AMOR Royalty from FFI – part 2 (Corning, New York and Niagara Falls, Ontario)

D. MENGUNJUNGI CORNING, MUSEUM OF GLASS

  Perjalanan dilanjut makan malam langsung meluncur ke Corning, yang masih merupakan wilayah New York, dan menginap di hotel Radisson. Disepanjang jalan menuju Corning banyak sekali kami lihat waralaba seperti wendys, mc donald, pizza hut, subway yang mirip dengan alfa/indomaret. Yang paling susah bagi seorang muslim bepergian ke negara non adalah faktor makanan. Meski terdapat MC Donald dkk bukan jaminan kita akan mendapatkan makanan halal. Pun saat kita ikut tour, pihak tour sendiri berusaha mengeliminir menu pork saat memilih resto, namun bahan-bahan dalam masakan pun kita tidak tahu tapi paling tidak mereka tidak menyediakan menu pork. Menuju corning dengan sangat terlambat hampir molor sekitar 3jam. Harusnya tiba jam 9 kami masih separo perjalanan. Washington ke Corning memakan waktu sekitar 5jam. Hal ini selain padatnya acara di Washington kemungkinan faktor panjangnya kemunculan matahari di Amerika. Subuh sekitar 3.50 tapi hingga jam 8 malam Matahari masih baru saja terbenam. Siang yang teramat panjang.

wpid-dsc_0198.jpg

wpid-dsc_0185.jpg

  Setelah semalam kami menginap di Radisson, pagi ini menuju Corning. Corning merupakan salah satu kota yang berada dalam wilayah negara bagian New York, dimana terdapat museum yang didedikasikan untuk seni, sejarah dan ilmu kaca. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1951 oleh Corning Glass Works dan saat ini memiliki koleksi lebih dari 45.000 benda kaca tua beberapa lebih dari 3.500 tahun. Mereka menceritakan kisah penciptaan kaca, dari model skala penuh dari sebuah tungku Mesir, ke pabrik-pabrik besar di Eropa, galeri berisi objek yang mewakili setiap negara dan periode sejarah di mana pembuatan gelas telah dipraktekkan. Galeri meliputi: Kaca di Nature, Origins of pembuatan kaca, kaca Romawi, kaca di Dunia Islam, Awal Utara Eropa Kaca, The Rise of Venetian pembuatan kaca, kaca di 17-19th Century Eropa, 19th Century Kaca Eropa, Asia dan Amerika.

wpid-dsc_0188.jpg

  
  Di museum ini memproduksi gelas-gelas yang spektakuler yang mana pembuatannya cukup rumit. Pertama tiba di Corning pagi hari suhu minus 2°C, kami berlarian masuk ke dalam museum, hangatlah seketika, dan tour leader kami langsung mengantri karcis untuk melihat lebih dekat pertunjukan pembuatan gelas yang sangat menarik di dalam Studio.

wpid-20140418_094641.jpg

wpid-dsc_0179.jpg

  Satu persatu proses diperlihatkan secara detail dalam pembuatan cangkir dengan desain yang rumit oleh duo cowok ganteng yang menurut saya lebih cocok sebagai anggota band rock daripada seniman pembuat gelas ini..hahaha.

  Setelah melihat proses pembuatan gelas tadi, acara selanjutnya adalah mengexplore seluruh ruangan dalam museum. Harga produk yang ditawarkanpun bervariatif, tapi mayoritas mahal. Ada beberapa accesoris semi gelas dan plastik mungkin sebagai pelengkap saja, itu pun Made in China. Herannya saya, dimana-mana saya temukan Made in China, maklum kalau ori buatan Amerika jelas mahal banget seperti produk Corning ini, harga bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk sebuah cangkir, piring, hiasan rumah bahkan accesoris.

wpid-20140418_103338.jpg

wpid-20140418_103952.jpg

wpid-dsc_0174.jpg

  Tak ada yang kami beli disini, selain kami bukan penyuka hiasan gelas, bayangin ribet bawa pulangnya, juga karena takut kalau pecah, padahal harganya sangat Mahal.

image

  Melanjutkan perjalanan menuju Niagara Falls, Canada. Perjalanan dari Corning membutuhkan waktu hingga 6jam. Tiba di Canada, kami harus turun di kantor perbatasan wilayah negara untuk pemeriksaan pasport dan visa. Wawancara kami lakukan satu per satu di depan petugas imigrasi Canada. Kebetulan saat itu kantor sedang rame dengan teriakan seorang wanita kulit hitam amrik yang tertangkap overstay di canada, dia bilang bisa balik sendiri, tidak ada masalah, memohon agar tidak dipenjara. Kasian sih liatnya, sudah tua dan kumuh, tapi tetap saja petugas menggelengnya masuk kantor untuk interogasi lebih lanjut, sebagai buah konsekuensi jika kita melakukan pelanggaran di negara orang lain. Sudahlah, yang penting, kami satu grup sudah lolos pemeriksaan dan wawancara visa-pasport, langsung saja kami menuju Hotel Crowne Plaza, Niagara Falls yang sudah ada di depan Mata..fiuuhhh, capeknya.

E. MASYAALLAH INDAHNYA NIAGARA FALLS

wpid-dsc_0288.jpg

  Niagara adalah air terjun besar disungai Niagara yang berada di garis perbatasan internasional antara negara bagian Amerika Serikat New York dengan provinsi Kanada Ontario. Air terjun ini berjarak sekitar 17 mil (27 km) sebelah utara barat laut dari Buffalo, New York dan 75 mil (120 km) tenggara Toronto, Ontario. Meski tidak terlalu tinggi, Niagara merupakan air terjun yang sangat lebar dan terpopuler di dunia. Lebih dari 6 juta kaki kubik (168.000 m3) air per menit dijatuhkan dan ini merupakan air terjun yang paling kuat di Amerika Utara.
  Niagara juga terkenal akan pelangi indahnya yang melintang di tengah derasnya air terjun. Keindahan alam yang terdapat di sekeliling Niagara membuat jutaan orang dari setiap belahan dunia mengunjunginya setiap hari. Apalagi kalau bukan untuk melihat air terjun yang paling populer ini.

wpid-dsc_0252.jpg

wpid-dsc_0230.jpg

  Niagara Falls dapat dinikmati baik dari sisi Amerika ataupun Canada. Tapi memang sedikit berbeda, semua pemandangan Niagara Falls yang indahnya MasyaAllah itu lebih bagus jika di lihat dari Canadian side, lebih jelas dan memang letaknya yang menghadap ke Canada.

wpid-dsc_0246.jpg

wpid-dsc_0228.jpg

  Tiba di hotel Crowne Plaza, Niagara Falls, kami hanya diberikan waktu setengah jam saja oleh tour leader untuk meletakkan koper di kamar, lanjut menuju resto chinesse food persiapan makan malam. Ajaib rasanya, matahari masih bersinar terang berasa jam 2 siang, tapi disini jam menunjukkan jam 6 petang, baiklah mari kita makan malam dengan menu chinesse food, semoga halal semuanya..aamiin

wpid-dsc_0215.jpg

wpid-dsc_0253.jpg

  Setelah makan malam, kami diberi waktu bebas untuk menikmati wisata di sekitar Niagara Falls yang rame dengan toko-toko seperti di Times Square-NY, atau kalau di Indonesia mirip dengan Ciampelas-Bandung. Kami langsung menuju toko souvenir berburu pernak-pernik Niagara Falls, tanpa melirik produk baju, tas atau accesoris yang lain, selain harga relatif lebih mahal juga tax lebih tinggi dari USA. Hanya mata uang dolar USA yang kami bawa dari Indonesia dan kami tidak memiliki jenis mata uang lain, saat seperti inilah Kartu Kredit Visa/Master sangat menolong, namun tentu saja kita harus bertanya dulu kepada pemilik toko apakah toko tersebut memiliki mesin EDC nya, karena tidak semua toko menyediakannya.

  Malam telah tiba, kami baru saja kembali ke hotel dan tour leader kami sudah menyuruh kami untuk bersiap-siap menikmati air terjun Niagara Falls dimalam hari dengan hiasan lampu ribuan volt. Ditengah rasa capek yang teramat sangat dan suhu yang benar-benar dingin, kami berdua bersama-sama grup menunggu lampu-lampu yang menerangi Niagara falls akan dinyalakan. Hingga jam setengah 10 malam, lampu-lampu itu belum menyala juga. Kami mulai menggigil berasa beku,”Bagaimana kalau kita kembali ke Hotel saja pak Roy, sudah tidak kuat nih,”teriak salah satu anggota grup. Namun pak Roy kekeuh menunggu,”kita tunggu sampai jam 10 ya, tapi kalau yang mau balik hotel silahkan,”. Kami berdua termasuk yang memutuskan kembali ke hotel. Gilaaakkk dingin banget, entah minus berapa tuh??..

  Dari hotel kami mengawasi Niagara Falls dari kejauhan. Tak lama saya langsung tertidur, hubby masih terus penasaran, syukurlah penantiannya tidak sia-sia, lampu-lampu akhirnya menyala walau tidak lama, tapi karena dia melihat dari kejauhan hasil potret tidak begitu bagus, apalagi kabut cukup tebal.

wpid-800px-niagara_falls_in_dark.jpeg

(Source: google)

wpid-dsc_0320.jpg

  Malam telah berlalu, hari berganti pagi, jam 8 tepat kami telah siap berangkat menuju Niagara Falls. Dengan tergesa-gesa karena antrian yang cukup panjang untuk menaiki boat, dan pak Roy sudah appoitment jam setengah 10 untuk kami. Jalan cukup jauh untuk mencapai terminal boat tersebut.

wpid-dsc_0342.jpg

  Antrian cukup mengular, setelah masuk dan menikmati terowongan bawah Niagara Falls yang berisi banyak catatan kejadian atau facts tentang Niagara Falls, baik itu mengenai sejarah, orang-orang top yang berkunjung, kecelakaan, keajaiban dan banyak lagi. Dan lagi-lagi kami kurang beruntung, kapal boat tidak beroperasi, maka gagallah kami untuk menikmati keindahan Niagara Falls secara dekat.

wpid-dsc_0351.jpg

  Hal ini disebabkan cuaca yang kurang baik, terlalu beresiko jika dipaksakan, bagaimanapun Safety First itu yang paling utama, gak lucu kali kalau kami mengalami kejadian mengerikan di negara orang bisa-bisa extend tinggal beberapa lamanya.

wpid-dsc_0388.jpg

  Semua pasti sesuai rencana Allah, kami belum diijinkan untuk kali ini. Yach..mungkin lain kali, walau kemungkinan kecil sekali untuk kembali ke Canada. Tetap bersyukur sajalah sudah diberikan kesempatan menikmati Maha Karya Ciptaan Allah yang menjadi salah satu keajaiban dunia Air Terjun Niagara Falls.

wpid-dsc_0307.jpg

  Perjalanan kami selanjutnya menuju Toronto, untuk melihat lebih dekat CN Tower, yang dulunya merupakan Gedung tertinggi pertama di dunia.

Advertisements

5 thoughts on “AMOR Royalty from FFI – part 2 (Corning, New York and Niagara Falls, Ontario)

  1. Mantap tulisannya.. Mbak, maaf ya aku ada sedikit kritik.. Bahwasanya untuk mengungkapkan rasa syukur, takjub akan keindahan ungkapan yang tepat bukannya SUBHANALLAH ya.. Bukan MASYAALLAH..

    • Kalo sepengetahuan saya sih bisa dipake 2-2 nya, hanya saja beberapa ustadz mengatakan Subhanallah dipake untuk melihat kekurangan makhluk ciptaannya, daripada ambigu, saya lebih sreg menggunakan MasyaAllah 🙂

  2. Mantap tulisannya.. Mbak, maaf ya aku ada sedikit kritik.. Bahwasanya untuk mengungkapkan rasa syukur, takjub akan keindahan ungkapan yang tepat bukannya SUBHANALLAH ya..

  3. Wah, ternyata benar Mbak Diah. Saya yang ternyata sering tertukar ungkapan tersebut.

    Ucapkan “Masya Allah” kalau kita
    merasa kagum. Ucapkan “Subhanallah”
    jika melihat keburukan.

    Maaf dan makasih ya Mbak.. (Y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s