Bila Hidayah itu telah datang

   Menjelang usia 64tahun, bapak masih sangat sehat dan bugar, Alhamdulillah. Bapak adalah seorang pekerja keras yang berlatar belakang militer, lebih tepatnya police officer. Sejak tahun 2008 beliau resmi pensiun dari kepolisian, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel, prestasi karir tertinggi beliau adalah sebagai Kapolsek salah satu wilayah di Surabaya.
   Semenjak muda bapak sudah mulai berbisnis, ditempa dengan keadaan yang serba kekurangan membuat bapak menjadi seorang yang ambisius dengan harta. Sejak mulai berkarir di Kepolisian, bapak juga mulai membangun bisnis, hampir semua bisnis pernah dicoba, mulai jual-beli mobil, tanah, air, persewaan kapal dan masih banyak lagi. Hampir tidak pernah dirumah, pulang kerja langsung mengurusi bisnis. Semua demi keluarga, kami anak-anaknya.
   Hingga suatu saat bapak mampu membangun toserba Dea Wijaya hasil dari transformasi toko kecil yang ada di rumah kami, yang telah kami miliki sejak saya masih SMP. Bapak membeli tanah saat masih sangat murah sebagai investasi dan kemudian membangun habis-habisan dengan uang tabungan hasil jerih payah beliau sejak masih muda. Dan sebagai modal usaha toserba kami masih meminjam dari Bank. Pula bapak tidak terlibat dalam operasional toko, dan menyerahkan segala pengurusan toko pada saya, suami dan ibu.
   Setelah bapak pensiun, bapak mulai lagi berbisnis,”karena menganggur itu menjemukan,”kata beliau. Dan beliau memilih berbisnis jual beli Kayu walaupun menurut saya sangat beresiko, baik masalah illegal logging maupun tipu-menipu ukuran dan jenis kayunya. Jatuh bangun bapak dalam menjalankan bisnis ini, sering juga tertipu, tapi tidak menyurutkan keinginannya untuk sukses.
   Ibu dan saya sedih melihat bapak masih sangat ambisius mengejar harta, karena melupakan umur yang kian menua. Kami berdua hanya ingin bapak mulai mencari bekal untuk akherat nanti. Selain usaha yang terus-menerus dilakukan ibu untuk membujuk bapak ikut pengajian di masjid, kami berdua, saya dan ibu tiada hentinya berdoa kepada Allah agar hidayah itu segera datang.
   Dua tahun terakhir doa kami terjawab. Bapak mulai aktif ke Masjid dan mulai bergabung dengan bapak-bapak Takmir Masjid. Merutinkan sholat berjamaah, pengajian, dan kajian islami di Masjid, Suprise nya di hari Ulang Tahun ibu, tanggal 1 juni kemarin Bapak dipercaya oleh anggota takmir Masjid di perumahan kami untuk menjadi Ketua Panitia Ramadhan. Saat kami bertiga, saya, ibu dan bapak bertemu di toko, bapak dengan bangganya bercerita kepada saya. Subhanallah, melihat semangat ingin belajar lebih jauh tentang agama islam yang sekian lama di peluk membuat saya terharu, dan menangislah saya dalam sholat.
   Terimakasih ya Allah, hidayah itu telah datang dengan begitu indah. Doa-doa hamba mulai terjawab satu persatu, Engkau telah memberikan kado terindah di hari Ulang Tahun Ibu berupa Hidayah untuk Bapak yang tiada ternilai harganya. Hamba tidak akan berhenti berdoa untuk bapak agar selalu istiqomah dijalanMu hingga Ajal Menjemput..aamiin

image

Ya Allah, ampunilah dosa kedua orangtua hamba. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba sejak kecil..aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s