AMOR Royalty from FFI menerbangkan kami berdua ke USA dan Canada (part 1)

A. PENDAHULUAN

   I know beautiful life doesn’t just happen, it’s built by prayer, sacrifice and hardwork. Do not give up. Everything happens with the permission of Allah SWT. Thus, do something that leads you closer to Allah and be grateful, everyday

wpid-img1391422445877.jpg

  Amor Royalty adalah program insentif yang diberikan FFI berupa perjalanan wisata ke Luar Negeri yang baru pertama kali diadakan di tahun ini. Ada beberapa syarat dan ketentuan toko atau distributor untuk mendapatkan tiket Amor tersebut, seperti jumlah omset penjualan dalam sekian waktu yang sudah ditetapkan. Ada 3 negara sebagai hadiahnya tergantung omset yang dicapai, yaitu Korea, Jepang dan East Coast USA meliputi Canada.
Alhamdulillah toko kami mencapai target hingga 2xlipat sehingga kami berhak mendapatkan 2tiket hadiah tertinggi yaitu perjalanan wisata ke East Coast USA plus Canada. Kami tidak pernah mengira akan mendapatkan hadiah super keren ini, selain tentunya hasil kerja keras juga karena atas kehendak Allah Azza Wa Jalla hadiah ini ada ditangan kami sekarang.

wpid-cymera_20140504_133117.jpg

  Di seluruh Indonesia ditetapkan 12orang tiket/pemenang perjalanan wisata ke USA dan kami adalah peserta minoritas dengan ras javanesse, dan yang lain adalah chinesse. Seperti kita ketahui siapa pemegang perdagangan sembako terbesar di negara kita, ya mereka ini. Betapa bangganya kami sebagai orang pribumi dapat menunjukkan bahwa kami mampu bersaing dengan mereka yang sudah turun temurun memiliki network di bidang ini. Rata-rata peserta adalah generasi kedua atau ketiga setelah orang tua mereka lebih dahulu membangun dinasti toserba ataupun distributor. Ada 2 toko yang masih tangan pertama, yaitu kami, Dea Wijaya dan Bali, yaitu Surya Megah dari Bali yang ternyata partner kami saat awal-awal Dea Wijaya berdiri sekitar tahun 96-97an dan bisnis awalnya adalah distributor produk baby yang sekarang merambah bisnis Supermarket. Peserta dari Luwes, Solo adalah 2 orang kakak beradik yang sangat cantik dan fashionista yang doyan dandan serta shopping, mereka merupakan generasi ketiga toko Luwes yang telah memiliki 9 cabang di Solo dan sekitarnya yang kuliah di Australia, ada lagi Sylvester seorang pemuda lulusan Canada, dia merupakan generasi kerajaan Bravo dari Bojonegoro dan sudah memiliki 4 toko, salah satunya di Jombang, yang mana Sylvester sebagai pengelolanya. Peserta dari Lampung, distributor Chandra, hanya mendapat 1 tiket karena ingin mengajak istri dia tambah lagi 1tiket, yaitu bapak Hendra dan ibu Migo. Peserta dari Jakarta adalah distributor besar Hari-Hari hanya mendapatkan 1tiket dan 3tiket tambahan karena mengajak istri dan 2anak, keluarga bapak Surya. Peserta dari Malang mendapatkan jatah 2 tiket, namun sayang Visa ditolak pihak Kedubes USA perwakilan Surabaya walau sudah wawancara sebanyak 2x, kami sendiri kurang paham mengapa ditolak, padahal mereka sangat rajin ke Luar Negeri, dan visa negara lain pasti sudah banyak, berbeda dengan kami, paspor baru dan masih kosong melompong, padahal menurut bapak Surya, kalau mau masuk USA mustinya ada referensi visa Europe atau Aussie. Desas-desusnya sang istri pernah bermasalah dengan Visa Amerika, kemungkinan pernah overstay, kalau sudah begitu memang akan masuk daftar blacklist Amerika. Dan 1 lagi peserta toko Tip-Top dari Jakarta juga tidak ikut, dan kami kurang jelas alasannya.
Sekali lagi Alhamdulillah, Visa Amerika dan Canada kami pengurusannya lancar dan 2 negara tersebut bahkan memberi kadaluarsa 5tahun plus Multiple, artinya dapat bolak-balik kesana dalam waktu 5tahun tanpa batas..Subhanallah, semoga saja masih akan memiliki kesempatan berkunjung lagi kesana dalam kurun waktu 5tahun kedepan..aamiin. Tiap peserta memiliki Visa yang berbeda-beda tenggang waktu kadaluarsanya, ada 1tahun, 4tahun, ada yang hanya 3bulan saja, padahal peserta yang lain ini sangat sering ke Luar Negeri..hmm, Apa karena kami tidak pernah keluar negeri jadi atau karena pengaruh rekening koran 3bulan kami yang fantastis??..hihihi. Pantes saja saat wawancara di Kedubes AS, pak Bule nya mengajukan pertanyaan,”Kenapa tidak pernah keluar negeri??,” (dengan aksen bule nya yang lucu sambil tersenyum. Kami pun menjawab,”belum ada kesempatan Sir,” (padahal di otak kami cuma ada kerja dan kerja, kami masih dalam proses membangun kerajaan, belum saatnya kami berfoya-foya, kami bukan turunan konglomerat yang tinggal ongkang-ongkang kaki dan menghabiskan uang..hiks)

B. MENUJU ABU DHABI

10153876_777573225587122_553873919462176531_n

“Bismillaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa haula wa laa quwwata illa billaah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Mu bahwa tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah).

  Hari ini Selasa, tanggal 15 April 2014, hari yang kami tunggu-tunggu telah tiba. Tepat pukul 2 siang kami berangkat menuju bandara untuk terbang ke Cengkareng pukul 4 sore, tiba tepat Magrib wilayah Jakarta. Dengan penuh kesabaran, kami menghabiskan waktu magrib dan isya di Mushola dan masih harus bersabar lagi untuk berangkat menuju Abu Dhabi sekitar pukul 2 dini hari. Kesabaran kami memang musti diuji setelah diberi karunia sebesar ini. Perjalanan menuju Abu Dhabi ini diperkirakan akan memakan waktu 8jam, kemudian transit 4jam dan dilanjutkan lagi menuju Washington DC yang diperkirakan menghabiskan waktu 15jam. Mengingat lamanya perjalanan dan perbedaan waktu yang cukup ekstrim, untuk memperlancar dan mempermudah ibadah sholat telah saya persiapkan aplikasi super lengkap yang telah tersedia di apply store android, yaitu SHOLAT TIMER https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ahpro.sholattimer. Sebelumnya sudah saya lihat review pengunduh dan saya uji coba sendiri memang sangat berguna.
Ya Allah beri kekuatan untuk kami berdua dan berilah keselamatan, kelancaran dan kemudahan dalam perjalanan tour Amor Royalty ini..aamiin

wpid-cymera_20140504_113706.jpg

  Para peserta Amor Royalty dari berbagai wilayah Indonesia telah berkumpul di bandara Sukarno-Hatta, bersembilan plus anggota tambahan, plus empat anggota team FFI yang mengawal dan 1 tour leader kami pak.Roy telah bersiap untuk berangkat menuju Abu Dhabi, sekitar jam 1 dinihari. Setelah mendarat di Abu Dhabi sekitar jam 9 pagi, kami pun selama 4jam harus menunggu pesawat Etihad yang akan mengangkut kami ke Washington DC.

hubby at Abu Dhabi

hubby at Abu Dhabi

Sambil menunggu jam, saya mengamati produk yang dijual sepanjang airport, yang mayoritas parfum, souvenir dan minum-minuman beralkohol, melihat lalu lalang orang-orang berbagai macam etnis, saya pun bertanya pada hubby,” Abu Dhabi ikut negara mana pap?,”. Hubby jawab,”UEA ma,”. UEA is Uni Emirat Arab, arab identik dengan kaum muslim-muslimah, jilbab, pakaian syeikh, tapi belum saya temukan sesaat setelah memasuki airport, justru bule, turis asia termasuk kami dan hanya sekumpulan orang berjilbab karena transit berangkat atau pulang umroh dan mereka adalah sodara kami, indonesian. Jadi kalau ada yang bilang Jilbab adalah budaya Arab mungkin harus banyak jalan-jalan ke wilayah negara-negara Arab, seperti saya sekarang ini, jarang sekali orang berjilbab bahkan orang Arabnya sekalipun. Jilbab adalah murni perintah Allah yang difirmankan dalam Al-Qur’an dan berlaku untuk semua etnis secara universal merupakan kewajiban bagi seorang Muslimah.

me at Abu Dhabi

me at Abu Dhabi

  Pemeriksaan di Abu Dhabi yang akan memasuki wilayah Amerika terbilang sangat ketat setelah kejadian 9/11. Traumatik, sehingga siapapun, dari negara manapun yang berhubungan dengan negara super power harus mengikuti aturan. Setelah di Abu Dhabi sendiri pemeriksaan teramat ketat, kemudian dilanjutkan pemeriksaan perwakilan USA di Abu Dhabi, berupa wawancara dengan pertanyaan yang sama seperti saat di Kedutaan, cek sidik jari, infra merah. Ribet, capek, tapi keuntungannya kita tidak lagi ada pemeriksaan yang lebih detail dengan antrian yang sangat panjang, saat tiba dan memasuki wilayah Amerika.
Ada kejadian yang cukup membuat saya sport jantung saat melalui pemeriksaan internasional, 2 tas saya cukup lama mendapat perhatian, karena terdapat parfum 5lt dan tongsis. Petugas membuka dan mengambil parfum, beruntungnya tanpa merk karena beli yang suntikan sih..hihihi dan berikutnya dicurigai ada tongkat aneh, setelah diambil mereka bertanya, “What is this?”, Me said,”It’s called tongsis, you can take selfie from a distance,”..They said again,” Oh God, that’s cool, where are you come from? Malaysia?, no, I’m Indonesian. Akhirnya para petugas ketawa bareng-bareng, sambil bercanda,”You wanna try??,”. Selain menunggu tas dalam pemeriksaan tadi, saya sempat dibawa oleh seorang petugas berjilbab ke dalam ruangan tertutup untuk digerayangi, apa sekiranya membahayakan?, pemeriksaan menggerayangi tubuh tidak berlaku untuk yang tidak berjilbab, karena sesaat mengobrol bersama grup tidak ada yang di cek body hanya mbak Vera, salah satu anggota Team FFI yang kebetulan berjilbab. Gemeteran, takut, campur aduk perasaan, selain masih awam, pertama kali keluar negeri, juga karena tas ransel masih ditahan. Setelah melalui semua pemeriksaan yang cukup lama, akhirnya beres juga..Alhamdulillah

C.MENDARAT DI WASHINGTON DC

wpid-dsc_0018-1.jpg.jpeg

  Pesawat kami tiba di bandara Dulles, Washington DC sekitar pukul 7malam, setelah melakukan perjalanan selama 15jam, tapi MasyaAllah matahari masih bersinar terang seperti ashar waktu Indonesia. Saya pikir saat itu masih jam 4 sore, ternyata sudah malam. Saat jam menunjukkan jam 8 mulailah sang Surya terbenam, kami mampir makan malam di sebuah restoran Vietnam, satu-satunya menu Vietnam yang kami santap selama di Amerika, Alhamdulillah bertemu nasi dan tanpa menu Babi, taste nya juga lezat, lidah masih bisa beradaptasi walau pertama kali dalam hidup kami makan menu Vietnam. Seharusnya terjadwal City Tour di hari pertama, setelah mendarat langsung ke White House dkk, tapi mana mungkin. Ya Allah perjalanan yang lebih dari 24jam cukup membuat kami klenger, lagi pula saat kedatangan sudah begitu malam, jadi City Tour baru akan dilaksanakan keesokan harinya atau hari kedua kami tiba di Amerika.

wpid-dsc_0024-1.jpg.jpeg

Malam pertama kami di Amerika, kami menginap di Hyatt FairFax Hotel, hotel yang pelayanannya sangat jauh dari kata bintang 3 versi Indonesia, hanya terdapat sabun dan sampo saja, welcome drink tidak ada, apalagi makanan, mungkin kita di sarankan untuk minum air kran yang katanya kalau di Amerika merupakan air siap minum..yaikzz saya benar-benar tidak doyan, dan semalaman dehidrasilah kami. Tapi karena rasa capek yang teramat sangat, kami langsung tertidur pulas hingga pagi menjelang.
Waktu subuh menunjukkan pukul 4 di wilayah East Amerika. Alhamdulillah tanpa JetLag, karena mungkin kecapekan yang parah, pagi langsung fresh kembali.

wpid-dsc_0028-1.jpg.jpeg

wpid-dsc_0030-1.jpg.jpeg

City Tour kami mulai dengan mengunjungi kantor Obama, yaitu White House. Disekitar White House tersebut banyak terdapat Memorial atau Monumen dibangun sebagai pengingat bagi rakyat Amerika, termasuk korban perang Vietnam.

wpid-dsc_0054-1.jpg.jpeg

Di sepajang perjalanan menuju White House ini, tour leader kami, Mr.Roy bercerita tentang kota Washington DC, Distric of Columbia, sebagai pusat pemerintahan Amerika, dimana White House berada, tentang peraturan tidak diperbolehkannya pemukiman penduduk, kecuali di daerah luar kota maupun didirikannya bangunan yang lebih tinggi dari Capitol Hill sebagai preventif keamanan.

wpid-dsc_0044-1.jpg.jpeg

wpid-dsc_0099-1.jpg.jpeg

  Kunjungan pertama kami adalah White House, cukup ramai, turis dalam maupun luar negeri sedang mengantri untuk mengambil foto di depan pagar White House.

wpid-dsc_0068-1.jpg.jpeg

Peraturan keperluan fotografi di White House tidak boleh foto bergerombol, membawa banner dan sebagai sarana keamanan terdapat cctv dimana-mana. Melanjutkan cerita dari tour leader tentang White House, bahwa terdapat ruangan oval sebagai ruang kerja presiden. Kamar untuk tamu disebut Lincoln Bedroom. Barrack Obama sendiri adalah presiden ke 43, dan satu-satunya presiden berkulit hitam dalam sejarah berdirinya Amerika. Populasi kulit hitam juga termasuk banyak di Washington tapi sayang banyak yang pemalas, homeless, beberapa waktu kehidupan mereka masih dijamin oleh pemerintah tapi ada batas waktunya. Jika musim dingin banyak diantara mereka yg meninggal karena homeless dan kedinginan. Washington DC masih mempertahankan bangunan dengan desain klasik, berbeda dengan kota-kota yang lain.

wpid-dsc_0102-1.jpg.jpeg

  Menuju Lincoln Memorial, di dalamnya terdapat patung Lincoln dengan posisi duduk dan memandang White House dalam 1 garis lurus, terdapat pula dalam garis lurus tersebut Capitol Hill, Jefferson Memorial, National World War II Memorial di ujung timur Reflecting Pool, Korean War Veterans Memorial, dan Vietnam Veterans Memorial di sekitarnya, pokoknya luas sekali, sepertinya butuh waktu 2hari untuk City Tour di wilayah tersebut.

wpid-dsc_0108-1.jpg.jpeg

wpid-dsc_0127-1.jpg.jpeg

Sedangkan Capitol Hill merupakan gedung DPR/MPR, sebagai tempat menyalurkan Aspirasi rakyat Amerika. Tidak semua kami kunjungi karena keterbatasan waktu, acara dilanjut membeli Souvenir, banyak pernak-pernik dijual, tapi ternyata lebih murah yang dijual di PKL-PKL dekat wisata, magnet 5dolar dijual 7.9dolar di toko tersebut belum termasuk tax, seandainya boleh balik lagi mending borong sekalian deh ke tacik/engkoh yang jualan di PKL (masih chinesse saja yang dagang..hahaha)

image

Triying Tongsis di depan Pasukan Berkuda at White House

  Ada cerita lucu selama di White House, saat kami mengeluarkan tongsis a.k.a tongkat narsis, ternyata menarik perhatian para bule. Salah seorang pemuda bule dengan mengendarai sepeda langsung menyapa kami,”That’s pretty cool, how much and where did you buy?”, bahkan anak-anakpun tertarik pengen pinjam, bangga dan malu bercampur jadi satu..(Tau gitu bawa banyak dan dijual disana ya, bisa untung banyak..wkakakak). Hanya di White House kami bereksperimen dengan Tongsis, setelah itu kami lebih banyak menggunakan kamera, jika ingin foto berdua kami meminta bantuan salah satu anggota team FFI saja.

Advertisements

4 thoughts on “AMOR Royalty from FFI menerbangkan kami berdua ke USA dan Canada (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s