Amor Royalty 2017, goes to Japan! 

   Alhamdulillah, Amor Royalty yang sempat vakum setahun di 2016, tahun 2017 ini kembali memberikan Reward untuk toko kami Dea Wijaya berupa 2 tiket perjalanan wisata ke Jepang. Untuk kesekian kalinya, kami adalah satu-satunya retailer Pribumi dan selama 3x Amor Royalty, bersama Bravo grup, kami adalah 2 peserta yang konsisten memenangkan Reward ini, 2014 (USA-Canada), 2015 (Portugal-Spain) dan di 2017 insyaAllah Jepang. Entahlah ini firasat atau bukan, tulisan penutup saat menceritakan perjalanan reward Amor Royalty 2015, tentang harapan mendapat kesempatan berkunjung ke negara Sakura, ternyata terkabulkan, semoga ini adalah wujud keRidhoan Allah Azza Wa Jalla atas usaha, doa dan impian yang tengah kami perjuangkan. Bagaikan dejavu, sesaat memperoleh Amor Royalty 2015, di tahun 2013 juga sempat membayangkan perjalanan ke Eropa untuk melihat secara dekat jejak-jejak kejayaan Islam disana yang terilhami tulisan Hanum Rais berjudul 99 Cahaya di langit Eropa. Alhamdulillah dalam kurun waktu 2tahun, Allah telah mewujudkannya, padahal saat itu tujuan awal wisata Amor Royalty 2015 adalah Yunani dan Turki, dikarenakan faktor Krisis Moneter dan issue tentang ISIS, maka perjalanan diganti menuju Portugal dan Spanyol, meski tidak ada Cordoba dan Granada dalam itinerary perjalanan kami di Spanyol, namun kami sempat mampir ke Zaragoza dan menemukan beberapa jejak-jejak Islam disana. 

   Jika biasanya wisata Amor Royalty mengunjungi 2 negara, kali ini hanya 1 negara saja, mungkin karena keadaan perekonomian yang belum stabil, namun patut kami apresiasi, Frisian Flag sebagai perusahaan besar sangat menghargai perjuangan kami, para retailer dan distributor dalam membantu penjualan produk mereka di Indonesia. InsyaAllah wisata ke Jepang terscedul di bulan Maret sekitar tanggal 21 hingga 26, semoga tidak ada perubahan, karena pada kalender pendidikan anak-anak, mereka akan menghadapi Ulangan Akhir Tema (UTS) yang dilaksanakan tanggal 27 Maret. Persiapan fisik akan dimulai dari sekarang, dengan berolahraga secara teratur, baik itu jalan kaki maupun berenang (termasuk resolusi penurunan BB di tahun ini..hiks), selain itu persiapan dana dan tak kalah penting persiapan fotografi nya (karena belum tentu kami memiliki kesempatan lagi), namun yang paling penting dari semuanya adalah semakin rajin berdoa agar tercapai semua impian yang dihajatkan kepadaNya. Terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia yang telah Engkau berikan kepada kami, hingga setiap tahun Engkau ijinkan kami berdua menikmati keindahan ciptaanMu. 

When you have “faith in Allah”, you have “confidence”. You can doubt about your abilities, but you can always be sure of Allah!”


AMOR Royalty 2015 – part 4 (Madrid to Barcelona via Zaragoza, Spain)

“Travel isn’t always pretty. It isn’t always comfortable. Sometimes it hurts, it even breaks your heart. But that’s okay. The journey changes you – it should change you. It leaves marks on your memory, on your consciousness, on your heart, … Continue reading

AMOR Royalty 2015 – part 2 (Lisbon to Madrid via Badajoz, Spain)

Rasulullah SAW bersabda: “Lakukanlah bepergian, maka kalian Sehat.” – HR. Ahmad –   Morning Call berbunyi tepat pukul 6 pagi, dan tentu saja kami telah lebih dulu bangun karena menunaikan sholat Subuh. Alhamdulillah terbangun dengan kondisi segar bugar dan siap … Continue reading

AMOR Royalty 2015 – part 1 (Lisbon, Portugal)


“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
– QS Al Mulk :15) –

  Alhamdulillah, jika setahun lalu saat hubby menjelang 40tahun Allah Azza Wa Jalla memberikan hadiah super keren berupa Amor Royalty 2014 traveling US dan Canada, maka kali ini disaat usia saya mendekati 40tahun kembali Allah memberikan hadiah tak kalah keren berupa Amor Royalty 2015 vacation ke Spanyol dan Portugal..ALLAHUAKBAR. Tiada terkira rasa syukur kami ya Allah, Life begin At 40 begitu indah dan berkesan buat kami berdua, tiada pernah terbayang sebelumnya kami akan berjalan-jalan ke belahan dunia yang berbeda..MASYAALLAH.

image

  Setelah semalaman cek and ricek semua keperluan perjalanan kami ke Portugal dan Spanyol, termasuk diantaranya ID card, paspor-visa, uang saku, dan tentu saja kamera beserta lensa Sapu Jagad yang baru kami beli (merk Tamron, bukan Nikon yang sesuai bodynya, selain mahal, cukuplah untuk ukuran kami yang masih amatir ini), segala macam bentuk aplikasi android untuk keperluan disana, antara lain jadwal Sholat, Skype untuk komunikasi dengan anak-anak dll, tak lupa menyiapkan semua keperluan anak-anak yang akan kami tinggal seminggu dan si Emak dengan segala aturan mainnya. O ya kali ini kami tidak membawa tongsis, trauma berat dengan kejadian di Abu Dhabi saat akan bertolak ke Amerika tahun lalu, cukup minta tolong kru FFI saja, dan tentu saja lebih memuaskan hasilnya bukan..hehehe
  Finally, Sore ini tanggal 14 Mei 2015, kami berangkat menuju Jakarta disaat anak-anak kami telah pulang dari Sekolah. Berpamitan dengan anak-anak dan adek Mika sempat rewel, seakan tidak ingin melepaskan kami untuk menaiki taxi yang telah siap mengantarkan kami berdua. Waktu menunjukkan pukul 4 sore, kami segera meluncur ke Bandara Juanda untuk segera terbang ke Jakarta dengan pesawat Garuda pukul 5 sore. Di Juanda kami bertemu dengan anggota tour yang lain, yaitu Bapak-Ibu Franky (toserba Bravo), Bapak Peter-nonik Agnez (toserba Keraton) dan Bapak-Ibu Budi-nonik Celline (toserba Remaja), Alhamdulillah banyak teman dari Surabaya, tidak seperti tahun lalu, kami hanya berdua saja.
  Sampai di Jakarta kami masih harus menunggu Pesawat yang akan menerbangkan kami menuju Dubai, karena pesawat kami adalah Emirates. Kami bertujuh menuju Lounge yang ditetapkan oleh FFI sebagai tempat meet and greet tepat pukul 21.30, selain briefing juga untuk berkenalan dengan anggota tour yang lain dan tour leader, guna menjelaskan sedikit tentang keperluan kami disana. Bertemu dan berkenalan dengan koko Sen-Sen (Sami Laris dari Klaten, beliau partner lama hubby namun hanya ngobrol barter barang di telpon dan belum pernah jumpa darat), koko San-San (Distributor Jakarta), Bapak Thamrin dan istri (Distributor Jakarta), tour leader Mas Hendy serta kru dari FFI, ada pak Oky, pak Franky, bu Vera (para petinggi FFI ini tahun lalu juga mengawal kami ke Amerika) dilanjut bu Pira, pak Reza, pak Omar, pak Hendro dan terakhir pak Banu (perwakilan dari FFI Jawa Timur) . Total ber-20 orang kami berangkat menuju Portugal and Spanyol.

Jakarta menuju Dubai

image

  Waktu menunjukkan pukul 23.15 kami segera boarding masuk pesawat Emirates dengan nomer penerbangan EK 359, Alhamdulillah bersebelahan dengan pak Peter dan nonik Agnez, tidak merasa sungkan jika harus beribadah di dalam pesawat. Perjalanan ditempuh dalam waktu 6jam menuju Dubai. Saat hendak take off, sempat kaget mengapa tidak diperdengarkan “Doa Naik Kendaraan”, berbeda dengan Etihad, padahal sama-sama berasal dari UEA. Jadi marilah kita berdoa menurut keyakinan masing-masing saja, beruntunglah Manchester City menggandeng Etihad bukan Emirates (..apa hubungannya?? 😂). Kenyamanan pesawat tidak kalah dengan Etihad, style Pramugari nya juga hampir sama, namun menu makanan lebih bersahabat Emirates daripada Etihad, lebih cocok di lidah.
  Sampai Dubai masih pagi dan kami masih harus menunggu pesawat yang akan menerbangkan kami ke Lisbon. Kondisi Bandara tidak jauh berbeda dengan Abu Dhabi, banyak bule berkeliaran dibandingkan orang Arab sendiri. Banyak Counter merk ternama berjualan Parfum dan Minuman Keras yang cukup menyolok.
  Menyempatkan diri untuk selfie-selfie bareng nonik Agnez selagi menunggu bergantian untuk urusan ke Toilet. Tak lupa foto-foto di ruang boarding pesawat, sembari menunggu jadwal kami berangkat.

image

Touchdown in Lisbon
  Pesawat Emirate EK 191 telah siap mengantar kami menuju Lisbon, Portugal. Mendarat di Portugal pada siang hari dan matahari bersinar dengan cerahnya, sekitar pukul 12.45, setelah melalui pemeriksaan Imigrasi yang sepi, kami pun memasuki Portugal dengan lancar.

image

   Cuaca cukup panas, sekitar 20°C bahkan mungkin lebih, anginpun ikut bersemangat menyambut kedatangan kami, bahkan saat pendaratan pesawat tadi terasa begitu menakutkan, goncangannya sempat membuat sport jantung 😨. Dan kali ini jaket yang saya kenakan benar-benar terasa salah kostum, terus terang saya tidak tahan dengan udara dingin di pesawat. Mau melepas Jaket, baju hem yang saya kenakan sangat tipis, mau ganti malas ribet buka Koper karena setiba di Lisbon kami langsung City Tour, Koperpun ada di Bagasi Bus. Yach sudahlah, lagian memang diniati tampil cantik, untuk kepeluan Fotografi saya selalu mewajibkan diri untuk tampil fashionable apalagi di Luar Negeri, ada misi dakwah yang ingin saya sampaikan, bahwa berhijab juga bisa tampil cantik dan fashionable, hasilnya beberapa sahabat dan teman tertarik dan memutuskan berhijab setelah melihat foto-foto saya yang menawan (..gubraakk). Kami segera mampir makan siang, seperti biasa Chinese Food di Joida Do Palacio Chino Restaurant adalah makanan yang masih dapat beradaptasi dengan lidah kami. Sungguh, terkadang ada pertentangan batin apakah makanan yang kami makan ini halal atau haram, yang pasti adalah Subhat, padahal jika dihukumi Subhat, wajib pula kita tinggalkan jika tersedia makanan lain yang halal. Ya Allah ampuni kami, kami makan berdasarkan informasi dari tour leader yang mengatakan ini “No Pork”, dan Bismillah kami melahapnya karena kami sangat lapar, makanan di Pesawat tidak enak tapi lebih mending Emirates daripada Etihad, malah sangat tidak enak.

image

  Selepas makan siang kami melanjutkan agenda City Tour di Lisbon yang hanya setengah hari ini saja. Lisboa atau Lisbon adalah ibu kota Portugal. Penduduk kota ini berjumlah 600.000 jiwa dan di daerah metropolitan sekitar 2,5 juta jiwa (hampir sama dengan Sidoarjo, kota tempat tinggal kami). Jumlah ini kira-kira 1/3 penduduk Portugal. Lisboa terletak di tepi utara sungai Tagus. Selama di Lisbon terjadwal City Tour ke Jeronimos Monastery, Belem Tower, Komplek Vasco Da Gama (Bridge, Mall dan sekitarnya). Dengan kondisi letih kami mulai mengexplorasi Lisbon dengan rasa penasaran, seperti apakah negara yang sempat menjajah Indonesia ini (..#halah).

A. Jeronimos Monastery

image

  Bus Tour membawa kami menuju salah satu destinasi utama di Portugal, yaitu Jeronimos Monastery, Gereja Gothic terbesar di Eropa yang juga termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Gereja dalam kondisi ramai pengunjung wisatawan domestik maupun luar negeri, tidak sedikit penduduk asli berjualan ala pkl di sekitaran gereja, sebagian menjajakan semacam pashmina, tertarik sebenarnya tapi takut tertipu harga karena sulitnya komunikasi dengan bahasa Portugal yang sama sekali tidak paham. Hubby sedikit ogah-ogahan sejak awal, maklum kami peserta minoritas, kami juga seumur-umur belum pernah memasuki gereja, namun tour leader kami meyakinkan bahwa gereja ini sudah beralih fungsi sebagai Museum, tidak lagi dipergunakan sebagai tempat ibadah, tapi jika ingin berdoa tentu dipersilahkan. Kami masuk kedalam setelah membeli tiket dan mendapatkan perangkat earphone, karena kami dilarang berbicara keras didalam Gereja, jadi Tour Leader dan Guide kami menjelaskan tentang Museum ini melalui alat tersebut.

image

  Jeronimos Monastery adalah contoh Gereja (biara) dengan gaya Portugal yang menggabungkan Flamboyant Gothic, Moorish, dan awal pengaruh Renaissance. Hal ini ditandai dengan penggunaan detail rumit patung dan termasuk juga motif maritim.
  Pada 1496, Raja Manuel I (1495-1521) meminta izin Paus untuk membangun sebuah biara Perawan Maria untuk mengenang perjalanan sukses ke India. Permintaan itu dikabulkan dan konstruksi dimulai pada tanggal 6 Januari. Proyek ini didanai oleh harta dari eksplorasi di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan, serta pajak pada perdagangan rempah-rempah Portugis dari Afrika dan Timur (termasuk dari Indonesia juga kali ya??..)

image

  Raja menyewa arsitek Perancis (1460-1528), yang kemudian digantikan (1475-1552) dari Spanyol (1475-1552), Diogo de Torralva (1500-1566) dan Jerónimo de Ruão ( 1530-1601). Raja Manuel memilih mendirikannya di tepi sungai Tagus, menggantikan sebuah kapel kecil yang didedikasikan untuk St.Mary dari Belém oleh Pangeran Henry sang Navigator.

image

  Biara Jerónimos berisi Raja Manuel dan banyak tokoh penting dalam sejarah Portugis. Yang paling terkenal di antaranya adalah Vasco de Gama, yang prestasinya di laut turut menginspirasi design biara. Dan kami sempat berfoto di depan patung Vasco da Gama di atas peti mati yang berbentuk unik, diatas makam dari marmer berbentuk kotak empat segi panjang yang penuh ukiran itu, diletakkan patung marmer Vasco da Gama seukuran aslinya dalam posisi tidur terlentang dengan kedua tangan terkatub didada. Begitu melekatnya image Vasco juga para pelayar Portugis ini dengan area monastery menjadikan kawasan ini sebagai simbol “Age of Discovery” bersama-sama dengan Belem Tower (Torre de Belem). Terdapat juga patung-patung tokoh lainnya, termasuk penyair romantis Herculano (1800-1854) dan penyair Fernando Pessoa.
 

B. Belem Tower (Torre de Belem)

image

  Perjalanan kami lanjutkan menuju Belem Tower tidak jauh dari Jeronimos Monastery. Sepanjang perjalanan menuju Belem Tower kami disuguhkan pemandangan Dermaga yang sangat rapi dan bersih. Banyak kapal yang bsrsandar maupun berlayar dan sepertinya bukan untuk bisnis tapi lebih ke keperluan wisata.

image

  Bus kami telah sampai dan harus parkir agak jauh. Kami melihat dikejauhan sungai Tagus yang biru dan sangat Indah. Lima ratus meter berjalan menuju tepi utara Sungai Tagus, menuju Torre de Belem, sebuah kastil yang pernah dipakai sebagai benteng pertahanan maritim pasukan Portugis. Fungsi tower itu kemudian berubah sebagai mercusuar bagi kapal-kapal yang akan berlabuh di pantai Lisbon.
  Belem Tower yang dibangun sejak tahun 1502, sebagai pengingat sejarah, dimana banyak pelayar2 kenamaan menarik jangkarnya dan berangkat menemukan “dunia baru”. Salah satunya adalah Vasco da Gama yang bertolak menuju India di 1497 melewati Tanjung Harapan di selatan Afrika. Landmark ini juga dikenal sebagai “Bunda Sungai Tagus,” fitur air bawah tanah yang dibangun di bawah tanah dulunya juga berfungsi sebagai rumah tahanan politik. Pada tahun 1983 Menara Belem turut dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Dan hingga sekarang berfungsi sebagai museum. Sama dengan Jeronimos, kastil 4 lantai ini dibangun ala Manueline style (Gothic) di muara Sungai Tagus. Tepat di muara sungai Tagus yang sekarang menjadi bagian dari Pantai Lisbon ini, dimana ratusan tahun yang lalu kapal-kapal pelayar Portugis mengitari Bumi termasuk ke Indonesia.

image

C.Vasco Da Gama Bridge

image

  Agenda City Tour terakhir kami di Lisbon-Portugal adalah melihat Vasco Da Gama Bridge dan Shopping di Vasco Da Gama Shopping Center. Menyusuri kota Lisbon sepertinya hanya nama dan wajah Vasco Da Gama saja yang berada dimana-mana. Vasco Da Gama, seingat saya saat masih kecil adalah nama seorang Penjajah dari Portugis yang menguasai Indonesia, khususnya Maluku jauh lebih dulu sebelum akhirnya dikuasai oleh Belanda. Bahkan saat akan berangkat, si bontot Mika melempar celetukan sebagai wujud protes tidak ingin ditinggal,”Mama-Papa ngapain sih jalan-jalan ke negara Penjajah?? :evil:,”. Setengah kaget saya jawab sambil tertawa “Lhoh adek Mika koq tau kalo Portugis adalah penjajah??,”. “Iya Ma, aku sudah diajari ustadzah tentang negara-negara yang pernah menjajah negara kita,” lanjut Mika. “Wahh..adek hebat,”lanjut saya lagi.
  Kembali tentang seorang Vasco Da Gama, dilahirkan tahun 1460 dan wafat tahun 1524 dikenal sebagai penjelajah Portugis yang menemukan jalur jalan laut langsung dari Eropa ke India dengan berlayar mengelilingi Afrika. Orang-orang Portugis sudah lama mencari jalur ini dimulai oleh Pangeran Henry Sang Navigator (1394-1460) Dan kemudian dilanjutkan tahun 1488 oleh sebuah ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Bartolomeus Dias telah sampai dan mengitari Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika dan kembali ke Portugis. Dan Expedisi dilanjutkan oleh Vasco Da Gama atas perintah Raja, sampai dia menemukan India dan dilanjutkan hingga ke Maluku, Indonesia.

image

  Kontribusi Vasco Da Gama mendapat pengakuan dengan banyak tempat di kota Lisbon yang dinamakan dengan nama beliau. Jembatan sepanjang 17.2 km yang merintangi Sungai Tagus merupakan jembatan terpanjang di Eropa. Pembangunan bertujuan untuk mengurangi aliran trafik yang macet di Jembatan 25 de Abril yaitu jembatan merah yang mirip Jembatan Golden Gate di San Francisco. Ia secara resminya dibuka kepada umum pada 29 Maret 1998 untuk menyambut ulang tahun yang ke 500 penemuan jalan laut dari Eropa ke India oleh Vasco Da Gama.
  Proyek ini memakan waktu 18 bulan untuk disiapkan sepenuhnya. Satu lagi struktur yang membawa nama Vasco Da Gama adalah sebuah menara yang didirikan di tepi Sungai Tagus dan tidak jauh dari Vasco Da Gama Bridge. Menara yang berbentuk layar kapal itu menggunakan besi baja setinggi 145 meter. Menara ini juga siap dibangun pada tahun 1998 saat berlangsungnya World Expo di Lisbon. Sebelah Vasco Da Gama Tower ini sedang didirikan Vasco Da Gama Royal Hotel setinggi 20 lantai dengan 178 kamar. Pembinaanya dimulai pada tahun 2007 dan diperkirakan siap sepenuhnya pada tahun 2012. Berhadapan dengan Oriente Train Station berdiri Vasco Da Gama Shopping Mall di Park of Nations. Lokasi ini adalah tempat Expo ’98 World Exhibition diadakan.

image

  Secara keseluruhan Portugal ini menurut saya tidak ada yang spesial hanya mungkin mereka memiliki Tokoh salah satunya Vasco Da Gama yang membawa kejayaan Portugis bahkan membuatnya menjadi salah satu negara terkaya di Eropa, tapi itu dulu sekitar 500tahun yang lalu. Mungkin kalau sekarang hanya Christiano Ronaldo yang mereka punya (..hahaha). Oh ya selama dikota Lisbon yang hanya beberapa jam ini dan bahkan mampir ke pusat Mall terbesar dan terbaru malah terlupa membeli oleh-oleh, mungkin karena merasa kurang menarik dan rasa lelah yang sangat, kami hanya ingin segera masuk hotel dan beristirahat. City Tour ditutup dengan makan malam di Resto Fu Shin dan dilanjutkan menginap di Hotel Marriot Lisbon.

AMOR Royalty FFI 2015 (Spain and Portugal)

image

“Traveling dipercaya dapat membuat Anda lebih pintar, kreatif dan meningkatkan kemampuan Anda memecahkan masalah” [GeniusBeauty]

  Alhamdulillah, setelah terkatung-katung menunggu kepastian kabar tentang AMOR Royalty dari FFI, finally keputusan berangkat ke Eropa itupun datang. Portugal and Spain sebagai pengganti Turky dan Yunani yang dibatalkan terkait isu ISIS di Turky dan Krisis di Yunani. Kami sebagai satu-satunya pengusaha Pribumi telah mendapatkan kehormatan untuk kembali memperoleh Reward perjalanan tour ke Eropa. Untuk peserta tahun lalu hanya ada 2 peserta yang kembali mendapatkan kesempatan ini, yaitu kami Toserba Dea Wijaya dan Toserba Bravo dari Bojonegoro. Peserta kali ini lebih banyak dikuasai pengusaha dari Jawa Timur, pedagang Susu ternama antara lain, Borobudur-Jombang, Remaja-Surabaya, Vionata-Banyuwangi yang tak lain dan tak bukan adalah partner-partner kami dalam berbagi Susu, sepertinya perjalanan kali ini selain tentang perjalanan wisata akan disusupi agenda bisnis yang sangat intens demi menguasai perdagangan Susu di Jawa Timur..hehehe (semoga nyonya-nyonya yang diajak ini tidak bakalan BeTe karena dicuekin)
  Awal bulan ini kami sudah mulai pengurusan Visa, Alhamdulillah ada tambahan Visa lagi di Paspor kami berdua yang masih sepi, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran, namun ada informasi untuk visa Spanyol harus ada Finger Print dan kami pun harus ke Jakarta. Bagi teman-teman kami yang lain kebetulan non Pribumi, mungkin Eropa adalah destinasi wisata langganan mereka, sehingga Visa telah siap, entahlah, semoga saja kami berdua tidak perlu ke Jakarta seperti tahun lalu, cukup dengan perwakilan Kadubes Amerika dan Visa Canada pun cukup mengikuti Visa Amerika.
  Sebenarnya jika dibanding reward tahun lalu, destinasi wisata kali ini terkesan Downgrade, setelah benua Amerika, mendadak Eropa, pun terpilih negara yang termasuk kurang diminati yaitu Spanyol dan Portugal, waktu kunjungan juga diperpendek, jika Amerika hampir 2minggu termasuk perjalanan, Eropa kali ini hanya 1minggu. Mungkin semua ini tidak lepas dari melambungnya dollar dan jelas amat sangat berpengaruh dengan pembengkakan anggaran, bayangkan saja, tahun lalu reward Amerika 1 usd masih 8000 rupiah, sedangkan saat ini 1usd sudah menembus 13000 rupiah, jadi kami sangat memaklumi FFI selaku penyelenggara yang merupakan Produsen Susu, yang mana beberapa kandungan masih harus import, mereka juga pasti sedang mengalami sedikit kesulitan keuangan (bocoran dari salah satu SPG yang ditempatkan di toko kami, perusahaan sedang melakukan pengurangan tenaga kerja,..ya Allah semoga badai krisis ini segera berlalu..aamiin). Namun sebagai komitmen Perusahaan, reward ini harus tetap berjalan, bagaimanapun caranya. Kami selaku pengusaha juga merasakan hal yang sama, omset toko cenderung stagnan tidak seperti tahun-tahun lalu, dengan melambungnya harga-harga menyebabkan daya beli masyarakat menurun, bahkan rekap rekening yang akan kami lampirkan guna melengkapi keperluan pembuatan Visa, jauh dari rekap rekening tahun lalu, jika Amerika dan Canada bisa memberikan ijin Visa hingga 5tahun Multiply, entahlah dengan Spanyol dan Portugal, perbanyak berdoa yang penting disetujui walau mungkin untuk satu minggu keperluan wisata saja. Dari semua kesulitan diatas, masih banyak yang dapat kami syukuri, menerima Reward jalan-jalan keluar negeri yang gratis, tanpa kami dapat bayangkan sebelumnya, bermimpi pun belum pernah, yang ada dalam pikiran kami hanyalah bekerja dan beribadah yang terbaik, impian kami hanya ingin Bebas Financial, sehingga di hari tua nanti kegiatan kami dapat beribadah secara total, menyiapkan tabungan Haji dan keperluan usaha untuk anak-anak kami kelak sebagai generasi penerus.
  Sambil menanti tanggal keberangkatan kami yang telah ditetapkan tanggal 11 hingga 21 Mei, yang harus kami siapkan adalah perlengkapan seperti baju, sepatu dan tidak lupa Kamera DSLR, semoga ilmu tentang Photografi yang telah saya pelajari secara otodidak cukup membantu mengabadikan momen langka ini. Dan yang terakhir yaitu persiapan yang tidak kalah penting adalah doa-doa keselamatan dan kelancaran perjalanan wisata kami. Terimakasih ya Allah, hadiah dariMu sangatlah indah, selain keberhasilan bisnis kami, Engkaupun berkenan memberi lebih yaitu perjalanan Wisata gratis ke Eropa, semoga semua berkah ini menunjukkan keRidhoanMu atas usaha kami selama ini..aamiin