Serial WHY “PUBERTY”

Belakangan Media Sosial heboh dengan serial komik WHY terbitan Elexmedia yang masih merupakan anak perusahaan Gramedia. Sempat Shock ketika ada yang Screenshot dan Share di Twitter..Ya Allah baru teringat pernah membelikan kak Belva Serial Why favoritnya itu lebih dari setahun yang lalu. Pertimbangan saat itu adalah kak Belva menjelang Baligh, saat berumur menjelang 12th, dengan latar belakang sebagai kutu buku, spesialis buku-buku pengetahuan, terutama serial Why, untuk kategori teenager ada seri yang terbaru saat itu mengenai Pubertas.

image

Belva menunjukkannya pada ku,”Mama, aku boleh membeli dan membacanya??,”. Entahlah saat itu aku hanya mengiyakannya. Selain Belva mendapatkan ilmu sex education di klas keputrian di sekolah, Belva pun mendapatkannya dari ku. Demi menambah pengetahuannya tentang pubertas, maka aku sediakan buku bacaan, termasuk salah satunya Puberty dari serial Why yang merupakan komik adopsi dari Korea.
Sekilas Why Puberty tidak ada masalah, karena aku membacanya juga sekilas, di bagian depan buku pun sangat informatif, bagaimana mengenali perubahan tubuh, psikologi, tentang anatomi, cara merawat bagian reproduksi, bahkan cara memilih jenis pembalut dan BH bagi anak perempuan yang menginjak remaja. Kesalahan ku saat itu adalah tidak terbacanya Disclaimer “untuk Remaja dengan bimbingan Orang Tua di depan sampul muka depan komik, karena serial Why ini biasanya dikonsumsi anak-anak dan remaja, jadi tidak terlalu aku anggap serius.. *toyorin diri sendiri*.

image

image

Ya Allah ternyata di dalamnya terdapat propaganda LGBT (lesbian, gay, bisex dan transgender), selain itu tentang sex bebas, aborsi dan penyakit menular sexual. Secara ilmu pengetahuan maupun medis memang sah-sah saja, tapi dari segi umur apakah anak-anak remaja kita sudah saatnya diberikan materi sedetail itu??..Entahlah, yang aku rasakan itu terlalu berat dan provokatif, mengingat zaman dahulu saat aku masih SMP tidak diperkenalkan sedetil itu tentang sex. Apalagi tentang konsep budaya kita Indonesia, tidak mengenal cinta sesama jenis, dengan lawan jenis saja kita sangat tegas batasannya. Belum lagi berbicara tentang nilai-nilai agama, Naudzubillahimindzalik, kita umat muslim telah diperingatkan oleh Allah tentang kaum Sodom di zaman Nabi Luth dan di abadikan dalam Al-Quran.
Kita sebagai muslim paham benar tentang kaum penyuka sesama jenis ini, haram hukumnya dan sayangnya realita kehidupan kaum ini di Indonesia untuk tahun ini saja perkembangannya sangat mengejutkan, menurut bu Elly Risman, pakar Parenting peningkatan kaum ini hampir 400%..Astaghfirullah, mengerikan.
Menurut psikolog zaman dulu kaum LGBT ini memiliki kelainan kejiwaan yang harus disembuhkan, tetapi makin kesini, berubah menjadi pemakluman, bahkan di beberapa negara sudah dilegalkan pernikahan sesama jenis. Aku bukan anti LGBT, tapi aku menentang propaganda mereka, di buku Why “Puberty” ini sudah jelas terbaca pemakluman, menganggap wajar dan membolehkan paham LBGT ini. Maklum karena komik ini di adopsi dari Korea yang kita tahu sangat liberal dan sekuler seperti halnya Jepang. Membedakan Laki-laki dan Perempuan secara fisik saja aku bingung, semuanya cenderung cantik karena memang mayoritas hasil cosmetic surgery dan Alhamdulillah aku dan anak-anak bukan penikmat drama maupun mengidolakan mereka, maka dari itu kalo di indonesia sudah sangat dikenal istilah Terong-terongan dan Cabe-cabean, tidak jelas identitasnya..hiks

image

image

Propaganda LGBT sudah sangat gencar di suarakan di Indonesia, baik melalui televisi dengan tokoh-tokoh idola yang kebanci-bancian, film, game, internet dengan situs-situs mereka yang vulgar dan dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak kita, dan sekarang melalui buku. Bagi aku yang memiliki anak-anak kutu buku seperti ini sudah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap buku-buku berkedok ilmu pengetahuan yang ternyata berisi racun arsenik yang mematikan. Padahal hiburan anak-anak tinggal buku, televisi dan internet hanya boleh di gunakan with term and condition apply itupun mereka jarang menggunakannya karena lebih memilih bermain bersama.
Harapan kami terhadap pemerintah, sudah seharusnya pemerintah memberi perlindungan terhadap hak anak-anak, selain tentang propaganda LGBT, terutama tentang Pornografi yang menyebar melalui segala bentuk media. KPI yang mengurusi program televisi, LSF mengurusi perfilman lebih banyak mandul, tidak dapat berbuat apa-apa, bargaining power yang rendah, kalah dengan Pemilik Media tv dan Production House dengan kekuasaannya yang makin absolut. Makin porno rating makin tinggi, iklan makin gencar, lantas siapa yang akan melindungi anak-anak kita. Belum lagi game dan situs-situs porno yang gencar mencari mangsa anak-anak melalui gadget dan warnet agar menjadi pecandu pornografi seumur hidup. Dan sekarang propaganda itu telah masuk melalui Buku, sudah seharusnya penerbit tidak asal-asalan dalam mengadopsi buku dengan berlatar belakang budaya dan nilai-nilai agama yang dianut oleh negara asal dan kemudian dikonsumsi oleh penduduk beragama mayoritas di Indonesia, yang ternyata sangat bertentangan.
Miris, Sedih, Kecewa dan Marah, mengapa penerbit sekelas Elexmedia dapat kecolongan atau mungkin memang ada unsur kesengajaan. Ini masih tentang serial Why”Puberty” yang kebetulan saya memilikinya, yang terbaru juga sedang dalam proses penarikan adalah komik dengan judul My Wondering Body, dengan propaganda LGBT pula. OH Bangsa dan Negara ku, mau kau bawa kemana anak-anak, sebagai penerus Generasi Bangsa ini???..
Ya Allah, jika pemerintah tak lagi dapat diandalkan, rasanya kembali lagi tugas mendidik anak adalah orang tua, semakin berat tanggungjawab harus dipikul, penanaman nilai-nilai agama dan keimanan dapat diharapkan membentuk imun sebagai filter pengaruh buruk lingkungan, tontonan dan bacaan. Semoga kita sebagai orang tua terus semangat belajar mencari ilmu parenting yang sesuai dengan Quran dan Sunah sehingga anak-anak kita menjadi anak Qurrota Ayun yang shalih dan shalihah dan dapat menolong agamanya kelak, menjadi pemimpin yang berguna bagi Nusa dan Bangsa..aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s