ini banyak ujicoba dari Dikbud, selain soal HOTS, perubahan sistem penilaian Sbmptn juga tentang pengurangan kuota Snmptn, hingga menyebabkan siswa aksel yang diterima di PTN sangat sedikit, dikelas kak Belva sendiri hanya 8 dari 21 siswa. Masih banyak teman kak Belva yang masih harus berjuang lagi di jalur penerimaan mahasiswa yang lain, bersyukurnya kak Belva sudah memiliki Kampus, meski swasta tapi dengan akreditasinya A. Alhamdulillah acara Wisuda berlangsung dengan sukses dan lancar.

Sabtu pagi (02/06) acara wisuda kak Reva gantian di gelar, di salah satu ruangan di Masjid Al Akbar, yang sudah menjadi langganan Wisuda SDI Raudlatul Jannah setiap tahunnya. Meski belum ada pengumuman kelulusan dan nilai USBN, acara berlangsung meriah. Saat acara wisuda juga diumumkan siswa dan siswi teladan kelas 6, dan itu bukan kak Reva, tapi kak Reva tetap anak yang teladan di mata Mama dan Papa sayang..hiks. Ada salah satu pesan yang disampaikan motivator dakwah yang diundang pihak yayasan, yang memang kebetulan sebagai Konsultan PI Raudlatul Jannah. Beliau berpesan ada 3 ilmu di dapat selama SD 6 th ini, yaitu (1).ilmu yang agak penting, yaitu 3 mapel yang Unaskan, dianggap agak penting karena hanya berperan dalam kehidupan dunia saja, (2).ilmu yang penting, yaitu ibadah, baik itu sholat, puasa dan ibadah-ibadah sunah lainnya, yang harus senantiasa istiqomah dikerjakan sepanjang hayat dan terakhir, ilmu yang terpenting (3).Aqidah yang lurus (Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, hanya kepada Allah, kami menyembah dan hanya kepada Allah, kami meminta pertolongan), jangan sampai nanti selepas meninggalkan SD anak-anak lepas dari lurusnya aqidah yang telah terbentuk selama bersekolah di SDI Raudlatul Jannah.

Continue reading

Advertisements

Diantara UII, Unair dan UB

“Planning is bringing the future into the present so that you can do something about it now.”

– Alan Lakein –

Selasa (08/05) tepat pk 05.15 kak Belva telah bersiap menuju kampus ITS, untuk melaksanakan Sbmptn. Di hari dan tanggal yang sama pengumuman penerimaan mahasiswa FK UII juga akan dilaksanakan. Semalam sebelumnya saya mengingatkan kak Belva untuk melihat pengumuman UII sebelum berangkat Sbmptn tapi dia memilih fokus untuk ujian terlebih dahulu, dia khawatir terpecah konsentrasi apapun hasil dari UII. Baiklah nak, mana yang sekiranya membuatmu nyaman saja.

Mengapa harus UII??, fakultas kedokteran terkenal sangat menguras biaya, itulah kenapa kami begitu detail melihat satu persatu profil universitas yang memiliki fakultas pendidikan dokter mulai dari akreditasinya hingga biayanya. UII merupakan salah satu dari 3 universitas swasta yang memiliki fakultas kedokteran dengan akreditasi A (setara universitas negeri) tapi dengan biaya yang lebih kompetitif, bahkan misalkan kak Belva mengundurkan diri, uang akan dikembalikan penuh hanya dipotong 1.5jt rupiah saja untuk administrasi, dan fasilitas ini tidak bisa kami dapatkan di universitas lain. Tidak itu saja, yang paling utama adalah UII merupakan Universitas Islam yang tidak hanya mengajarkan ilmu kedokteran tapi sekaligus ilmu Syar’i secara berkesinambungan. Penerimaan Mahasiswa Baru UII memiliki beberapa model, PSB, PBT, CBT dan Hafidz. Kak Belva mengikuti PBT gelombang ke 3, yang tahap seleksi 1 (tes tulis) dilaksanakan pada 29/04, pengumuman di 02/05, dilanjut tanggal 03/05 seleksi tahap 2 (tes psikologi, kedokteran dasar, bahasa inggris, mengaji dan terakhir wawancara). Alhamdulillah pada 01/05 malam pengumuman sudah ada, yang lolos untuk mengikuti tahap 2, tersisa 80 dari 400 peserta.

Rabu (02/05) pagi kami kembali lagi ke Jogja kali ini tanpa adek-adek karena kak Belva harus sudah siap di auditorium fakultas kedokteran UII pk 07.00 dan kami menginap semalam lagi. Kamis pagi kami sudah sampai di UII, peserta sudah ramai di ruang audiotorium mendengarkan pengarahan dan lanjut mengikuti tes demi tes seharian ini. Pk 14.00 kak Belva telah selesai, Alhamdulillah meski pertanyaan kedokteran dasar dia belum terlalu paham, namun dia bisa mengisinya dengan benar, untuk inggris, dia harus mentraslate text book, kemudian mengaji 3 ayat lanjut wawancara. Selama memunggu anak-anak kami berjuang pada seleksi tahap 2 ini, sempat kami para orangtua berkenalan dan mengobrol, mereka berasal diantaranya Bangka Belitung, Jakarta, Pekalongan, Kediri, dll, ini memperlihatkan betapa mahasiswa UII berasal dari seluruh Indonesia dan kompetisinya sangat rapat, bahkan kak Belva berkenalan dengan mahasiswi Tehnik UGM, yang ternyata masih berminat mengejar FK UII. Dan Maghrib telah tiba, selesai sholat kak Belva memberanikan diri membuka hasil pengumuman FK UII, karena tidak semua yang mengikuti seleksi tahap 2 akan lulus semuanya. Alhamdulillah kak Belva diterima, lulus dengan uang Catur Darma berada di urutan 3 dari 6 peringkat. Terimakasih ya Allah, semalaman saya tidak bisa tidur nyenyak, selain memikirkan UII juga memikirkan Sbmptn. Plong rasanya, kak Belva sudah memiliki kampus, berasa nothing to lose kalaupun Sbmptn tidak lulus, jika memang Unair atau UB menerima kak Belva, tugasnya hanya tinggal memilih saja, tanpa ada beban.

Rabu (9/05), mulai pagi kami persiapkan semua persyaratan yang akan dibawa kembali ke Jogja untuk verifikasi dokumen, selain legalisir berkas-berkas penting juga termasuk surat keterangan sehat jiwa raga dari SpKJ dan bebas buta warna dari SpM. Alhamdulillah meski seharian muter gak karuan, dari pagi hingga malam akhirnya selesai juga. Sebenarnya verdok dilaksanakan hingga tanggal 22/05 namun berhubung Senin ada gladi bersih karena Selasa kak Belva Wisuda, maka kami kejar minggu ini harus rampung semuanya.

Kamis pagi ini (10/05) kami berangkat lagi ke Jogja, menginap semalam agar Jumat dapat menyelesaikan semua urusan kuliah di UII ini, sehingga saat tiba ramadhan kami sekeluarga bisa khusuk menjalankan ibadah tanpa ada gangguan. Jumat (11/05) pk 09.00 kami check out dari Hotel menuju kantor Rektorat UII, sepanjang perjalanan kami perhatikan adanya semacam kabut yang ternyata abu vulkanik yang disemburkan Merapi yang batuk pagi ini, ya Allah kami sempat galau, semoga urusan kami lancar dan selesai hari ini, karena hari Sabtu UII tidak melayani verdok dan registrasi. Alhamdulillah kami tiba di UII dengan kondisi kampus aman, normal dan sedikit rame baik oleh mahasiswa maupun calon mahasiswa yang hendak mendaftar juga yang sudah proses registrasi. Saya dan kak Belva turun dari mobil sedangkan papa masih mencari tempat parkir, kami langsung menuju rektorat dan sejenak mengantri. Giliran kak Belva pun tiba, setelah cek dokumen lanjut foto Kartu Mahasiswa, dan kami pun pulang. Rencana dari rumah, setelah agenda verdok dan registrasi kami ingin menunjukkan tempat kos putri dekat kampus yang nyaman dan aman. Pilihan kami jatuh pada rumah kos Ersyada 2, kamar yang kebetulan kosong dan dipilih kak Belva ada di lantai 2, telah lengkap semua fasilitas dan insyaallah jika tidak ada halangan akan menjadi kamar kak Belva selama menimba ilmu di UII. Meski ada satu ganjalan dihati kak Belva yaitu tentang impian besarnya dapat di terima di Unair, dia masih akan menunggu hasil Sbmptn nanti, tapi kak Belva juga sudah siap jika harus gagal meraih tiket Sbmptn, dia akan qonaah dengan takdir yang Allah berikan padanya, insyaallah. Terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, kak Belva sudah diterima di Universitas Islam Indonesia yang sangat sesuai dengan karakternya, selama ini Doa yang kami panjatkan kepada-Mu, bukan tentang dimana anak-anak kami harus sekolah, tapi dimanapun mereka berada, dapat terus berpegang teguh pada Syariat-Mu dan Sunah Nabi-Mu, berikanlah perlindungan selalu saat mereka tidak berada didekat kami, semoga kelak ilmu yang mereka peroleh bermanfaat untuk umat, serta membawa berkah dunia dan akherat..aamiin.

Perjuangan itu belum Selesai

“Life is a fight, and in that fight it doesn’t matter how hard you hit or how well you fight. What matters is how hard you can get hit and keep on fighting.”

Selasa (17/04), tepat adzan Maghrib berkumandang, kak Belva berlari keluar kamar, dan meninggalkan mamanya berdua dengan Reva untuk melihat hasil pengumuman Snmptn, dia tidak sanggup untuk melihatnya sendiri, dan memang hasilnya kak Belva belum beruntung. Snmptn merupakan jalur undangan yang diperuntukkan bagi siswa SMA yang memiliki akademis tinggi juga berprestasi untuk dapat diterima di Universitas Negeri tanpa tes, namun hingga detik ini tidak ada satupun survey yang dapat memastikan alat ukur apa yang digunakan, benar-benar seperti “bejo bejan”. Dari sekitar 20 siswa aksel, hanya diterima 8 orang saja, siswa dengan ranking atas hanya diterima di pilihan kedua atau ketiga, ke 4 siswa yang memilih Fakultas Kedokteran semuanya tidak ada yang lolos, baik FK Unair, UB, Unej, dan Unsoed, namun ada 1 siswa yang tidak terlalu menonjol dikelas justru diterima di ITB Fakultas Eletro dan Informasi. Entahlah apa barometernya, yang pasti Perjuangan kak Belva masih harus dilanjutkan, selain persiapan Sbmptn juga UII dan UMM.

Tak terlalu lama bagi kak Belva untuk meratapi nasib, Alhamdulillah dia anak yang selalu bertawakal dan qanaah atas hasil yang diberikan Allah Azza Wa Jalla kepadanya, selain itu impian besarnya ada di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan dia masih memiliki kesempatan untuk meraihnya, namun dia juga berfikir realistis dengan mempersiapkan FK UII dan UMM sebagai double gardan. Hanya mungkin ada sedikit masalah di penjadwalan Tes yang diagendakan oleh FK Swasta ini, kami berusaha mengambil jadwal sebelum Sbmptn agar kesempatan diterima lebih besar daripada setelahnya, namun UMM melaksanakan sehari sebelum Sbmptn yaitu tanggal 7 Mei, padahal Sbmptn dilaksanakan 8 Mei (duh..), sedangkan UII sebelum Sbmptn terjadwal 29/04 yang mungkin akan bersamaan dengan UN kak Reva (kemungkinan ini masih bisa diatur), sebenarnya Reva sendiri memiliki beban target justru bukan pada Unas tapi PORKAB yang mengharuskannya latian setiap hari, jika kami harus ke Jogja, latian Reva libur sejenak, tapi tak apa, hidup memang harus memilih, dan kami akan memilih berdasarkan skala Prioritas yang paling penting. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan keridhoan-Nya untuk perjuangan kak Belva dan kak Reva dalam meraih impiannya..aamiin

Sidik Jari kak Belva

Setelah menunggu hampir 3 minggu, hasil test Sidik Jari kak Belva selesai sudah. Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Sebenarnya sejak kemunculan tes sidik jari ini rasa penasaran besar sekali, tapi sayang karena terlalu mahal, lupakan sajalah. Setelah lama tidak update berita tentang tes sidik jari ini, mendadak awal tahun ajaran baru, salah satu wali murid yang kebetulan seorang guru mengajak anak-anak kelas aksel untuk mengikuti tes ini sebagai sarana penguatan atas fakultas yang telah mereka pilih, jika cocok Alhamdulillah namun jika tidak, hasil tes ini dapat memberikan banyak alternatif yang lain berdasarkan kecerdasan, bakat dan potensi si anak. Wahh..Langsung saya menjadi pendaftar yang pertama, alasan paling utama adalah karena KEPO, mengapa kak Belva sama sekali tidak tertarik bidang Ekonomi, padahal mama dan papa nya lulusan ekonomi dan menjadi pengusaha. Fakultas Ekonomi ini maksud saya sebagai alternatif selain pilihan utama fakultas Kedokteran.

Menurut informasi yang saya baca mengenai tes sidik jari ini, bahwa setiap sidik jari manusia mengandung kumpulan bakat dan potensi bahkan pilihan pekerjaan orangtua hingga buyutnya. Jadi semisal ada orangtua atau buyut yang berprofesi sebagai guru/dosen, tentara, pengusaha, dokter dll akan terlihat di sidik jari kita, entah dominan atau resesif. Ternyata hasil yang diperoleh kak Belva menunjukkan hasil terkuat justru dibidang eksakta dan bahasa, tapi memang selama ini, dua bidang itu yang terlihat menonjol di nilai mapel sekolah. Dan jika kemudian rekomendasi hanya ke fakultas tertentu seperti Ilmu Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat) dan Tehnologi Informatika dan Komunikasi, serta fakultas Budaya yang di dalamnya ada Bahasa, Pariwisata, Arkeologi, juga fakultas Keguruan, ini hasil kombinasi dari alat-alat ukur yang lain semisal Multiple Intelegent, 4 Dimensi Kepribadian, Gaya Belajar, Cara Berfikir dll. O ya, untuk alternatif fakultas Keguruan sendiri, secara genetis, mertua saya keduanya adalah dosen Mipa, keluarga dari pihak mertua banyak dosen, selain itu ibu saya sendiri juga guru Fisika, keluarga ibu memang juga banyak jadi guru (entahlah, di cocok-cocokin kq ya cocok..hohoho)

Finger prints test sendiri menurut sebagian ahli Psikologi termasuk Ilmu semu atau pseudosains (Inggris: pseudoscience) adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah (bahasa kasarnya semacam ramalan). Biasalah dalam hidup ada Pro dan Kontra, saya hanya berusaha mendapatkan yang terbaik buat anak-anak, termasuk membantu kak Belva mencarikan sarana penguat atas pilihannya dan Alhamdulillah anak-anak aksel yang ikut tes, semua hasil sesuai dengan pilihan fakultas yang mereka inginkan. Sekali lagi Tes Sidik Jari ini bukan Vonis, tapi membantu mengarahkan sesuai dengan bakat dan potensi genetis yang membuat si anak semakin mantab melangkah kedepan dengan pilihannya, karena kalo sudah ada bakat dan potensi, tentunya akan mempercepat hasil, dibandingkan yang tidak memiliki bakat maupun potensi.

Kak Belva telah mantab memilih fakultas Kedokteran mungkin secara genetis banyak dokter di keluarga si Papa, yang terdekat adalah budhe-nya (kakak kandung papa belva). Dan hasil yang paling melegakan adalah tentang kharakteristik pekerjaan yang mendapat nilai tertinggi adalah Self Employee dan Business Owner, mungkin disinilah gen mama-papa nya terlihat. Jadi intinya jika Allah ridho atas pilihan kak Belva menjadi seorang Dokter maka ujungnya dia akan lebih memilih profesi sebagai Dokterpreneur (kebetulan budhenya juga seorang dokter estetika yang memiliki klinik kecantikan). Semoga ya nak, Allah senantiasa meRidhoi apa yang menjadi pilihan, impian dan cita-citamu sebagai dokter spesialis anak, mama dan papa pun ikhlas dan ridho dengan semua doa, usaha dan perjuanganmu dalam mewujudkannya..In Syaa Allah, aamiin.

Prestasi pertama di Jenjang SMA

  “Speech is power: speech is to persuade, to convert, to compel. It is to bring another out of his bad sense into your good sense”. Ralph Waldo Emerson

  Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, dengan segala keridhoan-Mu, kak Belva berhasil meraih juara ketiga dalam ajang lomba Pidato Bahasa Inggris dengan tema “Securing Students Morality in A Globalized Era” yang diselenggarakan oleh Sidoarjo Education Expo di hari Rabu (26/10/2016). Prestasi ini merupakan yang pertama yang diraih oleh kak Belva di semester awal kelas 10 di SMA 1 Taman. 

  Sejak awal di bukanya Pameran pendidikan, dimana semua sekolah baik negeri dan swasta se kabupaten Sidoarjo turut berpartisipasi dalam acara ini, saat tehnical meeting nama kakak sudah diajukan oleh para guru untuk diikutkan ajang Speech Contest. Padahal biasanya untuk kategori lomba bahasa, jelas kelas bahasa yang paling diutamakan, namun kali ini Alhamdulillah kak Belva yang notabene kelas IPA, mendapat kepercayaan menjadi Duta Sekolah, mungkin atas rekomendasi guru bahasa Inggris yang mengetahui kemampuan kak Belva dikelas. Bangganya kami terhadapmu Nak, kami berharap dimanapun kamu berada teruslah bersemangat dalam meraih prestasi dan semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meRidhoi..aamiin. 

Selamat datang Kelas Percepatan

“Sometimes what you want, isn’t what’s best for you. ALLAH is the best of planners, so trust His decision, be patient & say Alhamdulillah”





  Hari Sabtu, 25 Juni 2016 hadir pertama kali sebagai walimurid SMA Negeri 1 Taman, Sidoarjo memenuhi undangan rapat Sosialisasi Program Sekolah. Dalam rapat ini membahas tentang kurikulum, termasuk juga dana pembangunan oleh komite. Dan dalam rapat ini barusaja saya mengetahui jika ada kelas percepatan atau Akselerasi bagi jurusan study IPA, juga tentang dana pembangunan sebesar 4juta yang merupakan hasil dari total dana pembangunan dibagi jumlah walimurid siswa, saya dulu berfikir jika sekolah negeri itu gratis, ternyata hanya milik Surabaya bukan Sidoarjo, dan sebaliknya program kelas Aksel berlaku di Sidoarjo bukan Surabaya karena telah dihapuskan sejak 3tahun yang lalu. Sebelum rapat usai, hasil psikotes diumumkan, kak Belva berada diurutan ke-4 dengan skor IQ 136 (no.1,2 skor IQ 143 dan no.3,4,5 skor IQ 136). Alhamdulillah kak Belva sejauh ini masuk sebagai calon penghuni kelas Aksel. Sempat membaca di internet syarat kelas Aksel memang harus ber IQ tinggi, minimal 130, namun untuk memenuhi quota kelas hingga skor IQ 125 pun masih bisa di terima. Saat menerima kabar ini, kak Belva sedang mendaftarkan diri di sekolah kawasan tetangga, yaitu Surabaya, saya pun menyarankan untuk batal saja, karena Allah sudah memberikan kelas Aksel ini, namun kak Belva masih penasaran. Baiklah kak, terserah kamu nak, setelah melalui tes, hasilnya pun gagal bukan karena skor nilai yang kurang, namun terkena quota 1% dari luar Surabaya. Nilai akhir milik kak Belva 239, sedangkan nilai terendah SMAN 15 hanya 226, pun SMAN 16 hanya 223. Yach, sudahlah kak, Allah sudah memberikan yang terbaik, InsyaAllah. Kecewa?? Tentu tidak, kak Belva merasa ikhlas dan senang sudah masuk di sekolah negeri, walau kawasan pinggiran. Namun insyaAllah kualitas lulusan tidak kalah dengan kawasan tengah kota.


  

  Dari 32 orang yang terpilih mengikuti psikotes kedua, 1 orang mengundurkan diri, entah apa alasannya. Kemudian hasil psikotes kedua terjaring 27 orang, terdiri dari 9 siswi dan 14 siswa, terakhir dilanjutkan dengan tes wawancara. Dan dalam tes wawancara ada yang sedikit membuat kak Belva bertanya-tanya, karena tertinggal 4orang tanpa tes wawancara dan itu merupakan skor terendah di kelas aksel ini. 

  Tes wawancara di agendakan ditengah MOS yang sekarang diganti istilahnya menjadi  MPLSPDB. Sudah tidak ada lagi atribut konyol dan tugas yang tidak masuk akal, hanya tugas-tugas yang mudah seperti menulis dan membawa tanaman. Kak Belva senang sekali selama MOS ini melihat syariat Islam dibudayakan dengan baik di Smanita, seperti kemarin saat diminta berkenalan, kakak OSIS mereka menyarankan untuk berjabat tangan untuk yang sesama jenis dan menangkupkan tangan di dada untuk yang berlawanan jenis kelamin, selain itu  waktu Sholat pun selalu diutamakan tepat waktu di Masjid sekolah dengan tempat wudhu yang sudah terpisah, belum lagi istirahat pagi yang setengah jam itu cukup bagi kak Belva untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Alhamdulillah, begitu banyak kemudahan bagi kak Belva menjalankan ibadah dan syariat yang telah ia pegang teguh sejak SD. Saat MOS ini siswa sudah diharuskan memilih ekskul sesuai minatnya, sekali lagi Alhamdulillah, Smanita memiliki ekskul PMR (tidak semua SMA memilikinya)  yang memang saya sarankan untuk kak Belva ikuti, karena masih berhubungan dengan fakultas yang ingin dia tuju nanti di jenjang Universitas, paling tidak dia sudah mengetahui dasar-dasar P3K. Dan ternyata kak Belva berminat juga mengikuti ekskul KIR (karya ilmiah remaja) yang banyak mengexplore pengetahuan dan penelitian.

  Undangan kedua sebagai undangan walimurid kelas Khusus (Akselerasi), yang membahas kurikulum kelas khusus, spp yang berbeda juga tentang komitmen. Spp berbeda karena kelas khusus diberikan fasilitas berbeda, guru terbaik, kelas terlengkap dan lain-lain yang tidak dimiliki kelas reguler, namanya kelas unggulan, semua serba unggul, ini namanya JER BASUKI MAWA BEA..hahaha, Alhamdulillah saja, yang penting kak Belva sangat senang dan antusias, merasa tertantang untuk bersaing di kelas unggulan. Sebelum rapat usai, kami selaku orangtua siswa aksel diminta menandatangani surat pernyataan akan mendukung secara total agar anak kami selesai tepat waktu dan masuk PTN dengan sukses, mengingat pengalaman kakak kelas banyak yang gagal dan kembali ke kelas reguler, tersisa separuh saja di tahun kedua, sedangkan berita baiknya lulusan pertama (kak Belva angkatan ke-3 kelas aksel) sebanyak 16orang, 14orang diterima di PTN. Dan dalam rapat tersebut, kembali 3siswa mengundurkan diri dengan alasan tidak sanggup karena mereka memiliki banyak kegiatan di luar sekolah sebagai passion mereka. Salut dengan anak-anak ini, mereka telah mengetahui apa yang mereka mau dan dapat mengukur kekuataan diri sendiri. Selaku orangtua, kami menyempatkan diri saling berkenalan, sekali lagi kemudahan akan didapatkan kak Belva saat harus belajar kelompok, karena tempat tinggal kami berdekatan, paling jauh dapat kami tempuh sekitar setengah jam, mungkin cerita akan berbeda jika kak Belva diterima di SMAN 1 Sidoarjo, dimana wilayahnya setingkat kabupaten, tempat tinggal siswa nya juga tersebar luas yang pastinya akan membutuhkan waktu dan tenaga anjem yang berlebih..hiks. 

  Ya Allah, semoga segala kemudahan buat kak Belva ini adalah jawaban atas doa-doa hamba agar kak Belva mendapatkan sekolah yang Engkau Ridhoi, karena selama ini hamba memang tidak meminta sekolah favorite ataupun branded, namun selalu Ridho dan Ridho yang hamba mohonkan padaMu. Ya Allah, semoga di Smanita, khususnya kelas Akselerasi ini kak Belva akan mendapatkan pendidikan terbaik, senantiasa terjaga ibadahnya dan tetap istiqomah dalam menjalankan SyariatMu..aamiin. 

Wisuda dan Kawasan

  Tepat seminggu yang lalu, Sabtu (11/06/2016) kak Belva di wisuda, bertepatan dengan kelulusan dan keluarnya nilai UN yang sudah di jadwalkan oleh dinas pendidikan. Sudah banyak sekolah yang mengadakan wisuda sebelum adanya pengumuman kelulusan tersebut, bahkan sekolah SMA kawasan wilayah kami, Sidoarjo sudah melakukan pendaftaran dan tes masuk jauh-jauh hari, yaitu tanggal 3-4 juni. Sejak tahun kemarin, nilai UN bukanlah syarat kelulusan, tapi hasil raport dan ujian sekolah yang merupakan hak Otonomi sekolah berdasarkan standart dari Diknas, jadi sekolah sudah dapat memperkirakan kelulusan anak didiknya, itulah mengapa mereka dapat melaksanakan Wisuda lebih awal dari jadwal Diknas.
  Pendaftaraan SMA kawasan kab.Sidoarjo telah dibuka sejak 30/05 hingga 01/06, dilanjut test mapel 03/06 dan test potensi akademik 04/06, pengumuman hasil dilaksanakan pada 13/06. Pengalaman pertama menggunakan sistem pendaftaraan online PPDB Sidoarjo, sedikit panik dan sport jantung, karena sesekali server down, tidak bisa masuk website, saking hecticnya. Alhamdulillah banyak dibantu sahabat yang sudah punya pengalaman sekolah di negeri. Setelah mendapatkan token, maka token tersebut digunakan untuk memasukkan semua nilai raport yang diminta. Syarat yang diminta hanya nilai raport di atas 7.5 untuk semua mapel, berbeda dengan kawasan Surabaya yang menggunakan passing grade nilai UN. Alhasil pendaftarpun membludak hingga hampir 2000an yang memilih Sman 1 Sidoarjo, padahal pagu hanya 352 saja. Sidoarjo adalah kota kecil yang padat penduduknya namun memiliki sedikit sekolah negeri yang favorite. Pilihan kawasan terbatas hanya SMAN 1, 2, 3, 1 Krian, 1 Taman, 1 Krembung. Dengan pertimbangan jarak rumah dengan sekolah maka kami memutuskan Pilihan ke-1 adalah Sman 1 Sidoarjo dan Pilihan ke-2 Sman 1 Taman.

image

  Sembari menunggu hasil test masuk kawasan, kak Belva disibukkan oleh persiapan Wisuda, tanggal 11/06. Hasil kelulusan dan UN diumumkan oleh Diknas, dan hasilnya 100% Lulus, dan NUN kak Belva adalah 338.5. Kecewa? Pastinya, harapan kak Belva mendapatkan NUN yang lebih tinggi harus kandas. Sebenarnya Nilai UN tahun ini terjun bebas, bahkan di Jawa Timur, 65% siswa mendapatkan nilai UN dibawah SKL (Standart Kelulusan) yaitu 5.5. Mengerikan bukan?, hal ini katanya disebabkan kurikulum yang ambigu antara Ktsp dengan K13, menurut salah seorang teman guru, soal-soal yang harusnya bermodel K13 ternyata lebih banyak berwajah Ktsp (hmm..entahlah). Namun Menteri, pak Anies Baswedan berkomentar walau nilai anjlok namun integritas kejujuran naik hingga 20% (hmm..semoga saja). Berarti kak Belva adalah siswa yang masih lebih beruntung memiliki nilai rata-rata diatas 8.
  Acara Wisuda berlangsung dengan lancar, walau bukan pemilik NUN tertinggi namun kak Belva mendapatkan penghargaan Hafidzah Terbaik dengan hafalan Juz terbanyak yaitu 4 juz (1, 2, 3, dan juz 30)..Alhamdulillah, bangganya kami padamu Nak, hilangkan rasa kecewa mu hanya karena nilai UN yang tidak sesuai harapanmu, Allah justru memberi hadiah lebih berharga dari teman-temanmu yang lain, harus banyak bersyukur ya kak.

image

  Setelah melalui rangkaian test sekolah kawasan dan tanpa didampingi les apapun, finally kak Belva harus ikhlas di terima di Pilihan ke-2 yaitu Sman 1 Taman. Kecewa lagi? Hiks..iya, namun kak Belva berusaha ikhlas, semua sudah takdir terbaik, insyaAllah, jika segala usaha telah di upayakan dan doa-doa pun telah dipanjatkan, Tawakal atas hasil yang diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla adalah suatu keharusan. Sman 1 Taman adalah sekolah kawasan di kecamatan Taman, yang letaknya tidak jauh dari rumah kami di kecamatan Waru. Menurut google map tidak jauh, namun jika ditempuh dengan kendaraan roda empat membutuhkan waktu hingga 1jam saking macetnya. Posisi sekolah mepet dengan jalan raya yang dipenuhi oleh bermacam-macam armada besar, maklum daerah industri, banyak pabrik dan pergudangan. Selain polusi udara juga polusi suara, lingkungan sekitar memang kurang kondusif untuk sekolah kawasan ini. Selebihnya sekolah kawasan Sman 1 Taman memiliki program yang bagus, termasuk di dalamnya kelas unggulan atau akselerasi (program 2thn) khusus jurusan IPA dan ini membutuhkan test psikologi lebih lanjut.
  Bukan hendak mengkufuri nikmat, namun berusaha mencari takdir yang mungkin lebih baik, perlu diIkhtiyarkan. Surabaya sebagai tetangga kota akan membuka pendaftaran sekolah kawasan 25/06-27/06, dan test potensi akademik dilaksanakan 30/06. Passing grade kawasan Surabaya turun menjadi 30 (7.5) akibat dari penurunan nilai UN dan tanpa syarat nilai minimum tiap nilai mata pelajaran UN. InsyaAllah kak Belva dengan support kami akan menjajal kembali, walau dengan quota 1%, jika Allah berkehendak maka tidak ada hal yang tidak mungkin. Kami selaku orangtua hanya berusaha mensupport dan memberikan yang terbaik untuk buah hati kami. Karena secara lokasi Sman 15 Surabaya lebih dekat dari rumah dan lebih nyaman karena berada di dalam perumahan. Ya Allah, kami sedang berupaya mengambil kesempatan yang Kau berikan, namun hasil akhir kami pasrahkan kepadaMu, semoga mendapatkan hasil terbaik yang Engkau Ridhoi..aamiin

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda :“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)