Antara RUKO, GUDANG dan Krisis Moneter

  Begitu banyak impian yang ingin kami raih di tahun 2015. Bukan khayalan semata tapi melihat keberhasilan toko di tahun 2013 dan 2014, omset yang melesat bagai meteor, membuat kami yakin dapat meraih semua target yang telah kami tetapkan. Menuju usia 20th toserba Dea Wijaya di 2016 nanti setidaknya kami harus berani membuka cabang, walau kebutuhan akan Gudang juga sama mendesaknya. Keputusan kami menetapkan strategi pemasaran, memasukkan sistem grosir ke dalam retail berhasil dengan baik, sehingga gudang pun terasa semakin mengecil karena kami harus menyetok lebih banyak produk promo.

image

  Awal tahun 2015, sebenarnya isu mengenai akan terjadi Krisis Moneter telah kami dengar, namun kami terlanjur optimis dengan persiapan cabang baru, kebetulan di dekat perumahan tempat tinggal kami sedang dibangun perumahan baru dan Ruko dengan konsep terbaru dan sangat representatif. Pertimbangan lain selain mempersiapkan cabang, kami tengah mempersiapkan kader, yaitu anak-anak kami, kak Belva dan kak Reva. Mereka berdua harus belajar sejak dini agar kelak, meskipun kak Belva mantab dengan cita-citanya sebagai dokter, diapun harus belajar menjadi entrepreneur, sehingga dia dapat mewujudkan diri sebagai Dokterpreneur..aamiin. Sebaliknya kak Reva lebih tertarik meneruskan usaha kami, dia menggebu-gebu ingin segera belajar bisnis, jualan dan menjadi Bakuler..aamiin.
  Alhamdulillah tabungan investasi unitlink selama 7th cukup sebagai DP membeli Ruko baru, kalaupun Cabang pertama itu batal dioperasikan karena faktor-faktor tidak terduga seperti Krisis Moneter, dapat kami fungsikan sebagai gudang (salah satu target yang harus dilepaskan sejenak) atau setidaknya tidak rugi menginvestasikan tabungan dalam bentuk Properti. Toh nantinya dapat juga kami fungsikan sebagai Klinik Dokter untuk kak Belva jika dia sudah siap mengabdikan diri di tengah Masyarakat.
  Hingga hari ini rupiah kian melemah, dunia usaha ikut lesu, termasuk kami, sempat minggu lalu terpaksa kami tutup tagihan. Kami kesulitan Cash, jatuh tempo hutang bersamaan, sedang pemasukan anjlok, penjualan toko sepi. Kami kesulitan mencari barang murah, hampir semua harga susu naik, padahal itulah spesialisasi kami. Semua tahan diri, takut dolar naik maupun turun, pemerintah tidak ada kejelasan. Barusaja Buruh demo lagi minta kenaikan UMK hingga 30%, padahal kami pun termasuk Ring 1 dengan UMK tertinggi di Jawa Timur. Menurut kami UMK bukanlah solusi, jika naik, maka seluruh harga produk akan naik, dan inflasi menjadi-jadi, karena harga produksi jelas semakin tinggi. Justru Pemerintahlah yang harus bertanggung jawab, bukan pengusaha saja yang dikuyo-kuyo, padahal sebelumnya kami harus menanggung kenaikan harga BBM dan TDL. Jika kondisi seperti ini dibiarkan saja, tidak heran PHK masal akan segera terjadi, karena penjualan produk akan semakin sulit disaat daya beli masyarakat sedang turun. Belum masalah Birokrasi yang masih harus kami urus, setiap tahun selalu bertambah dokumen perusahaan yang harus dilengkapi, belum lagi masalah Pajak.
  Ya Allah, kami yakin semua tantangan yang terus-menerus hadir dalam usaha kami, akan membuat kami semakin kuat. Ingin berandai-andai, jika saja semua sesuai dengan Skenario kami sendiri, kami pasti akan lebih cepat sukses, seperti rekan-rekan retailer yang lain, yang telah memiliki banyak cabang. Tapi tidak, mungkin kami berfikir itu baik padahal menurutMu itu buruk.
  Ya Allah, lindungilah kami, keluarga kami, perusahaan kami, pegawai kami, seluruh rakyat Indonesia, Bangsa dan Tanah Air tercinta dari Badai Krisis Moneter berkepanjangan. Sadarkanlah para pemimpin kami untuk tidak memperkaya diri sendiri dan lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Beri kekuatan untuk Bangsa ini dalam menghadapi semua Ujian dan Ampunilah dosa-dosa kami ya Allah..aamiin

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah & rahmatilah kami.
(Al Baqarah:286)

Advertisements

2 thoughts on “Antara RUKO, GUDANG dan Krisis Moneter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s