Terimakasih OJK

  Beberapa hari ini bingung, berdasar laporan rekening koran terdebet dana sekian rupiah untuk pembayaran polis. “Ini bukan waktunya bayar premi Bangunan??, tapi koq cuma segitu ya, biasanya kan hampir 3xnya??,” tanya saya ke Mala, staf akunting toko. “Lhaiya bu, saya juga bingung apa kira-kira bukan polis pribadi ibu??,” jawab Mala. “Hmm..kan kamu tau saya tidak pernah debet lewat rekening perusahaan untuk urusan pribadi, iya kan” lanjut saya.

image

  Daripada pusing langkah paling tepat adalah meminta bantuan si Angga, AO yang ditunjuk BCA untuk mendampingi saya dalam hal tetek bengek hutang usaha toko. (BBM-ing)..”Angga, itu ada dana terdebet untuk polis nomer sekian, premi apaan ya??,” | “Lho bu, itu kan polis Bangunan, iya akan segitu pembayaran preminya untuk kedepannya, kecuali kalo OJK bikin ketentuan Rate asuransi baru, kan sekarang sudah dibawah OJK semua | “Wah..Alhamdulillah banget kalo beneran nih, semoga kebijakan ini berlangsung hingga hutang usaha saya lunas ya, lumayan menghibur ditengah mangkel nya hati karena kenaikan BBM yang berbarengan dengan kenaikan UMP” | “Iya bu,..aamiin, semoga saja”

image

  Dengan kebijakan OJK tersebut otomatis biaya premi mengecil tapi semoga saja manfaat yang kita terima juga tidak ikut mengecil. Siapapun tidak mau jika berandai-andai atau mendahului takdir, jika terjadi kebakaran maka pihak Asuransi wajib mengganti seluruh kerugian yang muncul, seperti yang saya bilang Manfaat itu akan berubah dari All Risk atau hanya Total Lost Only, saya juga kurang paham, hanya saja jika selama Tanah dan Bangunan dijaminkan Bank dan tidak terjadi musibah apapun, memang dengan nilai Premi yang lumayan besar itu sangat merugikan, sedangkan selama ini pihak Asuransi dengan seenaknya menetapkan Rate nilai premi, entah berdasarkan apa, saya juga tidak paham ilmunya.
   Semoga OJK terus menerus melakukan gebrakan mengenai kebijakan yang pro UKM seperti saya ini, apalagi ditambah kebijakan rate Modal Usaha yang super ringan dengan menetapkan Rate yang rendah berlaku sama untuk semua perusahaan Asuransi. Paling tidak dengan turunnya nilai Premi hingga hampir 60% tentu sangat berarti buat saya, dan pastinya pengusaha UKM lainnya yang memiliki Hutang Modal Usaha dengan sistem Agunan..Semoga.