Varicella menyapa kembali

  Jumat sore (20/11/2015), sepulang bersepeda bersama teman-teman, kak Reva mengeluhkan punggungnya yang pedih,” Ma, sepertinya punggung ku ada yang aneh, gatal dan pedih”. Hmm..ternyata Virus satu itu kembali berkunjung setelah februari lalu sudah menyerang adek Mika,..duh. “Besok kita ke dokter Ika ya kak, untuk memastikan apakah ini cacar air, apa teman sekelas ada yang sudah terkena??,” tanya saya. “Iya ma, Aurel, barusaja sembuh dan sudah sekolah lagi,” jawab kak Reva. Yach..sudahlah, yang membuat tertular malah teman kak Reva, bukan adek Mika.

image

  Disaat yang sama, kesehatan saya pun sedikit terganggu, flu disertai batuk, alergi juga sedang kambuh, ya Allah..semoga saya tidak tertular, kak Belva juga belum pernah. Mengunjungi dr.Ika hanya diberikan bedak dan vitamin, memang virus Varicella tidak ada obatnya, hanya memperkuat antibody agar virus tidak menyerang tubuh terlalu parah dan segera sembuh. Dan kamipun menambahkan salep Acyclovir dengan harapan cacar air lebih cepat kering.
  Kak Reva lumayan rewel, disaat si mama juga kurang fit harus merawat anak sakit, minta di elus-elus terus karena gatal, juga pedih. Jika kemaren adek Mika hanya sedikit, kak Reva justru lebih banyak cacar air yang keluar. Mungkin kak Reva juga sedang drop, sehingga virus lebih mudah menyerang. Keluhan kak Reva yang semakin menjadi, rewel tiada henti, duh Gusti, sedangkan saya sendiri dalam kondisi yang tidak sehat, benar-benar menguji kesabaran. Banyak nasehat buat kak Reva agar ikhlas menerima semua takdir berupa sakit Cacar air, kebetulan anak-anak sekolah di sekolah Agama, paling tidak mereka juga telah banyak belajar, bagaimana kita mengImani Takdir, bersabar mengahadapi dan mengurangi keluhan, bukankah sakit juga merupakan sarana mengurangi Dosa. “Perbanyak istighfar kak, sakitnya dinikmati, ikhlas dan jangan banyak mengeluh, kak Reva kan sudah lebih besar dari adek Mika, masak lebih rewel sich, malu sama adek dong, sabar ya nak..InsyaAllah sakitnya tidak lama kq, paling 5hari saja, tinggal mengeringnya yang agak lama, banyak berdoa, mohon kesembuhan dari Allah ya,” nasehat saya sembari tersenyum dan mengelus-elus tubuhnya menggunakan puff bedaknya.

“Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa”
“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s