Mioma dan Diet golongan Darah

   Dua tahun setelah kelahiran Mika saya merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan jadwal menstruasi saya, mencoba cuek karena tidak terlalu mengganggu. Setelah Mika berumur 4tahun saya mulai tidak nyaman karena jadwal ibadah sedikit/banyak terganggu. Mencoba menemui SpOG dr.Joni yang telah membantu kelahiran ke3 anak saya. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, beliau berucap,”Tidak ada masalah yang serius, mungkin kamu capek atau stress saja, semua pemeriksaan hasilnya baik. Cobalah untuk lebih rileks dan jangan lupa untuk papsmear secara rutin ya,”.

image

  Ramadhan 2015 kali ini benar-benar saya tidak tahan, selama lebih 15hari saya belum dapat menjalankan puasa dengan sempurna, terpaksa berpuasa walaupun dengan kondisi menstruasi, karena pernah membaca salah satu hadist Nabi SAW di kitab Bulughul Maram, jika lebih dari 7hari bisa saja itu penyakit atau gangguan Jin, jadi tetaplah beribadah. Kembali menemui SpOG kali ini bukan dr.Joni karena saya mulai merasa tidak nyaman dengan dokter laki-laki dan kebetulan sahabat dari kakak ipar yang juga tetangga sebelah rumah dari mertua ini adalah SpOG yang belum lama membuka praktek di RS.Mitra Keluarga daerah Waru yang sangat dekat dengan Rumah. Dari hasil pemeriksaan, dr.Niken menemukan Mioma yang berukuran 2.9cm menempel di dinding Rahim. Beliau berkata,”Koq dr.Joni gak keliatan ya ada miom begini, apa masih terlalu kecil waktu itu?,”. “Iya mungkin dok, soalnya hampir 3tahun yang lalu sih,” jawab saya. Dr.Niken melanjutkan,”Intinya Miom ini tidak ganas, hanya cukup mengganggu karena mengacak-acak jadwal menstruasi dan seringkali pendarahan, tapi usahakan jangan membesar lagi, jangan lebih dari 5cm, caranya ubah gaya hidup, yach..lebih sehat sajalah segala sesuatunya, misalnya olahraga, perbanyak sayur dan buah, jangan konsumsi Junkfood/bahan pengawet, jaga berat badan jangan sampai obesitas dan yang terpenting jangan Stress. Untuk menertibkan kembali jadwal menstruasi nanti tak resepkan obat semacam pil KB ya, kontrol lagi 3 dan 6 bulan kedepan,”. “Apakah Miom itu genetik dok??, karena ibu saya juga punya Miom dan sudah diangkat beserta rahimnya, dengan pertimbangan telah lanjut usia, daripada operasi dan tumbuh lagi, jadi sekalian saja,”saya melanjutkan. Dr.Niken meneruskan,”sebenarnya tidak juga, semua perempuan produktif berpotensi punya Mioma, kalaupun tidak dioperasi, saat menopouse dia akan kempes dengan sendirinya, asal tidak terus membesar dan pendarahan, intinya jangan stress ya, tidak usah mikir tentang operasi, kita terapi obat saja dulu, kalaupun tidak mengecil jangan dibiarkan membesar,”. “Baik dok, siap laksanakan!,”jawab saya. Setelah ngobrol panjang lebar karena sudah lama tidak ketemu, saya, suami dan dr.Niken kangen-kangenan, finally ongkos dokterpun Free of Charge alias Gratis, jangan sering-sering ya dok..hehehe
  Merubah gaya hidup itu tidak mudah, apalagi olahraga, sementara sport favorite satu-satunya hanya berenang yang terhenti sejak saya memahami bahwa meski berenang mengenakan baju renang muslimah, tetaplah haram jika di kolam renang umum, harus kolam renang khusus muslimah dan itu jauh dari rumah, ada jadwalnya pula, karena kolam renang itu sendiri milik salah satu Sekolah Islam ternama di Surabaya (duh..). Bagaimana dengan pola makan, nah mungkin ini bisa disiasati, kebetulan untuk sayur dan buah hampir tiap hari mengkonsumsinya, karena di pasar perumahan lengkap tersedia. Satu lagi larangan untuk tidak Stress, kalo yang ini tidak bisa janji juga, terkadang meski kami pengusaha sudah terlihat senior dan tumoto segala sesuatunya, namun tantangan, hambatan dan rintangan tidak berhenti tuk menghampiri..hiks. Yach..Alhamdulillahnya saya memiliki Partner di segala aspek kehidupan, jadi apapun hambatan dan tantangan ada teman untuk berbagi pikiran dan hati, hingga sehidup semati (cie..)

image

  Kembali lagi masalah pola makan, beberapa kali membaca tentang Diet Golongan Darah, ingin sekali dapat secara tertib menerapkannya. Saya sendiri adalah Golongan darah B dan Darah B diwajibkan mengkonsumsi Ikan, diharamkan daging putih (unggas) dan untuk daging merah (sapi) netral saja. Sumber makanan berbahaya bagi B selain Unggas adalah Seafood (huaaa..nangis kalo yang ini, cheating sesekali gpp deh), Kacang-kacangan (termasuk di dalamnya kedele, jadi tahu, tempe dkk itu haram hukumnya..oh, tidaakkk), Jagung dan Gandum, untuk buah dan sayur termasuk di dalamnya Alpukat, Tomat, Belimbing dan Pir. Untuk bahan penyedap seperti Saus Tomat dan Saus Salad (mayonese), tidak lupa Es Krim pun tidak diperbolehkan (nangis makin keras..huahua).
  Hasil dari belajar tentang Diet Golongan Darah adalah semakin rajin ke dapur, menguji resep berbagai menu olahan Ikan. O ya, sebenarnya saya punya riwayat Alergi, namun saat kuliah dulu sudah pernah terapi Alergi dan Alhamdulillah sembuh walau belum 100%, yach..semoga dengan mengkonsumsi Ikan secara terus menerus tidak memperburuk riwayat Alergi yang dulu pernah ada. Bagaimana lagi Golongan Darah B hanya boleh makan Ikan, boleh Daging merah tapi disarankan daging kambing (duh..sate-gule mulu ya, panas dong ahh..hahaha).
  Beberapa resep dengan bahan dasar Ikan telah diujicobakan di dapur dan anak-anak suka, suami jangan ditanya, dia pasti penolak nomer wahid, untung saja beliau bukan golongan darah B tapi A yang justru sebaliknya, membolehkan daging putih aka Unggas dan mengharamkan daging merah. Hari ini saya mencoba menu Patin Balado (semua resep adalah hasil Browsing internet), hasilnya Makyuss dan Sold Out tentunya (Alhamdulillah). Di tengah badai Krisis Moneter, memasak sendiri di rumah tentunya merupakan salah satu sarana penghematan. Karena jajan diluaran selain mahal kita juga tidak tau bahan pengawet apasaja yang ditambahkan, apalagi tentang halal dan haramnya. Harapannya dengan menggunakan pola makan berdasarkan Diet golongan Darah, akan ada perubahan terhadap penyakit Mioma yang saya derita ini, meski tidak dapat mengecil namun dapat menghambat pertumbuhannya (..aamiin). Dengan mengubah gaya hidup, kualitas hidup dapat kita tingkatkan menjadi lebih baik lagi. Tentunya tidak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah untuk memohon kesembuhan (termaauk didalamnya perbanyak ibadah sunah dan sedekah) dan atas semua ikhtiar dan doa yang dilakukan, jalan terakhir yang harus dilakukan adalah berTawakal.

Allah mengirimkan penyakit untuk hambaNya bukan saja sebagai bahan ujian namun juga terselip hikmah, semakin semangat belajar memasak demi kesehatan keluarga tidak hanya untuk diri sendiri saja, Alhamdulillah..^___^

image

Advertisements

2 thoughts on “Mioma dan Diet golongan Darah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s