AMOR Royalty 2015 – part 5 (Barcelona, Spain)

“Traveling is like flirting with life. It’s like saying, ‘I would stay and love you, but I have to go; this is my station.”
– Lisa St. Aubin de Terán –

  Morning Barcelona, kalo denger kata Barcelona kenapa mendadak inget Fariz RM ya??, dua lagu yang paling saya suka selain sakura ya barcelona. Sekali lagi tidak menyangka kami bisa sampai di kota ini, semoga tidak lama lagi kami juga akan ke Jepang gara-gara doyan lagu Sakura..aamiin (..hahaha, kepedean amat, coincident ini namanya 😂). Hari ini adalah hari terakhir untuk kami berada di Spanyol, besok siang kami harus hengkang dari sini atau mr.Luis akan membuang kami ke laut marina, karena sudah tidak tahan dengan ketidakdisiplinan kami..hahaha. Semalam saat pulang dari Primark, si sopir pemarah ini hampir saja menabrakkan Bus kami, sepertinya karena overtime, dan hendy langsung saja sumpah-sumpahin ini sopir..😤. Scedul CityTour today, visit Gereja Sagrada familia, lanjut shopping ke La Roca Village dan La Rambla, terakhir acara perpisahan dinner di HardRock Cafe Barcelona.
  Sarapan pagi ini dikejutkan oleh kehadiran koko-koko dan nonik-nonik sepulang mengunjungi Camp Nou (homebase Barcelona FC) dengan riangnya, karena tidak ada agenda ke Camp Nou mereka bela-belain berangkat subuh untuk melihat dari dekat stadion kebanggaan Barca, walaupun ujung-ujungnya hanya melihat pagarnya saja, dan menyempatkan diri foto-foto di sekitaran Camp Nou. Kalo saya disuruh memilih antara Barca dan Madrid mending Madrid, kan CR7 lebih tampan mempesona daripada Messi (alasan yang sangat tidak jelas..😂).

A. SAGRADA FAMILIA
  Seperti biasa setelah sarapan di hotel yang ala kadarnya, kami segera berangkat, destinasi paling pagi untuk hari ini adalah mengunjungi Sagrada Familia, gereja katolik terbesar di Barcelona, namun tak lebih besar dari Masjid Istiqal, Jakarta (Masjid kebanggaan Muslim Indonesia). Kunjungan kami di Spanyol, lagi dan lagi adalah Gereja, jadi terkesan seperti perjalanan Ziarah, maklum penduduk Spanyol merupakan pemeluk Katolik terbesar di Eropa, tapi yang anehnya justru banyak peninggalan masa-masa kejayaan Islam disana. Karena sudah ketiga kalinya kami mengunjungi gereja mulai dari Lisbon, kali ini kunjungan kami Skip. Kami tidak ikut masuk, selain kami tidak tertarik, kami lebih senang mengamati sekitaran Sagrada Familia, banyak toko-toko Souvenir yang sangat mengundang untuk dikunjungi. Peserta terbagi dua, sebagian masuk Gereja, sebagian memilih untuk jalan-jalan sendiri di sekitaran Sagrada Familia, termasuk kami. Hmm..ada warung PKL berjualan buah dan churros, mari kita mencobanya, seperti apa rasanya churros yang asli Spanyol ini..😍.

image

  Sambil mengamati dari luar, kenapa Sagrada ini menurut saya koq mengerikan, terutama bagian depan, bentuknya itu lho gimana gitu, sedangkan bangunan yang terbaru seperti cerita yang terputus, bangunannya kurang matching dengan buatan Gaudi. Beda dengan Gereja-gereja yang kami kunjungi sebelumnya, terutama Jeronimos Monastery, bangunannya begitu anggun namun kokoh, dan gothic nya itu keren banget. Intinya saya kurang begitu suka dengan arsitek Gaudi, karena saya lebih suka aliran minimalis (baru denger nama Gaudi barusan di barcelona ini, siapa juga dia?? ternyata arsitek terkenal..😂 #katrok). Apa karena Barcelona ingin menciptakan gaya arsitektur yang berbeda dari yang pernah ada?, sehingga Gaudi ini begitu identik dengan kota Barcelona. Antoni Gaudi sendiri adalah seorang arsitek yang namanya mencelat setelah ia memenangkan sebuah lomba desain bangunan di Barcelona. Sejak itu Gaudi tidak pernah berhenti berkarya membuat bangunan-bangunan yang sangat khas di tiap sudut kota. Termasuk Casa Mila, terjadwal dalam agenda tapi terpaksa di Skip, kami hanya melihat dari dalam Bus, tanpa sempat mengabadikannya dalam jepretan.

image

  Hingga sekarang, gereja La Sagrada Familia belum selesai, sejak mulai dibangun pada tahun 1882, oleh seorang arsitek bernama Antoni Gaudí dan telah menjadi simbol yang identik dengan Barcelona, bahkan Spanyol. Lokasi pembangunan gereja dikunjungi oleh banyak turis setiap hari. Dan dari kunjungan turis inilah, yang digunakan untuk membangun Gereja, tanpa adanya bantuan dari Vatikan, itulah kenapa selain arsitek yang detil dan rumit, masalah keuangan juga menjadi penyebab lamanya pembangunan Sagrada Familia. Menurut prediksi, gereja La Sagrada Familia mungkin akan selesai sepenuhnya sekitar tahun 2030 sampai dengan 2040. Disini kami sedang menyaksikan pembangunan sebuah karya artistik bersejarah dari salah satu arsitek terkemuka di Eropa yang memakan waktu selama satu setengah abad. 150 tahun!!!

image

  Meninggalkan Sagrada Familia menuju resto Marina Moncho’s untuk keperluan makan siang, resto yang dekat sekali dengan pantai indah Marina, Barcelona. Menu lokal yang cukup enak dan bisa dinikmati lidah, keindahan pantai dapat kami nikmati dari resto ini, namun sayang tidak satupun jepretan sempat kami ambil di luar dan di dalam resto, entah kenapa, padahal bagus sekali, walau sedikit rame. Dan yang membuat lebih tenang dengan menu lokal yang disediakan, hampir semua pegawainya seperti orang Maroko, dari awal kami masuk, sayapun telah disapa dengan Salam, dia memperkenalkan diri sebagai muslim Maroko, Alhamdulillah di Spanyol pun tak sedikit saudara muslim/muslimah yang menyapa dengan salam, tentu saja karena hijab yang saya kenakan, inilah identitas saya sebagai muslimah.

B. LA ROCA VILLAGE

image

  Setelah makan siang, segera menuju Factory Outlet terbesar di Barcelona, yaitu La Roca Village. Seandainya boleh memilih saya ingin melihat pantai yang terkenal itu. Dari kejauhan saya melihat dermaga dengan kapal-kapal yang cantik baik wisata, maupun cargo yang berjajar rapi, betapa indahnya. Daripada ke La Roca, toh destinasi berikutnya ke La Rambla yang juga menyediakan begitu banyak pilihan shopping produk Branded. Ah..sudahlah dari kemarin, kenapa cuma saya yang berisik kalo belanja di FO??..😥.

image

  Menuju La Roca Village yang terletak kira-kira 45 menit dari timur laut Barcelona di jalur AP7 (A7) jalan tol, yang menghubungkan Spanyol dengan negara-negara Eropa. La Roca Village yang berada di sebelah utara Barcelona dan berdiri sejak July 1998.
  FO ini menyediakan lebih dari 90 merk internasional dan lokal termasuk Antonio Miro, Dolce e Gabbana, Farrutx, Loewe, Polo Ralph Lauren Factory Store, Tommy Hilfiger, Versace and Villeroy & Boch. Sejak di Bus, Hendy mengingatkan untuk membeli produk brand Eropa, jelas itu lebih murah hingga 60%, sedangkan untuk brand Amerika tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia. Namun sekali lagi bagi saya yang sangat awam dengan produk Branded adalah sama saja, intinya Mahal, lebih baik uang disimpan untuk membeli souvenir di La Rambla (..#tetep).
  Tiba di La Roca langsung diminta Hendy untuk berkumpul lebih dahulu, untuk membagikan semacam booklet berisi denah, daftar merk beserta voucer diskon tambahan diluar diskon toko yang sudah ada. Gerimis juga menyambut kehadiran kami, jika selama di Madrid kami kepanasan, sebaliknya di Barcelona, gerimis mengundang, kalo melihat model nya hujan bakalan awet. Langsung berteduh disalah satu tenant bernama FC Botiga yang menjual berbagai pernak-pernik Club bola Barcelona. Spanyol identik dengan Bola, untuk itulah hubby sengaja membelikan oleh-oleh berupa jersey untuk rekanan yang turut mengantarkan kami memperoleh Reward ini. Benar kata Hendy, jersey nya mahal sekali, padahal sempat lihat harga jersey Mancity di salah satu Mall Surabaya harga hanya sepertiganya, ya mungkin karena faktor beda ‘made in’ dan produk new release, tapi tak mengapa karena jasa rekanan hubby ini tak ternilai harganya berkat kontribusi mereka ke perusahaan. Setelah memborong jersey, jaket, tas dan semua pernak-pernik kamipun pindah tenant. Mampir melihat tenant yang menjual Sunglass, begitu banyak model dan merk yang ditawarkan dengan harga potongan hingga 70%, kemecer pasti, selain tidak seberapa mahal juga saatnya mengganti sunglass saya yang sudah berumur 6tahun, sekalian oleh-oleh buat kakak ipar. Sedikitpun tidak tertarik membeli baju, tas, sepatu dkk, di Indonesia banyak produk dalam negeri yang bagus dan murah, dan buat kami yang penting comfortable and fashionable. Kami segera kembali ke Bus, disaat yang lain masih berburu keperluan produk branded.

image

C. LA RAMBLA (La Ramblas)
  Melanjutkan kembali perjalanan, destinasi berikutnya adalah La Rambla, ini semacam Kutanya Bali, Malioboronya Jogja, Cihampelasnya Bandung, kalo Surabaya dimana ya?? koq malah tidak ada ya..hiks. La Rambla juga sama dengan Puerta del Sol nya Madrid, tempat berkumpulnya PKL dan Butik-butik ternama yang menjajakan souvenir juga produk fashion dengan brand lokal maupun internasional. Kami tiba di La Rambla sudah sore dan gerimis masih juga belum berhenti.

image

  La Rambla merupakan jalan sepanjang 1,3 kilometer yang terbentang dari alun-alun Plaza Catalunya hingga pelabuhan lama Barcelona, Port Vell. Plaza Catalunya merupakan pusat kota yang digunakan untuk berbagai kegiatan warga, mulai sekadar berjalan-jalan hingga berdemonstrasi. La Rambla ini disebut-sebut jalan paling tersohor di Barcelona. La Rambla memang nyaman untuk orang berjalan kaki. Jalan ini lebar dan bagian tengahnya khusus untuk pejalan kaki. Jalan ini menjadi indah karena barisan pohon-pohon besar dikedua sisi. Jenis kayu pohon ini adalah pohon ‘plane tree’ yang biasa dipakai naungan untuk taman-taman. Sementara jalan tengah yaitu jalan untuk pejalan kaki luasnya hampir tiga kali lipat jalan yang digunakan untuk jalur mobil dan motor dikanan dan kirinya, semua tertib pada jalurnya. Sepanjang tepian jalur mobil dan motor, banyak bangunan tua. Bagian bawah bangunan pun dimanfaatkan untuk toko, restoran, sampai tempat penukaran uang. Disepanjang jalan La Rambla ini dijual aneka koleksi souvenir dan hiburan. Diantara barang yang dijual tidak terbatas souvenir, buku-buku dan pakaian, juga ada penjual bunga segar kaktus hidup bahkan binatang seperti burung piaraan dan kelinci juga di jual disini. Meski nyaman, harus tetap waspada saat berjalan-jalan di kawasan ini. Maklum, seperti umumnya kota besar dunia, Barcelona pun tidak bebas dari para pencopet.

image

  Hendy juga selalu berpesan setiap kali kami akan berjalan-jalan di keramean, agar selalu menjaga barang bawaan kami masing-masing, kalo untuk uang tidak terlalu khawatir karena kami tidak banyak membawanya, namun untuk paspor dan visa, kalo hilang mana boleh pulang?? 😂. Badan sudah sangat lelah, dari tadi pagi kaki berjalan-jalan, jadi tidak banyak toko souvenir yang kami kunjungi. O ya disepanjang jalan komplek La Rambla ini, baik dari jalan utama maupun gang-gangnya semua menyediakan produk khasnya masing-masing, dan saya membeli tas Robin-Ruth bertuliskan Barcelona, setelah di Puerta del Sol juga bertuliskan Madrid (hobby terbaru saya mengkoleksi tas Robin-Ruth), beberapa kaos bertuliskan Barcelona (semacam joger/dagadu), magnet kulkas, coaster, hiasan, itu saja. Sempat Berfoto-foto namun justru lupa mengabadikan PKL atau toko-toko dimana kami membeli oleh-oleh tersebut, karena saat saya bertransaksi hubby harus mengamankan bawaan kami, harus selalu ingat pesan Hendy..hihihi.

D. HardRock Cafe Barcelona
  Acara malam ini kami tutup dengan selebrasi perpisahan di HardRock Cafe Barcelona. Kami masih harus mengantri, dan lebih baik berputar-putar dibutik HardRock untuk membeli stick drum sebagai tambahan koleksi, kaos untuk oleh-oleh dan jaket yang cukup nyaman dipakai untuk bepergian.
  Meja kami telah siap, semua menu pun telah dipesan sebelum kami datang, demi mempersingkat waktu. Dan seperti biasa menu yang tersedia selalu porsi besar, entahlah bagaimana caranya para bule ini menghabiskan, seandainya di Indonesia mungkin saya akan bungkus sisa makanan yang tidak dimakan, eman-eman kata orang Jawa.

image

  Alhamdulillah satu meja dengan pak Oky dan bu Vera, beliau berdua adalah para petinggi FFI yang juga mengawal kami saat ke US dan Canada. Pak Oky membuka pembicaraan,”gak nyangka bu diah doyan nulis juga, sudah pernah masuk kompasiana belum bu, jangan lupa reward kali ini juga ditulis ya.” Entah seperti apa raut muka saya, mungkin seperti kepiting rebus, setelah sebelumnya bu Vera juga pernah mengagetkan saya tentang tulisan Amor Royalty 2014 saat pengurusan Visa Schengen, beliau langsung saja mengeshare tulisan tersebut ke seluruh staff untuk dibaca..duh malu nya. Mengobrol kesana-kemari tentang perkembangan Bendera, tentang produk, harga, kompetitor, dan lain-lain, sembari kami makan malam. Ternyata pak Oky, pak Franky dan pak Omar berencana melanjutkan perjalanan menuju Rusia. Dan tentu saja kami menawarkan diri untuk ikut Targetan lagi jika benar ada Reward ke Rusia, kami akan Fight hingga mencapai angka penjualan tersebut. Pak Oky dan Bu Vera langsung mengiyakan dan tertawa,”semoga ya pak Agung dan bu Diah, semoga Bendera dapat memberikan Reward kembali di tahun depan.” Kami berdua kompak membalas AAMIIN. Acara dilanjut bersulang untuk kemajuan Bendera dan para partner Bendera yang saat ini menikmati reward di Eropa. Semoga di tahun depan kami dapat menikmati kembali reward traveling ke negara yang berbeda (..aamiin).

image

  Bus segera kembali ke Hotel, saat yang sama buat mr.Luis kembali ke Portugal, salam perpisahan baik ucapan maupun tali asih segera kami berikan. Jadi orang yang sabar ya pak Luis jangan suka marah nanti cepat tua dan tidak tampan lagi…hihihi (dalam hati ini). Kami segera masuk kamar masing-masing untuk beristirahat, rencana besok siang jam 12 kami harus meninggalkan hotel dan pulang ke Indonesia.

Adios Barcelona

image

  Pagi setelah subuh kami segera berkemas, menimbang semua koper, Alhamdulillah 2koper cukup tanpa ada tambahan, beda dengan saat di US-Canada kami terpaksa membeli koper baru seharga uang saku satu orang 😭. Bawaan kami tidak banyak, selain faktor penghematan karena euro mahal, produk eropa juga mahal, jadi kami tidak banyak membawa oleh-oleh, koper yang kami bawa sudah sangat besar, berangkat saja sampai penyok saat dibagasi karena kosong (belajar juga dari pengalaman di US).
  Sebagian peserta masih penasaran dengan Primark, pagi-pagi sekali mereka berangkat dengan taxi untuk membeli oleh-oleh tambahan. Dan saatnya pulang telah tiba, pukul 12 siang kami dijemput bus yang berbeda, bukan lagi mr.Luis Figo. Segera menuju bandara dan mengurus keperluan bagasi, kami akan transit di Dubai seperti kemarin. Bandara Barcelona sepi tidak ada antrian dan pemeriksaan pun berlangsung lancar.

Welcome Home
  Kami berangkat menggunakan pesawat Emirates EK 186 pukul 15.30 dan mendarat di Dubai sudah larut malam, saya sempatkan sholat Maghrib dan Isya di Mushola yang cukup bersih, bersamaan dengan orang Afrika yang memiliki banyak anak, 5tepatnya (selisih 2anak sama saya 😂), salut melihat mereka, karena semua menunaikan kewajiban dimanapun berada dan yang menjadi perhatian saya adalah model mukenanya, seperti kekurangan bahan..hehehe. Sambil menunggu pesawat yang akan mengantarkan kami ke Jakarta, kami sempatkan belanja beberapa Coklat tobleron, agak ragu juga, coklat ini tidak satupun berlabel halal, tapi anehnya tetap saya beli, walau sedikit..hiks. Saatnya boarding, pesawat Emirates EK 356 menerbangkan kami saat subuh, sebelum take off sempatkan subuhan agar hati tenang, Alhamdulillah bersebelahan dengan bu Franky jadi tidak merasa sungkan, pesawat segera melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
  Tiba di Jakarta sore hari, kami segera menuju pengambilan Bagasi, karena perbedaan ukuran antara bagasi luar negeri dan dalam negeri terpaksa kami harus membayar kelebihan muatan. Sambil menunggu pesawat ke Surabaya, selain mampir mushola, kamipun langsung berkangen-kangenan dengan menu Indonesia, mampir ke salah satu cafe langganan kami di bandara, kami makan dengan sangat lahab, seperti orang tidak pernah makan..MasyaAllah enak sekali.
  Menjelang maghrib kami berangkat menuju bandara Juanda, kami sudah sangat kangen dengan anak-anak, selama dalam penerbangan sudah dapat membayangkan wajah mereka yang berbinar-binar menantikan kedatangan kami dan oleh-oleh tentu saja. Tiba dirumah selepas Isya, Alhamdulillah, rumah sangat dekat dengan Bandara, tidak terlalu lama kami sudah berada di depan pintu rumah, anak-anak segera berhamburan keluar menyambut kepulangan kami. Alhamdulillah ya Allah, anak-anak dalam kondisi sehat dan ceria. Terimakasih Emak dan Ibunda yang dengan sabar dan sayang merawat ketiga buah hati kami dengan baik.
  Traveling ke Spanyol dan Portugal yang barusaja kami nikmati adalah diantara satu karunia terindah dari Allah Azza Wa Jalla yang kami peroleh tahun ini. Terimakasih ya Allah, semoga di tahun depan kami masih memiliki kesempatan untuk memperoleh Reward dari supplier rekanan kami..aamiin

“Doa dan Harapan akan selalu membuat kami yakin untuk menjalani hidup dengan memiliki tujuan, Allah akan selalu mengabulkan doa-doa hambaNya yang mau bersungguh-sungguh baik ikhtiarnya maupun tawakalnya..InsyaAllah”

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Diri Sendiri, Keluarga dan Dea Wijaya Toserba, sebagai motivasi diri sendiri, motivasi untuk anak-anak kami sebagai pemegang tongkat estafet perusahaan, juga sebagai pengingat bahwa kami pernah meraih prestasi berupa Reward Spain-Portugal ini setelah US-Canada dalam kehidupan kami.

Advertisements

2 thoughts on “AMOR Royalty 2015 – part 5 (Barcelona, Spain)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s