Raport Semesteran dan Sosialisasi UNBK

‘Education is our passport to the future, for tomorrow belongs to the people who prepare for it today.’ —Malcolm X

Sabtu (16/12/2017), pk 07.00 berangkat menuju sekolah Reva dan Mika, jika scedule asli adalah 07.30, saya meminta ijin untuk mengambil raport keduanya lebih awal, karena pk 07.30 juga terjadwal Sosialisasi UNBK di sekolah kak Belva. Kalo raportan seperti ini sejak anak-anak mulai sekolah sudah menjadi urusan saya sepenuhnya, si Papa memilih menjadi pak Sopir yang siap siaga mengantarkan riwa-riwi dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Pk 07.15 sampai di kelas Mika, kemudian menerima raport dengan nilai yang standart saja tidak ada yang menonjol, ustadzah memberi catatan tentang kurang cekatan dan kemandiriannya. Catatan yang hampir sama dari tahun ke tahun bahkan sejak Playgroup Mika belum terlalu banyak berubah, meski kognitif Mika termasuk lumayan, hanya karena kurang cekatan dan mandiri, terpaksa ada nilai-nilai yang kurang baik, Alhamdulillah sajalah, yang terpenting Mika masih semangat berangkat sekolah, dan jarang membolos, untuk masalah kemandirian, bagaimanapun anak bontot ini memang terlalu banyak dibantu ketika di rumah, perlahan tapi pasti ya dek, harus bisa lebih cekatan dan mandiri, semoga dengan ikut olahraga Panahan, gerakanmu bisa lebih lincah dan cekatan.

Selanjutnya pk 07.30 lanjut ke kelas 6, kelas kak Reva, melihat nilainya yang agak turun, sayapun memakluminya, lebih dari 2 minggu dia tidak aktif sekolah, dengan nilai yang masih di atas rata-rata, sudah banyak yang harus kami syukuri, walau tanpa les, mengejar ketertinggalan materi hanya dengan belajar sendiri, bertanya pada kak Belva sesekali maka nilai berhias angka 8 dan 9 itu sudah menakjubkan, Alhamdulillah. Tidak ada catatan buat kak Reva, karena dia juga tidak intens bermain gadget dan sosmed yang sedang dalam sorotan sekolah, ustadzah wali kelas tidak banyak memberikan komentar.

Tepat pk 08.00 kami, saya dan suami berangkat menuju sekolah kak Belva, kemudian suami kembali ke kantor untuk menunaikan pekerjaannya, saya lanjut menyimak Sosialisasi UNBK. Suami sejak dulu memang menghindari urusan seperti ini, beliau pernah mengatakan sudah sangat percaya saya mampu mengatur semua pendidikan anak-anak dengan baik, beliau bertugas menyiapkan dana serta sarana prasarananya saja, yayaya baiklah, kita bagi tugas. Saya datang sudah terlambat, Kepala Sekolah sedang memberikan kalimat penutup, berikutnya Waka Kurikulum mulai memberikan sosialisasi, Alhamdulillah justru saat beliau ini yang terpenting. Jadi mulai akhir January nanti anak-anak yang sudah pasti mengikuti jalur undangan akan memasukkan nilai raport mulai semester 1 – 5, Try out2 akan terus dilaksanakan selain itu ada TPA yang tidak diwajibkan, karena sekolah tidak menggratiskan, jika mau ikut silahkan bayar secara mandiri, sekolah hanya memfasilitasi. UNBK tahun ini akan dilaksanakan secara CBT, yaitu berbasis komputer yang rencana awalnya akan diadakan 3 sesi, karena keterbatasan laptop yang ada di lab sekolah, maklum sekolah tingkat kecamatan negeri pula, namun setelah mengadakan rapat dengan Komite Sekolah, ternyata sebagian wali murid keberatan dengan 3 sesi, karena dikhawatirkan untuk sesi 3 siswa mulai mengantuk, sehingga ditakutkan kurang maximal mengerjakan Unas. Waka Kurikulum menawarkan solusi pada siswa yang mampu membawa laptop dari rumah bisa dipinjamkan Sekolah agar bisa dilaksanakan 2 sesi saja, tapi jika tidak tercapai laptop yang dikehendaki, maka terpaksa akan dijadikan 3 sesi (semoga saja hanya 2 sesi). Kami selaku wali murid setuju dengan 2 sesi, meski harus membeli lagi laptop baru dengan specifikasi tertentu, karena tidak mungkin laptop yang ada dirumah sekarang di pinjam sekolah berhari-hari karena laptop tersebut harus steril dulu dan hanya di isi sesuai standart CBT baik untuk try out maupun Unas. Laptop di rumah yang hanya sebiji ini biasanya dibuat rebutan, karena 2 laptop yang lain versi lama, sehingga hanya untuk keperluan mengetik dan ngeprint saja. UNBK sendiri akan di adakan sekitar bulan April, sedangkan SNMPTN sudah mulai February di adakan penyeleksian, kemudian hasil diumumkan setelah hasil UN keluar dan kemudian dilanjutkan SBMPTN. Pemilihan Fakultas dan Jurusan akan di atur sedemikian rupa agar siswa semaximal mungkin dapat diterima di PTN melalui jalur undangan SNM, mengenai hal ini akan dirembug bersama antara wali kelas dan BK. Acara Sosialisasi ditutup oleh Waka Kesiswaan yang mengingatkan agar wali murid dapat bersinergi dengan Sekolah demi keberhasilan anak-anak. Jangan lupa berdoa bahkan nanti akan diadakan acara istighosah bersama untuk kelas XII menjelang Unas.

Setelah acara Sosialisasi selesai dilanjutkan pengambilan Raport di kelas masing-masing. Saya langsung menuju kelas kak Belva, acara dibuka oleh wali kelas ibu Nimia dengan memberikan sekilas prestasi siswa Akselerasi yang baru saja mendapatkan juara 2 keindahan dan kerapian kelas dan dilanjut prestasi akademis Siswa yang Alhamdulillah sudah diatas rata-rata secara keseluruhan, walau ada beberapa siswa memiliki nilai 8, termasuk Belva untuk mapel Art dan Penjas (kelemahan Belva sejak bayi..hihihi). Setelah bu Nimia memberikan ulasan prestasi dan hal-hal yang perlu di lakukan siswa dan orangtua di semester depan, lanjut ketua kelas menyampaikan agenda liburan selepas Unas, mereka yang awalnya ke Bali pindah haluan ke Jogja, tugas kami sebagai orangtua hanya mengamini saja. Kak Belva berada di urutan nomer absen tiga dan sebagai sekretaris kelas dia duduk di depan bersama seluruh anggota pengurus kelas, setelah menyicil tabungan rekreasi sebesar 100k, lanjut mengambil Raport. Alhamdulillah nilai keseluruhan mapel utama Unas di atas 90, dan stabil mulai semester 1 hingga semester 5 ini berada di peringkat 5, juga sebagai kebutuhan mendaftar di Fakultas Kedokteran, nilai mapel Biologi dan Kimia setiap semester meningkat. Iya, kak Belva masih terus istiqomah kuliah di Fakultas Kedokteran, semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan Ridho-Nya melalui jalur undangan ke Universitas Airlangga..aamiin. Menurut yang saya baca dan dengar dari kakak ipar yang kebetulan seorang dokter, cadangan pilihan FK tidak boleh berada dalam satu provinsi, bahkan jika ingin diterima lebih baik pilihan kedua ada di pulau yang berbeda, misalnya Udayana, Bali. Yach, Belva memang berambisi hanya di Unair saja, dia belum merasa siap tinggal jauh dari orangtua, tapi semua kemungkinan harus di coba, kalaupun di terima di Udayana dia masih memiliki kesempatan mengikuti jalur SBMPTN untuk memilih FK Unair kembali. Tugas Belva saat ini, dan juga kami sebagai orangtua adalah saling memotivasi, menyemangati untuk terus belajar dan berdoa, menambahkan lebih banyak amalan sunnah untuk mengetuk pintu langit, mengharap Ridho Allah turun untuk Belva, agar dapat di terima di Fakultas dan Universitas yang di inginkannya.

.

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ..
.

“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka..aamiin”

Advertisements

2 thoughts on “Raport Semesteran dan Sosialisasi UNBK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s