AMOR Royalty from FFI – part 4 ( HARVARD,Boston and Woodbury,New Jersey)

G. COMING (BACK) TO AMERICA  

  Menuju Boston memakan waktu sekitar 6jam, sampailah kami diperbatasan Canada-Amerika, disaat sore hari. Sebelumnya Scott, sopir kami mengalami masalah dengan lalu lintas, yaitu mengenai sabuk pengaman, sesaat baru saja memasuki Canada. Menurut Scott di Amerika, sopir bus sekolah atau tour tidak diwajibkan mengenakan sabuk pengaman, mungkin karena kebiasaan itulah dia lupa telah memasuki wilayah Canada, hingga akhirnya bus kami diberhentikan oleh petugas..Waduhh!!, Scott sih, padahal sabuk pengamannya juga ada, tapi karena faktor kebiasaan, jadi lupa deh. Scott mengikuti petugas sambil bersungut-sungut dan berkali-kali misuh *apa coba??* karena melayanglah uang 2juta versi rupiah hanya untuk pelanggaran penggunaan sabuk pengaman, Scott yang malang..hiks   

  Kembali kami memasuki Amerika setelah kurang lebih 3hari berada di Canada, saat kami memasuki perbatasan Scott dan Tour leader kami memasuki kantor petugas, setelah itu kami diminta turun dan wawancara kembali, pemeriksaan tas dan bawaan termasuk yang didalam bus pun tak luput dari penggeledahan. Dan saat itu petugas me via nemukan ABON didalam tas salah seorang teman kami, alhasil teman kami di mintai keterangan tentang benda apakah itu??. Setelah teman kami menjelaskan bahwa itu makanan ABON yang terbuat dari daging sapi, maka abon tersebut di sita petugas. Memang memasuki Amerika radha rempong, makanan terseleksi seperti snack, mie, coklat sepetinya lolos saja, giliran Abon di larang..So Weird.  

  Sampai kami di Boston malam hari, langsung cek in Hotel dan beristirahat, setelah sebelumnya kami makan malam di hotel serta merayakan Ulang Tahun dari salah satu teman kami, bapak Hendra dari Lampung. Menurut Scedul besok pagi akan berkunjung kedua buah Universitas paling bonafide di Amerika dimana lulusan dari Universitas tersebut tidak ada yang miskin, artinya berhasil menjadi orang Sukses, yaitu Harvard dan MIT. Sayangnya setelah berembug cukup lama, diputuskan untuk menSkip MIT dan segera menuju Woodbury, tempat FO premium yang katanya terbesar dan terlengkap di Amerika. Disana dijual product branded dengan harga jauh lebih miring. Kecewa pastilah, dua Universitas itu yang paling membuat saya bersemangat berangkat ke Amerika. Dalam impian saya kak Belva dapat bersekolah di salah satu Universitas tersebut. Ya sudahlah, memang kenyataannya kalau kita tour keluar negeri yang paling dinantikan adalah scedul berbelanja dan itu tidak ada dalam agenda tour kami ini, jadi di Skip lah destinasi yang paling tidak dibutuhkan atau tidak menarik.

wpid-dsc_0807.jpg  

  Morning Call berbunyi tepat pukul 7 pagi. Kami terjadwal berangkat pukul 8 dan tiba di Harvard jam setengah 9 pagi, karena perjalanan ke Woodbury membutuhkan waktu 3jam dan waktu belanja akan diberikan kurang lebih 3jam, jangan sampai kami nanti kemalaman di perjalanan menuju New York City.

wpid-dsc_0836.jpg

wpid-dsc_0793.jpg

  Membayangkan Boston seperti kota Jogja ternyata tidak salah, seperti kota pelajar pada umumnya, memasuki wilayah Harvard seperti banyak asrama, halte bus dan remaja bersepeda di sepanjang mata memandang. Bus kami berhenti di depan Garden Harvard Community dan kami hanya diberi waktu satu jam saja. Berkeliling di sekitar kampus Harvard, entahlah kenapa kami tidak berani masuk, ketakutan akan nyasar..hiks. Beberapa toko souvenir di sekitar Harvard masih banyak yang tutup, alhasil kami tak membawa kenang-kenangan dari Harvard kecuali brosur dan foto. Saya sempatkan berdoa jikalau memang kak Belva memiliki kesempatan bersekolah disana, mudahkan dan wujudkanlah mimpi kami ya Allah..aamiin

wpid-dsc_0791.jpg  

  Kami tiba di Woodbury saat jam makan siang, karena antusiasme peserta yang sangat tinggi untuk belanja, maka makan siang pun ditiadakan dan diganti dengan uang makan sehingga para peserta dapat segera berbelanja.

wpid-dsc_0847.jpg

wpid-dsc_0868.jpg

  Outlet Woodbury Premium adalah pusat outlet yang terletak di Central Valley, New York adalah salah satu pusat shopping terbesar di dunia yang memiliki 220 toko. Karena kedekatannya dengan New York City, Woodbury memiliki daya tarik utama bagi wisatawan asing yang berkunjung ke wilayah tersebut. Kami berdua menyempatkan diri untuk makan, selain lapar karena kami terbiasa sarapan hanya dengan buah saja, rasanya gak lucu kalau kami jatuh sakit gara-gara kebelet belanja. Entahlah dengan peserta lain. Kami bergegas menuju foodcourt kebetulan ada masakan jepang yang bebas pork tersedia disana, ah sayangnya lupa tidak kami foto. Saat dalam antrian, dan giliran kami, saya dan bu vera dengan menu yang sama, si bapak pelayan berkata,”Dua ya?,”..Wah, Indenesian ternyata dan kami pun tersenyum.

wpid-dsc_0875.jpg

  Setelah selesai makan kami segera melihat peta yang sudah dibagikan sebelumnya oleh Tour leader kami. Kami berdua langsung menuju Toys”R”Us guna memborong Monster High pesenan kak Belva dan Reva kebetulan mereka memang mengkoleksi boneka tersebut, sayang beribu sayang selain kurang lengkap koleksinya, saya juga tidak memiliki catatan berapa harga Monster High di Indonesia dengan item seperti yang dijual di Woodbury. Kami beli 5macam boneka dengan harga bervariasi antara $14-$30, dan kemudian belanja kami lanjutkan menuju Disney Store dan langsung memborong pernak-pernik Jake and the Neverland Pirates, pesenan adek Mika, karena di Indonesia sendiri belum di pasarkan.

wpid-dsc_0878.jpg  

  Berikutnya kami menuju counter Levi’s untuk membelikan pesanan dari bapak yaitu celana 2buah ukuran 36, karena beli 3buah discount 25%, maka saya paksa hubby untuk membelinya. Kenapa saya paksa karena pada dasarnya hubby kurang suka memakai jeans lebih senang mengenakan celana kain, lhah jauh-jauh koq tidak berminat membeli apa-apa, menyesal nanti. Sembari jalan-jalan santai karena semua pesanan sudah terbeli, kami melewati counter Guess, mampirlah saya dan membeli jam tangan dengan discount 50%, lumayan bagus, harga miring sekali dibandingkan di Indonesia, yach..namanya juga discount, sekalian membeli dompet sebagai oleh-oleh ustadzah anak-anak di sekolah.

wpid-dsc_0884.jpg

  Setelahnya yang terpikir adalah bagaimana kami membawa semua oleh-oleh ini terutama mainan dengan kemasannya yang besar-besar?? terpaksalah kami membeli koper yang seharusnya tidak kami butuhkan, tapi siapa tahu kami mendapatkan rezeki lagi untuk jalan-jalan keluar negeri bersama anak-anak pasti butuh koper lebih banyak dan besar. Pada dasarnya kami berdua, saya dan hubby bukan termasuk brand minded. Kami membeli baju atau apalah berdasarkan butuh bukan ingin atau life style, misalkan baju selain faktor harga juga kenyamanan, branded dan mahal jelas kami skip, eman kata orang jawa. Baju tidak bermerek pun asal enak dipakai itulah yang kami beli, dan merek Indonesia lah favorit kami, baik itu beli di Matahari atau di Pasar Turi yang penting enak dipakai dan indah dipandang, tidak ketinggalan zaman. Jadi ketika peserta lain berlomba-lomba pamer belanja produk branded kami cuma menjadi pendengar yang baik, karena memang kami tidak paham merek-merek tersebut..heuheu.

wpid-dsc_0857.jpg  

  O..ya ada cerita yang cukup berkesan, saat menunggu seluruh peserta berkumpul, kami sempatkan membeli kopi karena cuaca yang sangat dingin, mendadak dosis kafein kami pun ikut naik drastis. Kembali ke foodcourt dan menuju counter kopi merk cafe nya lupa. “One Small Capucino please,” order dari saya. Mas penjual,”Orang Indonesia ya mbak??,”. “Eh, iya. Koq tau saya Indonesia, kenapa tidak menebak Malaysia atau Thailand??,”jawab saya sambil tertawa. “Iyalah, saya hafal bedanya koq. Gimana mbak pemilu, sudah selesai ya, pokoknya mbak, Presiden yang pantas itu cuma Prabowo, Indonesia butuh pemimpin yang tegas. Apa itu Jokowi, jakarta belum beres ditinggal, gak jelas lah. Tak doakan pak Prabowo yang menang mbak,” mas penjual menyerocos tanpa henti. “Iya deh, sepakat sama mas,..aamiin ajah deh, semoga pak Prabowo yang jadi Presiden,” jawab saya.   Meninggalkan Woodbury tepat jam pukul 6 sore, segera menuju New Jersey untuk bermalam. Dan seperti biasa sebelumnya kami makan malam di resto Thailand. Sebelum masuk ke kamar masing-masing, Tour Leader kami mengingatkan untuk bersiap makan pagi jam 7, kami kami harus tiba di Manhattan sebelum jam 9, agar tidak tertinggal kapal di pulau Liberty Statue yang telah di pesan sebelumnya.    Malam berlalu begitu cepat, karena kelelahan akibat keliling shopping di Woodbury, membuat kualitas tidur kami sangat baik. Pagi telah tiba, setelah sarapan pagi di hotel kami segera masuk ke bis Scoot dan langsung tancap gas menuju Manhattan, New York.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s