AMOR Royalty 2015 – part 2 (Lisbon to Madrid via Badajoz, Spain)

Rasulullah SAW bersabda: “Lakukanlah bepergian, maka kalian Sehat.”
– HR. Ahmad –

  Morning Call berbunyi tepat pukul 6 pagi, dan tentu saja kami telah lebih dulu bangun karena menunaikan sholat Subuh. Alhamdulillah terbangun dengan kondisi segar bugar dan siap melakukan perjalanan jauh, ya kira-kira 7jam karena pindah negara dari Portugal ke Spanyol. Kami segera berangkat pukul 9 tepat setelah sarapan ala kadarnya, yach mana pernah enak sih makanan hotel apalagi di Luar Negeri, dalam negeri saja saya tidak pernah bisa menikmati kelezatan masakan hotel, lebih enak wisata kuliner ala PKL.

image

  Hari ini agenda tour hanya transit saja di Badajoz, sebuah kota perbatasan yang termasuk wilayah Spanyol yang akan kami lalui ketika menuju Madrid, jadi sore nanti harus tiba di Madrid sebelum Malam tiba. Sebisanya akan mampir ke HardRock Madrid, karena sebenarnya tidak ada jadwal kesana namun untuk mengisi waktu sebelum makan malam dan masuk hotel paling tidak ada satu destinasi yang bisa kami datangi, kebetulan HardRock Madrid ada ditengah kota semacam Alun-alun Kota.

image

  Meninggalkan Lisbon dengan Bis dan Sopir yang berbeda dengan kemarin. Bis dan Sopir inilah yang akan menemani selama kami tour di Spanyol. Bapak Sopirnya benar-benar Bule sejati, ganteng, gagah dan sangat perlente, mungkin kalo di Indonesia sudah jadi aktor sinetron atau suami artis sinetron (..wkwkwk). Nah permasalahan sekarang adalah saya lupa namanya, tapi karena ada kemiripan dengan Luis Figo, saya panggilnya bapak Luis. Beda banget sopir asal Portugal dengan Si Scott sopir kami saat tour di Amerika tahun lalu, Scott orang Amerika namun karena dia chinesse, jadi berbeda tingkat keramahannya antara Barat dan Timur. Scott jarang bicara juga, namun gestur tubuh lebih menyenangkan daripada pak Luis ini.

image

 
  Kembali tentang Badajoz, sepanjang jalan menuju kesana kami disuguhi oleh pemandangan kota tua Lisbon dari kejauhan. Disebelah kiri diatas bukit ditepian sungai tampak tiruan dari Corcovado-nya Rio de Janeiro Brasil, yaitu Statue of Cristo Rei -patung Jesus setinggi 28 meter yang berdiri menghadap ke kota Lisbon sambil membentangkan kedua tangan. Patung itu berdiri diatas menara setinggi 82 meter, pengunjung bisa naik keatas dengan lift, kalau kita berada disana tentu mendapatkan breathtaking view atas kota Lisbon dan sekitarnya.
  Juga tampak kota yang berbukit dan jembatan gantung berwarna merah yang dikenal sebagai Jembatan 25 de Abril. Lisbon tersambung ke Tagus melalui dua jembatan, Jembatan 25 de Abril, diresmikan oleh Ponte Salazar pada 6 Agustus 1966, merupakan jembatan dengan suspensi terpanjang di Eropa, dengan warnanya yang mirip dengan Jembatan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Faktanya jembatan ini memang dibangun oleh perusahaan yang sama yaitu American Bridge Company yang membangun Jembatan San Fransisco-Oakland Bay Bridge. Dan yang kedua adalah Jembatan Vasco da Gama, yang baru diresmikan pada bulan Mei 1998 dan merupakan jembatan terpanjang di Eropa.

image

  Terlihat sungai Tagus yang indah dan kapal-kapal yang sedang berlayar. Terlihat juga semacam bendungan, entah apa namanya. Kebiasaan saya kalo naik kendaraan, baik pribadi maupun umum mata ini selalu pengen merem. Berhubung sekarang sudah memiliki lensa sapu jagad meski bermerk Tamron tapi hasilnya lumayan apalagi penggunanya hanya seorang amatiran. Banyak jepretan yang berhasil namun lebih banyak yang Gagal (..huhuhu). Yang paling susah pake DSLR itu pada pengaturannya, bagaimana menyesuaikan pencahayaannya, kecepatannya dll. Sedangkan kalo maen AUTO sering keluar flash dan memantul di kaca, hasilnya pasti buram. Padahal kesempatan memotret pemandangan harus di dalam bis, susah ini..hiks (curhatan si amatir).
  Menuju Badajoz kami melewati Tol bebas hambatan, pada dasarnya juga jarang kendaraan, meski begitu para sopir Bule ini patuh dengan rambu kecepatan yang tertera di sepanjang jalan tol, tidak ada yang kebut-kebutan padahal jalannya lengang, coba di Indonesia, misalnya Surabaya, tapi karena banyak Truk yang lewat jalan Tol lumayan menghalangi pengemudi yang pada ngebut, giliran ngebut di bahu jalan, eh kecelakaan (salah sendiri juga sich). Memang kalo di negara Maju antar negara terdapat tol dimana-mana. Kemarin di Amerika ke Canada juga melalui jalan Tol, dan di Indonesia sendiri mulai banyak di bangun TOL, seperti Cipakali, di Sidoarjo sendiri Tol menuju Malang juga sedang dalam proses pembangunan. Ada beberapa Tol yang sudah kami cicipi, yang terbaru gantinya jalan Tol lama korban Lapindo. Tol pengganti ini barusaja beroperasi dan keren banget mirip dengan Tol-Tol di negara maju.

image

  Waktu berlalu begitu cepat, karena terlalu excited dengan potrat-potret, 4jam menjadi tidak terasa. Sampailah kami di Badajoz dan langsung saja menuju Resto Chinesse untuk scedul Makan Siang. Di kota Badajoz tour leader memilihkan resto terdekat dengan Museum yang terkenal di kota ini. Nama museum tersebut Museum of Badajoz. Kami tidak ada agenda city tour di Badajoz hanya transit saja. Jadi dengan terpaksa kami motret Museum dari resto, tempat kami makan siang. Yach lumayan daripada tidak ada kenangan sama sekali di kota Badajoz ini. Sekalian disempatkan foto bareng pak Luis Figo versi Gendut..😂
  Perjalanan kami lanjutkan menuju Madrid, kira-kira 3 hingga 4jam, dan tentu saja sisen photografi pemandangan saya lanjutkan dari dalam Bus lagi..hiks. Kami masuk Tol kembali, seperti yang sudah saya tulis, dimana-mana ada jalan tol yag sepi, jelas membuat sangat mengantuk apalagi selesai makan siang. Oh tidak, saya harus mengabadikan ini semua, meski lensa kami murahan tapi foto yang kami dapatkan selama tour ini bukan murahan bahkan sangat langka, belum tentu kami berangkat lagi ke Portugal atau Spanyol kecuali memang dapat Reward lagi..hehehe (aamiin).

image

image

  Tiba di Madrid sudah sore, segera bus menurunkan kami di HardRock Madrid, tidak berlama-lama kami segera masuk dan membeli beberapa souvenir dan stick drum HardRock yang kami koleksi sepulang dari Canada (namun menyesal justru saat di New York tidak membeli koleksinya 😭). Membeli satu set stick drum dan beberapa magnet kulkas berciri khas kota Madrid. Kemudian kami lanjutkan berfoto-foto di pusat kota sebelum akhirnya kami pulang menuju hotel dan sebelumnya kami mampir makan malam di Dudua Palacio Restaurant.

image

  Restoran dengan menu lokal dan cukup terkenal di Madrid ini menyajikan menu Spanyol yang super asing di lidah. Beberapa menu disajikan bergantian, pertama appetiser seperti sup (rasa kare) dan roti keras yang kalau makan dicelup-celupin dulu, so far tidak ada yang habis. Main menu keluar yaitu semacam steak dengan porsi jumbo, mending kalau enak, lanjut banyak yang terbuang (eh hubby lumayan suka atau karena kelaparan 😁), terakhir dessert semacam es cream. Waktu telah menunjukkan hampir pukul 8 malam. Segera menuju hotel Rafael Atocha, saatnya beristirahat. Dan ternyata jadwal sholat di Madrid, untuk Maghrib pukul 09.30 dan Isya 10.30 malam, sedangkan subuh sama seperti di Indonesia, siang yang sangat panjang, senangnya jika sempat melaksanakan sholat dhuhur dan ashar di hotel, dengan kondisi badan bersih dan tempat yang nyaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s