NgongPing 360 – Disneyland (Fitti Reward – HK part 3)

“To move, to breathe to fly, to float; to gain all while you give; to roam the roads of lands remote; to travel is to live.” ― Hans Christian Andersen

Alhamdulillah, pagi ini (17/02) terbangun dengan kondisi masih menggigil dan sedikit lelah, dapat dipastikan muka bantal akan menghiasi wajah seharian. Namun city tour hari ini justru yang terberat dan akan menguras energi lebih banyak. Terjadwal uji nyali dengan NgongPing 360 dan mengunjungi Disneyland yang berhektar-hektar luasnya. Okay kami siap bertempur hari ini berbekal sarapan telur rebus masing-masing 3pc dan kopi. Charles sudah standby di lobi, kami segera meluncur ke terminal NgongPing 360 di Tung Chung dan akan menuju NgongPing Village dimana Giant Budha berada, kemudian akan kembali lagi ke terminal awal.

A. NGONGPING 360

Sejenak kami mengantri tiket dan Charles lah yang mengurus semua keperluan kami di terminal ini. Sesaat menunggu saya melihat sekeliling, sembari hidung mengendus keberadaan aroma kopi. Aha..ada stan makanan kecil, siomay dan minuman hangat, ternyata telur rebus tak sanggup untuk membakar kalor di badan makhluk tropis satu ini, saya pun segera membeli siomay 1pax dan capucino 2cup berdua hubby sebagai pengusir udara dingin. Selesai dengan ticket, Charles mengajak untuk segera mengantri Cable Car, sebenarnya waktu masih sangat pagi, namun antrian disini cukup ramai, banyak turis lokal dan manca, tapi mayoritas turis dari Cina, mereka makmur sekarang, kata Charles, jadi sering ke HK. Yee..emang HK kan bagian dari Cina juga, jadi memang turis Cina disebut turis lokal juga..hahaha.

Siomay dan Kopi dengan kecepatan penuh harus segera dihabiskan, setelah membaca peraturan tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam Cable Car, duh..rasanya lidah terbakar, maksud hati buat bekal malah sebagian terbuang sia-sia, yach..sudahlah. Kami pun telah ada di dalam Cable Car berbarengan dengan turis Cina sekeluarga (bertiga), penampilannya sangat sederhana. Cable Car ini di design dapat memuat penumpang hingga 10 orang. Design interior Cable ada 2 tipe yang berbeda, yaitu Standart Cabin dan Crystal Cabin. Yang membedakan antara dua Cabin ini, adalah lapisan bawah kaca, Standart tertutup biasa, sedangkan tipe Crystal berkaca transparan, jadi bisa melihat pemandangan secara jelas ke bawah. Hubby protes ke Charles kenapa tidak dibelikan ticket buat tipe tersebut, kata Charles selain tiketnya mahal (tarif premium) tipe tersebut jarang, antriannya sangat lama, takutnya sampai Disneyland kesorean, lagi pula kalo saya sih ngeri banget pake tipe transparant, maklum phobia ketinggian. Kedua tipe Cable Car tersebut beredar pada kabel yang sama, tapi antrian penumpang yang dipisahkan oleh sistem antrian di terminal.

Ngong Ping Cable Car memiliki jarak tempuh 5,7 kilometer (3,5 mil) yang menghubungkan antara Tung Chung (di mana menghubungkan stasiun MTR Tung Chung) dan Ngong Ping (di mana Lin Monastery Po dan Tian Tan Buddha berada). Antara dua terminal di Tung Chung dan Ngong Ping, dibuat sistem berjalan diatas pantai selatan pulau Hong Kong International Airport dan Nei Lak Shan, dengan delapan menara termasuk terminal. Perjalanan Cable Car ini menghabiskan waktu sekitar 25 menit. Cableway dimulai pada terminal Tung Chung, berjalan di Tung Chung Bay. Kemudian berjalan sampai Lantau North Country Park ke Nei Lak Shan, sebelum akhirnya turun ke terminal Ngong Ping. Selama perjalanan 25 menit, wisatawan dapat melihat panorama Utara Lantau Country Park, Laut Cina Selatan, Bandara Internasional Hong Kong, lembah Tung Chung, Ngong Ping Plateau. Ketika mendekati Ngong Ping Village, akan terlihat The Big Buddha dan Lin Monastery Po.

Sampailah kami di Ngong Ping Village, setelah melalui laut, bukit, lembah, dan pantai dari ketinggian selama 25menit ini super duper pengalaman yang seru. Selain jantung yang harus kuat menahan degup yang lebih kencang dari biasanya, juga hawa dingin yang menusuk semakin menambah rasa tidak karuan. Alhamdulillah, sampai disini kami masih diberikan keselamatan oleh Allah. Memasuki wilayah Ngong Ping Village yang luasnya 15.000 meter persegi yang telah dirancang sebagai cerminan budaya dan spiritual daerah Ngong Ping. Seperti yang telah kita ketahui, meski mayoritas penduduk tidak beragama, namun penduduk yang beragama terbesar adalah Budha. Itulah sebabnya di NgongPing Village ini terdapat Patung Budha Raksasa, selain untuk beribadah, hal ini juga sebagai sarana mengangkat wisata di daerah bukit ini. Selain itu terdapat Tradisi Cina, seperti Monastery Po, masih dalam kepercayaan Budha, ada atraksi dalam Theater, Tea House juga terdapat pusat perbelajaan dan bermacam-macam resto. Dan di saat Tahun Baru Imlek, Natal dan tiga hari ulang tahun Buddha adalah hari-hari yang paling ramai Pengunjungnya. Saat ini kami sampai di NgongPing Village juga bersamaan dengan turis dari Cina, perkumpulan orang-orang yang tidak lagi muda dalam beberapa bis. Hebatnya mereka masih sanggup naik ke bukit, untuk melihat Giant Budha lebih dekat sedangkan kami yang masih muda, sudah ngos-ngosan saja bawaannya..hiks

B. DISNEYLAND

Setelah Cable Car kami kembali ke terminal Tung Chung, kamipun menyempatkan diri untuk Makan Siang, Charles sudah hafal dengan kami yang muslim ini untuk selalu memilih makanan yang halalan toyiban, maka Charles memilihkan Paper Lunch yang kalo di Indonesia sudah berSHI, di HK pun kami lihat bersih dari daftar menu Babi. Selesai makan kami segera pindah terminal menuju Disneyland. Terkagum-kagum melihat Terminal MTR yang super Canggih ini, dimana-mana terlihat mesin pencetak ticket MTR yang keren. Segera kami membeli ticket dan naik MTR biasa kemudian pindah MTR bertema Micky Mouse. Setelah Charles membelikan ticket kami berdua, dia berpamitan dan akan menjemput kami kembali setelah Disneyland tutup, byuuhhh..lama amat ya.

Sesaat kami masuk dan berada di halaman Disneyland ini sudah sangat lelah, jarak menuju ke tempat cek sekuriti cukup jauh. Sejenak mengantri untuk periksa keamanan, kami langsung masuk dan disuguhi kepala Micky sepanjang mata memandang. Setelah sejenak meluruskan kaki sambil melihat-lihat denah yang telah kami ambil dalam versi Indonesia (ini memperlihatkan bahwa orang Indo termasuk doyan ke HK, terutama Disneyland, tersedia juga dalam versi bahasa Cina, Inggris, Thailand dan Melayu), kami melihat lalu-lalang anak-anak dengan riang gembira berceloteh, kamipun saling pandang dan hampir bersamaan berkata,”seandainya anak-anak ikut, betapa senangnya mereka,”. Iya, tapi ticket hanya buat berdua dan mereka masih harus sekolah. Mungkin Next time, kami bisa pergi sekeluarga, anggap saja saat ini survey dulu, berapa biaya jika tanpa ikut tour, karena jatuhnya selain lebih murah, waktu kami juga lebih longgar tanpa harus lari-larian dikejar jadwal tour. Rasa lelah sedikit berkurang, ketika akan melanjutkan perjalanan, kami dihentikan oleh Parade sore yang akan segera digelar, yasudah sekalian istirahat diperpanjang lagi. Sembari menonton parade, hubby mencoba mereka melalui Sony Cam, semacam GoPro, mendadak petugas menghampiri kami dan melarang melanjutkan aksi kami, yang aneh kenapa kamera biasa boleh merekam??, hmm..mungkin model tongsisnya mengganggu penonton lain ya, ya iyalah..hahaha.

Hong Kong Disneyland adalah sebuah taman yang berdiri diatas tanah hasil reklamasi di Penny Bay, Lantau Island. Ini adalah taman Disneyland pertama yang terletak di Hong Kong yang dimiliki dan dikelola oleh Hong Kong International Theme Parks yang juga mendirikan dan mengelola Ocean Park, Hong Kong. Disney berusaha untuk menghindari masalah pertentangan budaya dengan memasukkan budaya Cina, adat istiadat dan tradisi ketika merancang dan membangun resor, termasuk kepatuhan terhadap aturan feng shui. Dan taman ini terdiri dari tujuh bidang bertema: Main Street, AS, Fantasyland, Adventureland, Tomorrowland, Grizzly Gulch, Mystic Point, dan Toy Story Land.

Main Street, AS yang dirancang untuk menyerupai awal abad ke-20 Midwest kota. Terinspirasi oleh Main Street, AS, bangunan dari jalan utama ini hampir identik dengan yang di Anheim. Seperti Disneyland di negara lainnya, Main Street, AS berfungsi sebagai pintu masuk taman, di sepanjang jalan masuk inilah tadi digelar Parade Sore, nanti malam juga akan ada Parade kemudian dilanjutkan kembang api sebagai penutup hari. Tidak seperti taman-taman lain, Main Street di Hong Kong Disneyland dibangun terutama dari kayu, bukan batu.

Kami pindah ke taman berikutnya yaitu Fantasyland, daerah ini membawa ke karakter hidup dan tempat dari film Disney untuk anak-anak. Fantasyland fitur Sleeping Beauty Castle, serta Fantasy Gardens di mana karakter Disney berkostum dapat kita temui dan mungkin ingin berfoto, jangan lupa siapkan uang tip, namun kami sama sekali tidak tertarik karena selain terlalu kekanak-kanakan, juga harus sanggup antri panjang, bayar pula (..malesin). Selanjutnya menuju Adventureland yaitu taman yang terbesar di antara semua taman Disney, yang memiliki area pulau besar rumah Tarzan ini Treehouse, yang dilingkari oleh Jungle Cruise (Jungle River Cruise) – banyak seperti Sungai Amerika di sebagian besar wilayah tema Frontierland. Adventureland juga rumah bagi “Festival of the Lion King” show. Sepertinya daerah ini kami Skip, kaki sudah tidak kooperatif.

Langsung belok ke Story Land, berdasarkan the Disney Pixar Film seri Toy Story Grizzly Gulch, mengenang sebuah kota pertambangan yang ditinggalkan di tengah-tengah pegunungan dan hutan. Tanah bertema reminisces sebuah kota pertambangan yang ditinggalkan disebut “Grizzly Gulch”, di tengah-tengah pegunungan dan hutan. Struktur Inti adalah Big Grizzly Gunung Pelarian Tambang Mobil, terinspirasi oleh Grizzly Peak Disney California Adventure Park. Kota ini direncanakan akan didirikan 8 Agustus 1888 – hari, bulan dan tahun keberuntungan – oleh prospectors mencari untuk menemukan emas. Toy Story Land adalah taman yang terletak di sisi barat, di belakang Fantasyland. Toy Story Land memperlihatkan penggunaan bambu sebagai pisau rumput raksasa di sekitar daerah tersebut. Karakter dari film Toy Story, seperti Woody diperbesar, Rex, sebuah pesawat kertas besar, dan Luxo Jr memperkuat karakter yang ingin ditonjolkan. Nah, di daerah Sheriff Woody kembali kami beristirahat, cukup lama, hanya berbekal air mineral dan kamipun kelaparan. Melihat begitu banyak stand-stand makanan berjualan, tak sanggup menggoda kami untuk membeli, kami harus pastikan itu halal. Beberapa resto sempat kami baca sekilas menu makanannya, jika tercampur kamipun mundur. Baiklah..mari kita menahan lapar hingga sampai di hotel saja. Berjalan kembali mengikuti petunjuk dari Disneyland, selanjutnya menuju taman Mystic Point, hutan hujan dimana kejadian supranatural terjadi. Mystic Point adalah tema baru di Hong Kong Disneyland. Pos petualang ini didirikan pada tahun 1896 di sebuah hutan hujan yang dikelilingi oleh pasukan misterius dan peristiwa supranatural. Taman ini memiliki Mystic Manor, rumah Lord Henry Mystic, traveler dunia dan sang petualang serta monyet nakal, si Alber.

Setelah meninggalkan Mystic Point, kami melihat semacam pujasera di wilayah serupa India, harapan kami besar akan menemukan makanan halal (teringat menu curry saat di ladies market). Ternyata dugaan kami benar tapi bukan makanan India, justru melayu, dan kami menemukan menu kesukaan kami yaitu Sate, walaupun tertulis Satay, kami optimis itu adalah menu makanan yang sama. Dan tanpa pikir panjang, langsung kami pesan 2porsi, bayangan kami porsi akan sewajarnya walau harga jauh dari kata wajar, yang penting makan dan kenyang. Setelah pesanan terhidang baru paham perbedaannya, sepertinya satay ini tidak dibakar, hanya dimasak berbumbu kacang dan sudah siap saji, yang penting enak dan banyak (100% akibat kelaparan). Btw hubby memang tak pernah lepas dari hensetnya, karena sembari vacation beliau masih harus bertanggungjawab atas bisnis yang ditinggalkan di toko, Alhamdulillah semua dapat dikendalikan di manapun berada. Selesai makan kami segera menuju taman selanjutnya, yaitu Tomorrowland.

Tomorrowland Disneyland merupakan visi optimis Masa Depan, fitur penekanannya pada trim metalik, didominasi oleh warna biru dan ungu. Sejak pembukaan taman, atraksi unik telah ditambahkan ke Hong Kong Tomorrowland, seperti Encounter Autopia and Stitch. Sampai di wilayah ini kami berdua sudah tidak bertenaga, hari sudah menjelang petang, matahari pun mulai menghilang, dan tak kami sangka-sangka, hujanpun datang. Alhamdulillah selalu membawa bekal payung. Hati bermaksud hendak pulang, apadaya Charles belum bersedia menjemput karena kendaraan telah dibooking jam 8 malam setelah penutup acara Disneyland yaitu parade kembang api. Berlari-larian menuju taman Main Street AS, dimana banyak pengunjung berteduh di setiap toko penjual cinderamata, termasuk kami. Parade malam juga akan digelar disini seperti sore tadi. Melihat-lihat produk cinderamata para tenant di sana, tidak tertarik membeli saat melihat harganya yang tidak masuk akal. Toh, di Indonesia banyak KW nya, ya mungkin perbedaannya dari Brand yang asli tertulis Disneyland, Hong Kong. Hanya sedikit membeli topi dan sisir rambut berkarakter kepala Micky Mouse, sudah itu saja sebagai kenang-kenangan kami pernah ke Disneyland, HK.

Semakin malam hujan kian deras, parade terpaksa mundur dari jadwal. Kami masih berteduh di pertokoan, berdiri terus dan semakin tersiksa, duh..kapan dimulainya. Jam sudah menunjukkan pukul 19.00, di tengah gerimis mengundang, parade malam mulai berjalan. Syukurlah gerimis mulai jarang, parade malam ini sungguh mempesona, berakhir di panggung tempat kembang api akan di laksanakan. Acara kembang api dilaksanakan nun jauh ditengah taman, saya memotret menggunakan Tele, karena sudah sangat lelah untuk berjalan mendekat. Charles mulai memberi aba-aba jika sudah menunggu di parkiran, sebelum kembang api dimulai, kami sudah tidak kuat lagi, memilih untuk pulang dan beristirahat. Charles menjemput kami dengan Alpard, bagus dan nyaman namun tak cukup membuat lelah kami berkurang, apalagi mendengar kabar yang dia sampaikan, pesawat kami delay 12jam, pemerintah HK tidak megijinkan penerbangan. Entah kenapa, menurut kabar beredar ada erupsi gunung berapi di negara yang akan dilewati, sehingga akan membahayakan penerbangan. Astaghfirullah, bagaimana nasip kami, keluar hotel jam 12, terus kemana, padahal mobil tour masih akan menjemput jam 6 malam, dan itu masih keleleran lagi hingga jam 12 malam, itu prediksinya. Ya Allah, kami akan tetap mensyukuri apapun takdir dari-Mu, insyaAllah ada Hikmah dibalik semua ini. Kami masuk Hotel dan berkemas, sebelum tidur kami berdua menyusun rencana, akan kemanakah besok?? (..zzzZzzZzz).

Advertisements

7 thoughts on “NgongPing 360 – Disneyland (Fitti Reward – HK part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s