In Loving Memory of Our lil Brother ANGGA WIJAYA (01/11/1980 – 10/10/2014)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan (QS. Al-Ankabut : 57)”

image

  Rabu malam itu bapak menelpon aku, setengah berteriak mulai memarahi ku di seberang telpon,”Kenapa kamu belum bezuk adikmu, mas mu juga, adikmu ini sudah parah, kalian malah tidak segera kemari,”. Aku hanya berusaha meredam kemarahan bapak,”saya ada rencana mau bezuk besok pak, setelah selesai dari toko,”. Karena Angga barusan masuk RS hari Selasa juga, jadi aku berencana Kamis akan ke RS untuk menengoknya. Seperti yang sudah-sudah angga, adikku keluar masuk RS adalah hal yang biasa, karena angga memang sakit cukup lama sekitar hampir 5tahunan.

image

   Kamis pagi aku, suami dan mas segera berangkat ke RS dan ku lihat angga sedang duduk sambil nonton tv dikamarnya seperti kemarin-kemarin. Kami mengobrol kebetulan ada ibu dan bapak menyusul datang, kami mengobrol, tidak ada firasat apapun bahwa angga akan berangkat Jumat dini hari. Dia nampak sehat hanya nafasnya sesak dan sedikit tersengal-sengal. Ibu bercerita bahwa cek keseluruhan baik hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan Paru, dan dokter nya sudah hampir 2hari tidak visit padahal sudah janji akan memeriksa.
   Pada Kamis sore dokter baru saja muncul setelah angga tersengal makin parah. Setelah si dokter pulang, angga justru memburuk. Suster yang menjaga angga segera menelpon ibu dan ibu segera berangkat diantar oleh mas.

image

   Jam mulai bergerak munuju tengah malam, angga mulai membiru dan genggamannya tak ingin lepas dari Ibu. Ibu terus menerus membimbing angga untuk mampu berucap kalimat Tauhid, La ilaha illAllah..

  Telpon genggam ku bergetar, ibu mengabarkan dari seberang,”adikmu sudah tidak ada,”.. Seketika itu aku menangis sesenggukan, ibu menambahkan,”sudah jangan menangis, ikhlaskan, sekarang tolong kamu ke rumah, viki sendirian di rumah, bapak mu sudah berangkat ke RS”. “Iya bu, aku segera berangkat,” jawab ku singkat.

image

  Viki, Ibrahimovic Husain Ramadhan, anak sulung angga yang saat perceraian angga dan istri nya di bawah pengasuhan adik ku dan tentu saja di bantu oleh orang tua ku. Angga dan mantan istri memiliki 2buah hati yang setelah mereka berdua berpisah di bagi dalam 2pengasuhan, viki ikut papa dan rara ikut mama. Perceraian itu sangat menghancurkan psikologis angga. Bagaimana tidak disaat dia masuk RS anfal untuk pertama kali nya harus menerima gugatan cerai istri yang sangat dicintainya. Sang istri memilih berpisah disaat angga dalam kondisi sakit dan butuh support dari keluarga inti.

image

  Yach..sudahlah, takdir yang telah di tetapkan Allah haruslah dijalani, suka tidak suka harus tawakal.
   Sekarang tugas kami adalah bahu-membahu bekerjasama mendidik Viki dengan baik, semoga kelak dia menjadi anak Shalih yang akan selalu mendoakan papa nya yang sudah lebih dulu meninggalkannya saat dia masih kecil..aamiin

Allahumaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wafu’anhu. .aamiin

Semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni segala dosa-dosamu, menerima amal ibadahmu dan menempatkanmu di SurgaNya..aamiin

image

Advertisements

7 thoughts on “In Loving Memory of Our lil Brother ANGGA WIJAYA (01/11/1980 – 10/10/2014)

  1. Innalillahi wa innalilahi rojiun, turut berduka cita ya Mbak.. semoga amal ibadahnya menjadikannya mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan keikhlasan. Aamiin YRA.
    salam kenal, terimakasih sudah mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s