Liburan dan Mudik Lebaran 2016

  Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Azza Wa Jalla, liburan bersamaan dengan lebaran tahun ini kami sekeluarga dapat menikmati euforia mudik. Sebelumnya seperti taun-taun lalu kami hanya berencana untuk pindah tidur di hotel di Malang, selain kakek-nenek sudah tidak ada, orangtua juga berdomisili dekat rumah, jadi silaturahim hanya kota-kota saja. Entahlah kenapa tiba-tiba muncul keinginan mudik, mengikuti bapak dan ibu saya yang memiliki ritual mudik tiap lebaran, dan memang hanya sowan ke kakak atau adik beliau saja. Ahh..apa salahnya sekali-kali ikut dan mengawal orangtua yang sudah menua, kasian kan jauh, tapi memang bapak dan ibu terbiasa mandiri, menyetir mobil sendiri kemanapun beliau pergi, jadi merasa have a fun saja. Suasana mudik kali ini berbeda dan tentu saja karena kehadiran kami sekeluarga, bapak dan ibu makin bersemangat.


  Tradisi sungkeman di rumah di lanjut sungkeman ke orangtua seperti biasa di hari pertama lebaran, tidak ada acara lain setelahnya, walau sebenarnya dilanjut sungkeman ke mertua namun karena kakak ipar sedang sakit, maka sungkeman dimundurkan setelah kami pulang dari mudik.



  Kunjungan kami yang pertama adalah ke kota Kertosono, berangkat dari rumah pk.06.00 pagi dan sampai pk 12.00, duh macetnya, biasanya hanya memakan waktu 2 jam molor hingga 6jam. Sampailah kami di rumah Bude Yah yang merupakan kakak sulung dari bapak (bapak sendiri ragil) satu-satu nya kakak bapak yang masih ada, dan tentu saja sudah sangat tua dan hanya tiduran di dipan. Setelah di jamu dengan menu Ayam khas resep bude Yah, yang super lezatos kamipun berangkat lagi menuju kota Ponorogo, dan kami memilih jalur Tulungagung untuk menghindari jalur Saradan yang diam tak bergerak, saking macetnya.



  Alhamdulillah tiba di Ponorogo kami langsung masuk hotel pk 21.00, ini juga termasuk lebay, perjalanan yang harusnya 3jam menjadi 7jam..hiks (remex.com). Keesokan hari nya kami menuju ke rumah adek ibu kebetulan ibu anak sulung, jadi memiliki adek-adek yang masih muda, bahkan sebagian sepantaran dengan kami. Acara dilanjutkan jalan-jalan ke Telaga Ngebel Ponorogo yang terkenal keindahannya. Jalan menuju kesana  lumayan berliku-liku, dan Alhamdulillah saya tidak mabok. 


  Suasana Telaga Ngebel sangat ramai, maklum Lebaran. Sehingga spot-spot foto terbaik selalu penuh, dan mobil kami kesulitan untuk parkir. Akhirnya mampirlah kami makan siang ikan bakar di depot-depot sederhana yang menjual view Telaga Ngebel, jadi sambil menyelam minum air, sambil maksi kami pun foto-foto.


  Kami segera balik ke hotel dan pindah ke hotel yang berbeda saat malam kedua di Ponorogo, saking penuhnya hotel. Setelah cukup beristirahat, malam nya kami menuju ke Alun-Alun Ponorogo sebagai pusat keramaian kota kecil. Parkir sangat susah saking ramainya, harus berputar-putar dulu, akhirnya pun kami parkir. Di dalam Alun-Alun terdapat banyak pedagang berjualan mulai makanan, pakaian, dan cinderamata, selain itu banyak permainan semacam pasar malam. Faktor kelelahan membuat kami tidak nyaman berlama-lama di dalam sana, segera kami kembali ke hotel dan beristirahat. 


  Hari ketiga kami segera meluncur ke rumah sepupu ibu dari pihak ibu yang kebetulan hari itu mengadakan acara ngunduh mantu, saudara banyak berkumpul, Alhamdulillah ramai dan akrab, hanya sebentar kami disana, karena ada acara yang wajib kami datangi juga di kota Magetan, tepatnya Parang, keluarga besar ibu dari pihak ayah berkumpul dalam acara tahunan, yaitu silaturahim dan arisan keluarga. Sejak awal menikah baru dua kali ini kami hadir dan selalu ada anggota baru dalam acara ini, ya tentu sajalah, anak kami saja bertambah terus, dan kami tidak kenal satu persatu dari keluarga yang hadir, kecuali sepupu ibu, yang kami tau pasti mereka keluarga kami..hihihi.

  Tepat adzan dhuhur acara ditutup dan kamipun berpamitan, menuju Sidoarjo melalui jalur Utara, karena ingin menghindari macet di Selatan. Alhamdulillah sampai di kota kami pk 20.30 dan kami pun langsung masuk Cito Mall untuk makan malam, karena sepanjang perjalanan jalur Utara sulit menemukan kuliner yang kami suka. 

  Pengalaman Mudik yang menyenangkan, walaupun terjebak dalam kemacetan, namun silaturahim memang membuat hormon endorphin kita meningkat, bertemu saudara dekat maupun jauh, baik yang sudah kenal maupun yang barusaja kenal sangat membahagiakan. InsyaAllah tahun depan giliran mudik ke keluarga hubby di Jawa Tengah, wah kalo yang ini bakal banyak kuliner dan wisata..hahaha.

Advertisements

9 thoughts on “Liburan dan Mudik Lebaran 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s