Antara Gate (B-08) dan Hook (B-21)

“Often, the more money you make the more money you spend; that’s why more money doesn’t make you rich – assets make you rich.”–Robert Kiyosaki


   Alhamdulillah segala puji bagi Allah atas rahmat dan kenikmatan yang telah diberikan kepada keluarga kami. Cabang yang sudah lama kami impikan akan segera menjadi kenyataan. Saat Ruko Pepiland mulai digeber, kami langsung tertarik untuk memiliki, selain lahan yang strategis juga harga yang realistis. Kami mendapatkan posisi Gate dengan harapan kami dapat melakukan dua branding hadap muka dan samping, saat itu kami sudah berfikir untuk langsung mengambil 2 ruko (B-08 dan B-09), mirip dengan Toko Utama kami yang bernomor 88, namun kami maju mundur karena takut Cashflow kami akan terganggu, kenyataannya memang pengembang mundur hingga 1 tahun menuntaskan kewajibannya. Mungkin Allah kurang merestui, dan ruko B-09 laku dalam dua minggu, disaat kami ingin diberi waktu 1 bulan. 

   Finally B-08 telah selesai dan kamipun telah serah terima, namun saat kami melakukan cek dan ricek Ruko, ternyata suhu ruangan begitu panas, Ruko memang menghadap ke Barat dan saat siang dan sore jelas kami merasakan sengatan Matahari dari 2 sisi karena posisi Gate (full kaca), dan kami merasa toko ini kecil sekali. Seketika itu kami tanya pengembang, kira-kira Ruko yang belom laku yang mana ya?, ternyata satu-satunya yang belom laku adalah posisi Hook (B-21). Hook ini tampilan depan seperti 2 ruko, namun kebelakang mengecil seperti 1 ruko, karena posisi tembok perbatasan dengan kompleks perumahan kami (wisma permai) posisinya miring dan dibelakang B-21 ini akan dibangun rumah juga yang merupakan perumahan Pepiland yang nantinya akan dibangun setelah semua Ruko finalisasi dan sold out. Dengan pertimbangan luas toko, dingin karena menerima panas hanya dari depan, tambahan luas parkiran karena bisa menghadap dinding pembatas perumahan, jika masih diberi keluasan rezeki, kami akan berencana membeli rumah yang bisa ditembuskan toko sebagai tambahan ruang, persiapan perluasan toko juga sebagai tabungan investasi. 

   Selagi menunggu B-21 siap untuk ditempati sebagai Baby Shop, sebagai sarana juga untuk menyiapkan kak Reva sebagai kader, maka B-08 akan kami sewakan sementara waktu. Jika Allah meRidhoi cita-cita kak Belva sebagai dokter, insyaallah seperti yang tertulis dalam peta impian yang dibuat kak Belva (saat SMP) menjadi Spesialis Anak, maka B-08 nantinya siap dipergunakan sebagai klinik. Sebagai dokter pun kak Belva harus bisa menjadi dokterpreneur, dan jika Allah meRidhoi dia bisa membuka usaha “Rumah Imunisasi”. Namun jika Allah berkehendak yang lainpun, B-08 siap digunakan untuk usaha yang lainnya. Yang terpenting bagi kami adalah menyiapkan investasi untuk bekal anak-anak kelak, selain pendidikan yang terbaik. 

   Selalu kami tekankan kepada anak-anak kami untuk dapat berperan sebagai sebaik-baiknya Khalifah yang berpegang teguh pada Qur’an dan Sunnah, mengemban tugas dari Allah Azza Wa Jalla untuk turut serta memakmurkan Bumi sebagai manusia yang bermanfaat bagi umat. Sebagai pengusaha merupakan salah satu upaya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas mungkin, turut membantu perekonomian umat khususnya, juga bangsa dan negara. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meRidhoi cita-cita kami sekeluarga..aamiin

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS.[4]. An Nisaa‘: 9)  


Tetiba Mika Sesak Nafas

   

   Menjelang dini hari Jumat (24/02/2017) Mika mendadak terbangun dari tidur pulasnya dan berusaha mengeluarkan dahak batuknya dengan susah payah, diikuti nafas yang tersengal-sengal. Ya Allah, kenapa adek, jerit saya tertahan, pikiran mulai kemana-mana (apa adek kesambet?), mulai meluncur deras doa dari mulut saya, sebisa yang saya hafal. Suami dalam kondisi masih terjaga langsung mengajak kami berdua menuju Rumah Sakit. Sempat saya sarankan untuk menelpon kakaknya yang kebetulan dokter, tapi melihat kondisi Mika yang susah bernafas dan hanya bisa menangis, kami langsung tancap gas dengan meninggalkan 2 kakak perempuan Mika di rumah. Bergegas masuk UGD dan dokter jaga segera tanggap. Mika langsung diperiksa dan di Nebul, Alhamdulillah tidak lama kemudian nafas pun lancar. Dokter sempat bertanya apakah ada alergi?, saya alergi kulit dan suami sedikit ada rewel di pernafasan, seperti tiap pagi bersin namun tidak sampai sesak, tapi 2 saudara suami baik kakak perempuan maupun kakak laki memang memiliki asma. Diagnosa awal dokter, ada dahak batuknya yang menyumbat, namun dokter juga mencurigai ada asma yang disebabkan alergi, namun semua itu butuh pemeriksaan lebih lanjut. Setelah Nebul pertama habis, dokter memeriksa ulang dan ternyata masih terdengar bunyi ngik-ngik, dokter kembali memberi Nebul yang kedua. Setelah selesai Nebul kedua, dokter memberi resep, jika obat habis dan ada keluhan sesak diharapkan untuk kontrol kembali dan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk kecenderungan alerginya. Ada 4 macam obat yang diberikan, antibiotik, anti alergi, anti sesak dan obat batuk. 

   Pengalaman pertama buat saya dan suami, selama memiliki buah hati hingga 3 anak, tidak pernah mereka mempunyai penyakit yang serius, apalagi sampai opname, jangan sampai ya Allah, saya selalu berdoa, memohon kesehatan untuk seluruh keluarga. Mencoba untuk memberikan terapi alergi buat Mika dengan mengurangi kandungan alergen berdasarkan pengalaman saya yang pernah mengikuti terapi alergi kulit. Selain itu mengurangi berat badan sekaligus terapi dengan olahraga berenang yang harus dirutinkan. Semoga adek Mika kedepan senantiasa sehat..aamiin


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

ALLAHUMMA RABBANNAASI ADZHIBIL BA’SA WASY FIHU. WA ANTAS SYAAFI, LAA SYIFAA-A ILLA SYIFAAUKA, SYIFAA-AN LAA YUGHAADIRU SAQOMAA

Artinya: “Wahai Allah Tuhan manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan yang sejati kecuali kesembuhan yang datang dari-Mu. Yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan komplikasi rasa sakit dan penyakit lain”. (HR Bukhari dan Muslim)

Archery in 2017 Resolutions

   Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i). Diperkuat lagi oleh khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu yang berkata,”Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan berkuda”.


   Sejak berumur 7tahun kak Reva memiliki keinginan besar untuk berlatih memanah, entahlah mendapat ide darimana tapi sepertinya dia terobsesi serial anak Sophia the First di saluran tv Disney Channel, Sophia seorang putri yang pintar menunggang kuda dan pandai memanah. Untuk urusan berkuda kak Reva lebih berani dibanding 2 saudaranya, sejak kecil hingga sekarang secara berkala dia menunggang kuda di tempat yang agak jauh dari rumah, tepatnya di Trawas. Untuk urusan les memanah kami sudah coba daftar ke KONI, ternyata memanah ada syarat minimal umur yaitu 9th, mungkin karena panahan menggunakan anak panah yang ujungnya tajam dan tentu saja itu berbahaya. Kak Reva pun kecewa dan akhirnya kami berinisiatif untuk memberikan les musik saja. 

  Waktu berlalu tanpa terasa, kak Reva sudah berada di klas 5 SD, saat inilah extrakulikuler panahan di sekolah mulai di adakan untuk pertama kalinya, tentu saja dengan sangat antusias kak Reva mendaftarkan diri dan keinginan kak Reva untuk berlatih memanah kembali menggebu. Sembari mengatur waktu akhirnya kami bersepakat mendaftarkan kak Reva ke KONI Jatim untuk les panahan, di hari minggu dan sesekali sabtu. Terpaksa mengambil les privat karena les reguler yang biayanya jauh lebih murah di adakan di sore hari sekolah, padahal anak-anak berada di fullday school. Dan ternyata adek Mika yang belum cukup umur untuk panahan (belum 8th) sudah diperbolehkan mendaftar, mungkin karena laki-laki atau bongsor?? Kami tidak tau pasti, dan karena adek Mika tertarik juga, kami pun mendaftarkan mereka berdua. 

  

  Olahraga Panahan memang tidak murah, selain peralatan panah Standart Bow yang harus dimiliki secara personal, karena ukuran Busur berbeda tiap orang, yang dinilai berdasarkan dari segi keahlian, berat dan tinggi badan, terpaksa harus membeli 2 macam Busur, milik Mika bermerk “PILOT” dan milik kak Reva bermerk “Cartel Sirius” dan kedua anak ini juga harus mengumpulkan akte kelahiran guna mengurus dokumen kepemilikan peralatan panahan yang termasuk senjata tajam. Dua bulan ini anak-anak berlatih, sesekali mama dan papa ikutan hanya untuk urusan photografi a.k.a pencitraan (..hahaha). Alhamdulillah, mereka sangat bersemangat, sebentar lagi kak Reva akan mengikuti seleksi untuk mendaftar sebagai Atlet Panahan, sementara di sekolahpun dia telah ditunjuk oleh Coachnya sebagai Ketua extra panahan untuk jenjang 5, setelah berhasil mengalahkan peserta yang lain. Untuk adek Mika, masih sebagai sarana berolahraga saja, belum ada target untuknya sampai umur 9th. Tetap semangat anak-anak, mama dan papa yakin kalian akan menjadi atlet panahan yang berprestasi..aamiin



“You must not only aim right, but draw the bow with all your might”.-Henry David Thoreau- .

Bye 2016 and Welcome 2017

   

“2016 was about realizing some things. 2017 will be about doing great things”.

  
   Alhamdulillah hari terakhir di 2016, tersisa beberapa menit menuju 2017 kalender Masehi. Setiap akhir tahun selalu ada catatan berupa evaluasi juga resolusi. Tahun 2016 ini memang bagaikan rollercoaster buat kami, terutama tentang Dea Wijaya. Diawali dengan cerita tuntutan pajak yang datang sepulang kami dari Hongkong, hingga berakhir dengan Tax Amnesty. Masalah cabang yang akhirnya belum bisa dibuka karena pengembang yang bisa dikatakan wanprestasi, menjanjikan ruko selesai februari-mei, ternyata hingga 2016 akan berakhir, ruko belum kunjung selesai dan berakibat menyewa Gudang sebagai tempat meluapnya stok karena gudang toko tidak sanggup lagi. Betapa banyak pengeluaran tahun 2016 ini, akibat satu rencana gagal mengakibatkan timbulnya kebijakan yang lain. Tetap berharap awal tahun 2017 ruko sudah selesai dan cabang segera di buka..aamiin

   Catatan tentang evaluasi dan Resolusi terhadap diri sendiri merupakan ritual tahunan, sejauhmana keberhasilan dan kegagalannya, diantaranya:

(1).Spiritual, resolusi 2016, perbanyak jumlah rakaat sholat sunah, sejauh ini masih tertib untuk witir, tahajud kedodoran, letak kesalahannya karena witir dikerjakan selepas sholat Isya, yang menyebabkan tahajudnya malas, inilah resolusi 2017 yang wajib diperbaiki, selebihnya rawatib masih berjalan baik, kecuali untuk Dhuhur sering malas-malasan, biasanya faktor dikejar waktu, alasan yang mengada-ada bukan..hiks. Puasa Senin-Kamis kedodoran, wajib diperbaiki di 2017 ini. Untuk mengaji apalagi, setelah lulus Mengaji Tilawati di sekolah anak-anak dan mendapat sertifikasi Ustadzah, kenapa mengajinya justru semakin jembret tak terhingga, hanya memprioritaskan Al-Kahfi di hari Jumat selain itu absen (duh..parah!). 2017 selain merutinkan membaca Al-Quran juga memaksa diri untuk mengikuti kajian Tafsir di hari Senin dan kajian Hadist (Bulughul Maram) di hari Jumat yang diadakan di sekolah anak-anak.

(2).Kesehatan, stress adalah satu-satunya tersangka dalam kenaikan berat badan dan timbulnya alergi yang sejak 2012 tidak pernah menghampiri. Resolusi 2017, kembali menata lifestyle hidup sehat, kurangi carbo dan minum yang manis, olahraga teratur meski dirumah sebagai latian awal menuju diet “Ketofastosis” yang sedang happening, itu kalo punya keberanian diri sih..hihihi. 

(3).Keluarga, Alhamdulillah di 2016 semakin rajin memasak, semua ini akibat sekolah kak Belva yang beraliran public school tanpa ada menu makan siang dari sekolah, jadi setiap pagi masakan sudah siap tersedia, selain sarapan untuk keluarga juga sebagai bekal makan siang kak Belva. Sekarang untuk memperkaya ilmu memasak cukup instal cookpad sudah sangat lengkap. Alhamdulillah raport anak-anak di semester pertama cukup bagus, kak Belva yang biasa jadi jawara, sekarang berada di rangking 5 karena persaingan yang maha berat, maklum kelas akselerasi, untuk kak Reva sepertinya butuh les, karena si mama sudah tidak mampu mengajari di klas 5 ini, karena materi semakin tidak masuk akal banyaknya. Alhamdulillah adek Mika sangat bagus progressnya di klas 2 ini dibandingkan di klas 1 dulu. Di 2017 tetap semangat anak-anak hebat, insyaAllah di semester dua akan lebih baik lagi. Dan semoga Cabang segera dibuka dan kalian mulai dilibatkan, terutama buat kak Reva sebagai kader mama dan papa.

(3).Usaha “Dea Wijaya”, Meski dihantam krisis dan ditengah gempuran persaingan baik toko waralaba maupun klas raksasa, Alhamdulillah masih dapat bertahan, walau profit terus berkurang namun tak sampai merugi. 2016 berencana cabang namun gagal karena pengembang tidak menepati janji, semoga di 2017 dapat terlaksana, selain itu kami juga telah siapkan toko online, sebagai alternatif bagi customer kami yang belum dapat menjangkau toko offline kami. Alhamdulillah awal 2017 akan kami buka dengan perjalanan keluar negeri, kali ini giliran Jepang sebagai Reward dari susu Bendera atas prestasi yang telah kami raih. Harapan di 2017 semua yang tengah berjalan maupun yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan barokah..aamiin. 

“We will open the book. Its pages are blank.  We are going to put words on them ourselves. The book is called opportunity and it’s first chapter is New Year’s Day.” – Edith Lovejoy Pierce.

Prestasi pertama di Jenjang SMA

  “Speech is power: speech is to persuade, to convert, to compel. It is to bring another out of his bad sense into your good sense”. Ralph Waldo Emerson

  Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, dengan segala keridhoan-Mu, kak Belva berhasil meraih juara ketiga dalam ajang lomba Pidato Bahasa Inggris dengan tema “Securing Students Morality in A Globalized Era” yang diselenggarakan oleh Sidoarjo Education Expo di hari Rabu (26/10/2016). Prestasi ini merupakan yang pertama yang diraih oleh kak Belva di semester awal kelas 10 di SMA 1 Taman. 

  Sejak awal di bukanya Pameran pendidikan, dimana semua sekolah baik negeri dan swasta se kabupaten Sidoarjo turut berpartisipasi dalam acara ini, saat tehnical meeting nama kakak sudah diajukan oleh para guru untuk diikutkan ajang Speech Contest. Padahal biasanya untuk kategori lomba bahasa, jelas kelas bahasa yang paling diutamakan, namun kali ini Alhamdulillah kak Belva yang notabene kelas IPA, mendapat kepercayaan menjadi Duta Sekolah, mungkin atas rekomendasi guru bahasa Inggris yang mengetahui kemampuan kak Belva dikelas. Bangganya kami terhadapmu Nak, kami berharap dimanapun kamu berada teruslah bersemangat dalam meraih prestasi dan semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meRidhoi..aamiin. 

Selamat datang Kelas Percepatan

“Sometimes what you want, isn’t what’s best for you. ALLAH is the best of planners, so trust His decision, be patient & say Alhamdulillah”





  Hari Sabtu, 25 Juni 2016 hadir pertama kali sebagai walimurid SMA Negeri 1 Taman, Sidoarjo memenuhi undangan rapat Sosialisasi Program Sekolah. Dalam rapat ini membahas tentang kurikulum, termasuk juga dana pembangunan oleh komite. Dan dalam rapat ini barusaja saya mengetahui jika ada kelas percepatan atau Akselerasi bagi jurusan study IPA, juga tentang dana pembangunan sebesar 4juta yang merupakan hasil dari total dana pembangunan dibagi jumlah walimurid siswa, saya dulu berfikir jika sekolah negeri itu gratis, ternyata hanya milik Surabaya bukan Sidoarjo, dan sebaliknya program kelas Aksel berlaku di Sidoarjo bukan Surabaya karena telah dihapuskan sejak 3tahun yang lalu. Sebelum rapat usai, hasil psikotes diumumkan, kak Belva berada diurutan ke-4 dengan skor IQ 136 (no.1,2 skor IQ 143 dan no.3,4,5 skor IQ 136). Alhamdulillah kak Belva sejauh ini masuk sebagai calon penghuni kelas Aksel. Sempat membaca di internet syarat kelas Aksel memang harus ber IQ tinggi, minimal 130, namun untuk memenuhi quota kelas hingga skor IQ 125 pun masih bisa di terima. Saat menerima kabar ini, kak Belva sedang mendaftarkan diri di sekolah kawasan tetangga, yaitu Surabaya, saya pun menyarankan untuk batal saja, karena Allah sudah memberikan kelas Aksel ini, namun kak Belva masih penasaran. Baiklah kak, terserah kamu nak, setelah melalui tes, hasilnya pun gagal bukan karena skor nilai yang kurang, namun terkena quota 1% dari luar Surabaya. Nilai akhir milik kak Belva 239, sedangkan nilai terendah SMAN 15 hanya 226, pun SMAN 16 hanya 223. Yach, sudahlah kak, Allah sudah memberikan yang terbaik, InsyaAllah. Kecewa?? Tentu tidak, kak Belva merasa ikhlas dan senang sudah masuk di sekolah negeri, walau kawasan pinggiran. Namun insyaAllah kualitas lulusan tidak kalah dengan kawasan tengah kota.


  

  Dari 32 orang yang terpilih mengikuti psikotes kedua, 1 orang mengundurkan diri, entah apa alasannya. Kemudian hasil psikotes kedua terjaring 27 orang, terdiri dari 9 siswi dan 14 siswa, terakhir dilanjutkan dengan tes wawancara. Dan dalam tes wawancara ada yang sedikit membuat kak Belva bertanya-tanya, karena tertinggal 4orang tanpa tes wawancara dan itu merupakan skor terendah di kelas aksel ini. 

  Tes wawancara di agendakan ditengah MOS yang sekarang diganti istilahnya menjadi  MPLSPDB. Sudah tidak ada lagi atribut konyol dan tugas yang tidak masuk akal, hanya tugas-tugas yang mudah seperti menulis dan membawa tanaman. Kak Belva senang sekali selama MOS ini melihat syariat Islam dibudayakan dengan baik di Smanita, seperti kemarin saat diminta berkenalan, kakak OSIS mereka menyarankan untuk berjabat tangan untuk yang sesama jenis dan menangkupkan tangan di dada untuk yang berlawanan jenis kelamin, selain itu  waktu Sholat pun selalu diutamakan tepat waktu di Masjid sekolah dengan tempat wudhu yang sudah terpisah, belum lagi istirahat pagi yang setengah jam itu cukup bagi kak Belva untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Alhamdulillah, begitu banyak kemudahan bagi kak Belva menjalankan ibadah dan syariat yang telah ia pegang teguh sejak SD. Saat MOS ini siswa sudah diharuskan memilih ekskul sesuai minatnya, sekali lagi Alhamdulillah, Smanita memiliki ekskul PMR (tidak semua SMA memilikinya)  yang memang saya sarankan untuk kak Belva ikuti, karena masih berhubungan dengan fakultas yang ingin dia tuju nanti di jenjang Universitas, paling tidak dia sudah mengetahui dasar-dasar P3K. Dan ternyata kak Belva berminat juga mengikuti ekskul KIR (karya ilmiah remaja) yang banyak mengexplore pengetahuan dan penelitian.

  Undangan kedua sebagai undangan walimurid kelas Khusus (Akselerasi), yang membahas kurikulum kelas khusus, spp yang berbeda juga tentang komitmen. Spp berbeda karena kelas khusus diberikan fasilitas berbeda, guru terbaik, kelas terlengkap dan lain-lain yang tidak dimiliki kelas reguler, namanya kelas unggulan, semua serba unggul, ini namanya JER BASUKI MAWA BEA..hahaha, Alhamdulillah saja, yang penting kak Belva sangat senang dan antusias, merasa tertantang untuk bersaing di kelas unggulan. Sebelum rapat usai, kami selaku orangtua siswa aksel diminta menandatangani surat pernyataan akan mendukung secara total agar anak kami selesai tepat waktu dan masuk PTN dengan sukses, mengingat pengalaman kakak kelas banyak yang gagal dan kembali ke kelas reguler, tersisa separuh saja di tahun kedua, sedangkan berita baiknya lulusan pertama (kak Belva angkatan ke-3 kelas aksel) sebanyak 16orang, 14orang diterima di PTN. Dan dalam rapat tersebut, kembali 3siswa mengundurkan diri dengan alasan tidak sanggup karena mereka memiliki banyak kegiatan di luar sekolah sebagai passion mereka. Salut dengan anak-anak ini, mereka telah mengetahui apa yang mereka mau dan dapat mengukur kekuataan diri sendiri. Selaku orangtua, kami menyempatkan diri saling berkenalan, sekali lagi kemudahan akan didapatkan kak Belva saat harus belajar kelompok, karena tempat tinggal kami berdekatan, paling jauh dapat kami tempuh sekitar setengah jam, mungkin cerita akan berbeda jika kak Belva diterima di SMAN 1 Sidoarjo, dimana wilayahnya setingkat kabupaten, tempat tinggal siswa nya juga tersebar luas yang pastinya akan membutuhkan waktu dan tenaga anjem yang berlebih..hiks. 

  Ya Allah, semoga segala kemudahan buat kak Belva ini adalah jawaban atas doa-doa hamba agar kak Belva mendapatkan sekolah yang Engkau Ridhoi, karena selama ini hamba memang tidak meminta sekolah favorite ataupun branded, namun selalu Ridho dan Ridho yang hamba mohonkan padaMu. Ya Allah, semoga di Smanita, khususnya kelas Akselerasi ini kak Belva akan mendapatkan pendidikan terbaik, senantiasa terjaga ibadahnya dan tetap istiqomah dalam menjalankan SyariatMu..aamiin. 

Liburan dan Mudik Lebaran 2016

  Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Azza Wa Jalla, liburan bersamaan dengan lebaran tahun ini kami sekeluarga dapat menikmati euforia mudik. Sebelumnya seperti taun-taun lalu kami hanya berencana untuk pindah tidur di hotel di Malang, selain kakek-nenek sudah tidak ada, orangtua juga berdomisili dekat rumah, jadi silaturahim hanya kota-kota saja. Entahlah kenapa tiba-tiba muncul keinginan mudik, mengikuti bapak dan ibu saya yang memiliki ritual mudik tiap lebaran, dan memang hanya sowan ke kakak atau adik beliau saja. Ahh..apa salahnya sekali-kali ikut dan mengawal orangtua yang sudah menua, kasian kan jauh, tapi memang bapak dan ibu terbiasa mandiri, menyetir mobil sendiri kemanapun beliau pergi, jadi merasa have a fun saja. Suasana mudik kali ini berbeda dan tentu saja karena kehadiran kami sekeluarga, bapak dan ibu makin bersemangat.


  Tradisi sungkeman di rumah di lanjut sungkeman ke orangtua seperti biasa di hari pertama lebaran, tidak ada acara lain setelahnya, walau sebenarnya dilanjut sungkeman ke mertua namun karena kakak ipar sedang sakit, maka sungkeman dimundurkan setelah kami pulang dari mudik.



  Kunjungan kami yang pertama adalah ke kota Kertosono, berangkat dari rumah pk.06.00 pagi dan sampai pk 12.00, duh macetnya, biasanya hanya memakan waktu 2 jam molor hingga 6jam. Sampailah kami di rumah Bude Yah yang merupakan kakak sulung dari bapak (bapak sendiri ragil) satu-satu nya kakak bapak yang masih ada, dan tentu saja sudah sangat tua dan hanya tiduran di dipan. Setelah di jamu dengan menu Ayam khas resep bude Yah, yang super lezatos kamipun berangkat lagi menuju kota Ponorogo, dan kami memilih jalur Tulungagung untuk menghindari jalur Saradan yang diam tak bergerak, saking macetnya.



  Alhamdulillah tiba di Ponorogo kami langsung masuk hotel pk 21.00, ini juga termasuk lebay, perjalanan yang harusnya 3jam menjadi 7jam..hiks (remex.com). Keesokan hari nya kami menuju ke rumah adek ibu kebetulan ibu anak sulung, jadi memiliki adek-adek yang masih muda, bahkan sebagian sepantaran dengan kami. Acara dilanjutkan jalan-jalan ke Telaga Ngebel Ponorogo yang terkenal keindahannya. Jalan menuju kesana  lumayan berliku-liku, dan Alhamdulillah saya tidak mabok. 


  Suasana Telaga Ngebel sangat ramai, maklum Lebaran. Sehingga spot-spot foto terbaik selalu penuh, dan mobil kami kesulitan untuk parkir. Akhirnya mampirlah kami makan siang ikan bakar di depot-depot sederhana yang menjual view Telaga Ngebel, jadi sambil menyelam minum air, sambil maksi kami pun foto-foto.


  Kami segera balik ke hotel dan pindah ke hotel yang berbeda saat malam kedua di Ponorogo, saking penuhnya hotel. Setelah cukup beristirahat, malam nya kami menuju ke Alun-Alun Ponorogo sebagai pusat keramaian kota kecil. Parkir sangat susah saking ramainya, harus berputar-putar dulu, akhirnya pun kami parkir. Di dalam Alun-Alun terdapat banyak pedagang berjualan mulai makanan, pakaian, dan cinderamata, selain itu banyak permainan semacam pasar malam. Faktor kelelahan membuat kami tidak nyaman berlama-lama di dalam sana, segera kami kembali ke hotel dan beristirahat. 


  Hari ketiga kami segera meluncur ke rumah sepupu ibu dari pihak ibu yang kebetulan hari itu mengadakan acara ngunduh mantu, saudara banyak berkumpul, Alhamdulillah ramai dan akrab, hanya sebentar kami disana, karena ada acara yang wajib kami datangi juga di kota Magetan, tepatnya Parang, keluarga besar ibu dari pihak ayah berkumpul dalam acara tahunan, yaitu silaturahim dan arisan keluarga. Sejak awal menikah baru dua kali ini kami hadir dan selalu ada anggota baru dalam acara ini, ya tentu sajalah, anak kami saja bertambah terus, dan kami tidak kenal satu persatu dari keluarga yang hadir, kecuali sepupu ibu, yang kami tau pasti mereka keluarga kami..hihihi.

  Tepat adzan dhuhur acara ditutup dan kamipun berpamitan, menuju Sidoarjo melalui jalur Utara, karena ingin menghindari macet di Selatan. Alhamdulillah sampai di kota kami pk 20.30 dan kami pun langsung masuk Cito Mall untuk makan malam, karena sepanjang perjalanan jalur Utara sulit menemukan kuliner yang kami suka. 

  Pengalaman Mudik yang menyenangkan, walaupun terjebak dalam kemacetan, namun silaturahim memang membuat hormon endorphin kita meningkat, bertemu saudara dekat maupun jauh, baik yang sudah kenal maupun yang barusaja kenal sangat membahagiakan. InsyaAllah tahun depan giliran mudik ke keluarga hubby di Jawa Tengah, wah kalo yang ini bakal banyak kuliner dan wisata..hahaha.