Sidik Jari kak Belva

Setelah menunggu hampir 3 minggu, hasil test Sidik Jari kak Belva selesai sudah. Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Sebenarnya sejak kemunculan tes sidik jari ini rasa penasaran besar sekali, tapi sayang karena terlalu mahal, lupakan sajalah. Setelah lama tidak update berita tentang tes sidik jari ini, mendadak awal tahun ajaran baru, salah satu wali murid yang kebetulan seorang guru mengajak anak-anak kelas aksel untuk mengikuti tes ini sebagai sarana penguatan atas fakultas yang telah mereka pilih, jika cocok Alhamdulillah namun jika tidak, hasil tes ini dapat memberikan banyak alternatif yang lain berdasarkan kecerdasan, bakat dan potensi si anak. Wahh..Langsung saya menjadi pendaftar yang pertama, alasan paling utama adalah karena KEPO, mengapa kak Belva sama sekali tidak tertarik bidang Ekonomi, padahal mama dan papa nya lulusan ekonomi dan menjadi pengusaha. Fakultas Ekonomi ini maksud saya sebagai alternatif selain pilihan utama fakultas Kedokteran.

Menurut informasi yang saya baca mengenai tes sidik jari ini, bahwa setiap sidik jari manusia mengandung kumpulan bakat dan potensi bahkan pilihan pekerjaan orangtua hingga buyutnya. Jadi semisal ada orangtua atau buyut yang berprofesi sebagai guru/dosen, tentara, pengusaha, dokter dll akan terlihat di sidik jari kita, entah dominan atau resesif. Ternyata hasil yang diperoleh kak Belva menunjukkan hasil terkuat justru dibidang eksakta dan bahasa, tapi memang selama ini, dua bidang itu yang terlihat menonjol di nilai mapel sekolah. Dan jika kemudian rekomendasi hanya ke fakultas tertentu seperti Ilmu Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat) dan Tehnologi Informatika dan Komunikasi, serta fakultas Budaya yang di dalamnya ada Bahasa, Pariwisata, Arkeologi, juga fakultas Keguruan, ini hasil kombinasi dari alat-alat ukur yang lain semisal Multiple Intelegent, 4 Dimensi Kepribadian, Gaya Belajar, Cara Berfikir dll. O ya, untuk alternatif fakultas Keguruan sendiri, secara genetis, mertua saya keduanya adalah dosen Mipa, keluarga dari pihak mertua banyak dosen, selain itu ibu saya sendiri juga guru Fisika, keluarga ibu memang juga banyak jadi guru (entahlah, di cocok-cocokin kq ya cocok..hohoho)

Finger prints test sendiri menurut sebagian ahli Psikologi termasuk Ilmu semu atau pseudosains (Inggris: pseudoscience) adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah (bahasa kasarnya semacam ramalan). Biasalah dalam hidup ada Pro dan Kontra, saya hanya berusaha mendapatkan yang terbaik buat anak-anak, termasuk membantu kak Belva mencarikan sarana penguat atas pilihannya dan Alhamdulillah anak-anak aksel yang ikut tes, semua hasil sesuai dengan pilihan fakultas yang mereka inginkan. Sekali lagi Tes Sidik Jari ini bukan Vonis, tapi membantu mengarahkan sesuai dengan bakat dan potensi genetis yang membuat si anak semakin mantab melangkah kedepan dengan pilihannya, karena kalo sudah ada bakat dan potensi, tentunya akan mempercepat hasil, dibandingkan yang tidak memiliki bakat maupun potensi.

Kak Belva telah mantab memilih fakultas Kedokteran mungkin secara genetis banyak dokter di keluarga si Papa, yang terdekat adalah budhe-nya (kakak kandung papa belva). Dan hasil yang paling melegakan adalah tentang kharakteristik pekerjaan yang mendapat nilai tertinggi adalah Self Employee dan Business Owner, mungkin disinilah gen mama-papa nya terlihat. Jadi intinya jika Allah ridho atas pilihan kak Belva menjadi seorang Dokter maka ujungnya dia akan lebih memilih profesi sebagai Dokterpreneur (kebetulan budhenya juga seorang dokter estetika yang memiliki klinik kecantikan). Semoga ya nak, Allah senantiasa meRidhoi apa yang menjadi pilihan, impian dan cita-citamu sebagai dokter spesialis anak, mama dan papa pun ikhlas dan ridho dengan semua doa, usaha dan perjuanganmu dalam mewujudkannya..In Syaa Allah, aamiin.

Advertisements

13 thoughts on “Sidik Jari kak Belva

  1. Ini pertama kalinya dengar tentang tes sidik jari untuk mengetahui bakat dan minat. Setahu saya lebih mudah melakukannya jika ikut tes psikologi yg memang diciptakan untuk itu dengan menjawab beberapa pertanyaan. 😀

  2. Aamiin ya robbal alamin. Saya baru tau info ini, bagus sekali. Seperti kebanyakan orang, saya pun hanya tau tes bakat minat di Fakultas Psikologi UI. Teknologi semakin berkembang ya. Sukses kuliah FK nya, kak Belva 👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s