Antara Tahfidz, Nasyid dan Storytelling

  Dalam seminggu kemarin kak Belva menerima tanggungjawab dari sekolah untuk siap digeber dalam lomba antar sekolah Islam. Sebagai agenda tahunan sekolah, setiap awal tahun, tepatnya bulan January sekolah anak-anak selalu mengikuti pameran pendidikan di Mall terbesar kawasan Surabaya Selatan, City of Tomorrow, selain sebagai sarana Branding juga dalam rangka menjaring murid baru untuk ajaran 2016/2017.
  Sebagai duta sekolah yang ditunjuk, kak Belva dengan sepenuh hati mengemban amanah dari sekolah dan berusaha semaksimal mungkin mempersembahkan yang terbaik. Berlatih dengan sungguh-sungguh walau dengan keterbatasan waktu.
  Lomba Tahfidz untuk SMP yaitu hafalan Juz 1, Alhamdulillah kak Belva termasuk dari sedikit murid yang terpilih, di kelas 9 inipun dia sedang menapaki juz 3. Kelas tahfidz tidak diwajibkan di sekolah, semua diserahkan kepada siswa, sekali lagi Alhamdulillah kak Belva berminat mengikuti kelas tahfidz yang baru diadakan dikelas 8 setahun lalu dan untuk pertama kalinya kak Belva mengikuti lomba tahfidz. Lomba diadakan hari Selasa pukul 3 sore, berlima dengan kak Belva berangkat dari sekolah dikawal oleh para ustadz/dzah menuju Cito. Jam 5 kak Belva baru tiba dirumah dan tanpa mendapatkan kemenangan. Namun tidak mengapa, apalagi untuk pertama kali mengikuti lomba tahfidz, tentu pengalaman lebih berharga daripada sekedar juara.
  Berlanjut lomba Nasyid, kak Belva kembali diminta sekolah untuk ikut audisi karena tim yang dikirimkan ada 4grup dan ternyata dia terpilih dalam grup Nasyid yang beranggotakan 4 siswi. Hari Jumat pukul 4 sore kak Belva bersama grup Nasyid telah siap tampil di Cito, hingga pukul 7 malam kak Belva barusaja masuk rumah, padahal Sabtu besok harus tryout bahasa Indonesia di sekolah dan dilanjutkan latihan Storytelling. Untuk lomba Nasyid ini kembali kak Belva belum mendapatkan keberuntungan alias kalah, hal ini mungkin disebabkan latihan yang hanya 2hari saja. Next time boleh di coba lagi ya kakak.

  Hari Sabtu, setelah tryout dan latihan di Sekolah, kakak pulang hanya sebentar, menyempatkan diri makan siang dan berganti baju kostum untuk lomba Storytelling, tanpa mengeluh, bak seorang pejuang kak Belva begitu bersemangat berangkat dengan mengayuh sepedanya ke Sekolah. Tiba di Cito dan kakak mendapatkan nomer urut 2, setelah tampil pukul 4 sore kak Belva dan didampingi kepala sekolah memilih untuk pulang karena pengumuman pemenang akan diadakan setelah lomba Storytelling antar SMA. Mendekati waktu Isya, papa dan kak Belva segera mengabari saya yang saat itu berada di toko, bahwa kak Belva mendapatkan juara 1..Alhamdulillah, ini adalah penghargaan kedua diajang yang sama dua tahun lalu, di kelas 7, kak Belva mendapatkan juara 3 untuk Speech Contest. Finally, perjuanganmu membuahkan hasil Nak, bangganya Mama dan Papa padamu. Passion kak Belva memang disini, bahasa Inggris, sedari kecil dia belajar secara otodidak baik melalui buku, musik juga film. Belum setahun kak Belva mengikuti les EF dengan harapan dapat lebih baik dalam penggunaan grammar dan kemungkinan ikut program homestay menjadi lebih terbuka. Jangan cepat berpuas diri ya Nak, harus terus berlatih dan upgrading diri, harapan Mama di jenjang SMA nanti kamu lebih banyak memiliki kesempatan berorganisasi, mengikuti debat bahasa Inggris, juga Karya Ilmiah Remaja. Potensi yang besar harus kian terasah demi cita-cita mu untuk Going Aboard. Terimakasih sebesar-besarnya buat SMP Islam Raudlatul Jannah yang sudah memberikan bimbingan, dorongan dan kesempatan buat Belva untuk melanglang buana dari panggung ke panggung. Clarinta Belva Sabina, anak yang dulunya pendiam dan pasif kini tampil semakin Percaya Diri.
  Alhamdulillah ya Rabb, begitu banyak nikmat dan karunia-Mu yang tercurah bagi keluarga kami. Terimakasih atas amanah berupa anak-anak yang tekun beribadah, berbudi luhur, mandiri dan bertanggungjawab serta sarat dengan Prestasi, layaknya Motto dari PI.Raudlatul Jannah “Luhur Budi dan Kaya Prestasi”. Tiada henti kami berdoa dan memohon agar anak-anak kami dapat menjadi anak-anak yang Qurrota A’yun, Shalih dan Shalihah sekaligus menjadi Khalifah yang bermanfaat bagi umat kelak dikemudian hari..aamiin

Advertisements

2 thoughts on “Antara Tahfidz, Nasyid dan Storytelling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s