Keberuntungan yang Setara

“Every child has a different learning style and pace. Each child is unique, not only capable of learning but also capable of succeeding.” – Robert John Meehan

Masih teringat setahun yang lalu, tepatnya bulan Oktober, saya mengantarkan Belva ke kantor Diknas untuk mengambil hadiah berupa uang rp.500,000 sebagai tambahan Piala juara 3 lomba Speech Contest di event Siedex (Sidoarjo Education Expo), pameran pendidikan yang diikuti oleh seluruh sekolah mulai jenjang dasar hingga atas di Kabupaten Sidoarjo. Dan di akhir tahun ini juga, bulan November, giliran mengantarkan Reva ke kantor Dispora untuk mengambil hadiah uang selain Medali Perunggu yang sudah dia peroleh sebelumnya, sebagai juara 3 panahan kelas 30 mt nasional di ajang Porlakab, sebesar rp.212,500. Alhamdulillah meski tidak sebanyak sang kakak, tapi Reva sangat bersyukur mendapatkan tambahan hadiah. Apakah perbedaan ini faktor Akademis vs Non Akademis, secara kasar dapat di katakan kecerdasan Otak lebih dihargai daripada kecerdasan Body atau karena faktor klasifikasi umur, karena Belva sudah SMA, sedangkan Reva masih SD, entahlah, yang pasti kami sangat bersyukur kepada Allah Azza Wa Jalla, karena amanah yang dititipkan kepada kami sangat membanggakan dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Jika kali ini Reva beruntung di bidang Non Akademis bukan berarti secara Akademis dia kurang, sebenarnya Belva dan Reva memiliki kecerdasan yang 11 – 12, hanya saja Reva memiliki kesempatan mengembangkan kecerdasannya di bidang yang berbeda.

Kami memiliki 3 orang anak yang memiliki sifat, karakter dan tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, Belva cenderung kutu buku, hobby belajar namun individual, Reva meski termasuk anak pintar di kelas namun dia kurang tekun belajar, dia lebih senang bermain dan bereksperimen, sedangkan Mika sebagai anak lelaki satu-satunya dia merasa sebagai raja di rumah, manja dan cara belajarnya musti di paksa, di kelas termasuk anak dengan prestasi rata-rata. Planing kedepan Reva dan Mika akan lebih berkonsentrasi di bidang non Akademis yaitu olahraga Panahan, sedangkan Belva masih terus berkutat dengan buku dan nilai-nilai Akademis demi meraih impiannya menjadi Dokter Anak. Kami selalu berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla memohonkan “Keberuntungan yang Setara” untuk anak-anak, meskipun mereka memiliki karakter dan kecerdasan yang berbeda, kami percaya setiap anak dilahirkan dengan keunikan masing-masing, tinggal bagaimana kita mengarahkan mereka agar dapat terexplore kecerdasan dan kelebihan yang mereka punya sehingga berada di atas rata-rata dan sukses dibidangnya. Di dalam Al-Quran pun, kita selalu ditekankan agar menjadi manusia yang beruntung, yaitu manusia yang setiap harinya selalu lebih baik dari sebelumnya. Untuk itulah selalu doakan anak-anak, bukan semata supaya Pintar dan Shalih/Shalihah tapi juga memiliki Keberuntungan yang Setara antar saudara, agar di masa depan nanti tidak terjadi GAP kesuksesan yang terlalu dalam antar anak yang satu dengan yang lainnya, Insyaallah. Dan Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan Ridho-Nya untuk keluarga kami tercinta..aamiin 😇

Advertisements

6 thoughts on “Keberuntungan yang Setara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s