Perjuangan itu belum Selesai

“Life is a fight, and in that fight it doesn’t matter how hard you hit or how well you fight. What matters is how hard you can get hit and keep on fighting.”

Selasa (17/04), tepat adzan Maghrib berkumandang, kak Belva berlari keluar kamar, dan meninggalkan mamanya berdua dengan Reva untuk melihat hasil pengumuman Snmptn, dia tidak sanggup untuk melihatnya sendiri, dan memang hasilnya kak Belva belum beruntung. Snmptn merupakan jalur undangan yang diperuntukkan bagi siswa SMA yang memiliki akademis tinggi juga berprestasi untuk dapat diterima di Universitas Negeri tanpa tes, namun hingga detik ini tidak ada satupun survey yang dapat memastikan alat ukur apa yang digunakan, benar-benar seperti “bejo bejan”. Dari sekitar 20 siswa aksel, hanya diterima 8 orang saja, siswa dengan ranking atas hanya diterima di pilihan kedua atau ketiga, ke 4 siswa yang memilih Fakultas Kedokteran semuanya tidak ada yang lolos, baik FK Unair, UB, Unej, dan Unsoed, namun ada 1 siswa yang tidak terlalu menonjol dikelas justru diterima di ITB Fakultas Eletro dan Informasi. Entahlah apa barometernya, yang pasti Perjuangan kak Belva masih harus dilanjutkan, selain persiapan Sbmptn juga UII dan UMM.

Tak terlalu lama bagi kak Belva untuk meratapi nasib, Alhamdulillah dia anak yang selalu bertawakal dan qanaah atas hasil yang diberikan Allah Azza Wa Jalla kepadanya, selain itu impian besarnya ada di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan dia masih memiliki kesempatan untuk meraihnya, namun dia juga berfikir realistis dengan mempersiapkan FK UII dan UMM sebagai double gardan. Hanya mungkin ada sedikit masalah di penjadwalan Tes yang diagendakan oleh FK Swasta ini, kami berusaha mengambil jadwal sebelum Sbmptn agar kesempatan diterima lebih besar daripada setelahnya, namun UMM melaksanakan sehari sebelum Sbmptn yaitu tanggal 7 Mei, padahal Sbmptn dilaksanakan 8 Mei (duh..), sedangkan UII sebelum Sbmptn terjadwal 29/04 yang mungkin akan bersamaan dengan UN kak Reva (kemungkinan ini masih bisa diatur), sebenarnya Reva sendiri memiliki beban target justru bukan pada Unas tapi PORKAB yang mengharuskannya latian setiap hari, jika kami harus ke Jogja, latian Reva libur sejenak, tapi tak apa, hidup memang harus memilih, dan kami akan memilih berdasarkan skala Prioritas yang paling penting. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan keridhoan-Nya untuk perjuangan kak Belva dan kak Reva dalam meraih impiannya..aamiin

Advertisements

4 thoughts on “Perjuangan itu belum Selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s