ELLY, aku salut padamu

  Namamu terlalu sering di suggest ke akun fesbuk ku, ELLY Rismina, nama itu, mutual friend kita memang banyak, aku jadi penasaran siapa kamu. Fesbuk memang merupakan salah satu sarana untuk bertemu orang-orang di masa lalu. Ku coba untuk mengingatmu apa kamu teman SD, SMP, SMA atau Kuliah, entahlah aku lupa. Daripada aku terus penasaran, mendingan segera aku pencet tombol add. Tak berselang lama kamu pun mengacceptnya dan segera mengirim pesan, “hai mbak, masih inget aku tidak?,”. Aku balas,”hiks, maap memori ku buruk sekali, siapa ya???..” Dia pun meneruskan,”ya ampun mbak, aku Elly dulu pernah sewa konter di toserba mbak, jualan parfum suntik, Arum Sejati Parfum,”..aku membalasnya lagi sambil berusaha keras mengingatnya,”oh ya, aku inget sekarang,..bla..bla..bla..”. Dan kami pun chatting sambil mengingat masa lalu, iya lalu sekali, entahlah 5 atau bahkan 10tahun yang lalu.
  Mengamati TL mu yang lebih banyak menampilkan informasi positif aku menyukainya karena kita satu misi, aku lebih sering menggunakan fesbuk untuk hal-hal yang bermanfaat, yach..kadang-kadang juga ada sedikit sampah..hahaha. Dalam hal berteman, aku memiliki prinsip banyak teman banyak rezeki, selain berteman dengan kawan lama juga bertujuan mencari kawan yang baru sebagai sarana perluasan pasar, seringkali page toserba ku promosikan di akun pribadi aku. Jika pertengahan jalan, teman-teman fesbuk ada yang aneh a.k.a usil segera aku block, jika TL nya menyepam jualan atau penuh sampah jika aku kenal maka aku unfollow, tapi jika tidak kenal maka segera aku unfriend. Beda dengan akun sahabat karib, mau nyampah kek, mau menye kek, mau jualan kek, bebas dan tetap friend and follow layaw..heuheu

image

  Kembali lagi tentang Elly, sebulan lalu tetiba menTAGing aku, sebelumnya dia sempat chat tentang ide nya untuk penggalangan buku bekas untuk di salurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan dan kebetulan kali ini daerah yang beruntung adalah Kabupaten Sumba Timur selain disana memang krisis juga sudah ada orang yang bertugas sebagai pihak yang dipercaya untuk mengatur pendistribusian buku bekas tersebut. Setelah aku baca proposal tersebut,”aku ikut support semampu aku ya bun,” kata ku pada Elly.
  Alhamdulillah Belva, sulung ku seorang kutu buku, banyak buku ensiklopedia dan buku-buku cerita menarik yang sudah memenuhi perpustakaan kecil kami di rumah, saatnya untuk berbagi, mumpung ada yang membutuhkan sebagai sarana sedekah juga kan. Aku sisakan beberapa untuk dua adiknya, Reva dan Mika yang tidak begitu doyan baca buku, daripada buku menganggur mending disumbangkan saja.
 

image

  Kemarin Sabtu Elly dan anak satu-satunya Juan yang kini beranjak remaja mampir ke toko untuk mengambil buku bekas dari ku sekalian kardus yang sudah aku janjikan untuk mengepak buku yang sudah siap untuk dipaketkan ke Sumba Timur.
  Saat bertemu Elly, dia menjelaskan lebih detail kegiatan yang dikomandani nya tersebut, mulai nama-nama yang terlibat pengepulan hingga penerima yang ada di Sumba, yang ternyata masih ada hubungannya dengan Ricky Elson, si Lentera Angin. Melanjutkan cerita bahwa setiap penyumbang buku memang tidak dikenakan biaya sedikitpun, lhaiya sudah menyumbang koq, padahal pengiriman buku ke Sumba Timur juga memerlukan dana yang tidak sedikit, apalagi buku termasuk benda berat, ini tantangan buat Elly, si penggerak acara sosial seperti ini. Elly bererita,”aku malu kalau harus mencari dana di fesbuk juga, jadi aku hanya minta bantuan dana kepada orang-orang yang benar-benar aku kenal dan mengenalku,”.. “Iya aku paham, dan maaf aku hanya bisa kasih sedikit, semoga cukup membantu, namun jika butuh kardus, kapanpun aku siap support,” jawabku.

image

  Melihatmu dan Juan kepayahan mengumpulkan buku dan kardus berkeliling surabaya dan sidoarjo, tidak semua orang terutama perempuan mampu berbuat seperti ini, bergerak di bidang sosial tanpa pamrih. Aku hanya bisa berdoa semoga Allah Azza Wa Jalla berkenan atas apa yang menjadi ladang dakwahmu ini sebagai tabungan amal Jariyah sahabatku dan semoga Allah juga senantiasa memberikan limpahan kesehatan serta keberkahan dalam hidupmu..aamiin
  Setiap muslim memang sudah seharusnya memiliki ladang dakwah masing-masing, dengan berbeda cara, berlomba-lomba berkontribusi untuk masyarakat yang membutuhkan, selain sebagai bentuk rasa syukur karena kehidupan kita lebih baik dari mereka, juga karena tugas dari Allah buat kita adalah sebagai Khalifah di bumi ini.

“Hidup tak hanya haha hihi tanpa makna.. Hidup itu perjuangan untuk mendapat makna, menjadi berarti bagi sekitar dan punya nilai dimata-Nya.”

Advertisements

6 thoughts on “ELLY, aku salut padamu

  1. Hi mba. Salam kenal. Salam kenal juga buat Mba Elly nya. Kegiatannya hebat banget mba.

    Bolehkah saya minta gambarnya yang jelas ke email mba? Nanti saya bantu postingkan juga. Siapa tahu membantu dan juga ada beberapa buku yang mungkin bisa saya sumbangkan juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s