AMOR Royalty 2015 – part 3 (Madrid, Spain)

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.”
– Ibn Battuta –

  Satu Hari-Dua malam terjadwal berada di Madrid dan menginap di Hotel Rafael Athoca tidak jauh dari Palacio Real (Royal Palace). Agenda City Tour sangat padat merayap, dari pagi hingga malam, kalo sudah begini, kami harus ontime. Morning Call berbunyi pukul 6 Pagi seperti biasa, bersiap-siap, kemudian Sarapan, pukul 8 kami harus sudah siap untuk berangkat. Sesaat akan berangkat, kami dikejutkan oleh keadaan Bus kami yang mengenaskan, penuh coretan Grafitti tangan-tangan usil. Hendy (tour leader kami),”jangan di kira Spanyol aman bu, banyak orang Mabok malam-malam sehabis begadang, apalagi sekarang Spanyol termasuk yang terkena Krisis Moneter, banyak phk, pengangguran, orang-orang tambah ngawur, makin banyak copet, hati-hati dengan barang bawaannya ya bapak dan ibu.” Hendy melanjutkan,”pak Sopir tadi nawari mau diganti Bus nya tidak, butuh waktu sih, tapi gpp kita berangkat dulu saja ke Museum terus ke Royal Palace, bus diganti disana nanti.” Kami hanya meng”Iya”kan saja, sambil saya lihat Mr.Luis mondar-mandir telpon dan nyerocos bahasa Portugal.

image

  Agenda City Tour di Madrid hari ini sangat padat merayap. Terjadwal Royal Palace, Cibeles Fountain, Santiago Bernabeu Stadium, Mosque in Madrid, Plaza de Espana, Puerta Del Sol, Grand Via, Plaza Mayor, La Rozas Village. MADRID sendiri merupakan Ibu kota Spanyol, kota terbesar ketiga di Uni Eropa setelah London dan Paris. Sebagai kota Cosmopolitan dan Pusat Keuangan Utama di Eropa Selatan, Madrid merupakan rumah untuk Keluarga Kerajaan Spanyol. Kota Madrid identik dengan Budayanya, Sejarah, Taman, Tapas, Kebun Anggur, permainan Matador dan Sepak Bola.

A. Museo Del PRADO
  Mengawali city tour hari ini mampir ke Museo Del Prado, walau tidak terdaftar dalam scedul, hanya sebagai pemanasan saja, karena kami berangkat kepagian itu alasan lebih tepat dan Istana Kerajaan Spanyolnya belum buka..hahaha.

image

  Museo del Prado adalah museum seni terbesar di dunia dan salah satu tempat atraksi di Madrid yang paling terkenal. Dibangun pada akhir 1700-an pada masa pemerintahan Charles III, yang ingin menciptakan sebuah monumen spektakuler di kota. Sampai saat ini, Museo del Prado memiliki ribuan koleksi yang terdiri dari 7.600 lukisan, 1000 patung, 4.800 cetakan dan 8200 gambar, serta sejumlah besar dokumen sejarah. Selain koleksinya sendiri. Bangunan Museo del Prado yang bergaya klasik juga sangat menarik perhatian, lumayan untuk berfoto ria. Hmm..karena cuma mampir, terpaksa foto-foto disekitar Museum, terdapat juga Gereja dan mobil Polisi Madrid sebagai property fotografi (untuk dipamerkan ke adek Mika, karena dia terobsesi menjadi Polisi..aamiin).

image

  Menyempatkan foto grup lagi untuk kesekian kalinya. Berhubung menghadap sinar matahari, mana sinarnya super cerah, Backlight deh 😥.

B. Royal Palace Madrid
  Setelah puas berfoto kami segera menuju Royal Palace. The Royal Palace Madrid adalah kediaman resmi keluarga kerajaan Spanyol di kota Madrid, tetapi hanya digunakan untuk upacara negara. Raja Juan Carlos dan keluarga kerajaan tidak bertempat tinggal di istana, tetapi memilih tempat yang lebih sederhana Palacio de la Zarzuela di pinggiran Madrid. Istana ini terletak di Calle de Bailen (Bailen Street), di bagian Barat dari pusat kota Madrid, Timur Sungai Manzanares. Istana ini adalah sebagian terbuka untuk umum.

image

  Sebelum masuk Istana seperti biasa kami harus meminjam alat komunikasi, karena di dalam banyak grup yang berkunjung dan tiap group membawa guide masing-masing jelas kami butuh alat, tidak mungkin kan kalo saling bersahut-sahutan, berisik saja tidak boleh, juga sebagai alat keep in touch, jangan sampai tersesat. Guide kami bernama “Martha”, dan dipanggil oleh Hendy (tour leader kami) Nenek Martha (kurang ajar betul ini Hendy), orang Spanyol yang pandai berbahasa Inggris, yach..namanya tuntutan pekerjaan, rata-rata orang Spanyol sendiri jarang bisa bahasa Inggris selain memang bukan bahasa Ibu juga karena tingkat nasionalismenya yang tinggi..hiks
  Menapaki tangga istana dengan alat komunikasi yang telah terpasang, setelah jeprat sana-sini, kami mulai memasuki Istana. Setelah berada di ruang pertama kami sudah harus menyimpan alat fotografi, dilarang keras memotret, entahlah apa sebabnya, takut di copas kali?? (Emangnya tulisan..😂)

image

  Pengunjung memasuki Istana melalui Plaza de la Armería besar. Beberapa kamar mewah, juga terdapat ruang makan yang besar. Kamar di Istana Kerajaan di Madrid di Sala de Porcelana (ruang porselen) dan Salon del Trono (ruang takhta) dengan dinding beludru merah. Sayap barat istana adalah rumah Real Arméria, museum tentara kerajaan. Ini berisi koleksi indah dari gudang senjata, termasuk baju-baju Raja Charles V. Istana yang luas, kaya dengan hiasan seniman seperti Velázquez, Tiepolo, Mengs, Gasparini, Juan de Flandes, Caravaggio, dan Goya. Koleksi kerajaan yang penting berisi sejarah disimpan di istana, termasuk Gudang Senjata Royal dan senjata abad ke-13, serta koleksi permadani, porselen, furniture, dan benda-benda lain yang bersejarah.
  Mengamati gaya arsitektur yang sangat unik, campuran antara kebudayaan Muslim dan Katolik tentu tidak heran ketika melihat ke belakang tentang sejarah negara Spanyol sendiri. Spanyol yang disebut dengan Andalusia ini dulunya berada di bawah pemerintahan Muslim. Namun, pada tahun 1492, pemerintahan Andalusia kembali dikuasai oleh Kerajaan Katolik.

C.Plaza de Espana
  City Tour kami lanjutkan menuju Plaza de Espana, berlokasi dekat sekali dengan Royal Palace. Di plaza ini, terdapat berbagai patung yang dibuat sebagai tanda penghormatan kepada seorang penulis ternama dari Spanyol bernama Cervantes.

image

  Walau dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit, namun sebenarnya yang menjadi daya tarik utama dari Plaza de Espana adalah sebuah monument yang diberi nama Miguel de Cervantes. Miguel de Cervantes sendiri adalah seorang penulis terkenal dunia yang menulis kisah mengenai Don Quixote de la mancha dan Sancho Panza.
  Kami secara bergantian mengambil foto di depan monument Don Quixote dan kudanya yang terbuat dari tembaga ini. Dan lucunya kami, saya dan hubby hanya mengambil foto bagian Don Quixote dan kudanya, kami tidak sadar mungkin kurang tertarik, kami tidak melihat ada patung lain yaitu patung Cervantes (yang digambarkan sedang melihat hasil karyanya) karena posisinya saling membelakangi. Setelah akan kembali ke Parkiran baru kami melihatnya, dan tentu saja kami sudah tidak diberi kelonggaran waktu untuk berfoto atau mr.Luis akan marah besar. Yach..sudahlah, nasi sudah jadi bubur mari kita kecapin dan tambahkan ayam..hahaha

D. Estadio Santiago Bernabéu

  Agenda di Madrid selanjutnya kami langsung menuju ke Stadion Santiago Bernabeu yang merupakan Home Base grup Bola papan Atas Real Madrid FC.
  Santiago Bernabeu jadi bukti kalau Madrid tak hanya tentang butik yang berjajar di sepanjang jalan kota. Stadion kebanggaan Real Madrid ini juga diakui oleh Spanyol sebagai tempat wisata termewah kebanggaan di kota Madrid, sebagai alternatif tujuan wisata, terlebih buat penggila sepak bola (salah satunya hubby saya, tapi beliau sebenarnya Citizen, sebutan diehard fans Manchester City).

image

  Sekelumit sejarah Stadion milik Real Madrid ini yaitu tentang seorang pemain legendaris abad 18 bernama Santiago Bernabeu yang merupakan kunci dimulainya masa kejayaan real Madrid, pasalnya ia sukses mengangkat nama real madrid menjadi klub yang paling ditakuti di Eropa sejak akhir abad ke 18 silam, ketika klub ini baru ‘diciptakan’. Ia adalah satu-satu nya striker yang sukses mengolah bola dengan sebuah gocekan di spanyol pada saat itu, dan ia telah bergabung dengan real Madrid sejak masih berusia 14 tahun! Setiap pertandingan, Bernabeu Selalu mencetak gol, bahkan kerap hatrick.
  Sampailah kami di Stadion Santiago Bernabeu, setelah mendapat tiket, kamipun bersiap mengantri untuk masuk. Kemudian Hendy memperkenalkan Tour Guide Stadion, seorang gadis yang cantik sebagai pacarnya (yee..giliran muda dan cantik diaku pacar, kemarin tour guide royal palace, diaku neneknya karena sudah setengah baya..😂). Memulai tur di stadion yang pernah dijadikan tempat penyelenggaraan FIFA World Cup pada 1982 ini, kami diajak ke panoramic view of the stadion. Takjub melihat stadion ini secara keseluruhan. Mulai dari kursi-kursi penonton yang membentuk barisan rapi, hingga hijaunya rumput lapangan sepakbola yang begitu menimbulkan decak kagum. Awalnya kami fikir cuma boleh potrat-potret dari sini saja, hingga kami harus berebut mendapatkan angle terbaik dari stadion (sempat ngambek-ngambekan sama hubby, karena dia tidak mau bergantian motret 😂), Hendy sendiri tidak menjelaskan sebelumnya.

image

  Setelah diobrak-obrak oleh nona Maria, kami pun mengikuti urutan tour untuk segera berpindah tempat menuju ke dalam Stadion. Puas menikmati pemandangan dari ketinggian, berlanjut ke best club in history room. Di sini kami dapat mengetahui berbagai macam informasi tentang klub yang telah menjuarai Liga Champions sebanyak sepuluh kali ini. Mulai dari sejarah, pemain-pemain legendaris, pemain dengan harga beli termahal, hingga perubahan logo klub dari masa ke masa. Kami pun berfoto sepuasnya, namun karena ramai dan harus bergantian agak susah juga memotret. Apalagi tipikal hubby yang perfeksionis, motret tidak puas hanya sekali, kalo bisa dia maunya menghentikan antrian, biar bisa motret sepuasnya tanpa gangguan..hahaha. Giliran memasuki ruang ganti, tempat dimana para punggawa Real Madrid, seperti Sergio Ramos, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan yang lainnya biasa melakukan persiapan sebelum pertandingan. MasyaAllah selain keren, foto profil pemain yang terpajang itu lhoh membuat histeris saja..😍😘(sambil berusaha mengendus sisa-sisa bau keringat, kali masih ada..wkwkwk).

image

  Tour berakhir di toko merchandise. Setelah puas berkeliling, silahkan berburu atribut-atribut khas Real Madrid. Mulai dari seragam klub, gelas, tshirt, hingga gantungan kunci semua lengkap ada di sini. Bukan satu hal yang tak mengasyikkan untuk menikmati sisi lain satu destinasi dengan mendatangi stadion sepakbola setempat seperti Santiago Bernabeu. Tapi pesan Hendy, semuanya mahal, namanya juga produk ori, untuk jersey selisihnya terlalu banyak dengan di Indonesia, made in bisa saja sama, namun di Indonesia biasanya jersey seri lama, sedang di Santiago Bernabeu selalu yang New Release, untuk harga siapin duit Sejutaan lah..😨 (ndengerin Hendy sambil nyengir).

image

  Usai berkeliling menikmati Stadion Santiago Bernabeu, tak lupa kami berpamitan dan mengucap terimakasih pada nona Maria, sayapun menyempatkan diri untuk berfoto berdua, kemudian segera menuju destinasi selanjutnya. Terjadwal ke salah satu Masjid di Madrid, sayapun sudah siap dengan seperangkat alat sholat sebagai properti fotografi beserta posenya (niat bener gue..😂), ternyata acara ke masjid di skip karena faktor waktu yang tidak mencukupi, yasudah relakanlah, keberuntungan belum berpihak kepada saya, padahal salah satu yang membuat saya pribadi excited dengan Spanyol adalah tentang jejak-jejak peninggalan Islam, mungkin saja di Masjid Madrid ini aura kejayaan itu masih dapat saya rasakan, sebagai pengganti tidak terjadwalnya kunjungan ke Cordoba dan Granada dimana peninggalan masa kejayaan Islam banyak terdapat disana.

E. Puerta del Sol

image

  Mendadak merasa sangat kelaparan, yang seharusnya jadwal makan siang berubah menjadi makan sore, apa karena stadion Santiago Bernabeu terlalu mempesona (..#halah). Kebiasaan sarapan yang tidak layak di hotel, perut rasanya penuh angin, tapi gpp juga anginnya dari Madrid, mungkin kalo kerokan, bukan warna merah keluarnya tapi biru kebanyakan masuk istana jadi bangsawan darah biru..wkwkwk.
  Kelar makan siang, Hendy mulai mengoceh di Bis, tujuan kami selanjutnya adalah Shopping, yang paling BeTe buat saya adalah Shopping Branded di Factory Outlet bukan Souvenir di daerah Puerta del Sol, walaupun keduanya terjadwal dalam City Tour, namun karena keterbatasan waktu terpaksa harus di Skip salah satunya, Hendy menggambarkan FO yang akan kami kunjungi merupakan FO terbesar di Madrid, padahal besok kami juga terjadwal ke FO La Roca yang lebih besar di Barcelona. Sedangkan jika ke Puerta del Sol semua kepentingan dapat terakomodir, ada dept.Store Courte Ingles (jaringan Dept.Store terbesar di Spanyol, mirip dengan Matahari jika di Indonesia) yang berjualan produk Branded lumayan lengkap dan banyak juga toko-toko kecil berjualan Souvenir di sekitarnya, kalo di Indonesia semacam Malioboro-Jogja atau Kuta-Bali, pihak FFI sendiri abstain, malah beberapa bapak-bapak dan koko-koko tertinggal di Stadion karena ingin melihat pertandingan Sepak Bola Liga Champion, entah mana sama mana. Sepertinya hanya saya yang bersuara untuk memilih Puerta del Sol, dengan pertimbangan belum membeli souvenir khas Madrid sama sekali sedangkan esok hari, pagi-pagi sudah harus berangkat ke Barcelona via Zaragoza. Mungkin peserta lain tidak seExcited kami karena biasa traveling ke Luar Negeri apalagi Europe, tapi bagi kami, kesempatan ini sangat langka, toh produk Branded tersebut banyak dijual di Indonesia, meski berbeda harga. Mendadak terbayang wajah kak Reva, jauh-jauh hari sebelum keberangkatan kami, dia sudah berpesan untuk dibelikan Barbie versi Ever After High yang tidak dijual di Indonesia, seri Barbie yang masih saudara kandung Monster High ini masih di pasarkan di USA dan Eropa, justru saat ke Amrik tahun lalu kami ditawari Barbie seri ini, new arrival katanya, tapi karena 2 cewek kami minta Monster High, maka kami tidak membelikannya. Namun setengah tahun kemudian mereka keranjingan. Alhamdulillah tahun ini mendapat reward lagi ke Eropa, setelah Browsing internet di Spanyol, tepatnya Toys ‘R’ Us di wilayah Puerta del Sol menyediakan barbie seri ini.

image

  Namun karena semua abstain kecuali saya, akhirnya kami menuju FO La Rozas Village di pinggiran kota. FO yang luas ini sepi pengunjung, saya dan hubby sama sekali tidak tertarik, kami hanya berfikir keras bagaimana caranya kami bisa sampai di Puerta del Sol, naik taxi kah??, bahkan untuk mengabadikan FO ini dalam jepretan kamera saja tidak saya lakukan. Allah Maha Besar, mendadak sebagian peserta tour kurang senang berada di FO ini, selain tidak begitu akrab dengan merk Eropa, merk Amrik disini mahal sekali, apalagi pernah ke Woodbury (FO terbesar di Amrik) sepertinya saya dan hubby, mendadak infill.
  Finally kami sepakat segera pindah dan berangkat menuju Puerta del Sol setelah hanya setengah jam di FO La Rozas, alasan mereka juga sama, ilfill dengan harga dan tidak ada Merk yang mereka cari di FO ini. Alhamdulillah, Terimakasih bapak, ibu dan saudara-saudara atas dukungannya..hehehe.

image

  Tentang Puerta del Sol sendiri adalah pusat kota Madrid. Tempat ini salah satu yang tersibuk di Madrid dan merupakan jembatan menuju tempat-tempat wisata utama ibu kota. Sebagai titik nol kilometer, Puerta del Sol tepat berada di jantung kota Madrid. Puerta del Sol dalam frasa Spanyol berarti ‘gerbang matahari’. Nama itu diambil terkait dengan sejarah dari kota Madrid. Pada abad ke 15, Madrid adalah kota yang dikelilingi oleh banyak benteng. Nah titik yang sekarang diberi nama Puerta del Sol itu adalah salah satu gerbang utama menuju Madrid.
  Tiba di Puerta del Sol, kami langsung berburu oleh-oleh berupa souvenir dan barbie Ever After High. Setelah keliling beberapa Blok hingga kaki terasa patah-patah kami tak juga menemukan tanda-tanda keberadaan Toys ‘R’ Us, kami berusaha bertanya pada penduduk lokal yang berkeliaran disana, tak satupun dapat menunjukkan dimana Toys ‘R’ Us berada, hopelessly rasanya, pengen nangis jika ingat kak Reva begitu berharap, padahal saat Browsing jelas-jelas ada di Puerta del Sol. El Corte Ingles menyediakan berbagai jenis mainan termasuk Barbie namun bukan seri Ever After High. Harapan kami tinggal Barcelona, kami juga mendapatkan informasi keberadaan Toys ‘R’ Us di sana, semoga kami menemukannya..aamiin.
  Keterbatasan waktu juga memaksa City Tour untuk skip jadwal makan malam, diganti uang makan masing-masing 20euro. Dan akibat berkeliling Puerta del Sol kami pun kelaparan, salah satu yang masih layak kami makan adalah KFC, namun tetap tanpa nasi, banyak wanita berjilbab dikedai ini, mungkin karena tidak ada menu Bacon, tidak seperti Mc Donald. Kami segera kembali ke Hotel setelah mr.Luis marah-marah, sepertinya malam ini jam kerja dia overtime, sering saya dengar dia bertengkar dengan Hendy masalah ketidak”ontime”an peserta tour, maklum kami orang Indonesia..hiks. Memang untuk mengexplore kota Madrid tidak cukup hanya sehari, minimal 3hari, betapa banyak destinasi terpaksa di Skip karena terbatasnya waktu. Ahh..saatnya masuk hotel dan beristirahat, semoga besok rasa letih kami akan berkurang agar tetap semangat dalam perjalanan menuju Barcelona, karena ada misi yang belum terselesaikan yaitu membeli Barbie Ever After High pesanan kak Reva.

 
 
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s