Alhamdulillah, hasil Psikotest dan Observasi yang melegakan

  Alhamdulillah, Observasi SD adek Mika telah selesai terlaksana Sabtu kemarin. Setelah Sabtu 2minggu yang lalu menerima hasil test Psikologi, dan hasil keduanya sangat melegakan.
 
A. Pembagian Hasil test Psikologi dan Parenting (sabtu,14/03/2015)
  Sabtu Pagi tadi di sekolah adek Mika diadakan acara Pareting guna membahas hasil test Psikologi siswa didik TK B, selain itu diselingi acara Parenting oleh ustadz Roni sendiri sebagai Psikolog yang merupakan partner Sekolah dalam pemeriksaan Psikologi.
  Saat akan berangkat menuju acara Parenting di Masjid Sekolah, seperti biasa pagi itu saya melaksanakan sholat Dhuha kemudian saya lanjutkan sholat Hajat, memohon sepenuh Hati kepada Allah, apapun hasilnya semoga itu yang terbaik untuk adek Mika, entah harus mengulang TK B atau melanjutkan SD. Berangkat ke Sekolah berbekal keyakinan dan sedikit bahan pertanyaan saat sisen tanya jawab.
  Sampai di depan pintu Masjid Raudlatul Jannah disambut oleh para ustadzah, kemudian mengisi buku, menerima hasil dan juga sedikit jatah konsumsi (lumayan belum sempat sarapan). Menuju lantai 2 Masjid, acara telah dimulai, setelah menemukan tempat duduk terdepan VVIP, baru hasil psikotest adek Mika saya buka, Alhamdulillah hasilnya IQ = 106, yaitu rata-rata atas dan cukup disarankan melanjutkan ke jenjang SD. Kalau tidak salah saat TK B, IQ kak Belva 110 dan IQ kak Reva 108, hmm..semakin berkurang sepertinya..hehehe

image

  Sesaat setelah saya datang, giliran ustadz Roni menyampaikan tentang Pendidikan anak dan Kesiapan menuju SD (hampir saja terlambat). Ustadz.Roni mengawali ceramahnya dengan tagling tujuan akhir pendidikan anak itu agar kelak mereka dewasa tidak merepotkan orang lain, kalaupun nantinya bermanfaat bagi sesama itu lebih bagus. Bagaimana cara mendidik anak-anak agar memiliki daya juang dan tanggungjawab diri yang tinggi itu tidak saja ditentukan oleh IQ tapi juga EQ dan SQ.
  Anak melalui berbagai fase perubahan hingga mencapai kesempurnaan. Belajar bagi anak sebagai proses transfer ilmu, anak telah memiliki potensi namun ada yang belum berkembang sempurna. Belajar dilakukan terua menerus hingga anak memiliki tanggungjawab atas dirinya sendiri, dengan belajar dan stimulus orang tua di usia dini dapat diharapkan faktor kreativitas berkembang dengan baik (golden age). Secara fisik dan intelektual umur 5th terbentuk hingga 90%, umur 6th keatas tersisa kesempatan hanya 10%. Hasil IQ yang sekarang adalah cerminan hasil namun masih akan dapat berubah.

image

  Intelejensi adalah ekspresi kemampuan anak pada saat tertentu, namun bagi orangtua bukan untuk melabel, anak ini kurang cerdas, lelet hanya karena memiliki IQ tertentu. Intelejensi juga berkontribusi dalam pemahaman diri dan pengembangan pribadi, komposit dari berbagai fungsi.
  Dan hasil dari pemeriksaan psikologi ini adalah Cerminan prestasi orangtua dalam menstimulus anak sebelumnya dan merupakan evaluasi sekaligus alat prediksi kinerja pendidikan selanjutnya, misalnya hasil motorik halus pada pemeriksaan adek Mika adalah kurang, maka yang harus saya kejar ada dibagian ini. Semua anak mampu, hanya berbeda kecepatannya, orangtua wajib memahami anak, anak-anak tidak bisa dipaksakan beban belajar diluar kapasitasnya. Tidak semua anak sama, sehingga harus diperlakukan dengan cara yang berbeda. Sebagai orangtua jangan suka membanding-bandingkan anak entah dengan saudara kandung atau teman sebaya.
  Nilai IQ tidak menjamin kesuksesan anak, masih ada penilaian yang lain seperti EQ dan SQ. Emotional intelejensi, meski tidak cerdas namun anak memiliki daya juang yang kuat dan Tanggungjawab diri yang baik, insyaAllah kelak anak akan berhasil. Belum lagi tentang SQ, juga sangat menunjang keberhasilan anak dimasa mendatang.
  Hasil Penelitian para psikolog USA menyimpulkan bahwa Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang didalam menjalani Kehidupan sangat didukung oleh Kecerdasan Emosional (EQ – 80 %), sedangkan peranan Kecerdasan Intelektual (IQ) hanya 20 % saja. Dimana ternyata Pusatnya IQ dan EQ adalah Kecerdasan Spiritual (SQ), sehingga diyakini bahwa SQ yang menentukan Kesuksesan dan Keberhasilan Seseorang. Dalam hal ini IQ dan EQ akan bisa berfungsi secara Baik/Efektif jika dikendalikan oleh SQ.
  Intinya orangtua harus aktif dalam menstimulus kecerdasan agar potensi anak dapat berkembang maximal, selain itu melatih kemandirian, memupuk daya juang, selain nilai-nilai agama sebagai bekal utama.
  Setelah penjelasan ustadz Roni berakhir, dilanjutkan sisen tanya jawab, seperti biasa saya selalu aktif bertanya, yang sejak dari rumah memang sudah saya psrsiapkan. Saya menanyakan tentang wacana Homeschooling, dilatarbelakangi oleh motivasi sekolah Mika yang rendah namun memiliki semangat Belajar yang tinggi, meski dihukum dengan mengerjakan tugas, tanpa tv dan games, Mika menerima dengan ikhlas, itu yang membuat saya pusing. Ustadz Roni menjelaskan jika HomeSchooling hanya untuk anak-anak bermasalah, seperti artis yang sibuk, anak yang mungkin tidak tahan bau aspal ataupun anak-anak yag ingin muntah saat melihat gurunya (hehehe..ada-ada saja ustadz). Jadi kalo anak normal sudah seharusnya sekolah, mungkin perlu diberi hukuman yang lebih berat, misalnya tidak berlibur, jadi semua kakak-kakaknya juga ikut menanggung hukuman tersebut, nak akhirnya kakak-kakaknya akan turut memotivasi adeknya karena ingin liburan. Yach..mungkin resep dari ustadz Roni boleh dicoba.
  Baiklah dek Mika, dari semua penilaian test Psikologi ini, seperti yang mama khawatirkan tentang motorik halusmu, ternyata hasilnya memang kurang, sebagai evaluasi mama memang bersalah karena kurang menstimulus dan kurang telaten mengajarimu, karena mama tidak tega memaksamu dan menganggap kamu sudah cukup mendapatkan di sekolah mu yang fullday itu.
  Akhir bulan Maret akan ada Observasi SD, siapkan dirimu ya Nak, mama yakin kamu mampu, mama akan berusaha memberikan pendidikan yang terbaik sebagai Bekalmu di Masa yang akan Datang.

B.Observasi SDI Raudhatul Jannah (28/03/2015)
  Sabtu pagi ini saya dan adek Mika dengan semangat berangkat menuju Sekolah, ya..Sekolah SD adek Mika yang akan datang ini masih satu perguruan dengan TKnya. Sekolah sangat ramai dan memang sedang ada hajatan memperingati Hari Gizi. Kami berdua lanjut menuju kelas IE yang akan digunakan sebagai Ruang Observasi, dan Alhamdulillah saya sudah kenal dengan semua ustadzah yang melakukan observasi calon Siswa. Setelah berbaris diluar kemudian masuk kelas, Mika kebetulan ambil duduk didepan dan dia sangat antusias mengikuti instruksi ustadzah (Alhamdulillah..leganya). Tak terasa lebih dari satu jam mereka didalam kelas, mulai satu per satu calon siswa keluar dan dilanjutkan interview dengan orang tua. Mika dibimbing ustadzah Fitri yang tak lain adalah Wali Kelas kak Reva dikelas 2 dulu, jadi sangat familiar. Ustadzah Fitri membuka percakapan,”Adek Mika hampir sama dengan kedua kakaknya ya bunda, kurang PD, namun lebih aktif dalam bertanya, fokus jika diajari dan mengerjakan tugas, sangat siap ini Bunda, antusias sekali untuk masuk SD,”. Berkali-kali saya berucap Alhamdulillah, Kegalauan itu mendadak sirna, walau masih harus menunggu hari Kamis untuk mengetahui lolos tidaknya masuk SD. Ustadzah Fitri melanjutkan,”insyaAllah diterima bunda, itu hanya formalitas saja pengumumannya,”.
  Hingga detik ini saya masih terus berdoa semoga Adek Mika dapat diterima dan memperoleh Ridho dari Allah, Perguruan Raudhatul Jannah telah turut serta mendidik akhlak kedua kakaknya dengan baik, semoga untuk adek Mika pun akan sama, karena tujuan akhir dari pendidikan kalian, selain Shalih dan Shalihah, juga harus bermanfaat bagi Sesama..aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s