Canon yang hanya seumur Jagung

Saat liburan sekolah di Bali kemarin, hari terakhir di Legian dan sebelum moving to Lovina, musibah itu terjadi. Pagi hari, seperti biasa anak-anak main di pantai, dan seperti biasa si Mama ini kemana-mana selalu membawa kamera untuk mengabadikan momen yang indah, tiba-tiba ombak datang menerjang, kesalahan fatal, saya tidak siap dan akhirnya terjatuh bersamaan dengan kamera yang tergantung di leher. Oh…Noooo, basah kuyuplah si Canon kesayangan yang baru berusia menuju 6 bulan. Beberapa artikel pernah saya baca, untuk tidak langsung menghidupkan tapi dikeringkan terlebih dahulu, tapi tidak berhasil, Canon mati total. Micro SD segera saya keluarkan, untuk menyelamatkan yang tersisa, namun hingga detik hari ini entah dia berada dimana, padahal memory Reward ke Jepang terekam disitu semua (huaaaa…).

Setelah sampai dirumah, tidak ada terpikir untuk berusaha klaim ke Adira (karena setiap membeli di Hartono, sudah satu paket dengan perlindungan asuransi Adira), justru yang ada di otak harus segera service ke Canon. Berangkatlah kami ke Canon Surabaya, dan analisa pihak Surabaya, sepertinya rusak parah dan harus di kirim ke Jakarta, dan lagi-lagi saya menyanggupi untuk merelakan Canon di kirim ke Jakarta, setelah 2 minggu, kabar pun datang, biaya yang muncul tidak main-main hampir sama dengan membeli kamera baru.. huhuhu. Dari hasil pemeriksaan, yang terselamatkan hanya body kamera saja, dan akhirnya saya minta kirimkan kembali ke Surabaya. Kemudian Canon Surabaya menyarankan untuk mencoba klaim ke pihak Adira dengan membawa serta surat rincian biaya. Saat itulah saya baru sadar kenapa tidak langsung saja klaim ke Adira, kenapa musti muter-muter ke service Canon dulu.

Kemarin ke Hartono, untuk mencoba klaim ke Adira, si mas petugas mempersilahkan dunlut aplikasi “my hartono” di playstore, semua prosedur klaim harus melalui aplikasi tersebut. Walaupun garansi external untuk produk elektronik mirrorless ini 2 tahun namun untuk persetujuan klaim, terdapat pasal maximal 3 hari setelah kejadian, sempat down dan hopelessly, duh diganti gak ya??, nyeselnya gak ketulungan, kenapa setelah kejadian tidak langsung ke Hartono, tapi gimana caranya setelah dari Legian masih ke Lovina, yasudahlah, paling gak sudah berusaha dulu. Setelah si mas menjelaskan panjang lebar dan dibantu pengajuan laporan, Canon saya bawa pulang dan saya input semua keperluan klaim. Maximal Adira akan memberikan voucer 80% dari harga produk, dan proses berjalan hingga 35 hari, itu artinya jalan-jalan ke Aussie nanti tanpa Mirrorless (huaaaa..Nangis lagi). Sebenarnya masih ada SLR Nikon tapi beratnya gak ketulungan, hubby malas bantu bawa..hiks.

Mulai hobby motret setelah mendapatkan kesempatan jalan-jalan ke Luar Negeri, awal berangkat ke US dan Canada, uang saku kami gunakan membeli SLR Nikon, dengan pengetahuan yang terbatas tentang photography, hasil kurang maximal. Kemudian Reward kedua datang, kami berangkat ke Porto-Spain, sudah lumayan ilmunya, ditambah lagi membeli lensa Sapu Jagad, meski cuma merk Tamron, hasil lebih cetar membahana. Lanjut Reward ke Hongkong, kemudian Jepang, kami memutuskan membeli Mirrorless Canon, sebenarnya hasil jauh lebih bagus SLR namun lebih simple dan nyaman dengan Mirrorless, kamera inipun kami beli dengan uang saku Reward ke Jepang. Insyaallah bulan depan Reward dari Fitti yang kedua setelah Hongkong, yaitu Aussie (Alhamdulillah), namun hubby sudah warning keras untuk tidak membawa SLR, beli saja lagi mirrorless pesan beliau (duh..sayang uangnya). Ya Allah, semoga klaim Adira segera cair dan dapat mengganti voucer untuk membeli mirrorless yang baru sebelum berangkat jalan-jalan ke Aussie..aamiin

Advertisements

Resolusi 2016 tentang amalan Sholat dan Cabang Pertama

image

  Ritual awal tahun Masehi identik dengan penetapan Resolusi, tentang target dan harapan yang ingin dicapai ditahun ini. Tak lupa untuk mengevaluasi diri, tentang prestasi yang sudah diraih, target sepenuhnya, setengah atau malah gagal tercapai. Standart yang harus dinaikan, distabilkan atau malah diturunkan, agar pencapaian lebih mudah direalisasikan.
  Menentukan Resolusi wajib dilakukan di segala aspek kehidupan, baik secara Spiritual dan Intelektual serta Financial. Jika pencapaian resolusi tahun lalu diberikan nilai, mungkin saya masuk kategori “BC”, lumayanlah, Alhamdulillah, disyukuri saja dan kedepannya wajib ditingkatkan prestasinya.

A. Spiritual (paling Utama)
  Tahun 2015, puasa Sunah Senin-Kamis relatif stabil, tapi Tahajud sedikit kocar-kacir..hiks, namun saya antisipasi dengan Rawatib dan Witir serta Dhuha yang tak tertinggal..Alhamdulillah. Beberapa hari lalu sekilas membaca artikel di Islamapos tentang sunah muakkad dan ghairu muakkad, dan ternyata tingkatan sholat sunah adalah Tahajud, Witir kemudian Rawatib dan terakhir justru Dhuha. Jadi jika sudah rajin Dhuha hendaknya Tahajud, Witir dan Rawatib lebih ditingkatkan rutinitas ibadahnya, bukan kebalikannya.
  Di tahun 2016 ini keinginan terbesar saya adalah memperbaiki amalan Sholat, karena saya mengerti sekali jika amalan yang pertama kali dihisab adalah Sholat. Selain melaksanakan sholat Wajib di awal waktu, juga menambahkan sholat Sunah disela-selanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila sholatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari sholat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, “Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan sholat sunnah?” Maka sholat sunah tersebut akan menyempurnakan sholat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Setelah Sholat wajib ada sholat Sunah yang nantinya akan membantu kita di Akherat kelak. Ada beberapa Sholat Sunah yang ingin saya rutinkan pelaksanaannya.

(1).Tahajud, sunah paling utama namun paling berat..hiks
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Dan pada sebahagian malam, lakukanlah sholat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat ke tempat yang terpuji” [Al-Israa/17 : 79]
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ الصَّلاَةُ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ.
“Sholat yang paling utama setelah sholat yang fardhu adalah shalat di waktu tengah malam.”

(2).Witir, bagi saya witir ini sangat mudah jika dikerjakan setelah Isya’, walau diperbolehkan namun lebih utama jika dikerjakan setelah Tahajud, dan itu agak berat..hiks (lagi). Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang khawatir tidak bisa melakukan sholat witir pada akhir malam, hendaklah berwitir pada permukaan malam. Barang siapa yang berkeinginan untuk sholat pada akhirnya, maka hendaklah berwitir pada akhirnya. Sesungguhnya sholat pada akhir malam itu disaksikan oleh para malaikat, dan itu yang lebih utama,” (HR. Muslim 755. An-Nawawi 6/374).

(3).Rawatib, Alhamdulillah tidak pernah absen qobliyah Subuh dan ba’diyah Maghrib, belakangan inipun merutinkan 4rakaat qobliyah Dhuhur, karena pernah saya membaca Rasulullah tidak pernah meninggalkan qobliyah Subuh dan qobliyah Dhuhur. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat raka’at sebelum Dhuhur dan dua rakaat sebelum Subuh (HR.Bukhari). Dan keutamaan Rawatib terdapat dibanyak hadist, terutama langsung dari istri-istri Rasulullah sendiri.
#‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum Subuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no.725).
#Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan sholat sunah rawatib, dia berkata: saya mendengar Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“. Ummu Habibah berkata: saya tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut (HR. Muslim no. 728). Dan sebagai tambahan untuk Surat AlQuran yang dibaca saat Rawatib, tentunya lebih afdol jika kita mengikuti petunjuk hadist, apalagi yang sanadnya terbukti kuat. Seperti salah satunya dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kaafirun dan surat Al Ikhlas” (HR. Muslim no. 726). Dan PR lagi untuk menghafalkan salah satu ayat-ayat yang dibaca Rasulullah juga di sholat Rawatib, seperti hadist dari Sa’id bin Yasar, bahwasannya Ibnu Abbas mengakabarkan kepadanya: “Sesungguhnya Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunah sebelum subuh dirakaat pertamanya membaca (QS. Al-Baqarah: 136), dan dirakaat keduanya membaca (QS. Ali Imron: 52) (HR. Muslim no. 727). Dan yang pasti Rasulullah tidak pernah meninggalkan qobliyah Subuh dan Witir meski saat Safar. Seperti dijelaskan hadist dari As-Syaikh Bin Baz rahimahullahberkata: “Disyariatkan ketika safar meninggalkan sholat rawatib kecuali sholat witir dan rawatib sebelum subuh”. (Majmu’ Fatawa 11/390).

(4).Dhuha, Keutamaan sholat dhuha juga sama dengan sholat-sholat lain. Karena pada dasarnya ibadah apapun itu semakin teratur dilakukan maka semakin baik. Hanya saja, jika dibuat urutan, sholat Dhuha itu masih di bawah beberapa shalat sunat lainnya. Karena sholat Dhuha termasuk jenis sholat sunah yang “ghairu muakkad” (tidak begitu dianjurkan untuk dilakukan secara kontinyu). Maksudnya, jika Dhuha saja dilakukan secara teratur, maka shalat sunat Rawatib (yang mengiringi shalat-shalat wajib 5 waktu, qobliyah dan ba’diyah) seyogyanya lebih teratur lagi (istiqamah). Karena Rawatib lebih utama dari Dhuha. Sebagaimana jika Rawatib bisa istiqamah, maka shalat Witir harus lebih istiqamah lagi (karena Witir lebih utama dari Rawatib, bahkan Witir wajib hukumnya menurut madzhab Hanafiyah). Adapun surat yang perlu dibaca (setelah al-Fatihah) tidak harus as-Syams dan surat ad-Dhuha. Jika surat ad-Dhuha saya sudah hafal dari zaman baheula, kenapa as-Syams tidak hafal-hafal, ini yang harus dicapai di tahun ini, masak kalah sama anak-anak..hiks. Kalau belum hafal kedua surat tersebut, sebenarnya boleh saja membaca surat lain. Dan jika sudah hafalpun kedua surat tersebut tetap boleh membaca surat lain, karena kedua surat tersebut hukumnya hanya sunah saja.
  Jika dahulu Sunah itu dikerjakan berpahala, tidak dikerjakan tidak mengapa. Namun sekarang harus diubah, Sunah itu dikerjakan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan koq Eman-Eman

B.Intelektual
  Belajar merupakan kewajiban setiap manusia, selama kita hidup belajar harusnya tidak pernah berhenti. Seperti pesan Imam Syafi’i Rahimahullah, “Jika Kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, Maka kamu harus sanggup menahan perihnya Kebodohan.”
  Tahun ini target belajar selain tentang ilmu Akherat (mengikuti pengajian Quran dan Hadist), juga tentang ilmu Dunia, baik itu melalui buku, social media, juga seminar (yang terakhir ini jarang sekali saya laksanakan, dengan alasan keterbatasan waktu). Bidang keilmuan dan pengetahuan yang juga tak terbatas, misal tentang bisnis, investasi, kesehatan, resep masakan, hobby dan lain-lain. Apalagi Cabang akan segera buka, ilmu tentang Supermarket sudah kami kuasai, namun untuk Cabang ada sedikit perbedaan, yaitu spesialisasi Baby Shop dan rencananya ditambah Children Photographie, tentunya harus tekun belajar, terutama cabang ilmu yang dibutuhkan saat ini. Semoga target minimal “one month one book” dapat tercapai (harus!!).

C.Financial
  Persiapan Cabang yang akan kami lakukan di 2016 ini tentunya berpengaruh pada keuangan perusahaan untuk sementara, akan lebih banyak terjadi pengeluaran sebagai investasi awal di bisnis yang baru. Sehingga saving mungkin tidak dapat dilaksanakan secara optimal, kecuali untuk zakat dan Thr wajib diprioritaskan. Bahkan suntikan dana yang baru dari Bank sudah mulai kami lakukan, sebagai tambahan modal kerja Cabang. Semoga Cabang segera dapat beroperasi sehingga modal hutang dapat menjadi tanggung jawab Cabang, bukan malah membebani Pusat dan semoga modal hutang ini juga dapat terselesaikan dalam 5tahun kedepan..aamiin

image

  Semua Resolusi yang ditetapkan, walau tanpa standart yang jelas atau angka yang akurat, sebenarnya yang paling ingin saya lakukan adalah membuat jurnal, apalagi target tahun 2016 ini membuka Cabang, apalagi Cabang yang pertama setelah 20tahun kami bertahan dengan satu Toko. Bagaimana tahapan demi tahapannya dapat tertulis rapi di blog, sehingga kelak dapat memberi ilmu baik untuk diri sendiri, terutama kader kami, sehingga akan lebih mudah melakukan Duplikasi Cabang lagi kedepannya.
  Semua yang tertulis hanya semata-mata didasarkan pada keinginan untuk meraih Ridho Allah Azza Wa Jalla, (1).keinginan memperbaiki dan meningkatkan amalan Sholat agar semakin dekat dengan Allah sebagai wujud Syukur atas semua Karunia-Nya, (2).keinginan memiliki usaha baru juga demi tugas khalifah untuk memakmurkan bumi dengan membuka lahan pekerjaan. Semoga semua harapan dapat berjalan dengan lancar, target dapat tercapai dengan optimal..aamiin

“Hidup tak hanya haha hihi tanpa makna.. Hidup itu perjuangan untuk mendapat makna, menjadi berarti bagi sekitar dan punya nilai dimata-Nya”

Happy Wedding ustadz.Hakam

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ
BAAAROKALLOOHU LAKA WA BAAROKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMAA FIII KHOIRIN
 
“Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.”       

image

  Alhamdulillah, hari bahagia itu tiba, ustadz Hakam, guru mengaji kami telah menikah hari Sabtu, 3 oktober 2015 dengan wanita terpilih yang sangat beruntung. Ustadz Hakam, mengenalmu sejak 2tahun yang lalu, disaat adek Mika memasuki TK B dan sudah dapat ditinggal untuk mengambil kelas belajar membaca Al’Quran dengan metode Tilawati yang diadakan oleh Komite Sekolah. Dan Alhamdulillah, engkaulah yang terpilih mengajari kami, ibu-ibu wali murid TK B yang berjumlah 7orang. Saya, bu Annisa, bu Neni, bu Rina, bu Mimi, bu Wahyu dan bu Nita. Ustadz begitu sabar mengajari kami yang sudah kesulitan melafalkan huruf-huruf hijaiyah, dan semua hafalan Tajwid dan Gharibnya. Bahkan kami memutuskan untuk tidak mengikuti munaqosah, hanya ingin mengulang lagi hingga kami siap, dan ustadz pun masih sabar untuk membimbing dan terus memotivasi kami. Ustadz tidak melulu mengajarkan cara membaca saja terkadang kami juga bertanya tentang fiqh, syariat dan apasaja, bahkan hal-hal remeh temehpun, ustadz dengan sabar menjawabnya.
  Memasuki awal kelas 4, Alhamdulillah takdir membawa ustadz Hakam terpilih menjadi ustadz kak Reva sebagai pengganti ustadzah mengajinya di kelas 3. Hal ini tentu memudahkan Ustadz Hakam dan saya untuk bekerjasama demi kemajuan kak Reva. Kebetulan dan kemudahan ini tidak lepas dari Karunia Allah, saya dan kak Reva semakin bersemangat untuk bersaing secara sehat dan saling memotivasi agar kami dapat melalui ujian munaqosah dengan lancar dan dapat diwisuda bersamaan (semoga..aamiin).
  Tak besar nilai cinderamata dari kami ustadz, hanya berupa gelang dan cincin emas yang tak seberapa berat gramnya..hiks. Namun kami, ibu-ibu akan selalu mendoakan agar pernikahan ustadz bahagia, langgeng hingga maut memisahkan, sakinah mawaddah warrahmah dan berada dalam lindungan Allah SWT, juga adanya pahala yang mengalir di setiap kali kami mengaji Al’Quran untuk keberkahan kehidupan Ustadz dan keluarga..aamiin.

Life begin at 40

Allahumma tawwil ‘umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ‘ibadikas salihina. (Ya Allah panjangkanlah umur kami dalam mentaati-Mu, dan mentaati utusan-Mu serta jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh.)

image

  Hari ini, Rabu tanggal 30 September 2015, umur saya tepat berada di usia 40 tahun. Alhamdulillah saat ini dalam keadaan Sehat Walafiat dan Bahagia. Melantunkan doa-doa terbaik, semoga dapat selalu menjadi Anak yang berbakti kepada orangtua, Ayah, Ibu dan Mama, Istri sekaligus Ibu yang terbaik bagi suami dan anak-anak, semakin sayang dan sabar, bertanggungjawab, selalu sehat, murah rezeki, semakin Shalihah, bermanfaat bagi Umat, sukses dunia dan akherat..aamiin
  “Life begin at 40” adalah ungkapan yang biasa diucapkan untuk menggambarkan tempo kematangan seseorang manusia bermula pada umur 40 tahun. Penemuan ilmiah terbaru menegaskan bahwa perkembangan otak tidak sempurna (sampai pada batas kesempurnaan) kecuali di penghujung usia 40 tahun. Dan usia ini telah ditetapkan oleh Al Quran 14 abad yang lalu dan Allah Azza Wa Jalla dengan tegas menyebut usia 40 tahun itu haruslah mendapat perhatian,

Allah Ta’ala berfirman,   حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

  Seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun berarti akalnya sudah sampai pada tingkat kematangan berfikir serta sudah mencapai kesempurnaan kedewasaan dan budi pekerti. Sehingga secara umum, tidak akan berubah keadaan seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun.
  Al-Tsa’labi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun karena ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya.”
  Menilai diri sendiri itu tidak mudah, apalagi menilai keberhasilan, begitu banyak hal yang membutuhkan instropeksi diri. Jika dilihat keberhasilan dari materi, tentu sawang sinawang, keberhasilan perusahaan belum tentu diimbangi kekuatan financial yang kokoh, terbukti hingga saat ini saya belum bebas financial. Sebagai anak sekaligus manager perusahaan orangtua, hingga saat ini belum bisa mendapatkan reward terbaik dari orangtua, terutama Ayah, karena yang menjadi barometer Ayah adalah bebas financial..hiks. Menjadi boss yang baik untuk anak buah?? Semoga saja tetap menjadi boss yang sabar namun tegas dan dapat menjadi coach yang turut membimbing dan mengembangkan skill yang mereka miliki hingga suatu saat merekapun bisa menjadi pengusaha.
  Menjadi menantu yang baik?? Belum juga, masih jarang mengunjungi Mama (yang sekarang tinggal bersama kakak ipar) karena faktor kesibukan, namun yang pasti saya harus selalu sempatkan berkomunikasi melalui telpon. Apakah sudah menjadi mama terbaik untuk anak-anak?? Sepertinya perlu ditanyakan langsung kepada anak-anak, yang pasti sekarang semakin rajin memasak, berusaha menjadi guru yang sabar untuk Mika dan Reva, serta menjadi Sahabat untuk kak Belva. Menjadi istri shalihah untuk suami??, inipun perlu ditanyakan langsung pada beliau, saya hanya terus berusaha menjadi pendamping terbaik dalam suka maupun duka.
  Bagaimana hubunganmu dengan Allah??..Astaghfirullah, masih banyak yang harus diperbaiki, seperti meng’Ontime’kan sholat Wajib dan lebih banyak lagi menambahkan yang Sunah, lebih sering mengaji baik dirumah maupun dimasjid, lebih banyak menimba ilmu agama, semakin rajin datang ke Majelis Taklim (prioritaskan dulu yang disekolah anak-anak). Tentu dengan semua karunia Allah yang sedemikian besar untuk saya selama ini, hendaknya tidak membuat takabur justru sebaliknya harus banyak bersyukur dengan cara beribadah yang terbaik.
  Ibrahim al-Nakhai rahimahullah berkata, “Mereka berkata bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya.” (Lihat: al-Thabaqat al-Kubra: 6/277)
  Semoga apa yang tertulis diatas bukan lantas menjadi putus asa bahkan abai dengan peringatan tersebut, justru ajang pembuktian diri bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar memperdalam agama guna memperbaiki diri baik aqidah, akhlak maupun syariatnya. Menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi, baik itu sebagai anak dan menantu dari orangtua terhebat, Istri dari suami sekaligus partner kerja terbaik, Ibu dari anak-anak tersayang, sekaligus sebagai Ibu dari pegawai toserba Dea Wijaya terkasih. Sifat dan Sikap yang buruk dapat dirubah dan harus yakin bahwa Allah Azza Wa Jalla Maha Rahmat dan Maha Pengampun atas semua dosa dan kesalahan kita. Optimis adalah kata kunci, selama masih hidup kesempatan dan semangat untuk perbaikan harus selalu ada dan terus menyala, terutama dalam hal Ibadah.

“You shouldn’t just be yourself. You should be someone better so that Allah loves you more”

Mioma dan Diet golongan Darah

   Dua tahun setelah kelahiran Mika saya merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan jadwal menstruasi saya, mencoba cuek karena tidak terlalu mengganggu. Setelah Mika berumur 4tahun saya mulai tidak nyaman karena jadwal ibadah sedikit/banyak terganggu. Mencoba menemui SpOG dr.Joni yang telah membantu kelahiran ke3 anak saya. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, beliau berucap,”Tidak ada masalah yang serius, mungkin kamu capek atau stress saja, semua pemeriksaan hasilnya baik. Cobalah untuk lebih rileks dan jangan lupa untuk papsmear secara rutin ya,”.

image

  Ramadhan 2015 kali ini benar-benar saya tidak tahan, selama lebih 15hari saya belum dapat menjalankan puasa dengan sempurna, terpaksa berpuasa walaupun dengan kondisi menstruasi, karena pernah membaca salah satu hadist Nabi SAW di kitab Bulughul Maram, jika lebih dari 7hari bisa saja itu penyakit atau gangguan Jin, jadi tetaplah beribadah. Kembali menemui SpOG kali ini bukan dr.Joni karena saya mulai merasa tidak nyaman dengan dokter laki-laki dan kebetulan sahabat dari kakak ipar yang juga tetangga sebelah rumah dari mertua ini adalah SpOG yang belum lama membuka praktek di RS.Mitra Keluarga daerah Waru yang sangat dekat dengan Rumah. Dari hasil pemeriksaan, dr.Niken menemukan Mioma yang berukuran 2.9cm menempel di dinding Rahim. Beliau berkata,”Koq dr.Joni gak keliatan ya ada miom begini, apa masih terlalu kecil waktu itu?,”. “Iya mungkin dok, soalnya hampir 3tahun yang lalu sih,” jawab saya. Dr.Niken melanjutkan,”Intinya Miom ini tidak ganas, hanya cukup mengganggu karena mengacak-acak jadwal menstruasi dan seringkali pendarahan, tapi usahakan jangan membesar lagi, jangan lebih dari 5cm, caranya ubah gaya hidup, yach..lebih sehat sajalah segala sesuatunya, misalnya olahraga, perbanyak sayur dan buah, jangan konsumsi Junkfood/bahan pengawet, jaga berat badan jangan sampai obesitas dan yang terpenting jangan Stress. Untuk menertibkan kembali jadwal menstruasi nanti tak resepkan obat semacam pil KB ya, kontrol lagi 3 dan 6 bulan kedepan,”. “Apakah Miom itu genetik dok??, karena ibu saya juga punya Miom dan sudah diangkat beserta rahimnya, dengan pertimbangan telah lanjut usia, daripada operasi dan tumbuh lagi, jadi sekalian saja,”saya melanjutkan. Dr.Niken meneruskan,”sebenarnya tidak juga, semua perempuan produktif berpotensi punya Mioma, kalaupun tidak dioperasi, saat menopouse dia akan kempes dengan sendirinya, asal tidak terus membesar dan pendarahan, intinya jangan stress ya, tidak usah mikir tentang operasi, kita terapi obat saja dulu, kalaupun tidak mengecil jangan dibiarkan membesar,”. “Baik dok, siap laksanakan!,”jawab saya. Setelah ngobrol panjang lebar karena sudah lama tidak ketemu, saya, suami dan dr.Niken kangen-kangenan, finally ongkos dokterpun Free of Charge alias Gratis, jangan sering-sering ya dok..hehehe
  Merubah gaya hidup itu tidak mudah, apalagi olahraga, sementara sport favorite satu-satunya hanya berenang yang terhenti sejak saya memahami bahwa meski berenang mengenakan baju renang muslimah, tetaplah haram jika di kolam renang umum, harus kolam renang khusus muslimah dan itu jauh dari rumah, ada jadwalnya pula, karena kolam renang itu sendiri milik salah satu Sekolah Islam ternama di Surabaya (duh..). Bagaimana dengan pola makan, nah mungkin ini bisa disiasati, kebetulan untuk sayur dan buah hampir tiap hari mengkonsumsinya, karena di pasar perumahan lengkap tersedia. Satu lagi larangan untuk tidak Stress, kalo yang ini tidak bisa janji juga, terkadang meski kami pengusaha sudah terlihat senior dan tumoto segala sesuatunya, namun tantangan, hambatan dan rintangan tidak berhenti tuk menghampiri..hiks. Yach..Alhamdulillahnya saya memiliki Partner di segala aspek kehidupan, jadi apapun hambatan dan tantangan ada teman untuk berbagi pikiran dan hati, hingga sehidup semati (cie..)

image

  Kembali lagi masalah pola makan, beberapa kali membaca tentang Diet Golongan Darah, ingin sekali dapat secara tertib menerapkannya. Saya sendiri adalah Golongan darah B dan Darah B diwajibkan mengkonsumsi Ikan, diharamkan daging putih (unggas) dan untuk daging merah (sapi) netral saja. Sumber makanan berbahaya bagi B selain Unggas adalah Seafood (huaaa..nangis kalo yang ini, cheating sesekali gpp deh), Kacang-kacangan (termasuk di dalamnya kedele, jadi tahu, tempe dkk itu haram hukumnya..oh, tidaakkk), Jagung dan Gandum, untuk buah dan sayur termasuk di dalamnya Alpukat, Tomat, Belimbing dan Pir. Untuk bahan penyedap seperti Saus Tomat dan Saus Salad (mayonese), tidak lupa Es Krim pun tidak diperbolehkan (nangis makin keras..huahua).
  Hasil dari belajar tentang Diet Golongan Darah adalah semakin rajin ke dapur, menguji resep berbagai menu olahan Ikan. O ya, sebenarnya saya punya riwayat Alergi, namun saat kuliah dulu sudah pernah terapi Alergi dan Alhamdulillah sembuh walau belum 100%, yach..semoga dengan mengkonsumsi Ikan secara terus menerus tidak memperburuk riwayat Alergi yang dulu pernah ada. Bagaimana lagi Golongan Darah B hanya boleh makan Ikan, boleh Daging merah tapi disarankan daging kambing (duh..sate-gule mulu ya, panas dong ahh..hahaha).
  Beberapa resep dengan bahan dasar Ikan telah diujicobakan di dapur dan anak-anak suka, suami jangan ditanya, dia pasti penolak nomer wahid, untung saja beliau bukan golongan darah B tapi A yang justru sebaliknya, membolehkan daging putih aka Unggas dan mengharamkan daging merah. Hari ini saya mencoba menu Patin Balado (semua resep adalah hasil Browsing internet), hasilnya Makyuss dan Sold Out tentunya (Alhamdulillah). Di tengah badai Krisis Moneter, memasak sendiri di rumah tentunya merupakan salah satu sarana penghematan. Karena jajan diluaran selain mahal kita juga tidak tau bahan pengawet apasaja yang ditambahkan, apalagi tentang halal dan haramnya. Harapannya dengan menggunakan pola makan berdasarkan Diet golongan Darah, akan ada perubahan terhadap penyakit Mioma yang saya derita ini, meski tidak dapat mengecil namun dapat menghambat pertumbuhannya (..aamiin). Dengan mengubah gaya hidup, kualitas hidup dapat kita tingkatkan menjadi lebih baik lagi. Tentunya tidak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah untuk memohon kesembuhan (termaauk didalamnya perbanyak ibadah sunah dan sedekah) dan atas semua ikhtiar dan doa yang dilakukan, jalan terakhir yang harus dilakukan adalah berTawakal.

Allah mengirimkan penyakit untuk hambaNya bukan saja sebagai bahan ujian namun juga terselip hikmah, semakin semangat belajar memasak demi kesehatan keluarga tidak hanya untuk diri sendiri saja, Alhamdulillah..^___^

image

MERDEKA itu…????? #70thRI

image

MERDEKA itu Melepaskan diri dari penghambaan kepada makhluk..Menuju penghambaan hanya kepada Allah Sang Khaliq semata..#IndonesiaBertauhid

MERDEKA itu menjadi Pengusaha sehingga dapat memiliki ladang Dakwah berupa membuka lahan pekerjaan dan membantu para pedagang.

MERDEKA itu berani tidak berjualan MIRAS dan ROKOK, termasuk juga produk Makanan dan Minuman tanpa Sertifikat Halal MUI, yang bertujuan melindungi customer dari mengkonsumsi yang tidak halal/syubhat.

MERDEKA itu segera buka Cabang yang pertama di awal tahun 2016..(InsyaAllah)

image

MERDEKA itu dapat melaksanakan umroh tiap Tahun, setelah Ibadah Haji terlaksana..(aamiin) #dreams

MERDEKA itu dapat mengikuti pengajian baik Tartil, Tarjim, Tafsir dan Hadist dengan leluasa tanpa terbentur jadwal pekerjaan yang padat merayap.

MERDEKA itu dapat menjadi anggota Komite Sekolah secara aktif dan bertanggungjawab. (duh..belepotan mengatur jadwal)

MERDEKA itu Bebas Financial dan Bebas Keluyuran keliling Indonesia bahkan Dunia..(aamiin) #dreams

image

MERDEKA itu semakin canggih Memasak berbagai menu berbahan dasar Ikan..hehehe (mencoba diet berdasar golongan darah)

MERDEKA itu setiap bulan survey keliling bareng hubby, keluar kota, keluar pulau, hunting barang murah, mencari relasi baru, memperluas Networking sembari honeymoon..(uhuk) #lifebeginAt40

MERDEKA itu jika anak-anak sudah sangat disiplin dan memiliki tanggung jawab diri dengan baik.

MERDEKA itu kak Belva pada tahun ini menginjak usia 14 tahun (september) semoga lulus dari fase Tawanan dengan nilai sempurna sehingga memasuki fase Sahabat dengan lancar bebas hambatan..(aamiin)

MERDEKA itu adek Mika mulai memasuki fase Tawanan dan harus berlatih tidur sendiri, semoga segera terlaksana..(aamiin)

MERDEKA itu kak Reva di kelas 4 ini mulai les bareng ustadzah Dini, karena sang Mama mulai menyerah dengan materi pelajaran yang semakin berat..(hiks)

image

KEEP CALM and READ MORE!!

  Memiliki Hubby seorang movie hater membuat saya harus mengalihkan kedoyanan saya nonton. Dulu, saat pacaran kalo agenda ngedatenya nonton, hubby tidak pernah ontime jemputnya, karena kebetulan rumah beliau di kota dan saya sendiri di pinggiran, padahal nonton harus ke kota, alhasil selain selalu terlambat, beliau juga pasti tidur saat film berlangsung, menjengkelkan ya..qkqkqk
  Sejak menikah hingga sekarang kami memang tidak pernah nonton berdua, lebih senang menyanyi, makan atau jalan-jalan saat Spouse Time, Hubby berusaha memberikan fasilitas Kabel Tv dengan chanel movie lengkap, tapi kapan sempet nontonnya, jelas kalah dengan anak-anak yang memilih chanel anak, semacam Disney Channel, sekarang tersisa adek Mika saja yang nonton tv, 2 kakak sama sekali sudah tidak pernah nonton tv, lebih asik dengan bacaan dan aktivitas lainnya. Kesibukan yang tinggi juga membuat kami berdua tidak lagi sempat nonton TV, padahal dulu hubby selalu pantengin Sport dan saya sesekali masih nonton saat anak-anak baru saja berangkat sekolah, sekarang mengaji di sekolah dong (cie.., Alhamdulillah ding) dan paket berlangganan di downgrade hanya chanel anak-anak saja, mungkin selain itu faktor usia membuat kami tidak kuat lagi untuk begadang hanya sekedar nonton tv. Dan semua itu justru membuat saya menggilai berbagai macam tutorial photoshop, video maker dan fotografi di Youtube serta hobby terbaru adalah membaca Buku sebagai sarana Me Time.
  Better Late than Never , kata orang Belajar itu tidak kenal kata terlambat, setelah mendapatkan motivasi sana-sini, baik melalui Sosmed maupun Artikel yang saya baca, semakin menyadari banyak hal yang tidak saya mengerti dan ingin saya pelajari. Termasuk Resolusi 2015 ini salah satunya membaca buku, tantangannya 1 minggu 1 buku, tidak perlu buku yang mahal, terbaru atau Best Seller, namun tetap pembatasan materi buku yang menunjang tercapainya Resolusi 2015, selain mendapat Ilmu juga melatih kecepatan membaca. Jadi teringat awal kuliah di tahun 97an, Dosen saya yang ternyinyir di Dunia pernah berkata,”Indonesia tidak membutuhkan buku diktat terbaru, cukup buku tahun 82an saja, negara kita bukan negara Maju, dan buku tua ini masih cocok dengan kondisi negara kita,”. Beliau berkomentar seperti itu bukan tanpa alasan, mungkin selain karena beliau memang PhD lulusan Amrik, juga menyinyir kebijakan Kampus yang mewajibkan mahasiswa menggunakan buku Diktat tebal dengan bahasa Asli pengarang dan terbitan terbaru..*batin saya, dosen ini benar-benar deh, pengen ngejitak botaknya..wkwkwk*
  Kebetulan kemarin antar kak Belva ke acara ulang tahun teman, dan tempat nya tidak jauh dengan Giant, akhirnya demi membunuh rasa bosan, jalan-jalanlah saya ke dalam Giant, ada konter Gramedia dengan space terbatas, aha..ternyata ada Sale Buku, antara 5rb hingga 50rb, tanpa babibu segera obrak-abrik itu bak, ternyata buku Jadul, terbitan tahun 2010 s/d 2013. Buku segitu banyak yang ada dipikiran saya hanya 2 buku, pertama tentang Investasi dan kedua tentang Fotografi. Berusaha tanya si Mbak penjaga konter, dia cuma bilang,” Cari ajah disitu mbak, gak bisa liat Stok,”..Oh, baiklah. Pencarian saya teruskan, kira-kira satu jam menjelajahi dan obrak-abrik, hanya buku-buku ini, yang sementara memikat hati, tentu selain itu saya juga membelikan buku untuk anak-anak.

image

image

(A).Mewujudkan Resolusi (Chicken Soup for the Soul-2013).
Pengarang: Jack Canfield dkk
Harga: rp.92000 sale rp.25000
Berisi tentang Bagaimana Caranya agar kita tetap semangat dan konsisten memenuhi dan mencapai resolusi-resolusi tersebut.

image

(B).Professional Investing (Best Seller-2010)
Pengarang: Sawidji Widoatmojo
Harga Sale: rp.20000
Berisi tentang penyediaan referensi bagi kita yang mulai tertarik untuk menjadi investor, agar dapat melakukan investasi secara professional.

image

(C).GEWELDIG (2011)
Pengarang: Michael Adiwijaya
Harga: rp.45000 sale rp.10000
Buku ini membahas The Geweldig Model yang memiliki 5 Filosofi Dasar Bisnis beserta beragam inspirasi bisnis yang disajikan dalam bentuk Bussiness Insight.

image

(D).DETOX (2011)
Pengarang: Jane Scrivner
Harga Sale: rp.10000
Jane Scrivner menganjurkan Program Detox 30 hari sebagai upaya membuang timbunan racun yang menumpuk selama bertahun-tahun di dalam tubuh.

image

(E).BACA KILAT (2010)
Pengarang: Agus Setiawan, C.Ht
Harga: rp.20000
Dalam buku ini kita akan dibimbing langkah demi langkah untuk menguasai tehnik Baca Kilat, yang terdiri dari Tinjauan Awal, Baca Kilat dan Aktivasi.

image

(F).Casual Hijab Fashion
Kalo yang ini bonus sih, belajar padu padan warna baju plus tutorial hijabnya demi keperluan travelling tahun ini..hehehe

Sudah sementara bukunya itu saja, lumayan persedian bacaan dalam 1 bulan dan harus segera dipraktekkan. Semoga setiap pencapaian dapat di update disini, karena termasuk resolusi dalam hal blogging nih..aamiin *semoga tidak malas saja*