Delay, antara lelah dan nikmat (Fitti Reward – HK part 4)

“Life is just like an old time rail journey … delays, sidetracks, smoke, dust, cinders, and jolts, interspersed only occasionally by beautiful vistas and thrilling bursts of speed. The trick is to thank the Lord for letting you have the ride” – Jenkin Lloyd Jones

Alhamdulillah, pagi ini masih terbangun dengan rasa lelah yang parah, selain kemeng juga kaku karena kedinginan, saya memang tidak begitu suka dingin, sejak melahirkan secara sectio, tiga kali pula, suhu badan menjadi tidak normal, sering merasa kedinginan padahal cuaca biasa saja, ada hubungannya?, iya kata kakak yang kebetulan dokter. Sedangkan hubby kebalikan, dia makhluk yang paling doyan dengan udara dingin yang berlebihan, jadi tidak seiya sekata kalo urusan beginian (jadi #oot kan, kembali ke Laptop). Pagi ini kami akan check out lebih awal, kami titipkan koper ke pihak hotel, dan kami keluar untuk menjelajahi kota HK.

Memanggil taxi kembali untuk membawa kami ke Tsim Sha Tsui, menuju Victoria Harbour (lagi). Berfoto-foto lagi, kebetulan ada kapal tradisional HK, berciri khas layar kapal berwarna merah sebagai obyek wisata, kena jepret sedikit, sempat menepi dan ingin naik, namun ada ketakutan, rute mereka kemana, kalo tidak balik lagi, Lost in Hong Kong berarti..hiks. Disaat yang sama sedang ada prosesi photo wedding, juga ada anak-anak bule (mungkin international school) sedang observasi, rame pokoknya. Setelah puas dengan Victoria Harbour, kami segera berpindah ke seberang menuju hotel Peninsula, pengen masuk tapi takut dikira artis, daripada dikejar-kejar paparazi (kemudian dilempar sandal..wkwkwk). Pusat perbelanjaan di sini sungguh urakan, selain produk branded, baik Ori maupun Kw dan non branded dijual bebas, masalah harga tidak berani tanya, mereka hanya bisa mandarin, takut keblobok (kata orang jawa). Tas, sepatu, baju dipajang sangat menggoda iman, jiwa kulakan begitu tertantang, untung ada hubby yang mengajak berjalan cepat,”ingat lho Ma, tujuan awal kita mau cari Masjid Kowloon,” hubby segera menggandeng tangan saya, hanya sanggup menahan liur yang menetes (..hayah). Hubby memang bukan tipikal pria metropolis, beliau tidak doyan belanja, kecuali terpaksa kalo akan bepergian, beliau seorang petualang sekaligus mesin pencetak uang, cukup saya saja yang doyan belanja (..hahaha).

Setelah berputar-putar mengelilingi pusat perbelanjaan yang luasnya tak terhingga, ditambah dengan sedikit-dikit tersesat, dengan panduan GPS, Alhamdulillah kami menemukan Masjid Kowloon. Masjid ini berfungsi sebagai pusat berkumpulnya muslim dan muslimah di penjuru HK a.k.a Islamic Center. Ingin sekali berfoto-foto di dalam Masjid, sayang dimana-mana tertuliskan peraturan di larang foto, mungkin untuk menghindari Riya’. Langsung menuju tempat wudhu, bersih dan sangat rapi. Segar rasanya setelah berbasuh air wudhu, kemudian menuju tempat sholat untuk muslimah yang berada di atas, kebetulan banyak ibu-ibu sedang sholat, mengaji, ada juga yang sedang mengobrol dan semuanya dalam bahasa Melayu cenderung Indonesia, bisa diambil kesimpulan, muslim terbesar di HK adalah orang Indonesia, Alhamdulillah. Kami sempatkan sholat Dhuhur dan Ashar secara Jama’, lanjut berdzikir dan berdoa, berterimakasih kepada Allah Azza Wa Jalla yang telah memberikan Nikmat dan Karunia-Nya atas Delay yang terjadi, sehingga kami masih diberi kesempatan berkunjung ke rumah Allah dinegara yang mayoritas penduduknya tidak beragama (Subhanallah). Ketika akan pulang, menyempatkan mengisi kotak amal, kemudian mendadak salah satu ibu (kemungkinan takmir) memaksa saya membawa banyak baju, katanya dari Gaza atau mana, sebagai ucapan terimakasih karena Masjid Kowloon telah banyak membantu. Si ibu bilang,”mbak mau pulang ke Indonesia kan, ayo mbak, bawa saja, beri ke tetangga yang membutuhkan, banyak sekali ini,”. Tak kuasa menolak, saya pun membawa satu kresek besar, namun hubby menyarankan untuk mengembalikan, selain sulit membawa, padahal kami belum membeli oleh-oleh, juga takut jika terjadi pemeriksaan.

Kami melanjutkan perjalanan, setelah cukup jauh berjalan tak tentu arah, kami memutuskan kembali ke Ladies Market dan pulang ke Hotel, karena sudah menjelang sore dan sama sekali kami belum makan, selain sarapan telur rebus dan kopi. Kami pun memanggil taxi dan berhenti di Ladies Market, kemudian memborong oleh-oleh, seperti gantungan kunci, t-shirt, dompet dan topi. Mampir membeli minuman jelly tea, sebagai pengganjal perut, benar-benar kami takut makan sembarangan.


Tiba dihotel masih sekitar pukul 5 sore, mendadak hubby kebelet pipis, dan gilanya hotel ini tidak menyediakan toilet untuk customer umum, mereka hanya menyediakan di dalam kamar, karena kami tidak lagi menginap, maka dicarilah toilet umum diluar. Akhirnya hubby keluar dari hotel mencari toilet umum, saya jaga koper sendiri di lobi sambil menunggu jemputan. Alhamdulillah hubby menemukannya di pertokoan mainan yang 2hari lalu kami kunjungi. Malam, hampir pukul 8, kami baru saja dijemput dan langsung menuju Aiport. Saat di Airport kami langsung menuju boarding, dan Alhamdulillah kami menemukan KFC dan hebatnya sudah bersertifikasi Halal. Kamipun makan dengan lahap seperti seminggu tidak makan, masing-masing dari kami menghabiskan 2porsi, bahkan hubby masih nambah lagi, ya Allah kenapa makanan ini terasa begitu lezat. Waktu detik demi detik, jam demi jam, telah berlalu, kami mencoba tidur namun tak bisa, delay ini sungguh melelahkan. Entah pukul berapa, mungkin 1 atau 2, pesawat kami telah siap, diisi penuh oleh orang Indonesia, Cathay Pacific siap terbang menuju negara tercinta. Pukul 06.00 kami tiba di tanah air, puji syukur Alhamdulillah kami tiba dengan selamat, walau remek teramat sangat. Sampai di rumah, saat anak-anak telah berangkat sekolah, kangen terpaksa harus ditunda. Justru kami bisa istirahat sejenak, karena semalaman tanpa tidur nyenyak.

Terimakasih ya Allah, pengalaman perjalanan yang sangat menakjubkan. Nikmat dan Karunia-Mu sungguh tak ternilai harganya. Setiap tahun Engkau mengijinkan kami menjelajahi bumi Ciptaan-Mu tanpa biaya, insyaAllah tahun depan, awal 2017 kami akan berkunjung ke Jepang, jika target kami tercapai, bantu kami untuk mewujudkannya ya Allah..aamiin.

“Doa dan Harapan akan selalu membuat kami yakin untuk menjalani hidup dengan memiliki tujuan, Allah akan selalu mengabulkan doa-doa hambaNya yang mau bersungguh-sungguh baik ikhtiarnya maupun tawakalnya..InsyaAllah”

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Diri Sendiri sebagai kado ulangtahun ke 41th, Keluarga dan Dea Wijaya Toserba, sebagai motivasi diri sendiri, motivasi untuk anak-anak kami sebagai pemegang tongkat estafet perusahaan, juga sebagai pengingat bahwa kami pernah meraih prestasi berupa Reward Hong Kong ini setelah USA-Canada dan Portugal-Spain dalam kehidupan kami.

Advertisements

6 thoughts on “Delay, antara lelah dan nikmat (Fitti Reward – HK part 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s