Pemasangan Ring yang Kedua

Alhamdulillah, siang ini barusaja Ayah kembali ke kamar semula, setelah selama 2 malam berada di ICU. Perjuangan berat itu telah dilalui dengan keringat, darah dan airmata, bagaimana tidak, 2 biji Ring ini seharusnya lebih mudah dari yang pertama kemarin, tapi kenyataannya tidak. Ayah mulai masuk RS Siloam pada hari Rabu (04/10/17), kemudian terjadwal Kamis untuk operasi pemasangan Ring. Sedari Kamis pagi, pk 08.00 Ayah masuk CathLab hanya boleh didampingi oleh Ibu, sedangkan saya dan kakak menunggu di luar. Start pk 10.00 Ayah mulai di operasi, tetiba Ibu keluar dan menyuruh saya masuk untuk menemani setelah melihat suster berlarian kesana kemari bergantian keluar dari ruang operasi, ibu mulai tidak tenang, raut muka kecemasan tergambar dengan jelas, beliau berucap, “sepertinya Ayahmu ada masalah,” saya hanya sanggup menenangkan Ibu dengan mengaji dan istighfar sembari mengelus tangan dan punggung beliau. Ya Allah, berilah kesempatan Ayah untuk membereskan apa yang belum diselesaikan. Setelah hampir 2,5 jam, dr. Yudhi pun keluar, dengan raut muka lelah bercampur cemas, beliau memanggil saya, “Mbak, tolong kesini ya, saya jelaskan keadaan Ayah mbak, ini tadi kesulitannya saat di pasang Ring adalah tiba-tiba banyak gumpalan darah yang menghalangi masuknya Ring”. Kemudian beliau melanjutkan dengan berpesan agar kami setiap saat siap, karena ada ketidakberesan yang lain di salah satu pembuluh kecil di Jantung Ayah, jika terjadi komplikasi atau kram, beliau tidak bisa berbuat apa-apa, beliau menambahkan, di pembuluh kecil ini tidak bisa di pasang Ring maupun Bypass hanya melalui Obat tengah di upayakan menumbuhkan pembuluh-pembuluh baru sebagai jalan alternatif darah mengalir normal di Jantung, tapi beliau tidak bisa menggaransi tingkat keberhasilannya. Saya pun tidak sanggup menahan jatuhnya Air Mata, sedangkan Ibu justru lebih tegar.

Selanjutnya badan Ayah dibersihkan setelah operasi kemudian dipindahkan ke ICU, karena kondisi masih sangat lemah dan cenderung Drop. Bagaimana tidak drop, operasi berlangsung cukup lama, dilakukan dengan kondisi sadar, Ayah mendengar dengan jelas kepanikan yang terjadi saat operasi berlangsung, beliau berucap setengah menahan airmata dan rasa sakit, “kamu hampir kehilangan Ayah nduk, Ayah merasa sudah akan diambil Allah, semua gelap, kaki sudah terasa dingin, Ayah kedinginan tapi sangat berkeringat, juga tidak bisa bernafas, Ayah teriak, dokter kembalikan saya, Ayah melihat dengan jelas dr. Yudhi panik dan menyuruh asisten dokter dan suster bergantian mengambil obat, Ayah rasanya tidak sanggup, dokter cuma nyuruh Ayah bertahan dan berdoa, hingga operasi selesai”. Saya hanya berusaha menahan airmata dan terus menciumi Ayah, dalam hati bersyukur, Terimakasih ya Allah, Engkau memberi kesempatan buat Ayah untuk bertaubat lebih lama. Tak lama suster memanggil saya untuk menjelaskan adanya obat-obatan yang ditambahkan selama operasi berlangsung yang tidak tercover oleh BPJS, dimana dr. Yudhi terpaksa mengambil keputusan tanpa menanyakan kepada keluarga pasien akan mahalnya obat. Yach, bagaimana mungkin bertanya dulu sedang keselamatan Ayah ada diujung tanduk, berapapun harganya jelas akan kami bayar, demi keselamatan Ayah. Awalnya dr. Yudhi menyarankan pindah Rumah Sakit karena masalah financial, Siloam lebih murah daripada Graha Amerta, namun ujungnya akan tetap sama karena ada tambahan “Bom” sebagai usaha menyelamatkan Ayah. Alhamdulillah semua fase kritis telah dilewati oleh Ayah, insyaallah besok sudah boleh pulang.

Laa ba’saa thohuurun In syaa Allah, Syafakallah Ayah..aamiin

Advertisements

6 thoughts on “Pemasangan Ring yang Kedua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s