Hong Kong 2016 (FITTI Reward – part 1)

“When you travel, remember that a foreign country is not designed to make you comfortable. It is designed to make its own people comfortable.” – Clifton Fadiman

   Alhamdulillah, pagi ini (15/02) kami berangkat ke airport Juanda, menuju HK dengan Cathay Pacific. Pagi sekali kami berangkat, tepatnya pk.05.30, kebetulan adek Mika belum bangun dan pesawat terjadwal pk.08.45, namun untuk menghindari rewelnya adek Mika dan macetnya jalan, kami berangkat jauh lebih awal. Namun semalam sebelumnya, selain kami memastikan siapa guide yang akan menemani kami selama di HK, kami juga berpamitan dengan anak-anak, adek Mika sedikit rewel dan sebagai kompensasinya dia meminta dispensasi untuk bolos sekolah (duh..adek!). Setiba di bandara, kami menelpon rumah dan adek Mika telah bangun, dan mengabarkan jika televisi tidak dapat difungsikan, kami berdua langsung panik, hendak pulang namun beresiko tertinggal pesawat, akhirnya dengan di instruksi melalui telpon, agar kabel-kabel dilepas dan ditancapkan lagi, si Emak berhasil, televisi kembali berfungsi. Alhamdulillah tenang rasanya kami berangkat untuk berlibur 4hari. Hiburan adek Mika memang hanya Tv kabel, terutama disney junior (mama-papa nya malah menuju disneyland..hiks), sedangkan kakak-kakak tidak lagi mengkonsumsi tv, lebih asik dengan buku mereka masing-masing.

​​  

   Sambil menunggu saat berangkat, kami sempatkan sarapan, ketika menuju ke resto melihat seorang bapak berjalan sendirian dan bertanya dimana letak boarding menuju Malaysia. Sekalian kami ajak makan, karena kami yakin beliau pasti belum sarapan. Dengan penampilan sederhana ala TKI, beliau menemani kami sarapan sambil menceritakan kerasnya kehidupan yang beliau alami, beliau bekerja di perusahaan kelapa sawit di Malaysia, sedang cuti karena orangtua sakit keras. Cerita terpotong karena jadwal pesawat kami akan segera take off, kami pamit sekalian membayar semua makanan bapak tersebut, beliau sangat berterima kasih dan mendoakan kami. Alhamdulillah, merasa sangat beruntung dengan kehidupan yang kami miliki saat ini, sukses buat panjenengan juga bapak, semoga selamat sampai di tujuan.

  Tepat pk.08.45 kami masuk pesawat, perjalanan memakan waktu sekitar 4jam, dekat ya, tidak sampai jogja kalo mengendarai mobil dari rumah kami..hehehe. Mendekati pk.13.00 kami telah mendarat di HK setelah mengambil koper, segera menuju keluar bandara, telah menunggu guide yang sudah dijanjikan untuk menjemput kami. Oya, traveling kali ini bersifat SIC (Seat in Coach). Kami hanya berdua, rencananya besok city tour akan digabung dengan turis lain, jika memang ada, namun jika tidak berarti hanya kami berdua saja, seperti private tour. Adalah Charles Mak, guide yang akan menemani selama di HK dan kami dijemput bis besar bersama-sama dengan penumpang lain dari bandara menuju hotel kami di Kowloon. 

  Bis kami berjalan dari Bandara menuju Hotel, kami mengagumi betapa HK merupakan negara Maju yang sangat indah. Banyak pertanyaan yang kami ajukan tentang HK yang memang sangat asing buat kami, kemudian Charles menceritakannya dengan bahasa Indonesia yang sedikit berlepotan. Oh ya, Charles merupakan blasteran HK dan Indonesia, namun lebih banyak tinggal di HK, sedangkan Ibunya yang orang Indonesia, sering pulang ke Indonesia. Charles memulai cerita bagaimana sejarah HK hingga memiliki 2 sistem dalam 1 negara. Setelah kekalahan Tiongkok dari Kerajaan Inggris, Hong Kong menjadi koloni Inggris dengan diserahkannya Pulau Hong Kong, kemudian diikuti Semenanjung Kowloon tahun 1860 dan penyewaan 99 tahun New Territories tahun 1898. Sempat diduduki oleh Jepang selama Perang Dunia II (1941–45), Inggris kembali mengontrol Hong Kong hingga 1997. Sebagai hasil dari negosiasi antara Tiongkok dan Inggris, Hong Kong diserahkan ke Republik Rakyat Tiongkok melalui Deklarasi Bersama tahun 1984. Kota ini menjadi Daerah Administratif Khusus pertama di Tiongkok melalui asas “satu negara, dua sistem”.Hong Kong merupakan penghubung perdagangan utama dan pusat keuangan dunia dan dianggap sebagai salah satu kota global, menempati posisi kelima setelah New York City, London, Tokyo and Paris. Hong Kong merupakan pusat keuangan ketiga terpenting setelah New York dan London. Ekonomi berbasis jasa dengan pajak rendah dan perdagangan bebas dan mata uang negara ini (Dolar Hong Kong) adalah mata uang paling banyak diperdagangkan kedelapan di dunia. Mayoritas penduduk Hong Kong merupakan keturunan Tionghoa.

  

  Bahasa resmi Hong Kong adalah Kanton, bahasa Mandarin dan Inggris juga merupakan bahasa utama, dipakai oleh sedikit penduduk sebagai bahasa sehari-hari. Tanda bertuliskan Mandarin dan Inggris umum di semua kawasan. Hong Kong terletak di laut Tiongkok selatan, sebelah timur Makau di sisi berlawanan dari Sungai Pearl Delta. Dikelilingi Laut Tiongkok Selatan di timur, selatan, dan barat, dan berbatasan dengan kota Shenzhen di utara, di seberang Sungai Sham Chun (Sungai Shenzhen). Wilayah negara Hongkong terdiri dari Pulau Hong Kong, Kowloon, dan New Territories, dan lebih dari 200 pulau lepas pantai, Pulau Lantau adalah yang terbesar sedangkan Hong Kong adalah yang kedua terbesar dan populasinya adalah yang terbesar. Sebagian besar pengembangan kota kawasan ini berada di semenanjung Kowloon, sepanjang pesisir utara Pulau Hong Kong, dan seluruh New Territories. Pesisir Hong Kong yang panjang menjadikannya memiliki banyak sungai dan pantai. Pada 18 September 2011, UNESCO memasukkan Hong Kong National Geopark ke dalam Global Geoparks Network. 

   Tak terasa sampailah kami di Hotel, berada di wilayah Kowloon, hotel berbintang namun rasa melati..duh!), memang tak ada hotel senyaman hotel di Indonesia, semua harus mandiri dan fasilitasnyapun ala kadarnya..hiks. Charles langsung berpamitan pulang setelah membantu kami berdua check in. Waktu Sholat di HK hampir sama dengan Surabaya, hanya untuk urusan kiblat kami cari tanda di dalam laci (berdasar kebiasaan hotel di Indonesia) tidak kami temukan. Alhamdulillah, aplikasi android sudah sangat canggih dan selalu terinstal, jadi untuk urusan kewajiban yang satu ini, insyaAllah semaksimal mungkin kami laksanakan. 

   Siang ini hingga malam nanti, waktu bebas. Sejenak melepas lelah, dan selepas Maghrib, kami mencoba berjalan-jalan menuju Ladies Market, yang tak berada jauh dari hotel kami, the famous one market yang berada di Mongkok, Kowloon, dimana tersedia pasar barang ori maupun kw dengan harga miring (asal pinter nawar ajah). Suhu udara malam ini sungguh sangat dingin, selain kaos panjang didobel dengan jaket tebal, belum mampu mengusir hawa yang menusuk tulang, HK baru saja lepas musim dingin, namun derajat suhu masih dibawah 10° dan itu sangat tidak nyaman bagi makhluk tropis seperti kami. Dengan berbekal tulisan para travel bloger, kamipun sudah siap menawar dengan harga rendah, (minimal 50%), namun kami juga harus siap di “Clathu” jika menawar terlalu murah, beberapa informasi mengatakan pedagang di Ladies Market sedikit temperamental (capek kali ya, ditawar terus, saya juga kalo dagangan saya ditawar pasti ogah..hahaha), biarkan saja toh kami tidak paham bahasa mereka. Dari hotel kami cukup berjalan kaki saja, ramai walaupun bukan weekend, komposisi turis dan lokal hampir sama, dan lebih banyak mereka mengenakan coat untuk menghangatkan badan. Sebelum berencana belanja kami lebih memilih observasi dulu, kira-kira diantara pedagang tersebut mana yang paling friendly. Namun hingga malam tiba, tak juga kami belanja, yang ada kami kelaparan dan memutuskan untuk membeli makanan saja. Dengan membaca demografi HK, dimana mayoritas, lebih dari setengah penduduk tidak beragama, entah itu agnostik maupun atheis, sisanya adalah penduduk yang beragama, penduduk muslim kemungkinan tidak sampai 1% saja. Namun Hong Kong menjamin kebebasan beragama dan dilindungi oleh Undang-Undang. Jadi wajar, Makanan halal tidak mudah kami temukan, apalagi Mushola, tempat beribadah agama lainpun hampir tidak terlihat. Dari sepanjang perjalanan hanya ada menu Makanan dengan huruf Cina yang sama sekali tidak kami pahami, apalagi kandungan dan bahan masakan tersebut. Sambil terus berjalan, terdengar ditengah-tengah keramaian sejumlah pemuda, entah ras India atau Arab (saya kesulitan membedakannya) menawarkan makanan “Halal”, akhirnya kamipun mengikutinya, sampai lumayan jauh, beruntung hubby melek tehnologi, sehingga selalu siap dengan GPS dihenset. Menu lebih ke India daripada Arab, berarti mereka ras India. Sepanjang menunggu pesanan kami, ada sepasang turis bule seumuran orangtua kami dengan sok akrab mengajak kami mengobrol, mereka berasal dari Tazmania (mendadak ingat film Kartun). Entah mereka ngomong apa, bahasa inggris yang terlalu fasih, hanya sedikit yang kami paham dan lebih banyak tersenyum manis. Bersyukurnya,  mereka tidak memandang remeh kami, meski saya berhijab dan berasal dari Indonesia, justru mereka makin bersemangat menceritakan pengalamannya selama di Bali dan ingin sekali berkeliling Indonesia. Finally, pesanan kami selesai dan kamipun berpamitan pada Oma-Opa asal Tazmania, mereka mengundang kami untuk berkunjung ke negara mereka, walau kecil tapi cantik, mereka mencoba berpromosi..aiihh, insyaAllah mohon doanya saja..hiyahh. Tiba di hotel segera kami mencicipi kare ayam dan ayam kurma made in India, Alhamdulillah, lezat sekali, namun sangat berlemak, nah makanya lezat, lemak is lezat (..hahaha). Alhamdulillah, kami makan dengan halal meski kurang toyib, berlemak euy..qkqkqk). Kamar hotel terasa begitu dingin, heater sama sekali tidak berfungsi, hotel bintang macam apa ini..hiks. Kelelahan membuat kami cukup pulas, city tour hari pertama akan kami mulai dari Victoria Harbour, semoga cuaca bersahabat..aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s