Target Bebas Financial yang meleset

  Siang tadi terjadwal bertemu Notaris PPAT yang telah ditunjuk oleh pihak Bank BCA untuk membacakan poin-poin kesepakatan antara kami dan BCA tentang modal usaha yang kami ajukan. Alhamdulillah proses lancar, kurang lebih 2minggu Dana Usaha dapat kami peroleh sebagai support modal yang telah kami peroleh sebelumnya.
  Mundur sekitar tahun 2000, setelah krisis moneter menerjang Indonesia, toko kami termasuk yang terkena dampaknya. Dengan tertatih-tatih bangkit, mau tidak mau, suka tidak suka kami harus menyekolahkan aset Toko sebagai modal tambahan. Dengan modal yang cukup besar maka pergerakan kami pun bisa lebih lincah, Alhamdulillah Omset setiap tahun meningkat hingga sekarang.
  Setelah memasuki tahun 2014 ini pasar yang harus kami layani semakin luas, mulai lagi kami keteteran dengan modal usaha, sedangkan di sisi lain Ayah sebagai pemilik tanah dan bangunan sangat keberatan menambah hutang usaha. Tidak ada cara lain terpaksa rumah kami yang baru saja selesai kami renovasi harus direlakan untuk sekolah, padahal aset dari toko sendiri masih sangat berlebihan jika harus menambah Dana Usaha lagi. Daripada harus berdebat dengan Ayah lebih baik kami putuskan sendiri untuk menyekolahkan rumah kami. Pengusaha memang tidak bisa dipisahkan dari Hutang Usaha, asal kita mampu bertanggungjawab atas pengelolaan Dana Pinjaman tersebut. Bagaimana melihat usaha kita sehat atau tidak, jika dengan Hutang Usaha yang sama, kita dapat menambah aset hingga sekian besar, itulah keuangan perusahaan yang sehat. Sebagai salah satu contohnya adalah aset satu buah armada L300 yang kami miliki dapat berkembang menjadi empat buah Armada Hino yang besar.
  Selain itu harus mempersiapkan dana simpanan sebagai kewajiban untuk melunasi hutang usaha, salah satunya adalah menyisihkan hasil usaha, karena tabungan dan deposito kurang support dalam percepatan pengembangan simpanan, sedangkan jika dengan sistem reksadana yang menurut beberapa ahli keuangan lebih cepat, kami benar-benar awam, jadi UnitLink lah pilihan kami, selain terdapat proteksi juga lumayan tinggi untuk suku bunga yang diberikan. Alhamdulillah tabungan UnitLink kami pun sedang berjalan, semoga dalam 5tahun kedepan dapat melunasi semua Hutang Usaha toko kami.
  Target Bebas Financial di usia 40tahun harus mundur 45tahun, itupun jika kami tidak terus menambah Aset. Yach, kami hanya akan berusaha yang terbaik, semoga Allah Azza Wa Jalla meRidhoi pilihan yang kami ambil saat ini, toko dapat berkembang dengan pesat dan turut serta menjadi Distributor Rezeki demi membantu para trader kecil yang ingin berkembang melalui perdagangan sembako..aamiin
  

Advertisements

6 thoughts on “Target Bebas Financial yang meleset

  1. Subhanallah…. luar biasa ya mak… Memang benar, kalau kita niatkan berdagang untuk menjemput rezeki Allah, berbagi kebaikan, maka Allah akan membuka jalan-Nya lebar2.
    Semoga sukses ya mak… 45 tahun financial freedom, super woowww

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s