Resolusi 2016 tentang amalan Sholat dan Cabang Pertama

image

  Ritual awal tahun Masehi identik dengan penetapan Resolusi, tentang target dan harapan yang ingin dicapai ditahun ini. Tak lupa untuk mengevaluasi diri, tentang prestasi yang sudah diraih, target sepenuhnya, setengah atau malah gagal tercapai. Standart yang harus dinaikan, distabilkan atau malah diturunkan, agar pencapaian lebih mudah direalisasikan.
  Menentukan Resolusi wajib dilakukan di segala aspek kehidupan, baik secara Spiritual dan Intelektual serta Financial. Jika pencapaian resolusi tahun lalu diberikan nilai, mungkin saya masuk kategori “BC”, lumayanlah, Alhamdulillah, disyukuri saja dan kedepannya wajib ditingkatkan prestasinya.

A. Spiritual (paling Utama)
  Tahun 2015, puasa Sunah Senin-Kamis relatif stabil, tapi Tahajud sedikit kocar-kacir..hiks, namun saya antisipasi dengan Rawatib dan Witir serta Dhuha yang tak tertinggal..Alhamdulillah. Beberapa hari lalu sekilas membaca artikel di Islamapos tentang sunah muakkad dan ghairu muakkad, dan ternyata tingkatan sholat sunah adalah Tahajud, Witir kemudian Rawatib dan terakhir justru Dhuha. Jadi jika sudah rajin Dhuha hendaknya Tahajud, Witir dan Rawatib lebih ditingkatkan rutinitas ibadahnya, bukan kebalikannya.
  Di tahun 2016 ini keinginan terbesar saya adalah memperbaiki amalan Sholat, karena saya mengerti sekali jika amalan yang pertama kali dihisab adalah Sholat. Selain melaksanakan sholat Wajib di awal waktu, juga menambahkan sholat Sunah disela-selanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila sholatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari sholat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, “Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan sholat sunnah?” Maka sholat sunah tersebut akan menyempurnakan sholat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Setelah Sholat wajib ada sholat Sunah yang nantinya akan membantu kita di Akherat kelak. Ada beberapa Sholat Sunah yang ingin saya rutinkan pelaksanaannya.

(1).Tahajud, sunah paling utama namun paling berat..hiks
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Dan pada sebahagian malam, lakukanlah sholat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat ke tempat yang terpuji” [Al-Israa/17 : 79]
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ الصَّلاَةُ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ.
“Sholat yang paling utama setelah sholat yang fardhu adalah shalat di waktu tengah malam.”

(2).Witir, bagi saya witir ini sangat mudah jika dikerjakan setelah Isya’, walau diperbolehkan namun lebih utama jika dikerjakan setelah Tahajud, dan itu agak berat..hiks (lagi). Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang khawatir tidak bisa melakukan sholat witir pada akhir malam, hendaklah berwitir pada permukaan malam. Barang siapa yang berkeinginan untuk sholat pada akhirnya, maka hendaklah berwitir pada akhirnya. Sesungguhnya sholat pada akhir malam itu disaksikan oleh para malaikat, dan itu yang lebih utama,” (HR. Muslim 755. An-Nawawi 6/374).

(3).Rawatib, Alhamdulillah tidak pernah absen qobliyah Subuh dan ba’diyah Maghrib, belakangan inipun merutinkan 4rakaat qobliyah Dhuhur, karena pernah saya membaca Rasulullah tidak pernah meninggalkan qobliyah Subuh dan qobliyah Dhuhur. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat raka’at sebelum Dhuhur dan dua rakaat sebelum Subuh (HR.Bukhari). Dan keutamaan Rawatib terdapat dibanyak hadist, terutama langsung dari istri-istri Rasulullah sendiri.
#‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum Subuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no.725).
#Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan sholat sunah rawatib, dia berkata: saya mendengar Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“. Ummu Habibah berkata: saya tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut (HR. Muslim no. 728). Dan sebagai tambahan untuk Surat AlQuran yang dibaca saat Rawatib, tentunya lebih afdol jika kita mengikuti petunjuk hadist, apalagi yang sanadnya terbukti kuat. Seperti salah satunya dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kaafirun dan surat Al Ikhlas” (HR. Muslim no. 726). Dan PR lagi untuk menghafalkan salah satu ayat-ayat yang dibaca Rasulullah juga di sholat Rawatib, seperti hadist dari Sa’id bin Yasar, bahwasannya Ibnu Abbas mengakabarkan kepadanya: “Sesungguhnya Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunah sebelum subuh dirakaat pertamanya membaca (QS. Al-Baqarah: 136), dan dirakaat keduanya membaca (QS. Ali Imron: 52) (HR. Muslim no. 727). Dan yang pasti Rasulullah tidak pernah meninggalkan qobliyah Subuh dan Witir meski saat Safar. Seperti dijelaskan hadist dari As-Syaikh Bin Baz rahimahullahberkata: “Disyariatkan ketika safar meninggalkan sholat rawatib kecuali sholat witir dan rawatib sebelum subuh”. (Majmu’ Fatawa 11/390).

(4).Dhuha, Keutamaan sholat dhuha juga sama dengan sholat-sholat lain. Karena pada dasarnya ibadah apapun itu semakin teratur dilakukan maka semakin baik. Hanya saja, jika dibuat urutan, sholat Dhuha itu masih di bawah beberapa shalat sunat lainnya. Karena sholat Dhuha termasuk jenis sholat sunah yang “ghairu muakkad” (tidak begitu dianjurkan untuk dilakukan secara kontinyu). Maksudnya, jika Dhuha saja dilakukan secara teratur, maka shalat sunat Rawatib (yang mengiringi shalat-shalat wajib 5 waktu, qobliyah dan ba’diyah) seyogyanya lebih teratur lagi (istiqamah). Karena Rawatib lebih utama dari Dhuha. Sebagaimana jika Rawatib bisa istiqamah, maka shalat Witir harus lebih istiqamah lagi (karena Witir lebih utama dari Rawatib, bahkan Witir wajib hukumnya menurut madzhab Hanafiyah). Adapun surat yang perlu dibaca (setelah al-Fatihah) tidak harus as-Syams dan surat ad-Dhuha. Jika surat ad-Dhuha saya sudah hafal dari zaman baheula, kenapa as-Syams tidak hafal-hafal, ini yang harus dicapai di tahun ini, masak kalah sama anak-anak..hiks. Kalau belum hafal kedua surat tersebut, sebenarnya boleh saja membaca surat lain. Dan jika sudah hafalpun kedua surat tersebut tetap boleh membaca surat lain, karena kedua surat tersebut hukumnya hanya sunah saja.
  Jika dahulu Sunah itu dikerjakan berpahala, tidak dikerjakan tidak mengapa. Namun sekarang harus diubah, Sunah itu dikerjakan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan koq Eman-Eman

B.Intelektual
  Belajar merupakan kewajiban setiap manusia, selama kita hidup belajar harusnya tidak pernah berhenti. Seperti pesan Imam Syafi’i Rahimahullah, “Jika Kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, Maka kamu harus sanggup menahan perihnya Kebodohan.”
  Tahun ini target belajar selain tentang ilmu Akherat (mengikuti pengajian Quran dan Hadist), juga tentang ilmu Dunia, baik itu melalui buku, social media, juga seminar (yang terakhir ini jarang sekali saya laksanakan, dengan alasan keterbatasan waktu). Bidang keilmuan dan pengetahuan yang juga tak terbatas, misal tentang bisnis, investasi, kesehatan, resep masakan, hobby dan lain-lain. Apalagi Cabang akan segera buka, ilmu tentang Supermarket sudah kami kuasai, namun untuk Cabang ada sedikit perbedaan, yaitu spesialisasi Baby Shop dan rencananya ditambah Children Photographie, tentunya harus tekun belajar, terutama cabang ilmu yang dibutuhkan saat ini. Semoga target minimal “one month one book” dapat tercapai (harus!!).

C.Financial
  Persiapan Cabang yang akan kami lakukan di 2016 ini tentunya berpengaruh pada keuangan perusahaan untuk sementara, akan lebih banyak terjadi pengeluaran sebagai investasi awal di bisnis yang baru. Sehingga saving mungkin tidak dapat dilaksanakan secara optimal, kecuali untuk zakat dan Thr wajib diprioritaskan. Bahkan suntikan dana yang baru dari Bank sudah mulai kami lakukan, sebagai tambahan modal kerja Cabang. Semoga Cabang segera dapat beroperasi sehingga modal hutang dapat menjadi tanggung jawab Cabang, bukan malah membebani Pusat dan semoga modal hutang ini juga dapat terselesaikan dalam 5tahun kedepan..aamiin

image

  Semua Resolusi yang ditetapkan, walau tanpa standart yang jelas atau angka yang akurat, sebenarnya yang paling ingin saya lakukan adalah membuat jurnal, apalagi target tahun 2016 ini membuka Cabang, apalagi Cabang yang pertama setelah 20tahun kami bertahan dengan satu Toko. Bagaimana tahapan demi tahapannya dapat tertulis rapi di blog, sehingga kelak dapat memberi ilmu baik untuk diri sendiri, terutama kader kami, sehingga akan lebih mudah melakukan Duplikasi Cabang lagi kedepannya.
  Semua yang tertulis hanya semata-mata didasarkan pada keinginan untuk meraih Ridho Allah Azza Wa Jalla, (1).keinginan memperbaiki dan meningkatkan amalan Sholat agar semakin dekat dengan Allah sebagai wujud Syukur atas semua Karunia-Nya, (2).keinginan memiliki usaha baru juga demi tugas khalifah untuk memakmurkan bumi dengan membuka lahan pekerjaan. Semoga semua harapan dapat berjalan dengan lancar, target dapat tercapai dengan optimal..aamiin

“Hidup tak hanya haha hihi tanpa makna.. Hidup itu perjuangan untuk mendapat makna, menjadi berarti bagi sekitar dan punya nilai dimata-Nya”

Advertisements

11 thoughts on “Resolusi 2016 tentang amalan Sholat dan Cabang Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s