Dua biji Ring telah terpasang di Jantung Ayah

Sepulang dari Umroh, dua bulan lalu, Ayah sering mengeluh tentang dadanya yang sakit hingga tembus ke belakang diiringi sesak yang lumayan membuat molet tidak karuan. Padahal sebelum berangkat Umroh hanya masalah kaki saja seperti Ibu, keduanya memang telah terlanjur mendaftarkan diri untuk Umroh, disaat kaki mulai tidak kompromi, namun Alhamdulillah semua kewajiban Umroh lancar terselesaikan. Tiba di tanah air justru masalah dada sakit yang terus mengganggu aktivitas Ayah. Pada akhirnya Ibu memaksa Ayah untuk segera ke Spesialis Jantung, untuk mengetahui apakah Jantung Ayah, baik-baik saja. Ternyata cukup sekali periksa di RS Mitra Keluarga, dokter langsung memaksa untuk Kateterisasi karena mencurigai ada permasalahan pada pembuluh Jantung Ayah.

Kateterisasi dilaksanakan di RS Polda Mayangkara, karena Ayah masih memiliki Askes (BPJS) yang dapat digunakan, biayanya pun dapat ditekan, kata beliau, eman karena gaji tiap bulan sudah dipotong. Setelah seminggu hasil pemeriksaan telah keluar, ada 4 tempat yang terganggu, dua tempat pembuluh sebelah kanan dan dua tempat sebelah kiri. Dan yang terparah ada satu tempat yang buntu hampir 99% dan itu wajib segera diambil tindakan. Dokter memberikan alternatif untuk memilih Pasang Ring atau ByPass. Namun karena kondisi yang 99% itu cukup mengkhawatirkan, apapun pilihannya, tetap akan ada persiapan untuk ByPass.

Ibu memutuskan untuk mencoba Pasang Ring saja terlebih dulu, mengingat usia Ayah yang sudah mulai senja, ketakutan akan efek dari operasi besar yang memakan waktu hingga 10 jam, karena harus membongkar tulang rusuk, tentu masa Recovery sangat riskan dan lama. Sedangkan pasang Ring, prosedur sama dengan Kateterisasi yaitu memasukkan semacam alat melalui alat kelamin menuju Jantung dan kemudian dipasangkan Ring didaerah yang buntu tersebut.

Operasi Pasang Ring maupun ByPass adalah operasi dengan biaya yang tidak murah, kami harus siapkan ratusan juta, namun karena Ayah memiliki BPJS biaya dapat ditekan dengan “syarat dan ketentuan berlaku”. Pertama, Ayah tidak bisa menggunakan fasilitas BPJS di RS Polda Mayangkara, karena tentu dalam sebulan, setelah pemeriksaan Kateterisasi kemarin tidak ada fasilitas operasi lagi hingga 3 bulan ke depan, padahal Ibu sudah sangat ngotot agar Ayah segera di operasi. Kedua, kami harus mencari alternatif RS yang lain, namun klas BPJS harus di Upgrade agar dapat menanggung biaya operasi sekitar 50% saja. Alhamdulillah kami mendapatkan di Graha Amerta walau dengan sedikit perjuangan. Karena BPJS Ayah kelas 1 harus di upgrade ke kelas VVIP, minimal VIP, jika ruang VVIP sudah full book.

Operasi Ayah terjadwal Rabu (16/08), berarti Selasa sudah harus masuk kamar. Senin pagi, Ayah dan Ibu sudah mulai hunting kamar, kenyataannya Senin semua ruangan di VVIP dan VIP RS Graha Amerta masih full, menurut info dari IDIK (Kardiovaskuler) ada alternatif di ruang Nusa Indah, di bagian IRD RS Dr Soetomo. Senin malam giliran saya dan pak Suami hunting kamar, ternyata Graha Amerta juga masih penuh, kami disarankan datang kembali Selasa pagi, langsung saja kami menuju IRD Dr Soetomo untuk melihat lokasi ruangan VIP Nusa Indah sebagai alternatif pengganti. Kedua Rumah Sakit ini sebenarnya bersebelahan, tapi untuk berjalan rasanya kq awang-awangen jauhnya, akhirnya kami keluar dari Graha menuju IRD, pak Suami sudah ilfill sesaat masuk gerbang IRD untuk parkir, waktu sudah menunjukkan pk 11.00, namun banyak orang masih keleleran duduk, tidur, checkin dsb. Kami jalan di sepanjang lorong sambil merasa ngeri-ngeri sedap. Duh..jauh amat jalannya, akhirnya kami pun sampai di ruang Nusa Indah, dan lagi-lagi full, disarankan besok pagi kembali lagi.

Selasa pagi ini (15/08), saya menelepon customer care RS Graha Amerta untuk menanyakan kamar yang telah saya pesan senin malam, Alhamdulillah meski VVIP masih full, terdapat kamar VIP yang kosong, kami pun segera berangkat beserta Ayah dan Ibu. Alhamdulillah Ayah bisa masuk kamar hari Selasa, jika tidak, operasi akan di skedul ulang.

Rabu pagi (16/08) tepat pukul 10.00 Ayah telah bersiap di ruang IDIK untuk menjalankan operasi pasang ring, saya, ibu dan mas didik menemani Ayah di luar ruangan operasi. Waktu demi waktu berjalan, sembari menunggu, saya dan Ibu sepakat membaca surat Yassin dan Al Mulk, demi keselamatan, kemudahan dan kelancaran proses pemasangan ring di pembuluh jantung Ayah. Tak terasa hampir 2 jam kami menunggu, asisten dokter kemudian memanggil Ibu untuk mengabarkan bahwa operasi Ayah telah selesai, beliau dalam keadaan sadar (ternyata hanya bius lokal) dan akan segera di pindahkan ke ruang ICU guna di observasi untuk semalam. Menurut dokter kesulitannya cukup tinggi, sehingga hanya terpasang 2 ring, Alhamdulillah yang buntu hampir 99% dapat dipasang ring tanpa harus Bypass, dan untuk operasi selanjutnya adalah memasang ring di pembuluh yang buntunya sekitar 70%. Operasi sendiri paling cepat di lakukan seminggu kemudian apabila menggunakan jalur umum dan sebulan dengan BPJS. Kalo Ayah boleh memilih, beliau tidak mau pasang lagi, lebih memilih minum obat dan jaga pola makan, beliau tidak betah di RS juga tidak nyaman dengan operasinya, maklum seumur-umur, namanya opname baru kemarin Kateterisasi dan kedua operasi pasang ring ini.

Kamis pagi ini (17/08) bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 72 tahun, Ayah diijinkan pulang, padahal hari itu tanggal merah, biasanya admin libur, namun Alhamdulillah inilah arti Merdeka bagi kami, selain Ayah yang cerewet minta segera pulang, Ibu juga terlihat sangat lelah sudah menenmani Ayah selama 3 hari 2 malam, saya juga lelah karena riwa-riwi rumah dan RS yang jauhnya lumayan. Alhamdulillah ya Allah, segala puji syukur kami panjatkan, operasi tahap pertama telah Ayah lalui dengan baik, untuk pemasangan 2 ring berikutnya semoga terlaksana dengan baik dan sukses juga, kami senantiasa memohon kepadaMu untuk memberikan kesehatan bagi Ayah dan Ibu, juga untuk kami sekeluarga..aamiin

“Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa” “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim)

Advertisements

6 thoughts on “Dua biji Ring telah terpasang di Jantung Ayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s