ALAMAK BBM naik lagi..

  Pagi itu, hubby mengomel tidak karuan,”Hadehh si Jokowi, kenapa harga Solar ikut dinaikkan, gak mikir apa sebagian besar Solar dibutuhkan buat Industri,”..”owh, harga BBM jadi dinaikkan??, baru saja jadi Presiden sebulan, Kartu sakti pun belum merata, kenapa harga BBM dinaikan??, perasaan kemarin debat kampanye kalo gak salah denger, ngomong Anggarannya ada, Dana ada, tinggal kita mau kerja apa tidak, lupa apa pikun ya??,”lanjut saya. Jadilah kami berdua mengomel bersama, media sosial jadi sasaran empuk kami untuk menyampah, hingga malam dan memancing keributan dengan fanboy Jokowi, seperti biasa kami dianggap gagal move on lah, fitnah lah, stress lah, dan sebagainya.
  Kami berdua pengusaha kelas menengah, sejak awal membangun usaha dengan kerja keras, bukan bermalas-malasan, karena apa?, kami berdua bukan turunan konglomerat, kami punya kewajiban membayar hutang usaha dan lain sebagainya. Kenaikan harga BBM ini jelas sangat berpengaruh bagi usaha kami, mulai Profit, Gaji, Bunga Bank dan lain sebagainya, pun kami masih akan berhadapan dengan TDL, jangan pula lupakan persaingan. Dengan kenaikan harga beli tidak serta merta dapat menaikkan harga jual suatu produk, profit dapat stabil sudah Alhamdulillah, tapi tidak semudah itu, persaingan usaha yang kami geluti sangat padat merayap, harga adalah hal yang paling sensitif, tentu kami akan berusaha untuk menekan cost yang lain jika memang laba terkurangi agar dapat survive, padahal selama inipun profit sudah sangat tipis, karena kami  bermain di omset, yang penting modal berputar karena dapat menekan biaya bunga Bank. Dan BI baru saja mengumumkan adanya kenaikan Rate. Selain itu kami juga harus berhadapan dengan UMR/UMK yang sedang digodok DPRD sekarang, terus terang perusahaan pribadi/perorangan biasanya memang tidak dapat mengikuti UMR yang ditetapkan tapi paling tidak mendekati hingga 80%nya saja, itupun sudah memakan lebih dari 30% laba, belum biaya-biaya yang lainnya.
  Imbas BBM ini sangat terasa bagi kaum menengah ke bawah, pengusaha menengah seperti kami ini juga sangat membenci kenaikan harga BBM, siapapun presidennya, berat bagi kami untuk bersaing dan survive namun masih ditambah lagi beban yang lain. Bukankah seharusnya Negara memiliki kewajiban mensubsidi rakyatnya, bukan rakyat yang harus mensubsidi negaranya. Toh, pemerintahan sekarang adalah orang-orang yang dulunya bersuara lantang menentang kenaikan harga BBM dan paling sering WalkOut saat sidang, kenapa sekarang diam saat Presiden yang mereka usung berbuat hal yang sama, parahnya lagi disaat beliau baru saja menjabat, apakah tidak ada cara lain??. Kami orang awam tidak paham dengan perhitungan BBM, yang kami tahu beliau menjanjikan akan memberantas mafia migas, korupsi dan lain-lain, ahh..sudahlah, mengapa harus menagih janji kampanye, kan kami tidak memilih beliau itu kata fanboy.
  Ya Allah, hanya kepadaMu lah kami mengadu dan memohon pertolongan, kami tidak dapat berbuat apa-apa selain dengan ikhtiar dan doa serta tawakal atas semua ujian yang Engkau berikan, semoga kami termasuk orang-orang yang dapat bersyukur disaat lebih dan bersabar disaat kurang. Kami yakin akan janjiMu kesulitan dan kemudahan datang dalam satu paket, semoga kesulitan yang ditimbulkan akibat kenaikan harga BBM ini, akan ada juga kemudahan bagi kami khususnya dan Rakyat Indonesia pada umumnya agar dapat melewati ujian ini..aamiin

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah(94) : 4-5).

Advertisements

10 thoughts on “ALAMAK BBM naik lagi..

  1. Dampaknya memang sangat terasa. Saya juga merasa ketar-ketir, cicilan ruko saya masih 5 tahun lagi.

    Semoga Hak Interpelasi dari DPR, lanjut ke Hak Angket, trus lanjut sampai kenaikan harga BBM ini bisa dibatalkan.
    Meski harga-harga yang sudah membumbung tinggi itu susah untuk turun kembali, paling tidak BI bisa menurunkan suku bunga-nya, sehingga tidak membebani pengusaha.

  2. Setuju pak. Semoga DPR segera mengambil tindakan, presiden baru ini doyannya kq bikin blunder. Tanpa syarat jadi transaksional, profesional jadi partai, ramping jadi gendut, tdk naikkan jadi naikkan bbm #munafikun

  3. Semoga semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan solusi terbaik dari kenaikan bbm ini ya Bu. Semoga subsidi yang dialihkan ini bisa membangun infrastruktur yang memudahkan penyaluran kebutuhan barang dan jasa. Memang terasa berat untuk pengusaha ya Bu.

  4. wah ayatnya makjleb dan pas sekali
    apalagi ibu ibu ya, bli sayur dna shock dengan harga baru, belanja harus ngiriit

    sharga olar naik..kasian mertua
    bisnis kereta kelinci kan, terpaksa naikin harga sewa
    banyak yang ngomel dan akhirnya gajadi sewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s