Archery in 2017 Resolutions

   Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i). Diperkuat lagi oleh khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu yang berkata,”Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan berkuda”.


   Sejak berumur 7tahun kak Reva memiliki keinginan besar untuk berlatih memanah, entahlah mendapat ide darimana tapi sepertinya dia terobsesi serial anak Sophia the First di saluran tv Disney Channel, Sophia seorang putri yang pintar menunggang kuda dan pandai memanah. Untuk urusan berkuda kak Reva lebih berani dibanding 2 saudaranya, sejak kecil hingga sekarang secara berkala dia menunggang kuda di tempat yang agak jauh dari rumah, tepatnya di Trawas. Untuk urusan les memanah kami sudah coba daftar ke KONI, ternyata memanah ada syarat minimal umur yaitu 9th, mungkin karena panahan menggunakan anak panah yang ujungnya tajam dan tentu saja itu berbahaya. Kak Reva pun kecewa dan akhirnya kami berinisiatif untuk memberikan les musik saja. 

  Waktu berlalu tanpa terasa, kak Reva sudah berada di klas 5 SD, saat inilah extrakulikuler panahan di sekolah mulai di adakan untuk pertama kalinya, tentu saja dengan sangat antusias kak Reva mendaftarkan diri dan keinginan kak Reva untuk berlatih memanah kembali menggebu. Sembari mengatur waktu akhirnya kami bersepakat mendaftarkan kak Reva ke KONI Jatim untuk les panahan, di hari minggu dan sesekali sabtu. Terpaksa mengambil les privat karena les reguler yang biayanya jauh lebih murah di adakan di sore hari sekolah, padahal anak-anak berada di fullday school. Dan ternyata adek Mika yang belum cukup umur untuk panahan (belum 8th) sudah diperbolehkan mendaftar, mungkin karena laki-laki atau bongsor?? Kami tidak tau pasti, dan karena adek Mika tertarik juga, kami pun mendaftarkan mereka berdua. 

  

  Olahraga Panahan memang tidak murah, selain peralatan panah Standart Bow yang harus dimiliki secara personal, karena ukuran Busur berbeda tiap orang, yang dinilai berdasarkan dari segi keahlian, berat dan tinggi badan, terpaksa harus membeli 2 macam Busur, milik Mika bermerk “PILOT” dan milik kak Reva bermerk “Cartel Sirius” dan kedua anak ini juga harus mengumpulkan akte kelahiran guna mengurus dokumen kepemilikan peralatan panahan yang termasuk senjata tajam. Dua bulan ini anak-anak berlatih, sesekali mama dan papa ikutan hanya untuk urusan photografi a.k.a pencitraan (..hahaha). Alhamdulillah, mereka sangat bersemangat, sebentar lagi kak Reva akan mengikuti seleksi untuk mendaftar sebagai Atlet Panahan, sementara di sekolahpun dia telah ditunjuk oleh Coachnya sebagai Ketua extra panahan untuk jenjang 5, setelah berhasil mengalahkan peserta yang lain. Untuk adek Mika, masih sebagai sarana berolahraga saja, belum ada target untuknya sampai umur 9th. Tetap semangat anak-anak, mama dan papa yakin kalian akan menjadi atlet panahan yang berprestasi..aamiin



“You must not only aim right, but draw the bow with all your might”.-Henry David Thoreau- .