Life begin at 40

Allahumma tawwil ‘umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika waj’alna min ‘ibadikas salihina. (Ya Allah panjangkanlah umur kami dalam mentaati-Mu, dan mentaati utusan-Mu serta jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh.)

image

  Hari ini, Rabu tanggal 30 September 2015, umur saya tepat berada di usia 40 tahun. Alhamdulillah saat ini dalam keadaan Sehat Walafiat dan Bahagia. Melantunkan doa-doa terbaik, semoga dapat selalu menjadi Anak yang berbakti kepada orangtua, Ayah, Ibu dan Mama, Istri sekaligus Ibu yang terbaik bagi suami dan anak-anak, semakin sayang dan sabar, bertanggungjawab, selalu sehat, murah rezeki, semakin Shalihah, bermanfaat bagi Umat, sukses dunia dan akherat..aamiin
  “Life begin at 40” adalah ungkapan yang biasa diucapkan untuk menggambarkan tempo kematangan seseorang manusia bermula pada umur 40 tahun. Penemuan ilmiah terbaru menegaskan bahwa perkembangan otak tidak sempurna (sampai pada batas kesempurnaan) kecuali di penghujung usia 40 tahun. Dan usia ini telah ditetapkan oleh Al Quran 14 abad yang lalu dan Allah Azza Wa Jalla dengan tegas menyebut usia 40 tahun itu haruslah mendapat perhatian,

Allah Ta’ala berfirman,   حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

  Seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun berarti akalnya sudah sampai pada tingkat kematangan berfikir serta sudah mencapai kesempurnaan kedewasaan dan budi pekerti. Sehingga secara umum, tidak akan berubah keadaan seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun.
  Al-Tsa’labi rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun karena ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya.”
  Menilai diri sendiri itu tidak mudah, apalagi menilai keberhasilan, begitu banyak hal yang membutuhkan instropeksi diri. Jika dilihat keberhasilan dari materi, tentu sawang sinawang, keberhasilan perusahaan belum tentu diimbangi kekuatan financial yang kokoh, terbukti hingga saat ini saya belum bebas financial. Sebagai anak sekaligus manager perusahaan orangtua, hingga saat ini belum bisa mendapatkan reward terbaik dari orangtua, terutama Ayah, karena yang menjadi barometer Ayah adalah bebas financial..hiks. Menjadi boss yang baik untuk anak buah?? Semoga saja tetap menjadi boss yang sabar namun tegas dan dapat menjadi coach yang turut membimbing dan mengembangkan skill yang mereka miliki hingga suatu saat merekapun bisa menjadi pengusaha.
  Menjadi menantu yang baik?? Belum juga, masih jarang mengunjungi Mama (yang sekarang tinggal bersama kakak ipar) karena faktor kesibukan, namun yang pasti saya harus selalu sempatkan berkomunikasi melalui telpon. Apakah sudah menjadi mama terbaik untuk anak-anak?? Sepertinya perlu ditanyakan langsung kepada anak-anak, yang pasti sekarang semakin rajin memasak, berusaha menjadi guru yang sabar untuk Mika dan Reva, serta menjadi Sahabat untuk kak Belva. Menjadi istri shalihah untuk suami??, inipun perlu ditanyakan langsung pada beliau, saya hanya terus berusaha menjadi pendamping terbaik dalam suka maupun duka.
  Bagaimana hubunganmu dengan Allah??..Astaghfirullah, masih banyak yang harus diperbaiki, seperti meng’Ontime’kan sholat Wajib dan lebih banyak lagi menambahkan yang Sunah, lebih sering mengaji baik dirumah maupun dimasjid, lebih banyak menimba ilmu agama, semakin rajin datang ke Majelis Taklim (prioritaskan dulu yang disekolah anak-anak). Tentu dengan semua karunia Allah yang sedemikian besar untuk saya selama ini, hendaknya tidak membuat takabur justru sebaliknya harus banyak bersyukur dengan cara beribadah yang terbaik.
  Ibrahim al-Nakhai rahimahullah berkata, “Mereka berkata bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya.” (Lihat: al-Thabaqat al-Kubra: 6/277)
  Semoga apa yang tertulis diatas bukan lantas menjadi putus asa bahkan abai dengan peringatan tersebut, justru ajang pembuktian diri bahwa tidak ada kata terlambat dalam belajar memperdalam agama guna memperbaiki diri baik aqidah, akhlak maupun syariatnya. Menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi, baik itu sebagai anak dan menantu dari orangtua terhebat, Istri dari suami sekaligus partner kerja terbaik, Ibu dari anak-anak tersayang, sekaligus sebagai Ibu dari pegawai toserba Dea Wijaya terkasih. Sifat dan Sikap yang buruk dapat dirubah dan harus yakin bahwa Allah Azza Wa Jalla Maha Rahmat dan Maha Pengampun atas semua dosa dan kesalahan kita. Optimis adalah kata kunci, selama masih hidup kesempatan dan semangat untuk perbaikan harus selalu ada dan terus menyala, terutama dalam hal Ibadah.

“You shouldn’t just be yourself. You should be someone better so that Allah loves you more”

Advertisements

3 thoughts on “Life begin at 40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s